Syarat penetapan ahli waris wajib dilengkapi saat proses penyerahan aset kepada pemilik barunya. Apalagi harta peninggalan sering sulit untuk mengurus. Terlebih jika dokumen atau berkasnya kurang.

Agar tetap beralih menuju kepemilikan Anda, harus membuat surat tersendiri. Tidak lain berupa Surat Keterangan Hak Waris atau SKHW. Tentu dilengkapi dengan berbagai data mulai dari penerima, aset dan sebagainya.

Melihat hal ini, tidak heran jika suatu keluarga wajib memilikinya. Penting mencegah munculnya sengketa atau gugatan yang sifatnya buruk. Dapat memecah keharmonisan keluarga bahkan dalam waktu yang pendek.

Selain itu terdapat beberapa potensi buruk seperti salah satu ahli waris tidak mau tanda tangan. Bisa juga merebutkan bagian atau harta. Keributan di masa depan wajib dicegah dengan langkah baik.

Dasar Hukum Penetapan Ahli Waris

UU No 3 Tahun 2006

Permohonan syarat penetapan agama bisa berdasarkan Undang Undang No. 3 Tahun 2006. Sementara itu kalau soal negeri, berdasarkan dari pasal 833 KUH Perdata. Harus selalu Anda ikuti dengan baik.

Kalau Anda memiliki keluarga besar dan banyak calon penerima waris, tidak ada salahnya meminta bantuan ahli. Apalagi mengurus setiap bagian dan kepemilikan anggota keluarga. Harus sesuai Undang Undang yang dipakai.

Pasal 833 KUHPerdata

Dasar hukumnya adalah Pasal 833 KUHPerdata menyatakan lebih lanjut jika semua ahli waris akan mendapat hak miik atas semua barang, semua hak dan semua piutang yang di tinggalkan dari orang yang meninggal.

Namun jika terjadi konflik dan perselisihan dalam penentuan dan penetapan ahli waris, hakim atau pengadilan dapat memerintahkan guna menyimpan semua harta tersebut terlebih dahulu dalam pengadilan hingga sengketa tersebut di selesaikan dengan baik.

Syarat Penetapan Ahli Waris

Untuk syarat pembuatan surat hak waris sudah diatur sedemikian rupa oleh Pengadilan Agama atau Pengadilan Negeri. Jadi, kita hanya tinggal mengikuti langkah atau panduan yang disediakan oleh pihak terkait

1. Surat permohonan atau surat gugatan

Syarat pertama yang harus dilengkapi yakni surat permohonan atau gugatan. Nantinya wajib rangkap 5 dan ditambah dengan softcopy pada CD atau flashdisk. Penting sebagai salah satu bukti utama permohonan.

Cara Membuat Surat Permohonan Waris

Isi atau format Surat Permohonan Waris berbeda – beda, tergantung ketentuan dari Pengadilan Agama setempat. Namun hal yang harus disebutkan dalam Surat Permohonan tersebut antara lain:

  • Data Diri Pemohon
  • Alasan Atau Dasar Permohonan
  • Objek Warisan

Di beberapa Pengadilan Agama, sudah dibuatkan format khusus Surat Permohonan Waris tersebut, jadi si pemohon bisa langsung mengisinya. Ada baiknya cermati contoh surat permohonan waris pengadilan agama terbaru, agar Anda tidak salah saat membuatnya.

2. Surat Kematian Pewaris Dengan SKHW

Berkas lain yang Anda perlukan yaitu surat kematian pewaris ditambah dengan SKHW. Tentu yang sebelumnya diperoleh dari desa dan diketahui camat. Baru dianggap lengkap dan memenuhi kriteria sebagai persyaratan.

3. Salinan Identitas Pewaris atau ahli waris

Lalu menambah juga fotocopy beberapa berkas penting dan diwajibkan. Misalnya KTP yang masih berlaku, Kartu Keluarga, akta nikah sampai akta kelahiran. Semua berkas fotocopy ini harus milik calon waris.

Beberapa bukti yang harus dilengkapi adalah kutipan akta nikah, kartu keluarga, akta kelahiran anak, foto copy KTP seluruh pemohon, surat keterangan kematian, dan surat keterangan ahli waris dari lurah/kepala desa setempat. Jika memungkinkan anda bisa mengajukan saksi yang dapat menerangkan ihwal perkawinan dan anak-anak yang dilahirkan dari perkawinan tersebut

4. Melampirkan Cap Pos Di Setiap Dokumen Yang Dibutuhkan

Semua kelengkapan berkas sebelumnya tidak boleh diserahkan begitu saja. Melainkan harus menambah materai sampai cap pos. Tenang saja karena mudah dilakukan dan tidak membutuhkan biaya terlalu tinggi.

