Apakah suami wajib menafkahi anak setelah bercerai – Dalam hubungan pernikahan tidak akan selalu berjalan dengan baik. Salah satunya adalah adanya perceraian yang membuat hubungan rumah tangga tersebut sudah tidak bisa lagi dipertahankan. Hal ini juga nantinya akan berpengaruh pada anak dari hasil pernikahan dimana hak asuhnya harus pada salah satu dari kedua orang tuanya. 

Hak asuh anak bisa menjadi permasalahan tersendiri yang juga berhubungan dengan pemberian nafkah pada anak. Sehingga mengantarkan pada pertanyaan mengenai apakah suami wajib menafkahi anak setelah bercerai? Untuk itu, dalam artikel ini akan dibahas lebih dalam mengenai kewajiban seorang ayah setelah bercerai terutama ketika memiliki anak. 

Kewajiban Pemberian Nafkah Ayah Setelah Bercerai

Jika sebelum bercerai, seorang ayah atau suami memiliki kewajiban untuk memberikan nafkah pada anak dan juga istrinya. Sedangkan untuk suami yang melakukan penelantaran bisa dikenai pidana maksimal 3 tahun atau denda maksimal Rp 15.000.000 berdasarkan UU PKDRT Pasal 49. Kemudian apakah suami wajib menafkahi anak setelah bercerai?

Jika menurut hukum, seorang ayah yang sudah bercerai, dalam hal ini adalah mantan suami, memberikan nafkah pada anak adalah salah satu akibat dari perceraian yang sudah atur dalam Undang-Undang Perkawinan Pasal 41 Nomor 1 Tahun 1974. Dalam pasal tersebut mengatur mengenai:

  1. Kedua orang tua wajib untuk mendidik dan memelihara anak-anaknya, sesuai dengan kepentingan anak; jika ada perselisihan atas penguasaan anak, maka Pengadilan akan memberikan keputusannya. 
  2. Ayah bertanggung jawab untuk memberikan biaya pendidikan dan pemeliharaan yang dibutuhkan; jika ayah tidak mampu untuk memberikan kewajiban tersebut maka Pengadilan akan memutuskan sang ibu untuk membantu pembiayaannya. 
  3. Pengadilan bisa mewajibkan ayah atau mantan suami untuk memberikan biaya kehidupan dan atau menentukan kewajiban untuk mantan istri. 

Jadi, dalam hal ini apakah suami wajib menafkahi anak setelah bercerai maka ya. Terutama ketika hal tersebut sudah ditentukan oleh hakim maka ayah atau mantan suami wajib memberikan nafkah anak setelah bercerai. 

Bahkan kewajiban ayah ini berlaku sebelum perceraian dimana seorang ayah memang wajib untuk memberikan nafkah pada anak-anaknya dengan kondisi tertentu. Dimaksudkan kondisi tertentu ini adalah ketika anak sudah baligh dan bisa menghidupi dirinya sendiri, maka seorang ayah tidak berkewajiban lagi untuk memberikan nafkah. 

Bagaimana Jika Mantan Suami Menolak Memberikan Nafkah?

Sudah dikatakan bahwa apakah suami wajib menafkahi anak setelah bercerai adalah hal yang wajib terutama jika sudah diputuskan oleh Pengadilan dan anak masih dibawah umur. Namun bisa saja terjadi masalah dimana ayah atau mantan suami tidak mau memberikan nafkah pada anak. 

Seorang ayah yang tidak mau memberikan nafkah pada anaknya padahal sudah diputuskan oleh pengadilan, maka hal tersebut dikatakan sebagai ketidakpatuhan. Maka langkah hukum jika mantan suami menolak menafkahi anak adalah dengan mengajukan gugatan pada Pengadilan Agama karena tidak memenuhi tunjangan pada anak seperti yang sudah diputuskan. 

Demikian adalah artikel mengenai apakah suami wajib menafkahi anak setelah bercerai yang mungkin bisa membantu permasalahan Anda. 

Gunakan Layanan Justika Untuk Mendapat Saran Hukum

Perceraian memang permasalahan yang sangat rumit, tidak semua orang atau pasangan mampu menyelesaikan perceraian seorang diri. Dengan demikian, bantuan dan saran hukum sangat diperlukan agar permasalah perceraian terselesaikan dengan semestinya. 

Justika bersama Advokat dan Pengacara Andal profesional, akan membantu Anda menangani kasus perceraian. Anda akan mendapatkan saran hukum langsung dari pengacara pilihan yang berpengalaman dalam bidang perceraian, melalui Layanan Perceraian Pengacara profesional Justika akan membantu Anda terkait semua permasalahan tentang perceraian Anda. 

Tanyakan Langsung Dengan Justika Perihal Pemberian Nafkah Anak Setelah Bercerai!

Anda bisa berkonsultasi dengan mitra advokat andal dan profesional Justika. Anda bisa memanfaatkan layanan hukum Justika lainnya, seperti Layanan Konsultasi Chat, Konsultasi via Telepon dan  Konsultasi Tatap Muka.

Lawyer yang bergabung di Justika merupakan lawyer pilihan yang melalui proses rekrutmen yang cukup ketat dengan pengalaman paling sedikit, yaitu 5 tahun berkarir sebagai advokat.

Konsultasi via Chat

Kini, konsultasi chat dengan advokat berpengalaman hanya mulai dari Rp. 30.000 saja. Dengan harga tersebut Anda sudah bisa mendapatkan solusi permasalahan hukum Anda dengan cara menceritakan permasalahan yang dihadapi melalui kolom chat. Nantinya sistem akan mencari advokat guna membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Konsultasi via Telepon

Untuk permasalahan yang membutuhkan solusi lebih lanjut, Anda bisa memanfaatkan layanan konsultasi telepon mulai dari Rp 350.000 selama 30 menit atau Rp 560.000 selama 60 menit. 

Konsultasi via Tatap Muka

Konsultasi tatap muka bisa dilakukan ketika Anda benar-benar membutuhkan saran secara langsung dari advokat terpercaya untuk kasus yang lebih rumit. Hanya dengan Rp 2.200.000 saja, Anda sudah bisa bertemu secara langsung selama 2 jam untuk bertanya lebih dalam hingga menunjukkan dokumen-dokumen yang relevan untuk membantu permasalahan Anda.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.