Perceraian merupakan salah satu hal yang cukup menyakitkan karena memisahkan dua insan yang dulunya saling mencintai. Tak hanya masalah itu saja, masalah hak asuh anak dalam perceraian juga sering membuat prosesnya menjadi tidak karuan. Beberapa pasangan yang bercerai saling mengajukan surat pernyataan hak asuh anak karena ingin merawatnya.

Apa itu Hak Asuh Anak?

Hak Asuh Anak dalam perceraian adalah kesanggupan oleh orang tua baik salah satu pihak maupun kedua belah pihak dalam merawat, mengasuh serta memelihara seorang anak dengan usia kurang dari 12 tahun.

Dalam islam, hak asuh anak dalam perceraian lebih dikenal dengan sebutan hadhanah. Pengertiannya pun serupa dengan pengertian hak asuh anak yang telah dijelaskan sebelumnya. Namun untuk alasan anak di bawah 12 tahun pada pengertian kali ini lebih dijelaskan jika anak yang berusia kurang dari 12 tahun belum dapat menentukan hal yang baik maupun buruk untuk keberlangsungan hidup mereka.

Undang Undang Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Perlu diketahui juga jika kita hidup beragama dan berada di negara hukum, hal tersebutlah juga yang membuat segala perbuatan yang kita lakukan harus sesuai dengan undang undang tak terkecuali dalam dasar hukum hak asuh anak dalam perceraian. Berikut beberapa Undang undang yang berlaku terkait hak asuh anak:

1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak

Undang undang hak asuh anak sendiri sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 mengenai Perlindungan Anak. Dalam ketentuan umum di Pasal 1 poin 11 dikatakan bahwa kuasa asuh merupakan kekuasaan untuk mendidik, mengasuh, membina, menumbuhkembangkan, dan melindungi anak sesuai dengan agama yang dianut serta kemampuan, minat, dan bakatnya.

2. Pasal 41 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974

Aturan sesuai Pasal 41 UU Perkawinan yang mengatur akibat putusnya perkawinan karena perceraian yaitu kewajiban kedua orangtua untuk memelihara dan mendidik anak-anaknya kecuali bila terjadi perselisihan maka pengadilan yang akan memutuskan.

Selain itu, Ayah juga berkewajiban untuk mencukupi seluruh biaya baik pendidikan maupun pemeliharaan anak-anaknya kecuali jika sang ayah dirasa tidak mampu, maka ibu akan ikut memikul biaya tersebut.

3. Kompilasi Hukum Islam (KHI) pasal 105

Dimana dalam kompilasi hukum islam tersebut dijelaskan lebih lanjut jika:

  • Anak yang belum berusia 12 tahun hak asuhnya ada pada sang ibu.
  • Anak yang sudah berusia di atas 12 tahun bisa langsung memilih antara ayah atau ibunya sebagai pemegang hak asuh.
  • Biaya perawatan anak akan ditanggung oleh sang ayah.

Selain itu, dasar hukum yang dijadikan landasan dalam pengambilan keputusan atas hak asuh anak adalah berdasarkan putusan pengadilan terdahulu.

4. Pasal 44 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974

Pasal 44 juga menyebutkan bahwa pengadilan dapat mewajibkan kepada bekas suami untuk memberikan biaya penghidupan dan/atau menentukan sesuatu kewajiban bagi bekas istri.

5. Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 102 K/Sip/1973, 24 april 1975

Dalam putusan ini dikatakan untuk hak asuh anak di bawah umur akan diutamakan jatuh pada ibu kandungnya.

6. Putusan Mahkamah Agung RI No.126 K/Pdt/2001, 28 agustus 2003

Pada putusan ini menyatakan jika terjadi perpisahan antara suami istri, maka pengasuhan anak di bawah umur akan diserahkan pada orang terdekatnya yaitu ibu.

7. Putusan Mahkamah Agung RI No.239 K/Sip/1968

Di sini dinyatakan untuk anak yang masih kecil maka hak asuhnya harus diserahkan kepada ibunya.

8. Putusan Mahkamah Agung RI No.102 K/Sip/1973

Keputusan tersebut diantaranya menyatakan bahwa perwalian anak di bawah umur akan jatuh kepada sang ibu kecuali jika ibunya terbukti tidak layak dalam menjaga anak.

Tujuan Mendapatkan Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Pengasuhan secara bahasa adalah meletakkan sesuatu dekat tilang rusuk atau pengakuan, karena ibu pada saat menyusui meletakkan anaknya di pangkuan seakan ibu melindungi anaknya.