Setelah Anda melengkapi bukti untuk permohonan penetapan ahli waris, selanjutnya Anda dapat membuat permohonan yang ditujukan ke Ketua PN setempat yang berisi identitas (para) pemohon, alasan permohonan, dan petitum permohonan.

Prosedur Penetapan Waris

Setelah Anda sudah menyiapkan semua syarat-syarat penetapan ahli waris, kali ini Anda hanya perlu menjalankan prosedur penetapan waris tersebut. Pada dasarnya prosedur penetapan waris sendiri terbagi menjadi dua cara. Cara tersebut yaitu:

Melalui Gugatan

Warisan melalui gugatan artinya, dalam objek waris tersebut masih terdapat sengketa, sehingga tidak bisa diwariskan begitu saja. Misalnya, salah satu ahli waris tidak setuju dengan pembagian objek waris, sehingga menimbulkan konflik.

Jika hal ini terjadi, maka jalur gugatan yang ditempuh. Nantinya di Pengadilan Agama akan dilakukan gelar perkara dan sidang, untuk membuat keputusan hukum. Nantinya hasil persidangan berupa Putusan hak warisan tersebut.

Biasanya ketika gugatan dibuat, masing – masing pihak akan menggunakan dampingan kuasa hukum. Kasus seperti ini banyak terjadi di Indonesia karena banyak sengketa dalam hal perebutan warisan.

Melalui Permohonan

Selain melalui gugatan, objek waris juga bisa diwariskan melalui permohonan. Ahli waris bisa mengajukan permohonan ke pengadilan jika objek waris tersebut tidak ada sengketa. Anda bisa melihat contoh surat permohonan waris pengadilan agama jika ingin mengajukan permohonan.

Permohonan ini nantinya disampaikan melalui surat dan harus ditandatangani oleh pemohon. Kemudian surat ditujukan ke Pengadilan Agama di tempat terkait.

Nantinya setelah pengadilan memproses, produk hukum yang dikeluarkan adalah penetapan hak waris. Jadi pastikan perbedaan warisan melalui gugatan dan permohonan, karena keduanya memiliki produk hukum yang berbeda.

Cara Mengajukan Permohonan Waris ke Pengadilan Agama

Jika objek warisan tidak mengandung sengketa, maka jalur permohonan merupakan jalur yang tepat Anda pilih. Umat muslim bisa melayangkan Surat Permohonan ke Pengadilan Agama, dan umat non muslim mengajukan Surat Permohonan ke Pengadilan Negeri. Untuk lebih jelasnya, berikut prosedurnya.

1. Membuat Surat Permohonan Ke Pengadilan Agama

Pemohon harus membuat Surat Permohonan yang ditujukan ke Pengadilan Agama dan harus ditandatangani. Jika pemohon tidak bisa menulis dan membaca, maka permohonannya disampaikan secara lisan ke Ketua Pengadilan Agama.

2. Melengkapi Persyaratan dan Membayar Biaya Perkara

Selanjutnya adalah melengkapi persyaratan pengajuan permohonan waris tersebut. Dalam hal ini Anda harus menyiapkan seluruh dokumen yang menjadi syarat permohonan waris. Setelah semua dokumen sudah siap, maka perlu membayar biaya perkara.
Besarnya biaya bergantung pada Pengadilan Agama setempat, karena di setiap daerah syarat dan biayanya berbeda – beda. Usahakan lakukan riset terlebih dahulu untuk menyiapkan biayanya.

3. Pemeriksaan Perkara Permohonan

Langkah selanjutnya adalah pemeriksaan perkara oleh Pengadilan Agama. Dalam hal ini, Pengadilan Agama akan memastikan bahwa objek waris tersebut tidak mengandung sengketa apapun. Jika ternyata ada sengketa, maka tidak bisa diproses lewat jalur permohonan.

Dalam hal ini, pemohon juga harus menunjukkan bukti – bukti, bahwa dirinya memang memiliki kuasa untuk menjadi pewaris. Pastikan Anda mengerti cara untuk mengajukan permohonan atas warisan agar bisa memenuhi semua persyaratannya dan paham alur hukumnya.

