Siapa yang berhak atas tanah warisan kerap muncul diantara kalangan masyarakat Indonesia. Karena hal ini juga pada dasarnya sering menimbulkan permasalahan. Khususnya saat seseorang merasa dirinya lebih berhak atasnya.

Perkara aturan pewarisan ini sebenarnya telah ada dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHP). Termasuk juga mengenai pembagian barang yang terdiri dari dua bentuk. Yaitu berbentuk barang tak bergerak dan bergerak.

Pada artikel ini sendiri akan Kami jelaskan detail siapa saja berhak mendapatkan tanah waris. Selain itu mengenai siapa yang tidak berhak memperolehnya, hingga sedikit tips mengenai jual beli tanah warisan.

Siapa yang Berhak Atas Tanah Warisan, Perhatikan Prioritasnya

Masih tercantum dalam KUHP, nantinya disebutkan bahwa pewarisan terjadi hanya karena kematian. Dimana baru bisa terjadi ketika pewaris sudah meninggal dunia. Lantas muncul pertanyaan siapa yang berhak mendapatkannya.

Pada KUHP juga dijelaskan bahwa ahli waris merupakan keluarga sedarah. Bisa keluarga sah menurut undang-undang, maupun keluarga sedarah di luar perkawinan. Kemudian suami atau istri hidup terlama juga memiliki hak.

Nantinya ahli warisnya, sesuai hukum berlaku, akan memperoleh hak milik seluruh barang. Selain itu juga ada mengenai hak serta piutang dari pewaris yang sudah meninggal.

Ketika seorang ahli warisnya hendak menjual tanahnya, perlu diperhatikan syarat jual beli tanah warisan. Karena pada dasarnya terdapat 4 golongan prioritas ahli waris yang paling berhak atas tanah warisan dan ada dalam hukum perdata.

Golongan I merupakan prioritas utama penerima barang warisan. Disini meliputi suami atau istri dengan hidup terlama. Selain itu anak keturunan pewaris sedarah, baik sah maupun di luar perkawinan.

Golongan II terdiri dari orang tua serta saudara kandung pewarisnya. Sedankan Golongan III adalah keluarga dalam garis lurus ke atas. Tepatnya setelah bapak atau ibu pewaris, bisa kakek atau nenek.

Prioritas siapa yang berhak atas tanah warisan berikutnya masuk dalam golongan IV. Golongan ini adalah paman serta bibi pewarisnya. Bisa dari pihak bapak maupun ibu.

Selain itu golongan IV juga meliputi keturunan paman serta bibi hingga derajat ke enam (dihitung dari pewaris). Kemudian dapat juga saudara dari kakek serta nenek berikut keturunannya.

4 Pihak Dianggap Tidak Pantas Menjadi Ahli Waris, Sedikit Tips Berkaitan Dengannya

Meskipun sudah ada prioritas mengenai ahli waris yang berhak atas tanah warisan, tetapi pihak tersebut juga bisa masuk ke orang tidak pantas mendapat warisan. Tepatnya terdapat empat kategori orang yang masuk ke hal tersebut.

Kategori ini nantinya bisa dijadikan acuan hukum menjual tanah waris tanpa sepengetahuan ahli waris. Mengingat banyak sengketa terjadi karena ternyata penjual bukan ahli warisnya secara sah.

Pertama adalah orang yang dijatuhi hukuman. Lebih detail dia pernah melakukan percobaan pembunuhan atau membunuh pewaris. Kategori ini sudah pasti dihapuskan dari seseorang berhak mendapatkan warisan.

Kedua terdapat pihak yang pernah memfitnah pewarisnya dan sudah mendapat putusan dari Hakim. Salah satunya menuduh pernah melakukan kejahatan, sehingga pewarisnya diancam hukuman penjara lima tahun maupun lebih berat.

Kategori ketiga adalah seseorang yang sengaja menghalangi pewarisnya dengan kekerasan atau perbuatan nyata lainnya. Lebih lanjut perbuatan memaksa untuk membuat dan menarik kembali wasiat telah dibuat.

Kategori terakhir tidak berhak mendapatkan warisan adalah seseorang dengan tindakan penggepan. Misalnya memalsukan dan memusnahkan wasiat dari seseorang yang telah meninggal tersebut, berkaitan dengan warisannya.

Sekiranya kini Anda sudah paham siapa berhak dan tidak berhak mendapatkan warisan. Maka akan Kami berikan sedikit tips jual beli tanah warisan sesuai prosedur, supaya tidak muncul sengketa.

Kami sarankan kalau berniat membeli tanah pewarisan, sebaiknya pastikan siapa saja ahli warisnya. Anda bisa datangi langsung lokasi tanah, kemudian tanyakan kepada warga sekitar. Bisa juga memastikan ke pejabat setempat.

Kemudian pastikan pihak mana saja memang berhak mendapatkannya. Serta meskipun seseorang dianggap lebih tinggi prioritas, apakah dia termasuk kategori tidak pantas seperti yang disebutkan sebelumnya atau tidak.

Dapat disimpulkan bahwa terdapat empat golongan pihak berhak mendapatkan warisan tanah. Nantinya golongan tersebut ada prioritas lebih rinci. Prioritasnya adalah golongan I, golongan II, golongan III, dan golongan IV.

Namun bisa saja dirinya masuk ke kategori orang tidak pantas dapat warisan. Hal mengenai siapa yang berhak atas tanah warisan ini sendiri penting diketahui, khususnya ketika berniat membeli tanah warisan.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.