Secara bahasa juga dijelaskan jika pengasuhan sendiri dijadikan istilah sebagai mendidik dan memelihara anak sejak lahir hingga mereka bisa mengurus dirinya sendiri. Sehingga dengan hak asuh ini lah beberapa tujuan di dalamnya dapat tercapai antara lain:

1. Mengatur Tanggung Jawab Perawatan Dan Pendidikan Anak

Setelah orang tua berpisah, berselisih dan mengalami kesulitan ekonomi. Sehingga pada saat hak pengasuhan anak diabaikan karena perceraian maka sudah terjadi kezaliman besar yang dilakukan oleh orang tuanya. Dengan kata lain, pengasuhan anak sebenarnya tidak terpengaruh pada kondisi orang tua yang bercerai, berseteru ataupun berselisih. Dengan adanya penetapan hak asuh anak dalam perceraian maka hak anak setelah perceraian tersebut dapat dijamin baik secara hukum maupun agama.

2. Menjaga Kesehatan Mental Anak Tetap terjaga

Kesehatan mental anak menjadi hal yang paling di perhatikan saat terjadi perceraian antara suami dan istri. Pasalnya, bukan tidak mungkin sebuah perceraian akan menimbulkan gejolak mental yang akan membuat seorang anak merasa kurang percaya diri dan perilaku tidak baik lainnya.

Jenis Jenis Hak Asuh Anak Dalam perceraian

Terdapat dua jenis hak asuh anak dalam perceraian yang dapat di putuskan oleh pengadilan sendiri. Dimana kedua hak asuh tersebut adalah memutuskan untuk memberikan hak asuh anak dalam perceraian kepada ibu sepenuhnya atau memberikan hak asuh anak sepenuhnya kepada ayah. Untuk membahas hal tersebut, berikut informasi lebih lanjutnya.

Hak Asuh Anak Jatuh Kepada Ibu

Pertama, kita bahas dahulu mengenai hak asuh anak yang jatuh kepada ibu. Sebenarnya jika menurut aturan hak asuh anak dalam perceraian itu tidak ada yang lebih berhak merawat anak. Namun, jika di negara kita yang mayoritas Islam menggunakan sistem tersebut di mana anak sebaiknya diutamakan bersama orang terdekat yaitu ibu.

Namun, jika berdasarkan hukum Indonesia, ada beberapa hal yang menyebabkan anak itu diasuh oleh ibundanya yaitu karena:

1. Anak Berusia di Bawah 5 Tahun

Anak yang berusia di bawah 5 tahun baik itu laki-laki ataupun perempuan masih memerlukan kasih sayang ibunya. Apalagi jika usianya masih di bawah 2 tahun di mana masih memerlukan ASI untuk gizinya. Oleh karena itu, ibu merupakan yang paling berhak mengasuh anaknya.

Namun perlu disadari bahwa walaupun hak asuh anak di bawah 5 tahun itu untuk sang ibu, ayah seharusnya juga boleh bertemu. Ayah juga berkewajiban untuk memberikan nafkah kepada anaknya sehingga hubungan antara ayah dan anak tidak putus.

2. Anak Usia di Bawah 12 Tahun, Khususnya Anak Perempuan

Selain anak yang usianya di bawah 5 tahun, seorang anak yang usianya di bawah 12 tahun juga sebaiknya dirawat oleh ibunya. Anak usia di bawah 12 tahun masih belum bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Selain itu mereka juga masih belum bisa memilih, kebanyakan dari mereka masih ingin bersama dengan ayah dan ibunya.

Anak usia 12 tahun ke bawah khususnya anak perempuan sebaiknya memang bersama ibu. Salah satu penyebabnya adalah anak tersebut kemungkinan akan mengalami pubertas sehingga ibu lebih mengerti keadaan tersebut.

3. Anak Usia di Bawah 12 Tahun dengan Kasus Ayah Selingkuh

Selain itu, anak yang usianya di bawah 12 tahun dengan kasus ayah yang selingkuh maka hak asuhnya diberikan kepada ibu. Ayah yang berselingkuh dianggap telah gagal menjadi seorang ayah yang baik dan tidak mengajarkan hal yang baik untuk anak. Oleh karena itu, ibu lebih berhak mengasuh anak dibanding ayahnya.

Oleh karena itu, peraturan ini juga berlaku pada ibu yang menggugat cerai karena suaminya selingkuh. Jika bukti-bukti menunjukkan kebenaran ayah suami selingkuh maka hak asuh anak jika istri menggugat cerai tetap pada ibu.

