Harta gono gini merupakan harta yang dimiliki bersama selama masa pernikahan. Namun harta ini terkadang menjadi masalah ketika salah satu pasangan ingin cerai. Untuk itu bagaimana pembagian harta gono gini menurut Islam?

Pembagian Harta Gono Gini Menurut Islam

Dalam Islam sendiri tidak dijelaskan dengan jelas mengenai adanya harta bersama atau harta gono gini yang terjadi selama perkawinan. Namun dalam Islam sendiri ada yang dinamakan dengan pemisahan harta suami dan istri. Dalam surat An-Nisa ayat 12 dijelaskan bahwa tidak ada campuran harta selama pernikahan atau harta gono gini, namun dijelaskan mengenai masing-masing suami dan istri memiliki hak berdasarkan hartanya masing-masing.

Pembagian harta gono gini menurut islam hanya sebatas nafkah yang diberikan suami dan bukan harta secara keseluruhan milik suami. Pada saat terjadi perceraian, maka pembagian harta gono gini menurut islam berdasarkan masing-masing harta yang dimiliki sesuai dengan hukum islam yang berlaku.

Kemudian jika selama pernikahan terdapat harta bersama yang tidak dimiliki oleh salah satu keduanya maka pembagian harta gono gini menurut hukum islam akan merujuk pada UU Perkawinan Pasal 97.

Dalam Pasal 97 tersebut menjelaskan bahwa duda atau janda cerai akan mendapatkan seperdua dari harta bersama sepanjang sebelumnya tidak ditentukan oleh perjanjian perkawinan.

Dalam KHI sendiri dijelaskan bahwa duda dan janda memiliki hak sebanyak setengah bagian dari harta gono gini yang didapatkan selama pernikahan. Namun tidak semua harta yang didapatkan selama pernikahan termasuk dalam harta bersama. Berdasarkan Pasal 87 KHI, harta bawaan masing-masing suami dan istri yang didapatkan dari warisan adalah di bawah penguasaan masing-masing, sepanjang kedua belah pihak tidak menentukannya dalam perjanjian perkawinan.

Cara pembagian harta gono gini menurut islam tidak dijelaskan dengan pasti, namun pembagian harta gono gini menurut islam tersebut bisa dilihat dari beberapa hal seperti:

1.Perhitungan pasti

Jika perhitungan tersebut diketahui dengan pasti, maka besarnya jumlah harta yang dibagi antara istri dan suami bisa dibagi dengan jelas dan adil.

2. Tidak pasti

Namun jika besarnya persentase pembagian harta gono gini tidak diketahui dengan jelas maka harus dilakukan melalui jalan kesepakatan antara kedua belah pihak berdasarkan musyawarah, putusan yang ditetapkan oleh hakim atau juga bisa menggunakan hukum adat yang berlaku.

Jika suami dan istri sudah melakukan kesepakatan atau perjanjian sebelumnya mengenai pembagian harta bersama, maka aturan dalam KHI tidak perlu lagi dibutuhkan. Akan tetapi jika kedua belah pihak masih bersikeras, maka keputusannya akan ditentukan oleh hukum adat dan selanjutnya ketetapan dari hakim jika masih tidak ada titik temu.

Bagaimana Pembagian Harta Gono Gini Menurut Islam?

Lalu bagaimana dengan pembagian harta gono gini menurut islam ketika ingin bercerai? Berdasarkan syariat islam tidak dijelaskan dengan pasti mengenai jumlah atau besaran harta yang harus dibagi pada kedua belah pihak. Misalnya istri sebanyak 50% dan suami 50%. Hal ini dikarenakan tidak ada nash yang mewajibkan pembagian dengan cara tersebut.

Sehingga pembagiannya bisa ditinjau dari dua hal yaitu jika diketahui pembagiannya dengan pasti dan tidak pasti. Ketika suami istri ingin berpisah dan ingin membagi harta gono gininya, maka bisa ditempuh dengan jalan musyawarah.

Pembagian harta gono gini tersebut nantinya akan bergantung pada hasil musyawarah. Misalnya suami sebesar 70% dan istri 30% atau juga bisa sama-sama mendapatkan setengah bagian. Bahkan juga bisa membaginya ke prosentase yang lain seperti pembagian harta gono gini untuk anak menurut islam. Hal tersebut diperbolehkan asalkan memang sesuai dengan kerelaan masing-masing.

Demikian adalah artikel mengenai pembagian harta gono gini menurut Islam yang perlu Anda ketahui.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.