Hukum menikahi saudara tiri - Sudah banyak diketahui bahwa pernikahan yang dilarang baik secara agama Islam dan hukum negara adalah pernikahan antara saudara sekandung atau sedarah. Akan tetapi bagaimana dengan pernikahan dengan saudara yang bukan sekandung, dalam hal ini adalah menikah dengan saudara tiri.

Hukum Menikahi Saudara Tiri

Dalam Pasal 39 Kompilasi Hukum Islam mengatakan bahwa seorang pria dan wanita tidak boleh menikah apabila ada 3 sebab seperti pertalian nasab, pertalian semenda, dan pertalian sesusuan. Sedangkan dalam Islam sendiri dilarang untuk menikahi wanita yang masih dalam mahramnya.

Setidaknya ada 7 wanita yang tidak bisa dinikahi karena hubungan nasab seperti:

  1. Saudara perempuan, baik saudara kandung, seibu, sebapak.
  2. Anak perempuan, cucu perempuan dan garis keturunan seterusnya kebawah.
  3. Ibu, nenek, buyut perempuan dan garis keturunan seterusnya keatas.
  4. Keponakan perempuan dari saudara laki-laki dan garis keturunannya ke bawah.
  5. Keponakan perempuan dari saudara perempuan dan garis keturunannya ke bawah.
  6. Bibi dari ayah
  7. Bibi dari ibu

Selain itu, juga ada 4 wanita yang dilarang untuk dinikahi karena adanya hubungan pernikahan seperti:

  1. Ibu mertua, nenek istri dan garis keturunannya ke atas.
  2. Anak tiri, jika laki-laki tersebut sudah melakukan hubungan dengan ibunya.
  3. Menantu perempuan, istri cucu dan garis keturunannya ke bawah.
  4. Ibu tiri, nenek tiri dan garis keturunannya ke atas.

Kemudian bagaimana dengan hukum menikahi saudara tiri? Saudara tiri sendiri termasuk dalam orang lain atau bukan mahram. Sehingga hukum menikahi saudara tiri masih diperbolehkan baik dari ibu atau dari ayah.

Hukum menikahi saudara tiri ini juga sudah dijelaskan dalam kitab Al-Majmu’ oleh Imam an Nawawi dimana diperbolehkan seorang anak laki-laki yang menikah dengan perempuan dari ibu tirinya dan sebaliknya. Walaupun kedua orang tua masih dalam hubungan pernikahan. Sama halnya dengan menikahi sepupu dari ibu yang juga diperbolehkan dikarenakan tidak ada hubungan nasab antara keduanya.

Akan tetapi berbeda dengan hukum menikah dengan paman sendiri atau bolehkah menikahi keponakan. Kedua hal tersebut diharamkan dalam Islam dan tidak diperbolehkan juga menurut hukum negara.

Demikian adalah artikel mengenai hukum menikahi saudara tiri yang diperbolehkan baik secara hukum agama Islam dan hukum negara.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.