Tips jual beli tanah warisan sesuai prosedur sebenarnya dapat dibedakan ke beberapa hal. Terutama mengenai persetujuan dari seluruh ahli waris, kelengkapan dokumen, hingga dilakukan secara terbuka dengan melibatkan petugas sah.

Ketika hal tersebut dipenuhi, maka prosesnya kemungkinan besar berhasil tanpa masalah maupun sengketa. Masalah yang dimaksud misal tidak didapatkannya sertifikat balik nama. Sedangkan sengketa dapat menyebabkan gugatan perdata maupun pidana.

Lebih detail, Kami akan memberikan beberapa tips yang terangkum dalam tujuh tahapan mudah. Dimulai dari memastikan kelengkapan dokumen, dapat persetujuan seluruh ahli waris, hingga proses transaksi pembayarannya.

7 Tips Jual Beli Tanah Warisan Sesuai Prosedur dan Langkah Mudahnya

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ketika proses jual beli dilakukan tidak sesuai prosedur, bisa mengakibatkan masalah. Umumnya berupa sengketa yang datang dari salah satu pewaris.

Hukum menjual tanah waris tanpa sepengetahuan ahli waris sendiri bisa berupa perdata maupun pidana. Kalau terbukti, maka transaksi dianggap tidak pernah terjadi. Kalau tidak ingin terjadi, maka simak tips berikut.

1. Harus Melengkapi Dokumen

Kelengkapan dokumen adalah hal wajib dipenuhi, sama halnya dengan proses pembelian properti umumnya. Dokumen harus dipenuhi sendiri baik dari penjual maupun pembelinya. Mulai dari sertifikat kepemilikan, surat wasiat, dan sebagainya.

Termasuk Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) dan surat hibah. Termasuk juga data KTP, KK, hingga akta nikah. Kalau Anda pihak pembeli, lebih baik pastikan bahwa penjual merupakan pewaris sah sebelum melakukan jual beli tanah warisan agar sesuai prosedur.

2. Pastikan Siapa Saja Ahli Warisnya

Umumnya tanah warisan memiliki lebih dari satu ahli waris. Apabila tidak ingin sampai terkena sengketa, Kami sarankan pastikan siapa yang berhak atas tanah warisan tersebut.

Misal dengan menanyakannya pada warga sekitar, maupun ketua RT RW setempat. Dimana sesuai peraturan, ahli warisnya dapat meliputi seluruh keluarga sedarah. Bisa juga istri atau suami yang hidup terlama.

3. Lebih Baik Bertemu Langsung Seluruh Ahli Waris

Kalau anda pihak pembeli, lebih baik bertemu langsung seluruh ahli waris. Kemudian pastikan dengan identitas mereka. Lebih baik memastikan apakah ada salah satu pihak yang memang tidak menyetujui penjualan tersebut.

4. Disarankan Cek Tanah Warisannya Langsung

Tips jual beli tanah warisan sesuai prosedur berikutnya adalah dengan mengecek secara langsung tanahnya. Sehingga juga bermanfaat untuk mengetahui akses jalan, lokasi, hingga lingkungan sekitarnya.

Mendatangi langsung juga untuk mengetahui apakah status tanahnya. Dikhawatirkan ternyata berstatus sengketa atau bahkan sudah disita bank. Sehingga kalau meragukan, lebih baik buat keputusan ulang dalam pembeliannya.

5. Penting Hadirkan Notaris Maupun PPAT

Ketika seluruh survei selesai dilakukan, kini tinggal menyelesaikan pembuatan akta jual beli. Maka proses pembuatan dan penandatanganannya akan lebih baik kalau melibatkan notaris maupun Pejabat Pembuat Akta Tanag (PPAT).

Tentunya proses ini juga diwajibkan untuk mendatangkan seluruh ahli warisnya. Namun kalau memang tidak memungkinkan untuk seluruhnya hadir, bisa juga dilakukan setelah ada surat kuasa.

6. Hadirkan Notaris untuk Pembuatan Surat Kuasa

Melanjutkan pembahasan sebelumnya, mengenai surat kuasa, juga tidak boleh dibuat asal. Karena syarat jual beli tanah warisan adalah disetujui seluruh ahli warisnya, maka surat kuasa dibuat melibatkan petugas resmi.

Tepatnya pembuatan surat kuasa tersebut dilakukan dengan sepengetahuan notaris. Sehingga tertera stempel maupun tanda tangan didalamnya. Kalau tidak bisa juga dengan mengundang camat atau lurah setempat selaku saksi.

7. Lakukan Transaksi Pembayaran dengan Terbuka

Tips terakhir adalah melakukan transaksi pembayaran dengan terbuka. Misalnya dengan mengundang salah satu atau beberapa pejabat pemerintah setempat. Bisa ketua RT, RW, maupun lurah atau camat. Hal ini untuk membuat proses jual beli tanah warisan lebih transparan dan sesuai prosedur.

Lakukan pembayaran tersebut di depan seluruh atau perwakilan ahli waris, maupun PPAT. Kalau dilakukan dengan transfer bank, buat bukti penerimaan sah. Pastikan juga bahwa seluruh ahli waris mendapatkan pembayarannya.

Lebih meyakinkan, sebaiknya dokumentasikan proses pembayaran tersebut. Bisa dengan foto, lengkapnya lakukan juga pengambilan video. Sehingga terbukti bahwa seluruh prosedur sudah sesuai hukum yang berlaku.

Ketika seluruh tips dan langkah di atas selesai dilakukan, segera lakukan pendaftaran sertifikat ganti nama. Paling lambat dilakukan tujuh hari setelah akta jual belinya selesai dibuat.

Kesimpulannya proses jual beli tanah warisan harus atas persetujuan seluruh ahli waris, hingga melengkapi dokumen. Tips jual beli tanah warisan sesuai prosedur lainnya lakukan pembayaran secara terbuka dan melibatkan petugas.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.