Alasan Hak Asuh Ibu Atas Anak Bisa Hilang

Namun dengan adanya putusan dan undang undang terkait penjelasan jika hak asuh anak secara otomatis jatuh kepada ibu, bukan tidak mungkin seorang ibu juga dapat kehilangan atas hak asuh anak dalam perceraian dengan sebab beberapa alasan. Sebab alasan yang dapat menyebabkan seorang ibu kehilangan hak asuh anak antara lain:

1. Ibu Memiliki Perilaku yang Buruk

Jika saat persidangan berlangsung terbukti jika sang ibu memiliki perilaku yang kurang baik, maka hak asuh terhadap sang anak bisa jatuh kepada ayahnya. Perilaku buruk tersebut misalnya ibu sering berbuat kasar pada anak, sering memukul dan meneriaki anak, bertingkah laku tidak sesuai dengan norma dan lain sebagainya.

2. Ibu Masuk ke Dalam Penjara

Jika ibu melakukan pelanggaran hukum dan harus dipenjara, maka hak asuh anak di bawah 5 tahun akan jatuh kepada sang ayah. Pemberian hak asuh yang demikian ini didasarkan pada situasi dan keadaan dimana sang ibu harus menjalankan hukuman di dalam penjara dan sudah pasti tidak bisa merawat anaknya.

3. Ibu Tidak Bisa Melindungi Keselamatan Jasmani dan Rohani Anak

Alasan lain yang mengkhawatirkan seperti ibu yang mengalami depresi dan berpengaruh pada mentalnya sehingga membuat sang ibu tidak bisa melindungi keselamatan sang anak bisa juga membuat hak asuh atas anak di bawah umur tersebut jatuh kepada sang ayah.

4. Ibu Meninggalkan Suami Tanpa Alasan Yang Jelas

ibu atau istri yang meninggalkan suami dan rumah tangganya tanpa izin dan tanpa pamit tanpa penyebab dan alasan yang sah atau karena suatu hal lain di luar kemampuannya juga dapat menjadi alasan yang kuat secara hukum hilangnya hak atas asuh terhadap anak.

Hak Asuh Anak Jatuh Kepada Ayah

Walaupun di hukum hak asuh anak dalam Islam mengatakan sebaiknya anak dirawat oleh ibunya, namun dalam keadaan tertentu ibu juga tidak mendapatkan hak. Oleh karena itu, hak asuh anak bisa langsung turun ke ayahnya.

Syarat Hak Asuh Anak Jatuh Kepada Ayah:

1. Anak Usia di Bawah 5 Tahun tetapi Ibu Tidak Berkelakuan Baik

Walau anak usia di bawah 5 tahun itu masih membutuhkan ibunya tetapi jika ibunya tak berkelakuan baik maka hak asuh otomatis turun ke ayahnya. Tidak berkelakuan baik misalnya selingkuh, minum-minuman keras, sering melakukan kekerasan, dan lain sebagainya.

Jika hak asuh anak tetap diberikan kepada sang ibu dikhawatirkan bisa membahayakan fisik dan psikis anak. Oleh karena itu, ayah menjadi tempat yang tepat untuk mengasuh anak usia kurang dari 5 tahun tersebut.

Selain itu, adanya keterangan saksi yang memberatkan ibu untuk mendapatkan hak asuh anak juga bisa menjadi syarat hak asuh anak jatuh ke suami atau ayah.

2. Anak Usia di Bawah 5 Tahun tetapi Ibu Dipenjara

Ayah juga bisa mendapatkan hak asuh anak apabila ibu sedang dipenjara. Jika ibu berada di penjara dan ayahnya masih hidup kemudian memutuskan cerai maka anak harus diasuh oleh sang ayah. Ibu harus menyelesaikan hukuman yang telah menjeratnya tersebut.

Ya, anak di bawah umur sebaiknya tidak diajak atau diasuh di penjara karena itu bukan lingkungan mereka. Anak merupakan manusia yang berhak bebas untuk bermain dan menghabiskan masa kecil dengan kebahagiaan, bukan malah ikut dipenjara dengan ibunya.

3. Anak Usia di Bawah 5 Tahun tetapi Ibu Tidak Bisa Merawat Anak dengan Baik

Anak usia 5 tahun ke bawah juga bisa diasuh oleh sang ayah jika kondisi ibu tidak bisa merawat anak dengan baik. Misalnya adalah ibu mengalami sakit keras sehingga tidak bisa memberikan kebutuhan sang anak.

Bisa juga karena ibu memiliki kesibukan yang tinggi sehingga tidak bisa mengurus anak. Ibu pergi ke luar negeri sehingga tak bisa merawat anak, dan masih banyak lagi alasan lainnya. Intinya anak harus memiliki orang tua yang bisa memenuhi kebutuhan psikis dan fisiknya.

