Dalam sebuah perceraian pasangan suami-istri yang beragama Islam banyak yang mengira bahwa cerai gugat dengan cerai talak adalah dua hal yang sama. Untuk itu, dalam artikel ini akan dibahas lebih lengkap mengenai yang dimaksudkan dengan cerai talak.

Apa yang Dimaksud Dengan Cerai Talak?

Cerai talak adalah bentuk pemutusan ikatan perkawinan sehingga membuat suami atau istri tidak bisa melanjutkan hubungan rumah tangga.

Sedangkan jika berdasarkan KHI atau Kompilasi Hukum Islam Pasal 117 Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 mengenai Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam, talak merupakan ikrar yang dilakukan oleh suami di hadapan pengadilan agama yang menjadi salah satu sebab putusnya perkawinan. Sehingga bisa disimpulkan, bahwa talak yang diakui hukum negara merupakan talak yang diucapkan oleh suami di pengadilan agama.

Dasar Hukum Cerai Talak

Aturan hukum mengenai cerai talak sendiri ada pada Pasal 114 KHI yang menyatakan bahwa putusnya perkawinan disebabkan karena adanya perceraian yang bisa terjadi karena talak atau berdasarkan gugatan cerai.

Agar bisa mengucapkan cerai talak, suami bisa mengajukan permohonan cerai di pengadilan agama yang mewilayahi tempat tinggal istri beserta alasan agar bisa dilakukan sidang percerain. Hal ini sudah diatur dalam Pasal 129 KHI, “Suami yang akan menjatuhkan talak pada istrinya harus mengajukan permohonan lisan atau tertulis pada pengadilan agama yang mewilayahi tempat tinggal istri dengan alasan dan meminta supaya diadakan sidang untuk tujuan tersebut”.

Lalu, bagaimana jika suami mengucapkan cerai talak di luar pengadilan? Maka, perceraian tersebut sudah bisa dianggap sah namun hanya secara agama saja. Sedangkan berdasarkan hukum negara di Indonesia masih belum sah karena belum dilakukan di depan pengadilan agama.

Syarat Pengajuan Cerai Talak

Jika Anda ingin mengajukan cerai talak, maka dibutuhkan beberapa syarat untuk pengajuannya di pengadilan agama, yaitu:

  1. Surat gugatan
  2. Buku nikah asli atau duplikat
  3. Fotocopy KTP
  4. Jika istri tidak diketahui alamat pastinya maka membutuhkan surat keterangan lurah yang diketahui camat setempat.
  5. Surat izin atasan untuk TNI/PNS/POLRI

Perbedaan Cerai Talak dan Cerai Gugat di Pengadilan Agama

Beberapa orang mungkin bingung dengan perbedaan dari cerai talak dengan cerai gugat. Cerai talak sendiri diatur dalam Pasal 114 KHI yang berbunyi “Putusnya perkawinan disebabkan karena perceraian bisa terjadi karena talak atau berdasarkan gugatan perceraian”.

Kemudian yang dimaksudkan dengan talak adalah ikrar suami di depan pengadilan agama yang menjadi alasan putusnya perkawinan.

Sedangkan untuk cerai gugat adalah gugatan yang diajukan istri atau kuasanya di pengadilan agama yang daerah hukumnya mewilayahi tempat tinggal penggugat kecuali istri meninggalkan tempat kediaman tanpa izin suami.

Jenis Cerai Talak

1. Talak Raj’i

Talak ini merupakan jenis cerai talak yang mana suami boleh rujuk lagi tanpa harus melakukan akad nikah. Talak ini dijatuhkan atau diucapkan pertama atau kedua kalinya. Itu juga yang membuat talak ini disebut dengan talak satu atau dua.

