Kewajiban seorang ayah setelah bercerai – Ketika kedua orang memutuskan untuk bercerai dan memiliki anak dari pernikahan tersebut, maka hak asuh anak akan menjadi milik salah satu kedua orang tua tersebut. Dalam hal ini, hak asuh bisa dimiliki ayah atau ibu. Hak asuh tersebut juga harus disesuaikan dengan usia sang anak. Jika berusia lebih dari 12 tahun, maka sudah diperkenankan untuk memilih sendiri ingin ikut dengan ibu atau ayah. 

Jadi dalam hal ini tidak semua hak asuh akan jatuh ke tangan sang ibu. Ada juga beberapa hal yang bisa menyebabkan hak asuh tersebut jatuh ke tangan ayah. Kemudian bagaimana dengan kewajiban seorang ayah setelah bercerai dan nafkah anak setelah bercerai?

Hak Kewajiban dan Tanggung Jawab Ayah Setelah Bercerai

Sebelum membahas mengenai nafkah anak setelah bercerai, perlu diperhatikan terlebih dahulu mengenai hak kewajiban dan tanggung jawab ayah. Kewajiban ayah pada anak menurut Islam seperti:

  1. Seorang ayah memiliki kewajiban untuk mengajari anak ilmu pengetahuan, khususnya ilmu agama. Akan tetapi jika ayah tidak memiliki waktu atau kemampuan untuk mengajarkan agama, maka bisa membayar orang untuk membantu mengajarkan ilmu agama pada anak. 
  2. Seorang ayah juga berkewajiban untuk memberikan nama yang bagus bagi anak-anaknya. Hal ini karena nama juga berarti sebagai doa untuk anak tersebut. 
  3. Ayah juga memiliki kewajiban untuk menikahkan anaknya dengan orang yang tepat. 
  4. Hak kewajiban dan tanggung jawab ayah yang juga penting adalah dengan memberikan nafkah. 

Hal diatas tersebut juga sekaligus menjadi tanggung jawab ayah kepada anak yang harus dilakukan. Kemudian bagaimana dengan kewajiban seorang  ayah setelah bercerai?

Kewajiban seorang ayah setelah bercerai tetap memberikan nafkah pada anaknya. Hal ini karena nafkah pada anak tidak pernah putus. Namun ada batasan kapan seorang ayah memberikan nafkah pada anaknya. Seorang anak diberikan nafkah oleh ayahnya karena masih belum bisa atau cukup untuk menghidupi dirinya sendiri. 

Sehingga anak yang sudah baligh dan bekerja, maka seorang ayah sudah tidak lagi memiliki kewajiban untuk memberikan nafkah kepadanya. Kewajiban seorang ayah setelah bercerai ini dilakukan selama masa iddah, setelah selesai masa iddah, atau ketika sang ibu sudah menikah kembali. Besaran nafkah yang diberikan pada kebutuhan anak adalah sesuai dengan kemampuan ayah dan juga kelazimannya. 

Untuk itu, penting juga jika setelah bercerai baik ayah ataupun ibu saling bersepakat untuk menentukan besaran nafkah sebagai kewajiban seorang ayah setelah bercerai yang diberikan pada anak. Dengan begitu, akan ada keterbukaan dari kedua belah pihak. 

Hukum Seorang Ayah Menelantarkan Anaknya

Selain beberapa kewajiban diatas, kewajiban seorang ayah juga sudah dijelaskan dalam Undang-Undang nomor 23 Tahun 2004 mengenai Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Dalam UU tersebut dikatakan bahwa semua orang dilarang menelantarkan orang lain yang masih dalam lingkup rumah tangganya. 

Bahkan sudah ada sanksi untuk ayah yang tidak memberikan nafkah untuk anaknya yaitu hukuman pidana maksimal 3 tahun atau denda maksimal Rp 15.000.000

Demikian adalah artikel mengenai kewajiban seorang ayah setelah bercerai dimana harus tetap memberikan nafkah sesuai dengan kemampuan. 


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.