4. Anak Usia di Bawah 12 Tahun tetapi Ibu Terbukti Selingkuh

Anak di bawah 12 tahun juga bisa diasuh oleh sang ayah jika si ibu telah terbukti selingkuh. Jika suami memiliki bukti-bukti yang kuat mengenai perselingkuhan sang istri maka suami lah yang akan merawat anaknya.

Sama seperti yang di atas, istri yang selingkuh juga gagal menjaga keluarganya tetap utuh. Hal ini bisa memberikan dampak negatif untuk anak jika si istri ibu merawat sang anak.

Penting untuk diketahui, bahwa meskipun sang istri berselingkuh, belum pasti sepenuhnya hak asuh anak akan jatuh ke tangan sang ayah. Karena pemberian hak asuh ini perlu mempertimbangkan banyak faktor seperti :

  • Perlakuan sang Ibu kepada anak

Meskipun sang ibu melakukan perselingkuhan, tetapi jika perlakuan terhadap anaknya baik maka hak asuh akan tetap berada di tangan sang ibu.

Seorang ibu akan kehilangan hak asuh terhadap anaknya jika memiliki kebiasaan buruk seperti berjudi, mabuk, terlibat dalam kasus kriminal yang mengakibatkannya mendapatkan hukuman penjara, melakukan tindakan penganiayaan dan meninggalkan keluarganya tanpa alasan.

  • Pertimbangan Kebaikan Anak

Dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 33 Ayat 2 disebutkan bahwa istri harus mengatur urusan rumah tangga sebaik-baiknya. Sehingga, dengan melakukan perselingkuhan, sang ibu akan dianggap gagal melaksanakan perannya.

Hal ini akan menjadi bahan pertimbangan bagi hakim ketika memutuskan hak asuh, terutama jika diikuti bukti.

5. Faktor Ekonomi

Selain itu, penyebab ibu kehilangan hak asuh anak juga bisa karena sang ayah dinilai memiliki faktor ekonomi yang lebih baik dibandingkan dengan sang ibu. Sehingga diharapkan sang ayah bisa lebih layak mengasuh anak.

6. Lebih Dekat Dengan Ayah

Ketika sang anak sudah lebih besar dan memilih untuk tinggal dengan ayahnya karena merasa lebih dekat dengan sang ayah, maka hak asuh anak bisa menjadi pihak laki-laki.

Hak Asuh Anak Ditentukan oleh Anak Sendiri

Jika tadi kita hanya membahas mengenai hak asuh anak di bawah umur maka selanjutnya adalah yang sudah lebih dari 12 tahun. Anak yang ayah dan ibunya cerai memiliki hak untuk memilih apakah ingin tinggal dengan ayah atau dengan ibunya.

Mereka sudah cukup dewasa untuk memilih siapa yang paling tepat untuk merawatnya. Apalagi jika kedua orang tuanya sama-sama mengajukan gugatan surat hak asuh anak. Namun ternyata ada juga orang tua yang tidak mengajukannya. Bukan karena kurangnya contoh gugatan hak asuh anak melainkan karena ingin merawat anak bersama-sama.

Walaupun tetap ingin membesarkan anak bersama, hakim tentu akan memberikan solusi untuk memberikan hak asuh anak kepada salah satu yang paling layak. Setelah itu juga harus dibuat surat perjanjian, untuk membuatnya sudah ada banyak contoh surat perjanjian hak asuh anak.

Hak Asuh Anak Menurut Islam

Hak asuh anak menurut Islam sendiri dimana bapak dari mumayyiz (anak usia dibawah 12 tahun) atau bukan, tetap memiliki kewajiban untuk membiayai pendidikan dan pembiayaannya.

Mumayyiz sendiri merupakan sebuah terminolofi yang diartikan anak yang sudah dewasa atau akil baligh. Beberapa ulama sendiri ada yang berpendapat bahwa anak yang sudah akil baligh adalah anak yang berusia 7 tahun. Namun ada juga yang mengatakan bahwa batasan mulai akil baligh adalah usia 9 tahun untuk perempuan dan 12 tahun atau 15 tahun untuk laki-laki.

Itu dia beberapa hal yang harus Anda ketahui mengenai hak asuh anak dalam perceraian yang kini marak terjadi. Perceraian memang akan memisahkan keluarga, namun ayah dan ibu harus tetap memiliki tanggung jawab terhadap anaknya. Jangan sampai perceraian membuat anak tersiksa. Tetaplah ingat bahwa mungkin ada mantan suami, ada mantan istri, tetapi tidak ada mantan anak.