Jika kurang mengerti, sebaiknya minta bantuan kuasa hukum. Menggunakan jasa pengacara bisa mempermudah proses pengajuan permohonan waris tersebut.

4. Hakim Mengeluarkan Penetapan

Setelah hakim memeriksa perkara permohonan tersebut, dan memastikan bukti – bukti yang ada valid, maka hakim akan mengeluarkan penetapan terhadap permohonan. Surat Penetapan ini sudah resmi secara hukum dan bisa digunakan untuk berbagai keperluan.

Proses pengajuan permohonan hingga Penetapan dikeluarkan oleh hakim waktunya sangat relatif. Hal ini bergantung pada lama tidaknya proses persidangan, dan hal lainnya. Jika bukti yang Anda hadirkan kuat, dan syaratnya terpenuhi maka prosesnya bisa lebih cepat.

Perlu juga diketahui bahwa di setiap Pengadilan Agama, cara mengajukan permohonan waris bisa berbeda. Untuk itu lebih baik pelajari lebih dalam tentang pengajuan permohonan waris tersebut.

Biaya Penetapan Ahli Waris di Pengadilan Agama

Jika berdasarkan dengan PP RI no 28 tahun 2019, membuat surat penetapan ahli waris di notaris merupakan salah satu yang masuk dalam penerimaan negara bukan pajak. Beberapa biaya penetapan ahli waris di Pengadilan Agama sebagai berikut.

  • Biaya Surat Keterangan

biaya untuk membuat surat keterangan sebesar Rp200.000. Surat keterangan ini lah yang nantinya akan menjadi dasar untuk pengadilan memutuskan penetapan ahli waris tersebut.

  • Biaya Berita Acara Penghadapan

Sama seperti berita acara pada umumnya, biaya ini ditujukan dalam pembuatan surat berita acara dimana dikenakan biaya sebesar Rp. 20.000 di setiap suratnya.

  • Biaya Surat Keterangan Hak Waris

biaya yang dikenakan pada proses ini bukanlah biaya pembuatan surat keterangan hak waris melainnya hanya biaya verifikasi atas surat keterangan hak waris tersebut dengan besaran biaya senilai Rp20.000.

Dengan begitu, kemungkinan biaya penetapan ahli waris di Pengadilan Agama adalah Rp240.000. Meski demikian ada juga biaya lainnya jika seseorang mendapatkan warisan berupa tanah agar dapat dibalik nama.

Penetapan berkenaan tentang harta warisan sudah seharusnya diurus sesuai dengan prosedur agar mempermudah pembagian sesuai dengan hukum. Salah satu syarat pengurusan sendiri adalah biaya penetapan ahli waris di Pengadilan Agama.

Berapa Lama Proses Penetapan Ahli Waris?

Permohonan penetapan ahli waris di Pengadilan Negeri (PN) biasanya diajukan oleh warga negara Indonesia selain penganut/beragama Islam. Prosesnya sendiri tidak lama, karena sifatnya yang permohonan. Namun, yang harus diingat dalam permohonan penetapan waris, seluruh ahli waris harus terlibat dalam permohonan tersebut.

4 Pihak Dianggap Tidak Pantas Menjadi Ahli Waris

Jika berkaca pada pasal 383 KUHPerdata, terdapat 4 golongan orang yang di anggap tidak pantas untuk menjadi ahli waris ataupun di tetapkan sebagai ahli waris. Golongan orang tersebut ialah:

1. Orang Yang Di Jatuhi Hukuman

Seseorang yang telah dijatuhi hukuman atau kurangan penjara dengan alasan pembunuhan atau percobaan pembunuhan atas nyawa seseorang bahkan mencoba untuk menghabisisi nyawa pewaris tidak menjadi orang yang dapat di tetapkan sebagai ahli waris.

2. Orang Yang Menjatuhkan Fitnah Ke Pewaris

Seseorang yang dengan sah di putus secara hakim telah bersalah atas dugaan fitnah yang di tuduhkan kepada pewaris dapat di ancam dengan hukuman lima tahun penjara dan tidak tergolong orang yang berhak di tetapkan sebagai ahli waris.

3. Orang Yang Memaksa Pewaris Membuat Surat Wasiat

Seseorang yang dengan sengaja memaksa pewaris untuk menuliskan wasiat atau kembali menarik wasiat yang telah dibuatnya tergolong sebagai orang yang tidak pantas untuk di tetapkan sebagai ahli waris.