2. Talak Ba’in

Talak bain dibagi menjadi dua yaitu:

  • Talak bain kubro: adalah talak yang dijatuhkan sebanyak 3 kali dengan waktu yang berbeda. Dalam hal ini suami tidak boleh rujuk atau menikah lagi dengan mantan istri kecuali adanya syarat tertentu. Hal ini sesuai dengan Pasal 120 KHI.
  • Talak bain sugra: adalah talak yang tidak boleh dirujuk tapi boleh akad nikah baru dengan bekas suaminya meskipun dalam iddah, sesuai dalam Pasal 119 KHI.

Prosedur Melakukan Cerai Talak di Pengadilan Agama

  1. Pemohon mengajukan permohonan secara tertulis ke pengadilan agama.

Lebih baik jika pemohon meminta petunjuk pada pengadilan agama mengenai cara pembuatan surat permohonan yang dalam hal ini juga meliputi surat cerai. Sehingga setidaknya Anda tahu bagaimana cara mengurus surat cerai.

2. Permohonan diajukan pada pengadilan agama yang:

  • Daerah hukumnya meliputi daerah termohon
  • Diajukan ke pengadilan agama yang daerah hukumnya meliputi pemohon jika termohon meninggalkan kediamannya setelah disepakati bersama tanpa izin pemohon.
  • Jika pemohon dan termohon ada di luar negeri, maka permohonan diajukan di pengadilan agama yang bertempat di daerah dilangsungkannya perkawinan atau di Jakarta Pusat.
  • Jika termohon ada di luar negeri, maka permohonan diajukan ke pengadilan agama yang hukumnya meliputi kediaman pemohon.

3. Pemohon mendaftarkan permohonan cerai talak pada pengadilan agama.

4. Membayar biaya panjar perkara sesuai aturan di masing-masing pengadilan agama.

5. Pemohon dan termohon akan dipanggil oleh pengadilan agama agar hadir sidang.

6. Nantinya pengadilan agama akan memberikan keputusan atas cerai talak tersebut seperti permohonan diterima, ditolak atau tidak diterima.

7. Jika dikabulkan maka:

  • Pengadilan agama menentukan hari sidang penyaksian ikrar talak
  • Memanggil pemohon dan termohon untuk melaksanakan ikrar talak
  • Jika dalam kurun waktu 6 bulan sejak ditetapkan sidang ikrar talak, pemohon tidak melaksanakan ikrar talak di persidangan maka kekuatan hukumnya akan gugur dan tidak bisa mengajukan cerai lagi.

8. Setelah ikrar talak sudah diucapkan, maka panitera wajib memberikan akta cerai sebagai bukti cerai pada pemohon dan termohon.

Bisakah Cerai Tanpa Mengucapkan Ikrar Talak?

Jika berdasarkan Pasal 131 ayat (4) KHI, berbunyi “Jika suami tidak mengucapkan ikrar talak dalam jangka waktu 6 bulan terhitung sejak putusan pengadilan agama mengenai izin ikrar talak untuknya, maka hak suami untuk mengikrarkan sudah gugur dan ikatan perkawinan tetap terjadi”

Sehingga bisa dikatakan jika suami tidak melaksanakan ikrar talak sesuai dengan yang dimaksudkan, maka perceraian tersebut batal bahkan ketika pengadilan sudah menyetujui atau menerima permohonan cerai.

Namun jika tetap ingin bercerai tanpa suami yang mengucapkan ikrar, maka caranya dengan istri yang mengajukan gugatan cerai. Akan tetapi perlu menunggu hingga hak suami mengikrarkan talak gugur yaitu 6 bulan sejak diberikan izin pengadilan agama.