Bagaimana Cara Mendapatkan Hak Asuh Anak Di Pengadilan?

Meskipun hak asuh anak dalam perceraian bisa dikatakan mutlak sebagai hak atas ibu jika ibu tersebut tidak memenuhi beberapa alasan untuk kehilangan hak asuh anak tersebut, namun bukan tidak mungkin juga untuk melakukan permohonan atas hak asuh terhadap anak di hadapan pengadilan.  Terdapat 3 cara yang bisa Anda lakukan dalam mendapatkan penetapan hak asuh anak dalam perceraian tersebut. Cara cara berikut antara lain:

1. Dengan Cara Membuat Surat Pernyataan Hak Asuh Anak

Hak asuh umumnya diputuskan saat sidang perceraian, sehingga Anda harus menunggu putusan dari pengadilan. Berikut penjelasan lengkap mengenai Prosedur mengurus surat pernyataan hak asuh anak

Prosedur Mengurus Surat Pernyataan Hak Asuh Anak

  • Mengajukan Surat Permohonan Hak Asuh Anak Ke Pengadilan

Dengan mengajukan surat permohonan hak asuh anak ke pengadilan dan siapkan beberapa berkas seperti fotocopy akta cerai, akta kelahiran sang anak serta membayar biaya dari pengurusan surat tersebut. Tetapi tak hanya mengumpulkan berkas saja. Anda juga harus membuat surat gugatan secara tertulis ke pengadilan.

  • Ada pihak pertama dan pihak kedua

Isi lainnya dari Surat Pernyataan Kesepakatan Bersama Hak Asuh Anak yakni terdapat pihak pertama dan pihak kedua. Pihak pertama sebagai pihak yang akan bertempat tinggal secara bersama dengan anak atau sepenuhnya. Sedangkan pihak kedua juga bisa mendapatkan kesempatan yang sama. Sehingga kesepakatan harus dibuat secara adil agar tidak terjadi gugatan atau sengketa lagi. Apalagi sangat membahayakan bagi kondisi psikis anak.

Agar anak mendapatkan afeksi dari kedua orang tuanya, Anda bisa membagi waktu pengasuhan secara bersama. Hal itu bertujuan agar anak tidak kehilangan sosok kedua orang tuanya. Surat ini juga ditandatangani oleh para saksi, jadi tidak sembarangan begitu saja. Mengingat dapat mengantisipasi adanya kecurangan atau risiko lainnya, saat surat dibuat tanpa adanya saksi. Melalui tanda tangan ketiga pihak surat ini resmi dikeluarkan.

  • Mengajukan Gugatan Terkait Hak Asuh Anak

Setelah itu anda akan diarahkan untuk pengajuan gugatan terkait hak asuh anak yang akan ditujukan kepada pengadilan di wilayah tergugat nantinya. Panitera akan menentukan majelis hakim yang akan mengurus pengajuan anda. Anda juga akan dipanggil penggugat maupun tergugat untuk menindaklanjuti permohonan anda.
Tahapan persidangan juga tak sesingkat itu.

  • Melakukan Proses Mediasi

Anda harus melanjutkan dengan proses mediasi dengan hakim dan kedua belah pihak, pembacaan surat gugatan perceraian, jawaban terkait permohonan yang diajukan oleh pihak tergugat. Selanjutnya adalah tahapan replik dan duplik dari kedua belah pihak.

  • Ada hasil kesepakatan

Surat perjanjian hak asuh memiliki kesepakatan yang dihasilkan dari dua belah pihak serta diputuskan oleh pengadilan, seperti:

  1. Hak asuh sementara akan dikuasakan pada salah satu pihak Jika salah satu pihak ingin menjenguk atau mengajak anak diperbolehkan dan tidak melarang.
  2. Saat anak sakit atau membutuhkan apapun, Pihak Ibu dan Ayah bersedia merawat atau mengobat secara bersama.
  3. Saat salah satu pihak terdapat acara atau kesibukan, maka anak bisa dititipkan pada salah satu pihak.
  • Pembuktian Permohonan

Dan di fase terakhir akan adanya pembuktian dari permohonan, kesimpulan serta musyawarah untuk menentukan dari keduanya mana yang pantas untuk memiliki hak asuh anak dan tidak. Proses terakhir yaitu pembacaan putusan dari sidang yang telah dilalui oleh majelis hakim. Itulah beberapa penjelasan, syarat serta langkah singkat yang harus anda lakukan jika ingin mengajukan surat perjanjian terkait hak asuh anak.

