Hukum menikah dengan paman sendiri - Pernikahan sejatinya dilakukan dengan seseorang yang bukan mahramnya, atau seseorang yang tidak memiliki hubungan darah dan persaudaraan. Karena landasan dari peraturan dilarangnya menikah dengan mahramnya, memiliki alasan yang sangat jelas, sehingga hal ini harus dilarang untuk setiap orang.

Menikah dengan seseorang yang masih memiliki hubungan darah secara hukum agama Islam jelas dilarang, begitu juga dengan peraturan UU Perkawinan di Indonesia. Lalu bagaimana hukum menikah dengan paman sendiri?

Penjelasan Mahram

Sebelum membahas terkait hukum menikah dengan paman sendiri, akan jauh lebih baik jika Anda memahami hukum mahram terlebih dahulu, berikut kami jelaskan beberapa mahram menurut syariat islam.

  • Mahram Muabbad

Mahram muabbad merupakan orang yang tidak boleh dinikahi selamanya. Mahram muabbad terbagi kedalam 3 golongan yaitu;

  1. Nasab (Keturunan) wanita yang tergolong kedalam mahram muabbad nasab yaitu;
  • Ibu kandung, ibu dari ayah dan nenek.
  • Anak perempuan, cucu perempuan dan generasi kebawahnya
  • Saudari perempuan
  • Bibi atau adik perempuan dari ayah
  • Bibi atau adik perempuan dari ibu
  • Anak perempuan dari saudara laki-laki
  • Anak perempuan dari saudari perempuan
  1. Ikatan Perkawinan
  • Istri dari seorang ayah
  • Ibu mertua
  • Istri dari anak laki-laki (menantu)
  • Anak perempuan dari istri
  1. Persusuan
  • Wanita yang menyusui dan ibunya
  • Anak perempuan dari wanita yang menyusuinya (saudari persusuan)
  • Saudari perempuan dari wanita yang menyusui (bibi persusuan)
  • Anak dari sadra persusuan
  • Ibu atau wanita yang menyusui suami
  • Saudari perempuan dari wanita yang menyusui
  • Anak perempuan dari anak laki-laki dari wanita yang menyusuinya
  • Anak perempuan dari suami wanita yang menyusuinya
  • Istri lain dari suami wanita yang menyusuinya
  • Mahram Muaqqat
  1. Saudari perempuan dari istri (saudari ipar)
  2. Bibi dari adik ayah atau ibu
  3. Istri yang telah bersuami
  4. Istri orang yang belum beragama muslim
  5. Wanita yang telah ditalak 3
  6. Wanita pezina sebelum dia bertaubat
  7. Wanita yang sedang ihram

Hukum Menikah Dengan Paman Sendiri

Dalam hukum islam larangan menikahi yang masih menjadi mahramnya terdapat dalam Q.S Al-Nisa Ayat 23, sedangkan berdasarkan UU Perkawinan dijelaskan dalam Pasal 8 UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Hukum menikah dengan paman sendiri dalam UU Perkawinan sangat dilarang, karena masih ada hubungan darah atau persaudaraan. Begitu pula penjelasan larangan mengenai hukum menikah dengan paman sendiri dalam syariat Islam.

Isi dalam Pasal 8 UU No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, yaitu perkawinan dilarang antara dua orang yang:

  1. Masih berhubungan darah dalam garis keturunan keatas ataupun kebawah;
  2. Berhubungan darah dalam garis keturunan menyamping, yaitu antara saudara, antara saudara dari orang tua dan antara seseorang dengan saudara neneknya;
  3. Karena perkawinan atau semenda, yaitu anak tiri, mertua dan ibu/bapak tiri
  4. Persusuan yaitu, orang tua yang menyusui, anak dari persusuan, saudara susuan dan bibi/paman susuan.

Berdasarkan pengamatan kami, mengenai pertanyaan bolehkah menikahi keponakan atau hukum menikah dengan paman sendiri, menikahi sepupu dari ibu dan hukum menikahi saudara tiri sesuai dengan syariat Islam dan UU Perkawinan itu dilarang, dan memang sebaiknya dihindarkan.

Tanyakan Langsung Kepada Justika Bagaimana Hukumnya

Anda dapat berkonsultasi langsung dengan mitra advokat andal dan profesional Justika. Anda bisa memanfaatkan layanan hukum Justika lainnya, seperti Layanan Konsultasi Chat, Konsultasi via Telepon dan Konsultasi Tatap Muka.

Lawyer yang bergabung di Justika merupakan lawyer pilihan yang melalui proses rekrutmen yang cukup ketat dengan pengalaman paling sedikit, yaitu 5 tahun berkarir sebagai advokat.

Kini, Konsultasi Chat dengan advokat berpengalaman hanya mulai dari Rp. 30.000 saja. Dengan harga tersebut Anda sudah bisa mendapatkan solusi permasalahan hukum Anda dengan cara menceritakan permasalahan yang dihadapi melalui kolom chat. Nantinya sistem akan mencari advokat guna membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Untuk permasalahan yang membutuhkan solusi lebih lanjut, Anda bisa memanfaatkan layanan Konsultasi via Telepon mulai dari Rp. 350.000 selama 30 menit atau Rp. 560.000 selama 60 menit.

Sementara melalui Konsultasi Tatap Muka, dapat dilakukan ketika Anda benar-benar membutuhkan saran secara langsung dari advokat terpercaya untuk kasus yang lebih rumit. Hanya dengan Rp. 2.200.000 saja, Anda sudah bisa bertemu secara langsung selama 2 jam untuk bertanya lebih dalam hingga menunjukkan dokumen-dokumen yang relevan untuk membantu permasalahan Anda.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.