Perceraian adalah hal yang tidak diinginkan oleh semua orang. Namun, bila tidak ada jalan lain yang dapat ditempuh, peceraian sepertinya bisa menjadi jalan terbaik. Bicara tentang perceraian pada akhirnya juga akan bermuara ke pembagian harta gono gini. Tapi, bagaimana jika suami tidak mau membagi harta gono gini kepada istrinya?

Harta gono gini adalah harta bersama yang diperoleh selama masa perkawinan. Sehingga posisi harta ini menjadi milik suami istri dan tidak terpengaruh oleh siapa yang mendapatkannya. Oleh sebab itu, ketika perceraian terjadi, harta gono gini harus dibagi secara adil.

Pembagian Harta dalam Hubungan Suami Istri

Pembagian harta di dalam rumah tangga diatur dalam Undang-Undang Perkawinan. Sebelum membahas mengenai apa yang harus dilakukan jika suami tidak mau membagi harta gono gini, sebaiknya Anda terlebih dahulu memahami posisi harta dalam rumah tangga.

Harta bersama dan harta bawaan diatur dalam Pasal 35 dan Pasal 36 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (UU Perkawinan).

Harta Bawaan

Harta bawaan adalah harta yang dibawa oleh masing-masing pasangan sebelum melakukan perkawinan. Harta bawaan termasuk juga harta yang berasal dari hadiah dan harta warisan. Karena sifatnya, harta bawaan ini kepemilikannya tetap kepada si pemilik aslinya yaitu masing-masing dari suami atau istri. Pengelolaan dan kepemilikan harta ini tidak berubah akibat dari adanya perkawinan. Di kemudian hari, bila terjadi perceraian, harta ini tidak dapat disengketakan atau dituntut oleh pihak pasangan.

Harta Bersama

Harta bersama adalah harta yang didapatkan ketika dalam hubungan perkawinan. Kepemilikan harta bersama ini bersifat sama antara suami dan istri. Artinya, meskipun suami yang bekerja untuk mencari penghidupan, aset ataupun harta yang dibeli suami termasuk ke dalam harta bersama dengan istri. Pengelolaan dan kepemilikan harta ini dilakukan secara bersama-sama antara suami dan istri. Jika terjadi perceraian, dalam UU Perkawinan disebutkan bahwa pembagian harta gono gini adalah 50% bagi suami dan istri.

Lalu, jika di dalam praktiknya, ada sengketa tentang pembagian harta gono gini, apa yang harus dilakukan?

Jika Suami Tidak Mau Membagi Harta Gono Gini

Jika di dalam perceraian, salah satu pihak tidak mau membagi harta gono gini yang harusnya menjadi hak kedua pihak, apa yang harus dilakukan? Dalam Pasal 88 Kompilasi Hukum Islam, disebutkan bahwa dalam hal terjadinya perselisihan antara suami dan istri perihal harta bersama, maka penyelesaiannya dilakukan dengan cara mengajukannya ke Pengadilan Agama. Penjelasan mengenai batas waktu gugatan harta gono gini juga akan diterangkan. Sedangkan biaya gugatan harta gono gini berbeda di setiap pengadilan.

Contoh gugatan harta gono gini di pengadilan agama adalah apabila terdapat konflik dalam pembagian harta gono gini, Pengadilan Agama akan memberikan putusan tentang berapa banyak bagian yang harus didapatkan oleh masing-masing suami dan istri. Jika setelah jatuhnya putusan hakim dan suami masih tidak mau membagi harta gono gini, maka pihak istri bisa mengajukan permohonan kepada pengadilan untuk dilakukan eksekusi sesuai dengan putusan pengadilan. Eksekusi ini akan mengambil alih harta dari pihak suami yang menjadi hak istri dengan dasar putusan hakim yang sah.