4. Orang Yang Dengan Sengaja Memalsukan Surat Wasiat.

Dengan sengaja memalsukan surat wasiat juga akan membuat seseorang menjadi golongan orang orang yang tidak pantas di tetapkan sebagai ahli waris.

Apakah Seseorang Dapat Menolak Ditetapkan Sebagai Ahli Waris

Hingga sekarang ini, sesuai hukum barat yang berlaku di Indonesia, semua orang punya hal untuk menerika serta menolak warisan. Jadi Anda harus melakukan proses penolakan secara singkat.

Ada banyak contoh akta notaris penolakan warisan yang bisa Anda jumpai di internet. Tentu saja contoh surat tersebut nantinya dapat dijadikan sebagai panduan terbaik mengenai apa saja isi dari pernyataannya.

Mengenai penolakan untuk mendapatkan semua hak dari pewaris, Anda harus paham apa saja syarat penolakan waris. Salah satunya ialah penerima harus sehat secara mental dan akal serta tidak sedang dipaksa.

Karena berdasarkan aturan dan syarat penolakan waris, jika Anda mau menolaknya maka lakukan secara tegas. Buatlah semua pihak terkait yakin dengan membuat surat pernyataan dari notaris untuk pengadilan negeri.

Apalagi penolakan ini tidak mempunyai daluarsa, namun berbeda untuk penerima dimana mempunyai masa daluarsa. Dimana jika sudah lebih dari 30 tahun, maka status penerima jadi sama dengan menolak warisannya.

Jadi nantinya setelah 30 tahun, Anda tidak harus membuat penolakan warisan lagi dengan membuat surat pernyataan. Mengenai syarat penolakan waris memang tidaklah rumit, apalagi jika sudah tahu bagaimana prosesnya.

Penolakan Penetapan Ahli Waris Dalam Hukum Perdata

Berdasarkan hukum perdata penolakan warisan sendiri juga tidak bisa dilakukan hanya pada sebagian atau beberapa harta yang tidak diinginkan saja. Anda harus tahu apa saja syarat penolakan waris sebelum melakukannya.

Penolakan ini akan membuat Anda tidak lagi dianggap sebagai ahli waris sesuai undang-undang yang berlaku. Jadi karena Anda menolak, maka tentu saja tidak mempunyai hak juga mendapat warisan.

Untuk menolak waris, maka Anda harus membuat surat keterangan dihadapan notaris sesuai dengan yang ditentukan. Oleh karena itu, penting mengetahui isi prosedur menolak warisan supaya mempermudah Anda selama proses pembuatannya.

Menolak warisannya juga harus tegas dan memberikan surat pernyataan pada pengadilan negeri. Jadi jika menolaknya, maka dianggap sudah tidak pernah menjadi ahli waris sesuai aturan hukum penolakan warisan dalam KUHPerdata.

Seseorang jika menolak harta yang diberikan padanya, maka bisa diminta menerima warisan dari permohonan kreditur. Sesuai prosedur menolak warisan permohonan tersebut juga besarnya hanya sesuai hutang debitur dan diwakilkan kreditur.

Penolakan Penetapan Ahli Waris Dalam Hukum Islam

Hukum waris islam berbeda dalam menyikapi hal ini dimana tidak ada penolakan pada ahli waris. Jadi dalam hukum islam tidak ada aturan hingga prosedur menolak warisan yang ditinggalkan pewaris.

Peralihan harta dari orang yang telah meninggal untuk ahli warisnya memang berlaku sesuai dengan kehendak Tuhan. Jadi tidak ada hubungannya dengan keinginan pewaris atau dari ahli apapun.

Jadi apa saja syarat penolakannya tidak dibenarkan, karena semua harus menerima apa yang diwariskan kepadanya. Tetapi sesuai aturan hukum penolakan warisan, dimana membuat seseorang tidak punya hak menerima semua hartanya.

Beda dengan hukum barat, aturan hukum penolakan warisan dalam islam juga tidak mengenal alasan tidak ingin terbebani hutang. Melainkan karena berkeinginan untuk menambahkan ahli waris lain bagian yang lebih banyak.

