Apa hukum menikah beda agama di Indonesia? Apakah diperbolehkan atau dilarang? Masih banyak perdebatan mengenai hal ini. Meskipun diperbolehkan dengan syarat dan ketentuan khusus, banyak orang masih kontra terkait pernikahan beda keyakinan.

Cara menikah beda agama tergolong rumit, sehingga membuat sebagian orang lebih memilih untuk berpindah keyakinan saja. Jadi, acara pernikahan yang dilangsungkan hanya menganut satu hukum agama saja.

Untuk menentukan siapa yang akhirnya mengalah tentu saja berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Pernikahan dengan keyakinan tidak sama sudah memiliki aturan hukumnya supaya sah di negara Indonesia, sebagaimana sesuai dengan penjelasan berikut.

Hukum Menikah Beda Agama di Indonesia Berdasarkan Aturan yang Ada

Sebenarnya ada banyak negara yang melegalkan nikah beda agama, namun tidak termasuk Indonesia. Apalagi mengingat Indonesia memiliki banyak keyakinan dan masing-masing mempunyai ketentuan pernikahan berbeda.

Ada keyakinan membolehkan dan banyak yang tidak. Berdasarkan UU tahun 1974 nomor 1, mengenai pernikahan beda agama masuk dalam kategori perkawinan campuran sebenarnya tidak dijelaskan secara eksplisit.

Dalam aturan tersebut menjelaskan bahwa pernikahan campuran kewarganegaraan diperbolehkan. Rujukan tidak diperbolehkannya menikah beda keyakinan terdapat pada UU perkawinan tepatnya pasal 2 ayat (1).

Pasal tersebut menjelaskan bahwa pernikahan akan sah dilakukan jika sesuai hukum setiap keyakinan dan kepercayaan. Jadi, bisa dikatakan bahwa menikah dengan keyakinan tidak sama boleh saja, asalkan sesuai hukum agama yang dianut. 

Sedangkan menurut Inpres dikeluarkan tahun 1990 nomor 1, pernikahan menjadi tidak diperbolehkan jika pasangan tersebut beda keyakinan. Berdasarkan aturan-aturan yang ada, sebenarnya bisa disimpulkan bahwa banyak hukum menentang.

Namun, masih ada celah hukum yang bisa dipertimbangkan. Hukum tersebut hanya mengatur tentang bagaimana pernikahan dilangsungkan yaitu sesuai keyakinan masing-masing. Tapi tidak mengatur bahwa agama keduanya harus sama.

Kerumitan inilah yang harus Anda jadikan pertimbangan juga sebelum menikah dengan keyakinan tidak sama. Tidak sedikit juga pasangan akhirnya memutuskan untuk tidak jadi menikah karena perbedaan keyakinan ini.

Sebenarnya konsekuensi yang diterima tidak hanya rumit dalam mengurus birokrasi, tapi juga masalah keluarga. Biasanya pihak keluarga tidak memperbolehkan menikah dengan yang memiliki perbedaan keyakinan karena lebih banyak memicu konflik.

Selain itu juga melanggar aturan agama. Namun, ada sebagian tetap nekat melangsungkan pernikahan, baik itu di Indonesia atau negara lainnya yang memperkenankan perkawinan ini.

Kapan Pernikahan di Indonesia Menjadi Sah?

Salah satu syarat menikah beda agama menjadi sah jika sudah ditetapkan oleh pengadilan. Maksud dari sah ini adalah boleh dicatatkan dalam sistem administrasi negara sesuai hukum berlaku di Indonesia.

Pencatatan pernikahan ini penting dilakukan supaya Anda mendapatkan pengakuan dari hukum. Jadi, Anda tidak harus ke luar negeri untuk melangsungkan pernikahan ini. Tidak adanya peraturan khusus mengenai larangan menikah beda agama di Indonesia membuat banyak orang bimbang.

Sebagai rujukan hukum penetapan status serta izin pernikahan ini, putusan kasasi sering menjadi pilihan. Banyak juga dokumen permohonan izin pernikahan ini dikabulkan oleh kantor catatan sipil setempat.

Diperbolehkannya pengajuan izin juga didukung oleh UU yang membahas tentang hak asasi manusia yaitu nomor 39 tahun 1999. Seperti kita semua ketahui bahwa setiap warga negara Indonesia mempunyai berbagai macam hak.

Pihak lain tidak boleh mencampuri hak ini, salah satunya yaitu dalam memilih pasangan. Sebenarnya sesuai dengan hukum menikah yang berlaku, menikah beda agama tetap dapat dilakukan dan legal di Indonesia.

Sebagai contoh pasangan memiliki agama Islam dan Kristen. Pasangan ini bisa melakukan pernikahan sebanyak dua kali, menyesuaikan dengan ketentuan agamanya. Yaitu akad nikah secara Islam dan pemberkatan sesuai tradisi Kristen.

Atau bisa juga memilih salah satu hukum agama yang dianut oleh pasangan. Cara ini akan mempermudah proses pencatatan sipilnya. Apalagi setiap keyakinan mempunyai lembaga pencatatan yang tidak sama.

Satu hal penting diperhatikan adalah Anda harus mendapatkan pemuka agama yang bersedia untuk menikahkan. Hal ini karena tidak semua pemuka tersebut berkenan dan mau menikahkan pasangan yang memiliki status beda keyakinan. Jadi, untuk Anda yang ingin melangsungkan pernikahan ini di Indonesia bisa saja, asalkan sesuai dengan aturan dan ketentuan. Mengingat hukum menikah beda agama di Indonesia juga masih menjadi pro dan kontra bagi banyak masyarakat.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.