Contoh Surat Pernyataan Hak Asuh Anak Docs & PDF

Surat Pernyataan Kesepakatan Bersama Hak Asuh Anak

Yang bertandatangan di bawah ini:
nama :
pekerjaan :
nomor KTP :
alamat :
nomor kontak :
nama :
pekerjaan :
nomor KTP :
alamat :
nomor kontak :

Sesuai dengan Surat Perceraian Nomor XX, kami dinyatakan telah resmi bercerai. Oleh karena itu, kami sepakat hak asuh anak yaitu:
nama :
NIK :
tanggal lahir :
nama :
NIK :
tanggal lahir :

Atas kesepakatan kami, hak asuh anak diserahkan kepada XX, dengan alasan XX.

Demikian surat kesepakatan ini kami buat tanpa paksaan dari siapapun dan dipergunakan sebagaimana mestinya.

Tempat, Tanggal Bulan Tahun
ORANG TUA SAKSI ORANG TUA

(AYAH) (……….) (IBU)

Download PDF Download DOC

2. Dengan Cara Membuat Surat permohonan Hak Asuh Anak

Keputusan terkait hak asuh anak kepada salah satu orang tua dilakukan melalui sebuah keputusan yang dibuat oleh pengadilan. Untuk yang beragama Islam, prosesnya dilakukan di Pengadilan Agama. Sementara, untuk Anda yang beragama non Islam, pengurusannya bisa dilakukan di Pengadilan Negeri.

Untuk proses pengajuan permohonan hak asuh anak baik di Pengadilan Agama maupun Pengadilan Negeri, Anda harus melengkapi berkas-berkas yang diperlukan. Untuk syarat yang harus dilengkapi tersebut adalah sebagai berikut:

Syarat membuat surat permohonan hak asuh anak

  • Surat permohonan hak asuh anak ke pengadilan
  • Fotocopy kutipan akta cerai
  • Fotocopy akta kelahiran anak
  • Membayar biaya perkara

Setelah melengkapi syarat-syarat yang dibutuhkan, Anda masih harus mengikuti beberapa prosedur pengajuan hak asuh anak yang berlaku di pengadilan.

Prosedur Pengajuan Permohonan Hak Asuh Anak

  • Melakukan pembuatan surat permohonan tertulis ke pengadilan. Pengajuan permohonan hak asuh anak yang ditujukan kepada pengadilan yang ada di wilayah kediaman tergugat.
  • Pemberian nomor registrasi oleh panitera setelah melakukan pembayaran untuk biaya perkara
  • Penentuan majelis hakim oleh panitera
  • Pemanggilan kedua belah pihak baik penggugat maupun tergugat untuk menghadiri sidang

Contoh Surat permohonan Hak Asuh Anak Docs & PDF

Surat Permohonan Hak Asuh Anak

Hal : Surat Permohonan Hak Asuh Anak
Lampiran : XX

Kepada
Yth. Bapak/Ibu Majelis Hakim Pengadilan XX
Di tempat

Yang bertanda tangan di bawah ini :
nama :
pekerjaan :
nomor KTP :
alamat :
nomor kontak :

Saat ini sedang menjalani proses perceraian dengan XX, berdasarkan akta nikah nomor XX (terlampir). Oleh karena itu saya mengajukan permohonan hak asuh anak terhadap:
nama :
NIK :
tanggal lahir :
nama :
NIK :
tanggal lahir :

bahwa oleh karena kedua anak tersebut di atas masih di bawah umur maka saya mohon ditetapkan sebagai pemegang hak hadhanah (pemeliharaan).

Tempat, Tanggal Bulan Tahun
PEMOHON

( )

Download PDF Download DOC

3. Dengan Cara Membuat Surat Gugatan Hak Asuh Anak

Untuk pengajuan dari contoh gugatan hak asuh anak, orang tua yang bercerai baik ayah atau ibu bisa mengajukannya ke wilayah Pengadilan Agama dimana anak tersebut tinggal atau ibu dan ayah yang melakukan perceraian. Namun sebelumnya tentu saja harus dipersiapkan beberapa hal melalui beberapa kali persidangan.

Untuk proses pengajuan dari gugatan hak asuh anak sendiri memang sangat menguras waktu, tenaga dan materi karena yang mengalami kondisi ini adalah orang tua. Pada kondisi ini orang tua akan menjadi Penggugat dan Tergugat sehingga harus hadir dalam setiap persidangan, dengan jumlah persidangan bisa mencapai 9 – 12 kali.

Terkecuali, jika yang bersangkutan menggunakan jasa pengacara, maka pengacara ini yang nantinya akan mewakili kepentingan orang tua dalam proses gugatan hak asuh anak.