Alat Bukti Cerai Talak

Dalam proses peradilan perdata, akan berlaku hukum acara perdata. Dalam hukum acara perdata tersebut ada 5 alat bukti yang sah yang sudah diatur dalam Pasal 164 HIR yaitu:

  1. Surat
  2. Persangkaan
  3. Pengakuan
  4. Saksi
  5. Sumpah

Apabila Anda hendak mengajukan cerai talak/ cerai gugatan, Anda dapat melampirkan alat bukti untuk memperkuat alasan Anda bercerai, antara lain:

1. Surat

  • Akta Nikah atau Buku Nikah, karena yang hanya dimintakan perceraian hanyalah pernikahan yang sah secara hukum.
  • Jika ingin mengajukan tuntutan hak asuh anak maka dibutuhkan akta kelahiran anak.
  • Jika ada KDRT maka bisa menggunakan foto dan bukti visum sebagai bukti

2. Saksi

Anda juga dapat menghadirkan saksi yang dapat memperkuat alasan Anda melakukan cerai. Saksi itu harus orang yang melihat, mengetahui atau mendengar suatu peristiwa.

Hukum Talak Di Luar Pengadilan

Jika seorang suami telah mentalak istrinya diluar pengadilan, talaknya memang sah menurut agama tetapi tidak menurut negara. Suami yang ingin menceraikan istrinya harus datang ke pengadilan agama dan menyampaikan ikrarnya talak.

Pengadilan agama akan menanyakan alasan dari suami mengapa ia menalak istrinya, setelah persidangan dilaksanakan. Jika permintaannya dikabulkan maka kedua belah pihak akan dipanggil untuk menghadap ke persidangan untuk mengucapkan ikrar talak.

Sehingga walaupun seorang suami sudah menalak istrinya, talak tersebut bisa saja dibatalkan oleh pengadilan agama jika alasannya tidak dapat diterima. Hukum talak di luar pengadilan ini menurut hukum keluarga di Indonesia baru akan sah jika dilakukan pada pengadilan agama.

Apakah Cerai Talak Bisa Rujuk Kembali

Rujuk berarti suami yang telah menjatuhkan talak kembali menjalin hubungan sebagai suami-istri dengan istri yang dijatuhi talak tersebut dengan cara yang sederhana, yakni dengan suami mengucapkan “saya kembali kepadamu” kepada istri yang ditalak di hadapan dua orang saksi laki-laki yang adil.

KHI telah menegaskan bahwa talak ba’in sughra adalah talak yang tidak boleh dirujuk, tetapi mantan istri boleh akad nikah baru dengan mantan suaminya meskipun dalam iddah. Sehingga, dalam talak ba’in shugra, mantan suami yang hendak menikahi kembali mantan istrinya tidak perlu untuk menunggu habisnya waktu tunggu/iddah.

Apabila kedua belah pihak ingin rujuk kembali, maka mantan suami-istri tersebut harus memiliki kutipan buku pendaftaran rujuk yang dikeluarkan oleh pegawai pencatat nikah, sebagaimana diatur dalam Pasal 10 KHI.

Untuk mendapatkan buku pendaftaran rujuk, maka keduanya dapat datang bersama-sama ke pegawai pencatat nikah atau pembantu pegawai pencatat nikah yang mewilayahi tempat tinggal suami-istri dengan membawa penetapan tentang terjadinya talak dan surat keterangan lain yang diperlukan, seperti akta cerai.

Setelah itu, pegawai pencatat nikah akan memeriksa apakah pasangan suami-istri tersebut telah memenuhi syarat untuk rujuk, seperti apakah suami yang akan merujuk itu memenuhi syarat-syarat merujuk menurut hukum munakahat, apakah rujuk yang akan dilakukan itu masih dalam iddah talak raj‘i, dan apakah perempuan yang akan dirujuk itu adalah istrinya.

Surat Cerai Talak PDF dan Doc

Hal : Permohonan Cerai Talak

Kepada Yth,
Ketua Pengadilan Agama [_____]
Di Tempat

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama :
Umur :
Agama :
Pendidikan :
Pekerjaan :
Alamat :
Selanjutnya disebut sebagai Pemohon.

Dengan ini perkenankanlah kami mengajukan permohonan cerai talak terhadap:

Nama :
Umur :
Agama :
Pendidikan :
Pekerjaan :
Alamat :
Selanjutnya disebut sebagai Termohon.

