Selain perceraian ada juga yang dinamakan dengan pembatalan perkawinan. Kemudian apa perbedaan pembatalan perkawinan dan perceraian yang bisa Anda ketahui melalui artikel berikut.

Perbedaan Pembatalan Perkawinan dan Perceraian

Mengenai perbedaan pembatalan perkawinan dan perceraian bisa dikatakan memiliki beberapa perbedaan dan juga persamaan. Perbedaan tersebut bisa dilihat dari beberapa sisi seperti:

1. Pihak

Perbedaan pembatalan perkawinan dan perceraian yang pertama adalah jika dilihat dari pihak yang melakukan permohonan tersebut. Pembatalan nikah bisa diajukan baik dari suami atau dari istri. Bahkan juga bisa diajukan oleh orang lain dalam hal ini adalah orang tua salah satu pasangan.

Sedangkan jika perceraian dilakukan oleh salah satu pihak baik istri ataupun suami. Dalam hal ini perceraian yang dilakukan suami dalam bentuk talak sedangkan jika dari pihak istri dalam bentuk gugatan cerai.

2. Akibat hukum

Perbedaan pembatalan perkawinan dan perceraian juga bisa dilihat dari akibat hukum yang bisa terjadi dari pembatalan perkawinan dan perceraian. Akibat pembatalan perkawinan adalah pernikahan yang dilakukan selama ini dianggap tidak sah. Jadi akan sulit juga bagi keduanya untuk mengajukan tuntutan harta gono gini.

Sedangkan akibat hukum dari perceraian, kedua pasangan masih bisa mengajukan gugatan harta gono gini dikarenakan pernikahan yang sebelumnya terjadi sudah dicatat atau dianggap sebagai pernikahan yang sah.

3. Alasan

Dari segi alasan juga ada beberapa perbedaan pembatalan perkawinan dan perceraian. Pembatalan pernikahan dilakukan karena perkawinan tersebut dilakukan menggunakan paksaan. Namun jika perceraian, ada beberapa alasan perceraian yang menyebabkan baik suami atau istri memutuskan untuk bercerai.

4. Status

Perbedaan pembatalan perkawinan dan perceraian yang terakhir adalah jika dilihat dari statusnya. Dalam pembatalan pernikahan status pernikahan tersebut dianggap tidak pernah ada dikarenakan tidak memiliki status pernikahan yang sah.

Namun jika perceraian, pernikahan tersebut dianggap secara hukum dan agama. Sehingga pernikahan tersebut sah tapi tidak bisa dipertahankan dikarenakan beberapa alasan tertentu yang menyebabkan perceraian tersebut.

Sama halnya ketika mengajukan perceraian, Anda juga perlu melengkapi beberapa syarat pembatalan pernikahan. Dari segi prosesnya keduanya memiliki proses yang hampir sama dimana harus melalui sidang di Pengadilan Agama atau Pengadilan Negeri.

Alasan Perkawinan Dapat Dibatalkan

Kemudian apa yang menjadi alasan pernikahan tersebut bisa dibatalkan?

1. Pembatalan perkawinan terjadi jika

  • Seseorang menikahi mantan istrinya yang sudah menjadi li’annya.
  • Seseorang menikahi mantan istri yang sudah pernah dijatuhi talak 3 olehnya. Kecuali jika mantan istri tersebut sudah pernah menikah kembali namun bercerai dan sudah habis masa iddahnya.
  • Suami melakukan perkawinan padahal ia tidak memiliki hak untuk melakukan akad nikah dikarenakan sudah memiliki 4 istri. Walaupun salah satunya dalam keadaan iddah talak raj’i
  • Perkawinan dilakukan karena adanya hubungan darah sesusuan dan semenda hingga derajat tertentu sehingga menjadi penghalang pernikahan sesuai dengan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974.
  • Istri adalah saudara kandung atau keponakan atau bibi dari istri.

2. Perkawinan bisa dibatalkan jika

  • Suami melakukan poligami tanpa izin pengadilan agama
  • Perempuan yang dinikahi masih menjadi istri orang lain atau bigami. Bigami adalah tindakan pernikahan dengan seseorang yang masih memiliki hubungan rumah tangga yang sah dengan orang lain.
  • Perempuan yang dinikahi masih dalam masa iddah dari mantan suaminya.
  • Perkawinan yang melanggar batas usia
  • Perkawinan tanpa adanya wali atau wali yang tidak memiliki hak.
  • Perkawinan secara paksaan.

Demikian adalah artikel mengenai beberapa perbedaan pembatalan perkawinan dan perceraian.

Tanyakan Pada Justika Mengenai Perbedaan Pembatalan Perkawinan dan Perceraian

banyak orang yang masih belum tahu mengenai perkawinan yang bisa dibatalkan. Untuk itu Justika memiliki beberapa mitra advokat berpengalaman lebih dari 5 tahun yang bisa membantu Anda untuk mengatasi permasalahan atau kebingungan Anda melalui beberapa layanan berbayar berikut:

Layanan Konsultasi Chat

Anda bisa mendapatkan layanan konsultasi hukum secara mudah dan dengan harga terjangkau yakni Rp 30.000 saja. Kunjungi laman ini, lalu ketik permasalahan hukum yang ingin ditanyakan di kolom chat. Selanjutnya, lakukan pembayaran sesuai dengan instruksi yang tersedia. Selanjutnya, sistem secara otomatis akan mencarikan konsultan hukum yang sesuai dengan permasalahan Anda.

Layanan Konsultasi via Telepon

Fitur chat tidak mengakomodir kebutuhan Anda? Jangan khawatir sebab Anda bisa memanfaatkan layanan konsultasi via telepon dari Justika. Melalui layanan ini, Anda dapat mengobrol dengan Mitra Konsultan Hukum secara mudah dan efektif melalui telepon selama 30 dengan biaya Rp 350.000 atau Rp 560.000 selama 60 menit (sesuai pilihan Anda), untuk berdiskusi lebih detail mengenai permasalahan hukum yang dialami.

Layanan Konsultasi Tatap Muka

Anda pun dapat berdiskusi dan berkonsultasi secara langsung dengan para Mitra Advokat Justika lewat layanan Konsultasi Tatap Muka. Lama diskusi sekitar 2 jam hanya dengan Rp 2.200.000 saja (dapat lebih apabila Mitra Advokat bersedia). Selama pertemuan, Anda dapat bercerita, mengajukan pertanyaan secara lebih bebas dan mendalam, termasuk menunjukan dokumen-dokumen yang relevan.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.