Jika Anda merasa tidak ingin kerepotan untuk mengurus kasus perceraian dan hak asuh anak maka Anda dapat menyewa pengacara perceraian. Jadi, beberapa langkah atau prosedur yang harus Anda lakukan yaitu seperti :

Prosedur Pengajuan Gugatan Hak Asuh Anak

  • Pembuatan surat gugatan hak asuh anak tertulis ke pengadilan setempat.
  • Pengajuan gugatan tentang hak asuh anak nantinya akan ditujukan ke pengadilan, yang mana berada di wilayah kediaman tergugat.
  • Pemberian nomor registrasi yang dilakukan oleh panitera.
  • Pemanggilan pihak penggugat dan juga tergugat untuk bisa menghadiri sidang sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Format Contoh Gugatan Hak Asuh Anak

Format dari contoh gugatan hak asuh anak terdiri dari beberapa poin penting diantaranya adalah:

  • Tempat dan Tanggal
  • Tujuan Surat Gugatan Kepada Ketua Pengadilan Agama
  • Perihal
  • Pembuka
  • Identitas Penggugat
  • Identitas Tergugat
  • Alasan melakukan gugatan, dalam hal ini biasanya berisikan dengan beberapa alasan yang diajukan untuk Gugatan Hak Asuh Anak
  • Kesimpulan Penggugat
  • Primer Penggugat
  • Subsider Penggugat
  • Penutup

Melihat Contoh Gugatan Hak Asuh Anak ini, maka sebenarnya tidak begitu sulit. Namun beberapa orang tua masih mengalami kesulitan untuk menyampaikannya. Itulah mengapa jika menggunakan jasa pengacara, maka mereka yang nantinya akan membuat surat gugatan resmi ini untuk diajukan ke Pengadilan Agama.

Contoh Surat Gugatan Hak Asuh Anak Docs & PDF

SURAT GUGATAN HAK ASUH ANAK

Perihal : Gugat cerai dan hak asuh anak 30 Mei 2020

Kepada Yth
Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
Di
Jakarta Pusat

Dengan hormat,
Yang bertanda tangan di bawah ini, kami:
(nama penggugat), (umur), (agama), (pekerjaan), (alamat), selanjutnya disebut sebagai
Penggugat.

Bermaksud melakukan gugat cerai dan hak asuh anak terhadap Tergugat:

(nama tergugat), (umur), (agama), (pekerjaan), (alamat), selanjutnya disebut sebagai
Tergugat.

Adapun yang menjadi dasar dan alasan diajukannya Gugatan ini karena adanya peristiwa-peristiwa yang selengkapnya terurai di bawah ini:
Bahwa Penggugat dan Tergugat adalah suami isteri yang meinkah pada tanggal (...), di hadapan Pegawai Pencatatan Nikah Kantor Urusan Agama Kecamatan (....) dan tercatat dalam Kutipan Akta Nikah Nomor (.....) tanggal (...);
Bahwa setelah menikah, Penggugat dan Tergugat bertempat tinggal di rumah orang tua Penggugat hingga tahun 2005, kemudian tinggal di kediaman bersama di (alamat);
….
Dst

Lihat Selengkapnya di:

Download PDF Download DOC

Pencabutan Hak Asuh Anak

Walaupun salah satu dari orang tua anak memiliki hak asuh atau memiliki kekuasaan terhadap anak, akan tetapi kekuasaannya tersebut dapat dicabut atas dasar permintaan salah satu pihak orang tua anak. Pihak tersebut meliputi, keluarga anak dalam garis lurus keatas, saudara kandung yang telah dewasa atau pejabat berwenang.

Keputusan pencabutan hak asuh anak harus melalui putusan pengadilan dengan alasan sebagai berikut:

  • Orang tua yang mendapatkan hak asuh melalaikan kewajibannya terhadap anak, seperti jika hak asuh anak jatuh kepada seorang ibu, ibu tidak menjalankan kewajiban ibu sebagai mana mestinya, begitu pula jika kewajiban ayah dengan memberi biaya anak tidak dilaksanakan; dan
  • salah satu dari orang tua tersebut berkelakuan kurang baik, atau buruk.

Bisakah Hak Asuh Anak Dialihkan?

Namun terkadang yang menjadi kendala adalah tidak semua orang tua bisa atau mampu untuk mengasuh anaknya walaupun ia sudah mendapatkan hak asuh tersebut. Salah satunya adalah ketika salah satu orang tua tidak bisa memenuhi janjinya untuk menjaga, mengasuh dan memberikan hak atau kebutuhan anak dengan baik.