Contoh Surat Permohonan Waris Pengadilan Agama Docs & PDF

Surat Permohonan Penetapan Ahli Waris

Hal : Permohonan Penetapan Ahli Waris
Lampiran : XX

Kepada
Yth. Bapak/Ibu Majelis Hakim Pengadilan XX
Di tempat

Dengan hormat,
Bersama dengan ini mengajukan permohonan penetapan ahli waris, seorang perempuan bernama (X) telah meninggal dunia pada tanggal (XX), pukul (XX), di kota (XX) berdasarkan Kutipan Akta Kematian Nomor (XX) yang dikeluarkan oleh (XX) yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari surat ini.

Semasa hidupnya (PEWARIS) kawin secara sah satu kali dengan Bapak (XX) berdasarkan Kutipan Akta Perkawinan Nomor (XX) yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari surat ini, dari hasil perkawinan tersebut lahir:

Nama : ___________
No. KTP : ___________
Jenis Kelamin : ___________
Alamat : ___________
Telp. : ___________
Hubungan : ___________

Nama : ___________
No. KTP : ___________
Jenis Kelamin : ___________
Alamat : ___________
Telp. : ___________
Hubungan : ___________

Pewaris semasa hidupnya memiliki harta sebagai berikut:
Sebidang tanah dan rumah yang berdiri di atasnya dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) nomor ___________ atas nama ____________. Luas tanah adalah ___________ meter persegi sementara rumah yang berdiri di atasnya seluas ___________ meter persegi. Tanah dan rumah tersebut berlokasi di _________________ (isi dengan alamat jelas). Adapun batas-batas tanah dan rumah tersebut adalah di sebelah barat adalah _____________, sebelah timur adalah __________, sebelah utara adalah _____________, dan di sebelah selatan adalah _____________.
Sebidang tanah dan rumah yang berdiri di atasnya dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) nomor ___________ atas nama ____________. Luas tanah adalah ___________ meter persegi sementara rumah yang berdiri di atasnya seluas ___________ meter persegi. Tanah dan rumah tersebut berlokasi di _________________ (isi dengan alamat jelas). Adapun batas-batas tanah dan rumah tersebut adalah di sebelah barat adalah _____________, sebelah timur adalah __________, sebelah utara adalah _____________, dan di sebelah selatan adalah _____________.
Tabungan Deposito atas nama _________________, senilai _________________.




Lihat selengkapnya di:

Layanan Justika Untuk Membantu Permasalahan Hak Waris

Justika memiliki layanan yang bisa Anda manfaatkan untuk membantu permasalahan hak waris. Mulai dari perhitungan analisis hak waris, kalkulator untuk menghitung pembagian harta warisan hingga layanan chat yang bisa digunakan untuk permasalahn yang lebih kompleks.

Layanan Analisis Hak Waris

Layanan analisis hak waris ini bisa membantu Anda agar bisa mendapatkan saran yang lebih rinci dari konsultan hukum dan membantu mendapatkan pengecekan detail hak waris. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Isi kondisi waris Anda untuk dianalisa konsultan terlebih dulu sebelum berkonsultasi.
  2. Pilih jadwal untuk berkonsultasi sesuai dengan kebutuhan.
  3. Nantinya Anda akan mendapatkan link chat untuk berkonsultasi secara langsung.

Kalkulator Waris Islam

Layanan kalkulator waris Islam ini membantu Anda dalam menghitung secara otomatis pembagian harta waris secara akurat, transparan dan sesuai dengan syariat serta UU yang berlaku. Anda hanya perlu mengisi form yang sudah disediakan.

Anda tidak perlu khawatir karena sistem perhitungan dari Justika sudah berlandaskan Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang merupakan landasan hukum yang berlaku dan digunakan di pengadilan agama Indonesia.

Selain itu juga ada fitur tambahan dimana Anda bisa berkonsultasi secara langsung dengan pada ahli dibidang waris.

Konsultasi Via Chat

Jika Anda memiliki permasalahan harta warisan yang lebih kompleks, maka konsultasi via chat akan sangat membantu. Anda bisa berkonsultasi lebih dalam mengenai permasalahan tersebut dengan advokat. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Masuk pada layanan konsultasi via chat dari Justika.
  2. Ceritakan masalah Anda yang berkaitan dengan warisan pada kolom chat.
  3. Lakukan pembayaran sesuai dengan instruksi yang diberikan.
  4. Hanya dalam 5 menit sistem akan membantu mencarikan konsultasn hukum waris yang sesuai untuk mengatasi permasalahan Anda.

Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.