Hukum menjual tanah waris tanpa sepengetahuan ahli waris adalah tidak sah atau batal. Tentunya hal ini berlaku untuk kasus tertentu. Khususnya kasus jual beli tanpa menyertakan surat tanahnya.

Selain mengenai hukum yang sering dipertanyakan, pertanyaan cara menarik kembali hak milik juga banyak muncul. Dimana nantinya ahli waris dapat menggugat secara perdata perbuatan tersebut.

Lebih detail akan kami jelaskan pada artikel di bawah ini. Termasuk juga bagaimana cara penjualan melibatkan seluruh ahli waris, serta data yang diperlukan untuk jual beli tanah secara sah.

Hukum Menjual Tanah Waris Tanpa Sepengetahuan Ahli Waris, Pihak Dirugikan Bisa Menggugat Perdata

Pada pembahasan pertama, Kami akan berikan kasus berikut. Misalnya terdapat tanah yang memiliki tiga ahli waris (pewaris). Dua pewaris tersebut menjualnya tanpa sepengetahuan maupun persetujuan satu pewaris lainnya.

Mengenai kasus tersebut, terdapat beberapa peraturan bisa dijadikan acuan. Umumnya tercantum dalam KUHPer (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata). Misalnya Pasal 1471 yang intinya menyebutkan bahwa penjualan harus dilakukan oleh pemilik.

Pada KUHPer juga disebutkan mengenai tanah warisan serta siapa saja yang berhak menjadi ahli waris. Dimana meliputi keluarga sedarah, baik itu keluarga sah menurut undang-undang maupun di luar ikatan perkawinan.

Termasuk suami maupun istri hidup terlama juga dikategorikan sebagai siapa yang berhak atas tanah warisan. Maka kalau dalam kasus awal, tiga anak tersebut merupakan sedarah, semuanya dikategorikan sebagai pewaris.

Sedangkan penjualan dilakukan tanpa persetujuan salah satunya, maka hukum menjual tanah waris tanpa sepengetahuan ahli waris adalah pernah terjadi atau batal. Masing-masing hak akan dikembalikan seperti sebelum terjadi jual beli.

Pada KUHPer, tepatnya Pasal 1365 juga disebutkan beberapa perbuatan termasuk melanggar hukum. Salah satunya melanggar hak subjektif orang lain. Maka pihak yang dirugikan bisa mengajukan gugatan atas dasar tersebut.

Diperkuat dengan KUHPer (Pasal 834), mengenai hak pewaris mengajukan gugatan untuk memperjuangkan haknya. Maka dengan bukti kuat, pihak dirugikan dapat mengajukan gugatan  atas haknya mengenai harta peninggalan hingga ganti rugi.

Lantas bagaimana kondisi paling tepat dalam proses penjualan secara sah? Pembahasan di bawah akan mengulas hal tersebut. Meliputi caranya serta dokumen apa saja yang sebaiknya disediakan.

Hukum Menjual Tanah Warisan Secara Sah, Beserta Dokumen yang Diperlukan

Masih menggunakan kasus pada pembahasan sebelumnya, syarat jual beli tanah warisan yang sah adalah saat tiga pewaris menyetujuinya. Tepatnya seluruh ahli waris tersebut harus datang guna memberikan persetujuan penjualan. Jadi, tanpa persetujuan ahli waris, penjualan tanah tidak bisa dilakukan.

Namun terdapat pengecualian ketika salah satunya tidak dapat hadir. Misal berada di luar kota atau dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk hadir. Maka caranya dapat memberikan ‘Surat Persetujuan’.

Nantinya surat tersebut harus ditandatangani oleh pewaris yang tidak bisa hadir. Surat juga harus dilegalisir oleh notaris setempat. Kalau tidak, boleh juga dibuat Surat Persetujuan berbentuk akta notaris.

Kembali Kami perjelas, ketika salah satu pewaris atau misal hanya satu pewaris yang menjualnya. Kemudian pewaris tidak tahu atau tidak menyetujuinya, maka jual beli tersebut akan batal.

Kini Anda sudah paham bagaimana hukum penjualan tanah warisan tanpa sepengetahuan ahli waris. Maka akan Kami berikan sedikit tips penjualan tanah warisan dengan benar. Meliputi dokumen apa saja perlu disiapkan.

Pertama pastinya perlu mendapatkan persetujuan dari seluruh pewaris. Kemudian harus siapkan dua jenis dokumen utama. Pertama berhubungan dengan data tanah, kedua mengenai data penjual serta pembeli.

