Menikahi sepupu dari ibu - Pernikahan menjadi hal yang sudah pasti diinginkan semua orang. Namun pernikahan tidak bisa dilangsungkan oleh siapa saja. Ada beberapa hal yang mengatur mengenai siapa saja yang tidak diperbolehkan untuk menikah. Dalam hal ini yang masih dalam satu garis saudara. Lalu apakah menikahi sepupu dari ibu diperbolehkan?

Hukumnya Menikahi Sepupu Dari Ibu

Sepupu merupakan hubungan kerabat yang dekat antara anak-anak dari saudara orang tua. Dalam hal ini anak-anak tersebut adalah anak yang memiliki hubungan nenek kandung atau saudara senenek. Contohnya anak dari paman atau anak dari bibi.

Akan tetapi yang terkadang masih menjadi permasalahan adalah mengenai bagaimana jika saudara sepupu tersebut saling menyukai? Apakah menikahi sepupu dari ibu diperbolehkan?

Di Indonesia sendiri sudah mengatur mengenai pernikahan yang beragama Islam yaitu dalam Inpres Nomor 1 Tahun 1991 mengenai Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam atau KHI. Dalam Pasal 39 tersebut mengatakan bahwa:

Seorang laki-laki dilarang untuk melakukan pernikahan antara pria dengan wanita dikarenakan:

1. Pertalian nasab

  • Dengan seorang wanita keturunan ibu atau ayah
  • Dengan wanita yang melahirkan atau menurunkannya atau keturunannya
  • Dengan seorang wanita saudara yang melahirkan

2. Pertalian saudara semenda

  • Dengan wanita bekas istri orang yang menurunkannya
  • Dengan wanita yang melahirkan istrinya atau bekas istrinya
  • Dengan wanita bekas istrinya atau wanita keturunan istri, kecuali jika ada putusnya hubungan pernikahan.
  • Dengan seorang wanita bekas istri keturunannya

3. Pertalian sesusuan

  • Dengan wanita yang menyusuinya dan seterusnya sesuai garis lurus keatas dan kebawah
  • Dengan anak yang disusui oleh istrinya dan keturunannya
  • Dengan bibi sesusuan dan nenek bibi sesusuan keatas
  • Dengan wanita saudara sesusuan dan keponakan sesusuan keatas

Jika berdasarkan surat An-Nisa ayat 23, laki-laki haram hukumnya untuk menikah dengan wanita yang masih mahramnya. Seperti ibu kandung, bibi, saudara perempuan kandung, dan keponakan perempuan. Sehingga saudara sepupu tidak termasuk di dalamnya.

Jadi mengenai bolehkah menikahi sepupu dari ibu adalah diperbolehkan dikarenakan sepupu bukan termasuk dalam mahram. Sama halnya dengan hukum menikahi saudara tiri.

Namun berbeda dengan hukum menikah dengan paman sendiri. Jika merujuk pada Pasal 8 UU Perkawinan No 1 Tahun 1974, perkawinan yang dilarang adalah ketika adanya hubungan susuan, yaitu anak susuan, orang tua susuan, saudara susuan, dan paman atau bibi susuan. Dalam hal ini, masih ada hubungan darah antara seorang keponakan dengan paman. Sehingga bolehkah menikahi keponakan hukumnya tidak boleh secara hukum negara.

Dari hukum Islam yang ada dalam Surat An-Nisa ayat 23 juga menjelaskan bahwa diharamkan untuk menikahi keponakan sendiri atau menikah dengan paman.

Demikian adalah artikel mengenai bagaimana jika menikahi sepupu dari ibu.

Tanyakan Langsung Kepada Justika Hukum Menikahi Sepupu Dari Ibu

Anda dapat berkonsultasi langsung dengan mitra advokat andal dan profesional Justika berkaitan hukum menikahi sepupu dari Ibu. Justika memiliki beberapa mitra advokat yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun. Konsultasikan kebingungan Anda melalui beberapa layanan berbayar berikut:

Konsultasi Chat

Kini, Konsultasi Chat dengan advokat berpengalaman hanya mulai dari Rp. 30.000 saja. Dengan harga tersebut Anda sudah bisa mendapatkan solusi permasalahan hukum Anda dengan cara menceritakan permasalahan yang dihadapi melalui kolom chat. Nantinya sistem akan mencari advokat guna membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Konsultasi via Telepon

Untuk permasalahan yang membutuhkan solusi lebih lanjut, Anda bisa memanfaatkan layanan Konsultasi via Telepon mulai dari Rp. 350.000 selama 30 menit atau Rp. 560.000 selama 60 menit.

Konsultasi Tatap Muka

Sementara melalui Konsultasi Tatap Muka, dapat dilakukan ketika Anda benar-benar membutuhkan saran secara langsung dari advokat terpercaya untuk kasus yang lebih rumit. Hanya dengan Rp. 2.200.000 saja, Anda sudah bisa bertemu secara langsung selama 2 jam untuk bertanya lebih dalam hingga menunjukkan dokumen-dokumen yang relevan untuk membantu permasalahan Anda.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.