Adapun permohonan cerai talak ini Pemohon ajukan berdasarkan hal-hal sebagai berikut:

Bahwa pada tanggal [] telah dilangsungkan perkawinan antara Pemohon dengan Termohon yang dilaksanakan menurut hukum dan sesuai dengan tuntunan ajaran agama Islam. Perkawinan tersebut telah dicatatkan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan [] sebagaimana tercatat dalam Akta Nikah No. [] tertanggal[];Bahwa perkawinan antara Pemohon dan Termohon dilangsungkan berdasarkan kehendak kedua belah pihak dengan tujuan membentuk rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa;

Bahwa setelah menikah, Pemohon dan Termohon tinggal di rumah kediaman bersama di [____]

Bahwa selama masa perkawinan, Pemohon dan Termohon telah berkumpul sebagaimana layaknya suami-isteri, dan belum/dikaruniai dua anak yang bernama;
[], perempuan/laki-laki, lahir pada tanggal [] di [____];
[], perempuan/laki-laki, lahir pada tanggal [] di [];

Bahwa kebahagiaan yang dirasakan Pemohon setelah berumah tangga dengan Termohon hanya berlangsung sampai dengan bulan [] tahun [], karena sejak bulan [] tahun []


Lihat selengkapnya di:

Download PDF Download DOC

Surat Jawaban Cerai Talak PDF dan Doc

Hal : Jawaban Permohonan Cerai Talak [Tempat, Tanggal]
Perkara No.

Kepada Yth.
Ketua Pengadilan Agama
[_______]

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Yang bertanda tangan di bawah ini,
Nama :
Alamat :
Sebagai Termohon dalam gugatan cerai Perkara [] tertanggal [] yang diajukan oleh :
Nama :
Alamat :
Yang selanjutnya disebut sebagai Pemohon.

Adapun jawaban atas gugatan tersebut didasarkan pada alasan-alasan sebagai berikut :
Bahwa Pemohon dan Termohon menikah di [], pada tanggal[] dihadapan Pegawai Kantor Urusan Agama, sesuai dengan Kutipan Akta Nikah Nomor : [] (terlampir T-1);
Bahwa setelah menikah, Pemohon dan Termohon tinggal di rumah Pemohon yaitu di [];
Bahwa mulanya rumah tangga tersebut berjalan rukun tanpa ada gangguan;
Bahwa beberapa tahun terakhir sering terjadi perselisihan dan pertengkaran yang dikarenakan Termohon telah berselingkuh dengan pria lain yang terhitung masih teman kerjanya sendiri;
Bahwa sebenarnya telah diadakan perundingan secara kekeluargaan untuk menyelesaikan masalah ini tapi tidak didapatkan hasil yang memuaskan karena Termohon tetap pada pendiriannya yaitu cerai;
Bahwa hingga diajukanya Permohonan cerai talak kepada Pengadilan Agama [] antara Termohon dan Pemohon telah pisah ranjang selama [] tahun.

Berdasarkan alasan-alasan tersebut, mohon Pengadilan Agama [_] berkenan memutus :

PRIMAIR :
Menolak seluruh permohonan Pemohon;
Menolak segala alasan yang diajukan Pemohon sebagai alasan untuk bercerai;
Menyatakan putusan ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu walaupun ada upaya hukum lain;
Menghukum Pemohon membayar ongkos perkara.

SUBSIDAIR :
Ex aequo et bono, apabila Pengadilan berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya.

Wassalamu’ alaikum Wr. Wb.
Pemohon,

[Nama]

Download PDF Download DOC

Konsultasikan Permasalahan Cerai Pada Justika

Untuk beberapa orang, cerai adalah solusi untuk permasalahan rumah tangga yang sudah tidak bisa dipertahankan. Namun terkadang dalam proses cerai juga bisa timbul beberapa masalah atau kebingungan yang lainnya. Untuk itu, Justika memiliki solusi untuk masalah atau kebingungan Anda terkait perceraian melalui laman ini.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.