Pernikahan memang menjadi keinginan semua orang. Orang yang menikah juga harus memenuhi beberapa persyaratan. Salah satunya yang menikah dibawah umur. Lalu bagaimana hukum nikah muda? Apakah diperbolehkan?

Minimal Usia Untuk Menikah

Jika menurut Pasal 2 Undang-Undang Perkawinan, perkawinan merupakan hal yang sah jika dilakukan secara hukum agama masing-masing kemudian perkawinan tersebut dicatatkan berdasarkan undang-undang yang berlaku.

Namun, bukan berarti semua pernikahan bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa adanya batasan tertentu. Dalam Pasal 7 ayat 1 UU nomor 16 tahun 2019 mengenai Perubahan UU Perkawinan sudah mengatur bahwa hanya diizinkan melakukan perkawinan jika pria dan wanita sudah berusia 19 tahun. Hal tersebut menjadi hukum nikah muda di Indonesia.

Jadi mengenai hukum nikah muda dimana kedua pasangan tersebut masih berusia kurang dari 19 tahun, secara aturan hukum di Indonesia tidak diperbolehkan. Selain itu, wajib ada izin dari kedua orang tua untuk melakukan pernikahan apabila keduanya masih termasuk dibawah umur.

Menurut syariah Islam sendiri seseorang diperbolehkan untuk menikah ketika sudah baligh. Batasan baligh yang dimaksudkan merupakan seseorang yang sudah dewasa secara fisik dan mental sehingga dianggap mampu untuk melakukan pernikahan dengan sehat dan bertanggung jawab.

Dispensasi Hukum Nikah Muda

Walaupun secara perundang-undangan yang berlaku tidak diperbolehkan, masih ada kemungkinan penyimpangan dari aturan tersebut yang disebutkan dalam Pasal 7 ayat 2 UU Perkawinan Nomor 16 Tahun 2019.

Aturan penyimpangan tersebut adalah dengan adanya dispensasi pernikahan yang diminta pada pengadilan. Dispensasi pernikahan tersebut diajukan oleh orang tua pria atau wanita. Nantinya akan ada sidang nikah dibawah umur hingga biaya sidang nikah dibawah umur untuk menentukan apakah diperbolehkan melangsungkan pernikahan dengan usia minimal atau masih dibawah usia 19 tahun berdasarkan hukum nikah muda yang berlaku.

Tentunya pengajuan dispensasi nikah tersebut juga menyertakan syarat nikah dibawah umur beserta alasan kuat hingga bukti-bukti pendukung agar pernikahan dibawah umur tersebut bisa dilaksanakan.

Alasan yang mendesak disini merupakan keadaan dimana kedua pasangan tersebut harus melakukan pernikahan dikarenakan adanya kondisi yang mendesak. Permohonan untuk mengajukan dispensasi nikah tersebut dalam hukum nikah muda adalah ke Pengadilan Agama untuk yang beragama Islam atau Pengadilan Negeri untuk yang beragama selain Islam.

Jadi hukum nikah muda menurut Undang-Undang Perkawinan di Indonesia harus berusia minimal 19 tahun, namun bisa dilaksanakan kurang dari usia tersebut dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Lantas Apakah Nikah Mudah Diperbolehkan Dalam Hukum?

Jika menurut hukum nikah muda yang ada di Indonesia, pasangan calon pengantin dilarang untuk melakukan pernikahan jika usia keduanya belum 19 tahun atau masih di bawah 19 tahun. Akan tetapi ada aturan yang memperbolehkan dilangsungkannya pernikahan dibawah umur tersebut.

Diperbolehkannya pernikahan dibawah umur atau nikah muda hanya dengan adanya alasan serta bukti tertentu yang membuat keduanya harus segera dinikahkan. Untuk itu salah satu orang tua dari kedua calon harus membuat atau mengajukan dispensasi nikah. Dispensasi nikah tersebut sebagai pengajuan agar kedua calon bisa diperbolehkan menikah dibawah umur walaupun secara hukum nikah muda negara ada larangan pernikahan dibawah umur.

Tanyakan Mengenai Hukum Nikah Muda Melalui Justika

Pernikahan muda atau dibawah 19 tahun sudah jelas dilarang di Indonesia, namun kenyataannya masih banyak terjadi kasus nikah muda. Untuk itu Anda bisa bertanya pada mitra advokat Justika yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun melalui beberapa layanan berbayar berikut:

Layanan Konsultasi Chat

Anda bisa mendapatkan layanan konsultasi hukum secara mudah dan dengan harga terjangkau dengan advokat berpengalaman hanya mulai dari Rp 30.000 saja. Dengan harga tersebut Anda sudah bisa mendapatkan solusi permasalahan hukum Anda dengan cara menceritakan permasalahan yang dihadapi melalui kolom chat. Nantinya sistem akan mencari advokat guna membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Layanan Konsultasi via Telepon

Jika diperlukan tindakan yang tidak dapat diakomodasi melalui fitur chat, Anda bisa memanfaatkan layanan konsultasi via telepon dari Justika. Hanya mulai dari Rp 350.000 selama 30 menit atau Rp 560.000 selama 60 menit Anda sudah bisa berkonsultasi dengan advokat berpengalaman melalui telepon.

Layanan Konsultasi Tatap Muka

Anda pun dapat berdiskusi dan berkonsultasi secara langsung dengan para Mitra Advokat Justika lewat layanan Konsultasi Tatap Muka. Hanya dengan Rp 2.200.000 saja, Anda sudah bisa bertemu secara langsung selama 2 jam untuk bertanya lebih dalam hingga menunjukkan dokumen-dokumen yang relevan untuk membantu permasalahan Anda.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.