Data tanah meliputi PP asli lima tahun terakhir, izin mendirikan bangunan, serta sertifikat asli tanah. Kemudian terdapat bukti pembayaran listrik hingga air kalau ada, serta sertifikat hak tanggungan.

Sedangkan data penjual dan pembeli meliputi fotokopi KTP (suami atau istri), fotokopi kartu keluarga dan akta nikah. Kemudian lengkapi dengan fotokopi NPWP milik kedua belah pihak.

Lebih detail, Kami akan menjelaskannya pada artikel tips jual beli tanah warisan sesuai prosedur. Sehingga nantinya tidak akan kasus proses tersebut dibatalkan, sehingga berujung ke penggugatan secara perdata.

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, penggugatan tersebut dapat terjadi ketika tidak seluruh pewaris memberi persetujuan penjualan. Karena kalau terbukti, maka pihak yang dirugikan akan mendapatkan haknya atas harta peninggalan tersebut. Selain itu bahkan penggugat bisa mengajukan ganti rugi. Tentunya hukum menjual tanah waris tanpa sepengetahuan ahli waris tersebut juga akan dianggap tidak ada, ataupun dibatalkan.

Layanan Justika Untuk Membantu Permasalahan Hak Waris

Pembagian hak waris mungkin membingungkan beberapa orang. Untuk itu Anda bisa memanfaatkan layanan dari Justika untuk membantu pembagian hingga perhitungan warisan dengan lebih tepat dan sesuai. 

Justika memiliki layanan yang bisa Anda manfaatkan untuk membantu permasalahan hak waris. Mulai dari perhitungan analisis hak waris, kalkulator untuk menghitung pembagian harta warisan hingga layanan chat yang bisa digunakan untuk permasalahn yang lebih kompleks.

1. Layanan Analisis Hak Waris

Layanan analisis hak waris ini bisa membantu Anda agar bisa mendapatkan saran yang lebih rinci dari konsultan hukum dan membantu mendapatkan pengecekan detail hak waris. Berikut langkah-langkahnya:

1. Isi kondisi waris Anda untuk dianalisa konsultan terlebih dulu sebelum berkonsultasi.

2. Pilih jadwal untuk berkonsultasi sesuai dengan kebutuhan.

3. Nantinya Anda akan mendapatkan link chat untuk berkonsultasi secara langsung.

2. Kalkulator Waris Islam

Layanan kalkulator waris Islam ini membantu Anda dalam menghitung secara otomatis pembagian harta waris secara akurat, transparan dan sesuai dengan syariat serta UU yang berlaku. Anda hanya perlu mengisi form yang sudah disediakan.

Anda tidak perlu khawatir karena sistem perhitungan dari Justika sudah berlandaskan Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang merupakan landasan hukum yang berlaku dan digunakan di pengadilan agama Indonesia.

Selain itu juga ada fitur tambahan dimana Anda bisa berkonsultasi secara langsung dengan pada ahli dibidang waris.

Konsultasikan Tanpa Ragu Dengan Justika, Jika Anda Masih Bingung

Anda bisa mengkonsultasikan perihal hukum menjual tanah waris tanpa persetujuan ahli waris dengan mitra advokat andal dan profesional Justika. Anda bisa memanfaatkan layanan hukum berbayar dari Justika.

Lawyer yang bergabung di Justika merupakan lawyer pilihan yang melalui proses rekrutmen yang cukup ketat dengan pengalaman paling sedikit, yaitu 5 tahun berkarir sebagai advokat.

Kini, konsultasi chat dengan advokat berpengalaman hanya mulai dari Rp. 30.000 saja. Dengan harga tersebut Anda sudah bisa mendapatkan solusi permasalahan hukum Anda dengan cara menceritakan permasalahan yang dihadapi melalui kolom chat. Nantinya sistem akan mencari advokat guna membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Untuk permasalahan yang membutuhkan solusi lebih lanjut, Anda bisa memanfaatkan layanan konsultasi telepon mulai dari Rp. 350.000 selama 30 menit atau Rp. 560.000 selama 60 menit.

Konsultasi tatap muka bisa dilakukan ketika Anda benar-benar membutuhkan saran secara langsung dari advokat terpercaya untuk kasus yang lebih rumit. Hanya dengan Rp. 2.200.000 saja, Anda sudah bisa bertemu secara langsung selama 2 jam untuk bertanya lebih dalam hingga menunjukkan dokumen-dokumen yang relevan untuk membantu permasalahan Anda.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.