Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih terus terjadi. Pihak yang seringkali menjadi korban adalah perempuan. Tidak hanya kekerasan berbentuk fisik, kekerasan psikis dan seksual, serta penelantaran rumah tangga juga bisa dikategorikan sebagai KDRT.

Adapun penyebab kekerasan dalam rumah tangga sendiri bermacam-macam. Mulai dari faktor pasangan, ekonomi, hingga sosial budaya. Bahkan, pandemi COVID-19 juga dinilai menjadi salah faktor yang dapat berpotensi meningkatkan peluang terjadinya KDRT dalam keluarga. Hal ini mengingat dampak yang diberikan terhadap berbagai sektor kehidupan, terutama ekonomi.

Situasi yang penuh dengan ketidakpastian dapat menimbulkan rasa cemas dan tertekan. Emosi negatif tersebut bisa memicu timbulnya konflik yang berujung pada kekerasan dalam rumah tangga. Sayangnya, banyak pihak yang menjadi korban KDRT justru enggan dan takut untuk melaporkan kasus tersebut.

Cara Melaporkan Kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga

Bagi Anda yang juga mengalami kekerasan dalam rumah tangga, sebaiknya jangan diam saja. Berikut cara melaporkan kasus kekerasan dalam rumah tangga.

1. Bercerita pada Orang Terdekat yang Dipercaya

Jangan menanggung masalah dalam rumah tangga ini sendirian, apalagi berkaitan dengan KDRT. Ceritakan pada orang terdekat sekiranya dapat Anda percaya, seperti keluarga, teman, atau tetangga. Sebab hal tersebut dapat meringankan beban pikiran. Mereka pun dapat membantu memberi saran dan dukungan moral.

2. Hubungi Lembaga yang Berwenang

Jika kekerasan dalam rumah tangga masih berlangsung, bahkan semakin bertambah parah, segera minta pertolongan dengan menghubungi Komisi Perlindungan Perempuan. Atau Anda juga bisa membuat aduan ke lembaga terkait, seperti Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak atau P2TP2A. Sebab jika merujuk pada UU Penghapusan KDRT serta Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 2006, maka korban yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga berhak untuk melakukan pengaduan.

3. Ambil Jalur Hukum

Apabila kekerasan yang terjadi sudah melampaui batas, solusi yang bisa ditempuh yaitu dengan meminta perlindungan hukum. Buat laporan ke pihak kepolisian. Nanti Anda diarahkan untuk melakukan visum et repertum yang dilakukan oleh orang yang berkompeten.

Jika laporan dilakukan ke Polres setempat maka akan dirujuk ke bagian unit Perempuan dan Anak. Anda akan diminta keterangan untuk memperkuat laporan. Sertakan juga bukti-bukti yang diperlukan. Biasanya polisi akan segera memproses pihak terlapor dan meningkatkan statusnya menjadi tersangka usai memiliki setidaknya 2 alat bukti. Catat siapa penyidik yang menangani kasus tersebut untuk mempermudah korban mengikuti perkembangan penanganan kasus.

Baca Juga: Alami Kekerasan Seksual? Jangan Takut, Ini Cara Lapornya!

Bantuan Pendampingan Hukum Kekerasan Dalam Rumah Tangga melalui Justika

Dalam menyelesaikan persoalan kekerasan dalam rumah tangga, Anda harus hati-hati terutama dalam mencari solusi terbaik. Oleh karena itu diperlukan pihak ketiga yang dapat membantu mendalami posisi Anda lebih jauh, seperti pengacara yang andal dan profesional. Anda tidak perlu khawatir karena Justika menyediakan beragam layanan untuk membantu Anda.

Layanan Konsultasi Chat

Anda bisa mendapatkan layanan konsultasi hukum secara mudah dan dengan harga terjangkau dengan advokat berpengalaman hanya mulai dari Rp 30.000 saja. Dengan harga tersebut Anda sudah bisa mendapatkan solusi permasalahan hukum Anda dengan cara menceritakan permasalahan yang dihadapi melalui kolom chat. Nantinya sistem akan mencari advokat guna membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Layanan Konsultasi via Telepon

Jika diperlukan tindakan yang tidak dapat diakomodasi melalui fitur chat, Anda bisa memanfaatkan layanan konsultasi via telepon dari Justika. Hanya mulai dari Rp 350.000 selama 30 menit atau Rp 560.000 selama 60 menit Anda sudah bisa berkonsultasi dengan advokat berpengalaman melalui telepon.

konsultasi telepon kekerasan dalam rumah tangga

Layanan Konsultasi Tatap Muka

Anda pun dapat berdiskusi dan berkonsultasi secara langsung dengan para Mitra Advokat Justika lewat layanan Konsultasi Tatap Muka. Hanya dengan Rp 2.200.000 saja, Anda sudah bisa bertemu secara langsung selama 2 jam untuk bertanya lebih dalam hingga menunjukkan dokumen-dokumen yang relevan untuk membantu permasalahan Anda.

konsultasi tatap muka kekerasan dalam rumah tangga

Layanan Pembuatan Surat Gugatan Cerai

Membuat surat gugatan cerai membutuhkan fokus dan waktu yang tidak mudah terutama ketika tengah menghadapi permasalahan perceraian. Untuk itu, ada baiknya anda menggunakan layanan hukum yang menyediakan jasa permohonan pembuatan surat gugatan cerai, salah satunya melalui Justika yang memiliki mitra advokat terpercaya dengan pengalaman lebih dari 5 tahun.

Justika memiliki layanan pembuatan surat gugatan cerai yang cukup terjangkau mulai dari Rp 1.500.000 saja. Dengan menggunakan layanan pembuatan surat gugatan cerai melalui Justika, Anda bisa lebih mudah mendapatkan surat gugatan cerai tanpa bingung ketika mengurusnya sendiri seperti berikut:

  • Buka layanan Pembuatan Surat Gugatan Cerai Justika
  • Klik tombol “Pesan Dokumen”
  • Anda akan diarahkan menuju Whatsapp dan Admin kami akan membantu Anda untuk proses selanjutnya
  • Setelah proses administrasi selesai, Mitra Advokat Justika akan mulai membantu proses pembuatan surat gugatan cerai Anda.
pembuatan surat gugatan cerai

Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.