Untuk itu bisa saja terjadi peralihan hak asuh anak baik dari ibu kepada ayah atau dari ayah kepada ibu. Terjadinya peralihan hak asuh anak tersebut disebabkan kurang cakapnya orang tua wali yang mengasuhnya. Dalam hal ini ada beberapa penyebab bagaimana seseorang bisa kehilangan hak asuh anaknya.

Hal ini dijelaskan dalam Pasal 156 huruf c KHI yang menyatakan bahwa sang ibu bisa kehilangan hak asuh anak bahkan jika anaknya masih berusia dibawah 12 tahun.

“Jika pemegang hadhanah ternyata tidak bisa menjamin keselamatan jasmani dan rohani anak, walaupun nafkahnya tercukupi maka berdasarkan permintaan kerabat yang bersangkutan Pengadilan Agama bisa melakukan peralihan hak asuh anak pada kerabat lain yang juga memiliki hak hadhanah”

Sehingga bisa dikatakan bahwa yang bersangkutan, dalam hal ini baik ibu atau ayah dari anak tersebut bisa mengajukan permohonan peralihan hak asuh anak ketika dirasa sang anak tidak tercukupi kebutuhan jasmani dan rohaninya menggunakan alasan yang kuat sebagai bukti.

Siapa Yang Menanggung Biaya Hidup Anak Jika Hak Asuh Anak Jatuh Ke Ibu?

Walau pengasuhannya pada ibu, namun biaya pengasuhan dan pemeliharaan ditanggung oleh ayah dari anaknya. Tetapi bukannya tidak mungkin ayah mendapatkan hak asuh dengan alasan tertentu.

Kewajiban atas tanggungan biaya hidup anak juga telah diatur dalam lam UU tersebut dikatakan bahwa semua orang dilarang menelantarkan orang lain yang masih dalam lingkup rumah tangganya.

Bahkan sudah ada sanksi untuk ayah yang tidak memberikan nafkah untuk anaknya yaitu hukuman pidana maksimal 3 tahun atau denda maksimal Rp 15.000.000

Alasan Sebaiknya Menggunakan Pengacara Dalam Gugatan Hak Asuh Anak

Pengacara selalu dipandang sebagai sosok yang mengerti tentang seluk beluk hukum dan perundang-undangan di Indonesia. Namun hukum memiliki cakupan yang luas, dalam kasus hak asuh anak, Anda lebih baik menyewa jasa pengacara yang ahli dalam bidang hukum keluarga karena mereka sudah pasti paham akan aturan yang berlaku menyangkut hak asuh anak.

Tidak semua orang dibekali dengan pengetahuan yang tinggi mengenai hukum, oleh karena itu pengajuan gugatan akan lebih mudah dengan menggunakan jasa pengacara. Di sini, seorang pengacara hak asuh anak memiliki peran sebagai pendamping serta sebagai pihak yang menangani pembuatan dokumen legal untuk keperluan administratif.

Dengan menyewa pengacara yang tepat, Anda tentunya dapat mempersingkat waktu pengurusan berkas gugatan hak asuh anak karena mereka sudah memiliki pengetahuan mengenai aturan, tahapan prosesnya, dan pihak mana saja yang perlu dihubungi. Apalagi jika Anda adalah termasuk orang yang sibuk, tentunya dengan menyewa pengacara membuat Anda tidak kewalahan mondar-mandir.

Berapa Tarif Sewa Pengacara untuk Hak Asuh Anak

Biaya pengacara hak asuh anak umumnya sebesar Rp 20 juta hingga Rp 100 juta jika gugatan diajukan di kota besar layaknya Jakarta, dan itu sudah termasuk dalam biaya jasa pengacara perceraian. Tetapi, besar biaya kembali lagi kepada kebutuhan masing-masing klien serta keunikan kasusnya.

Jadi memang tidak ada standar biaya sewa pengacara yang pasti untuk diterapkan. Itu semua tergantung jumlah anggaran dana Anda dan biaya yang ditetapkan oleh masing-masing pengacara. Jika Anda berpikir untuk menghemat biaya, maka Anda bisa mengajukan gugatan hak asuh anak sendiri.

Konsultasikan Permasalahan Cerai Pada Justika

Untuk beberapa orang, cerai adalah solusi untuk permasalahan rumah tangga yang sudah tidak bisa dipertahankan. Namun terkadang dalam proses cerai juga bisa timbul beberapa masalah atau kebingungan yang lainnya. Untuk itu, Justika memiliki solusi untuk masalah atau kebingungan Anda terkait perceraian melalui laman ini.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah ini.