Syarat jual beli tanah warisan sudah pasti harus dipenuhi kalau tidak ingin melanggar hukum. Apalagi kalau ahli warisnya ada lebih dari satu orang, biasanya hal ini sering menimbulkan masalah.

Masalah kerap muncul umumnya ada dua jenis. Pertama karena proses jual beli dilakukan tanpa kelengkapan dokumen. Masalah kedua ketika salah satu pewaris tidak menyetujuinya, sehingga menimbulkan sengketa.

Maka dalam pembahasan pertama Kami akan jelaskan langsung syarat apa yang wajib dipenuhi. Setelahnya akan Kami jelaskan juga risiko apa saja bisa didapatkan kalau tidak memenuhi persyaratan tersebut.

Syarat Jual Beli Tanah Warisan yang Benar, Persetujuan Ahli Waris dan Kelengkapan Dokumen

Walaupun pada praktiknya penjualan tanah hasil warisan hanya perlu sertifikat balik nama, tetapi mengurusnya tetap harus melewati beberapa proses. Kalau tidak memenuhi syarat, maka akan melanggar hukum.

Syarat jual beli tanah warisan yang pertama adalah ketika ada lebih dari satu ahli waris, maka semua harus memberi persetujuan. Dimana seluruh pewarisnya harus hadir ketika menandatangani akta jual beli (AJB).

Namun ketika tidak hadir karena di luar kota atau kondisi tertentu, maka boleh diwakilkan. Nantinya bisa menggunakan surat kuasa dengan legalisir dari notaris dan diserahkan sepada ahli waris lain.

Terkadang muncul juga pertanyaan siapa yang berhak atas tanah warisan sendiri. Pewaris pertama adalah keluarga sedarah. Selain itu juga suami ataupun istri yang hidupnya paling lama.

Persyaratan harus dipenuhi berikutnya adalah data tanah warisan, data penjualan dan pembelian, serta surat keterangan warisan. Berikut adalah data detail sebagai syarat jual beli tanah warisan yang harus dipenuhi dari tiga hal tersebut.

Data Tanah Warisan:

  1. Sertifikat Tanah (asli)
  2. Izin Mendirikan Bangunan (apabila ada)
  3. Pajak Bumi dan Bangunan 5 tahun terakhir, disertai bukti pembayaran (asli)
  4. Bukti pembayaran listrik, air, serta telepon (apabila ada)
  5. Surat Roya dari Bank (kalau ada hipotik)

Data Penjual dan Pembeli Perorangan:

  1. Fotokopi KTP (suami maupun istri)
  2. Fotokopi KK serta akta nikah
  3. Fotokopi surat keterangan WNI (apabila ada)

Data Penjual dan Pembeli Perusahaan:

  1. Fotokopi KTP direksi dan komisaris
  2. Fotokopi Anggaran Dasar
  3. Surat pernyataan penjualan aset

Surat Keterangan Waris (SKW):

  1. SKW WNI Asli (disahkan camat atau lurah setempat).
  2. SKW WNI keturunan (dari notaris)
  3. Fotokopi KTP (semua ahli waris)
  4. Fotokopi KK dan akta nikah

Kalau Tidak Melengkapi Persyaratan, ini Akibatnya

Ketika data atau dokumen tidak lengkap, otomatis tidak dapat memproses sertifikat balik nama. Namun ternyata ada juga hukum menjual tanah waris tanpa sepengetahuan ahli waris.

Ketika salah satu pewaris tidak memberi persetujuan, maka dapat mengajukan gugatan perdata. Nantinya pihak dirugikan harus membuktikan bahwa dirinya termasuk ahli waris sah dan berhak atas harta peninggalan.

Kalau terbukti melanggar hukum karena tidak memenuhi syarat jual beli tanah warisan, maka prosesnya akan dibatalkan. Bahkan pihak dirugikan bisa mengajukan ganti rugi dengan nilai setara penjualannya.

Bahkan ketika penjual yang berstatus sebagai salah satu ahli waris tidak memiliki itikad baik, bisa dihukum pidana. Mengingat dirinya telah melakukan tindakan pidana berbentuk penggelapan.

Nantinya hal itu tercantum dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, tepatnya Pasal 372. Dimana tindakan pidana berupa penggelapan oleh salah satu pewaris tersebut dapat diancam hukuman penjara maksimal empat tahun.

Tentunya tips jual beli tanah warisan sesuai prosedur dan tidak terancam dipidana cukup mudah. Pertama wajib memastikan bahwa seluruh ahli warisnya menyetujui. Lebih baik kalau seluruhnya hadir ketika menandatangani AJB.

Selanjutnya tidak lupa untuk memenuhi seluruh kelengkapan dokumen, baik dari pihak penjual maupun pembeli. Sehingga ketika melakukan pembuatan sertifikat balik nama, prosesnya akan cepat dan mudah.

Akan lebih mudah ketika dapat notaris atau Pejabat Pembuatan Akta Tanah (PPAT). Sehingga proses penandatanganan AJB dilakukan di depan petugas yang sah. Begitu juga untuk kepentingan pembuatan surat kuasa.

Sedikit tips lainnya adalah lakukan pembayaran jual beli tanah hasil warisan tersebut secara terbuka. Tepatnya dengan mengundang pejabat pemerintah setempat. Bisa mengundang Ketua RT, RW, lurah, ataupun camat.Pada dasarnya prosesnya data mudah, cepat, dan sesuai hukum kalau Anda memenuhi syaratnya. Syarat jual beli tanah warisan sendiri sudah disebutkan sebelumnya, yaitu kelengkapan dokumen serta persetujuan seluruh ahli waris.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.