Ada beberapa syarat menikah beda agama yang harus dipenuhi supaya diperbolehkan. Namun, yang perlu Anda ingat adalah antara hukum agama dengan negara itu berbeda. Bisa saja hukum negara menganggap sah, tapi belum tentu berlaku pada agama.

Setiap keyakinan memberikan aturan berbeda mengenai hukum pernikahan ini. Tidak heran jika hukum menikah beda agama di Indonesia masih menjadi perdebatan, ada yang menyetujui dan juga tidak. Untuk ikut menyetujui atau tidak juga bergantung dari keyakinan masing-masing.

Bagi Anda yang ingin melangsungkan pernikahan beda keyakinan, ada beberapa syarat harus terpenuhi. Namun sebelum itu, mempertimbangkannya kembali menjadi hal sangat penting sebelum melanjutkannya ke jenjang sakral.

Pentingnya Mempertimbangkan Pernikahan Beda Agama

Sangat penting mempertimbangkan keputusan sebelum memenuhi persyaratan menikah beda keyakinan. Anda harus melihat banyak aspek terutama pihak keluarga atau teman karena pilihan tersebut memiliki konsekuensi.

Biasanya pernikahan yang memiliki keyakinan berbeda akan rentan mengalami konflik. Hal ini karena perbedaan prinsip agama yang dimiliki. Meskipun semua keyakinan mengajarkan dalam hal kebaikan, ada beberapa prinsip mungkin tidak bisa dipaksakan atau disatukan.

Apalagi masalah sosial dan budaya juga bisa memicu, mengingat masih banyak juga orang tidak menyetujui pernikahan beda keyakinan ini. Ketidaksetujuan setiap individu bisa ditunjukkan dengan berbagai macam cara.

Ada sebagian meskipun tidak setuju tetap menghargai, karena itu merupakan hak setiap orang untuk memilih. Namun ada juga yang menunjukkannya dengan cara menggunjing atau bahkan mengucapkan secara langsung ungkapan sindiran.

Masalah berikutnya bisa timbul yaitu mengenai agama anak. Anda tentu saja harus mendiskusikan hal ini terhadap pasangan, apakah anak akan ikut keyakinan ayah atau ibu. Belum lagi Anda akan dipersulit dalam urusan birokrasi.

Sebenarnya tidak dipersulit, tapi cenderung rumit karena berbeda dengan cara pernikahan biasa satu agama. Cara menikah beda agama di Indonesia tergolong rumit karena harus memenuhi berkas-berkas penting sebagai pengajuan permohonan.

Kewajiban pengajuan permohonan penting dilakukan agar status pernikahan Anda tercatat dalam negara. Apalagi syarat pengurusan berbagai macam berkas penting ada yang memerlukan surat nikah.

Meskipun Indonesia tidak memiliki hukum pasti mengenai larangan menikah beda keyakinan, namun banyak negara lain melegalkan. Negara yang melegalkan nikah beda agama ini dijadikan pilihan beberapa orang sebagai tempat berlangsungnya acara sakral ini.

Beberapa Syarat Menikah Beda Agama Supaya Diperbolehkan

Salah satu syarat yang diperlukan ketika ingin menikah beda agama adalah administrasi. Berbeda dengan proses administrasi pernikahan biasa, beda keyakinan tidak semudah kelihatannya. 

Bahkan beberapa petugas pencatatan sipil setempat ada yang tidak mau mengurusi proses administrasinya. Alasannya mereka menganggap bahwa menikah beda keyakinan itu tidak sesuai dengan hukum negara.

Alasan ini masih sering digunakan karena petugas tersebut mungkin belum mengetahui terkait hukum sebenarnya mengenai pernikahan. Kurangnya pembelajaran atau edukasi yang harusnya diberikan oleh pemerintah juga bisa menjadi alasan.

Akhirnya jalan yang dipilih untuk mempermudah proses administrasi pernikahan ini yaitu dengan menikah sebanyak dua kali, tergantung dari keyakinan pasangan. Setelah menikah, Anda akan mendapatkan akta khusus.

Agar mendapatkan akta khusus ini, sebaiknya pernikahan yang dilangsungkan di luar agama Islam. Pasalnya pihak KUA atau Kantor Urusan Agama hanya memberikan buku nikah kepada pasangan yang keduanya beragama Islam.

Akta nikah ini sangat penting dimiliki karena dibutuhkan sebagai syarat pembuatan berkas-berkas seperti KK atau akta anak. Tentu saja akan menghambat proses pembuatan berkas penting jika Anda tidak memilikinya.

Tidak adanya keterangan mengenai keyakinan yang dianut, membuat surat akta nikah ini lebih direkomendasikan untuk dipilih. Meskipun salah satu dari pasangan beragama Islam, pihak KUA tidak dapat memberikan buku nikah.

Sebenarnya, memiliki akta nikah saja sudah cukup. Suatu pernikahan akan masuk dalam kategori sah di hadapan hukum hanya dengan memiliki akta nikah ini karena dokumen yang dipakai sama.

Jadi, jika sudah mempunyai akta nikah, Anda tidak bisa mengurus kembali di KUA, begitu juga sebaliknya. Inilah yang menjadi alasan ketika menikah beda keyakinan lebih disarankan secara non Islam.Untuk Anda yang memang sudah memiliki tekad bulat untuk melangsungkan pernikahan meskipun berbeda keyakinan, sebaiknya perhatikan dengan baik syarat-syaratnya. Karena jika syarat menikah beda agama tidak terpenuhi, kemungkinannya pernikahan akan ditunda.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.