Terdapat beberapa negara yang melegalkan nikah beda agama. Tidak jarang beberapa tempat ini akhirnya dijadikan tujuan para pasangan yang ingin melangsungkan pernikahan karena berbeda keyakinan.

Namun, tidak semuanya memiliki alasan serupa. Ada juga alasan lain ingin menikah di negara tersebut karena sebuah impian atau mencari suasana berbeda. Apalagi cara menikah beda agama di negara tersebut tidak serumit di Indonesia.

Hal ini karena mereka melegalkannya. Lalu, apa saja sebenarnya alasan beberapa orang akhirnya memilih untuk melangsungkan pernikahan di tempat yang melegalkannya tersebut? Untuk lebih jelasnya, Anda bisa menyimak uraian berikut.

Alasan Beberapa Orang Melangsungkan Pernikahan di Negara yang Melegalkannya

Salah satu alasan mengapa beberapa orang memilih melangsungkan pernikahan di negara yang melegalkannya yaitu menghindari rumitnya birokrasi syarat menikah beda agama. Berbeda dengan negara yang sudah melegalkannya karena ada aturan khusus sebagai pengatur.

Apalagi seperti kita ketahui bahwa hukum menikah beda agama di Indonesia tidak memiliki aturan khusus dan bahkan sebagian masih memperdebatkan. Belum lagi jika harus menghadapi permasalahan budaya dan sosial di lingkungan sekitar.

Situasi inilah membuat beberapa pasangan memutuskan menikah di luar negeri. Setelah menikah mereka akan memperoleh akta perkawinan. Akta ini diperoleh dari negara bersangkutan atau bisa juga dari perwakilan KBRI setempat.

Agar sah di hadapan hukum Indonesia, pasangan yang sudah selesai melangsungkan pernikahan di luar negeri harus melakukan pelaporan di kantor catatan sipil. Tujuannya supaya mendapatkan surat keterangan hasil laporan bahwa Anda melakukan pernikahan di luar negeri.

Ada Beberapa Negara yang Melegalkan Nikah Beda Agama

Di Indonesia memang belum ada aturan resmi mengenai legal atau tidaknya menikah beda keyakinan. Apalagi untuk masalah menikah tidak hanya hukum negara yang terlibat, tapi juga hukum agama. Ada beberapa negara yang mengizinkan nikah beda agama, di antaranya:

  1. Tunisia

Negara pertama yaitu Tunisia. Sebelumnya berdasarkan aturan hukum berlaku, Tunisia tidak memperbolehkan pernikahan wanita muslim menikah dengan pria non muslim. Namun, sekarang ini sudah ada aturan resmi membolehkan.

Pria sudah lebih dulu diperbolehkan mempunyai istri dari berbagai agama tanpa adanya syarat. Bahkan untuk masalah warisan, pria memperoleh jumlah lebih banyak yaitu sebesar dua kali lipat dibandingkan wanita.

  1. Singapura

Singapura merupakan negara netral terhadap masalah keyakinan. Jadi, tidak mendukung maupun menolak. Syarat utama agar bisa menikah di Singapura yaitu tinggal dengan kurun waktu minimal 20 hari secara berturut-turut.

Setelah persyaratan utama ini terpenuhi, pasangan bisa mulai melakukan pengurusan berkas administrasi via online di gedung khusus. Gedung yang dimaksud adalah Registration for Married.

Layanan ini sudah disediakan oleh pemerintah Singapura untuk warga lokal maupun asing. Waktu pengurusan berkas hanya sekitar 20 menit saja. Sedangkan untuk biayanya sekitar paling banyak 20 dollar dan sertifikat perkawinan akan didapatkan dengan mudah.

  1. Belanda

Negara yang melegalkan nikah beda agama adalah Belada. Belanda merupakan wilayah yang tidak membatasi pernikahan berdasarkan anutan agama. Sehingga meskipun berbeda bukan menjadi masalah. Peraturan inilah yang memudahkan para pasangan untuk menikah meskipun beda keyakinan.

  1. Inggris

Sistem hukum Inggris adalah common law. Jadi, bagi pasangan yang akan melangsungkan pernikahan tidak harus memenuhi syarat agama sama karena hukum tidak menetapkan aturan itu.

Pernikahan di Inggris bukan sekadar mengenai urusan agama saja. Sehingga apapun keyakinan dianut, setiap orang memiliki hak untuk melakukan pernikahan. Pasangan yang mempunyai agama sama, beda bahkan ateis bisa melaksanakan pernikahan.

Asalkan sesuai dengan ketetapan prosedur atau aturan berlaku. Setiap negara mempunyai aturan berbeda dalam mengatur perkawinan. Pastikan Anda memahami aturan apa saja yang diberlakukan oleh setiap negara.

  1. Kanada

Negara terakhir melegalkan nikah beda keyakinan yaitu Kanada. Hukum di Kanada tidak memberikan syarat pernikahan harus mempunyai persamaan agama. Jadi, menikah meskipun berbeda keyakinan bukanlah penghalang.

Beberapa syarat memenuhi sah atau tidaknya pernikahan di Kanada yaitu mempunyai kemampuan seksual, adanya perjanjian, jenis kelamin berbeda, tidak memiliki ikatan pernikahan sebelumnya serta tidak satu keturunan atau sedarah.Beberapa negara tersebut banyak dijadikan tujuan para pasangan untuk menikah tanpa harus memenuhi syarat wajib persamaan agama. Bahkan tidak menganut agama apapun juga mempunyai hak untuk menikah di negara yang melegalkan nikah beda agama tersebut.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.