Ketentuan mengenai cara menikah lagi tanpa akta cerai menjadi hal yang banyak dicari pasangan. Terutama dalam keadaan sudah tidak ingin bersama lagi. Kemudian sudah mendapat pasangan baru yang ingin dinikahi.

Keadaan ini sebenarnya sering juga dipakai oleh laki-laki yang ingin berpoligami. Tentunya tidak bisa hanya sekedar membuat ikatan perkawinan. Perlu beberapa izin dan ketentuan yang harus diikuti oleh pria.

Belum lagi bila ingin menghindari adanya gugatan karena rasa tidak puas dari salah satu pihak. Ditambah lagi menghindari konflik dengan keluarga. Tidak boleh juga ada permusuhan yang disebabkan oleh kesalahan.

Anda nantinya juga bisa saja harus mengurus soal cara mengurus surat cerai tanpa buku nikah. Banyak dokumen dan prosedur bisa tidak mudah dilewati. Apalagi jika tidak didampingi dengan arahan ahlinya.

Bagi Anda yang sedang berusaha untuk menikah tapi belum memiliki akta cerai, tentunya tidak bisa sembarangan. Apalagi tanpa izin istri Anda. Anggapannya bukan menjalin ikatan perkawinan malahan perselingkuhan.

Sudah terdapat aturan perdata sehingga perlu untuk diikuti dengan baik. Hukum memang telah menjadi pegangan penting bagi kita untuk melaksanakan perkawinan. Terlebih dengan belum adanya surat perceraian resmi.

Cara Menikah Lagi Tanpa Akta Cerai Menurut Hukum

Hukum melakukan perkawinan tanpa akta cerai, tentu bisa diawali ketentuan soal menikah. Nantinya Anda dapat menengok UU No. 1 Tahun 1974 mengenai perkawinan. Tentu syaratnya harus ada pria dan wanita.

Keduanya akan membentuk keluarga atau rumah berdasarkan asas agama. Bila melakukan perkawinan resmi, maka akan tercatat pada Pengadilan Agama atau Pengadilan Nasional. Tapi berbeda lagi jika ingin nikah sirri.

Biasanya sering juga dilakukan untuk menjalin ikatan resmi dengan wanita lain meski belum resmi bercerai. Kita bisa melihat Pasal 2 ayat 2 UU Perkawinan. Tentunya berhubungan dengan perkawinan tidak tercatat.

Masih bisa melakukan pernikahan tapi dengan beragam risiko yang harus ditanggung sendiri. Misalnya perkawinan tersebut tidak memperoleh perlindungan agama. Termasuk aset dan anak yang menjadi rebutan.

Administrasi perkawinan sekarang telah menjadi hal fundamental. Tentu agar semua pihak dapat memperoleh setai hak asasi semua keturunannya. Tidak heran jika perlu melakukan pencatatan sesuai peraturan perundang-undangan.

Kalau ditanya mengenai bisakah suami menikah lagi tanpa surat cerai tentu bisa. Tapi artinya masih memiliki dua istri bila belum bercerai. Harus segera mengurus perpisahan jika belum menuju ke pengadilan.

Tentunya Anda pasti tidak mau sudah ingin berpisah tapi masih harus memberi hal istri. Nantinya setelah berpisah, istri barunya akan menjadi satu-satunya pasangan resmi. Bila tadinya sirri, bisa diresmikan.

Mengajukan Itsbat Nikah Lewat Pengadilan Agama

Bila ingin melakukan cara menikah lagi tanpa akta cerai, bisa mulai dengan mengajukan permohonan itsbat. Tentunya bisa melihat langsung Pasal 14 KHI. Anda bisa memohon lewat Pengadilan Agama sesuai domisili.

Dalam melakukan permohonan itsbat, diwajibkan memenuhi Pasal 7 ayat 2, 3 dan 4. Hal ini bisa dilakukan apabila perkawinan tidak menggunakan akta nikah. Dalam kata lain tidak melakukan perkawinan resmi.

Selain itu untuk itsbat yang akan dimohonkan harus memiliki beberapa syarat. Misalnya sudah ada perkawinan dan ingin menyelesaikan dengan cara bercerai. Bisa juga dilakukan karena akta nikahnya ternyata hilang.

Melakukan perkawinan tanpa akta cerai bisa juga terjadi karena ragu nikahnya itu sudah sah atau belum. Termasuk pernikahannya ternyata terjadi dahulu kala. Tepatnya sebelum UU No. 1 Tahun 1974 diberlakukan.

Nantinya surat permohonan itsbat ini akan dibedakan menjadi dua. Pertama akan digabung bersama dengan gugatan cerai atau hanya permohonan. Bisa melalui konsultasi dengan advokat agar tidak ada kesalahan besar.

Tidak boleh ketinggalan menyiapkan beragam dokumen penting seperti permohonan 5 rangkap. Lalu menambah beragam surat keterangan KUA. Termasuk membayar panjar biaya perkata sambil menunggu persidangan dilakukan.

Pada hukum istri menikah lagi tanpa surat cerai untuk memohon istbat selanjutnya yaitu dengan menunggu persidangan. Lalu menghadiri setiap persidangan yang dilakukan. Tentu untuk menunggu Putusan berhasil keluar.

Pastikan Anda selalu mengikuti dasar hukum, kalau tidak paham boleh berkonsultasi dengan ahlinya. Tujuannya agar tidak ada kesalahan berpotensi memperburuk keadaan. Cara menikah lagi tanpa akta cerai juga bisa dilakukan.

Tanyakan Pada Justika Mengenai Masalah Menikah Lagi Tanpa Akta Cerai

Beberapa orang mungkin bingung mengenai bagaimana cara menikah kembali tanpa menggunakan akta cerai. Untuk itu, Justika bisa membantu Anda dalam mengatasi kebingungan tersebut melalui mitra advokat Justika yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun. Anda bisa melakukan konsultasi melalui beberapa layanan berbayar berikut:

Konsultasi Chat

Anda bisa mendapatkan layanan konsultasi hukum secara mudah dan dengan harga terjangkau hanya dengan Rp 30.000 saja. Kunjungi laman ini, lalu ketik permasalahan hukum yang ingin ditanyakan di kolom chat. Selanjutnya, lakukan pembayaran sesuai dengan instruksi yang tersedia. Dalam waktu singkat, sistem secara otomatis akan mencarikan konsultan hukum yang sesuai dengan permasalahan Anda.

Konsultasi via Telepon

Jika diperlukan tindakan yang tidak dapat diakomodasi melalui fitur chat, Anda bisa memanfaatkan layanan konsultasi via telepon dari Justika. Melalui layanan ini, Anda dapat berbicara dengan Mitra Konsultan Hukum secara mudah dan efektif melalui telepon selama 30 dengan harga Rp 350.000 atau Rp 560.000 selama 60 menit (sesuai pilihan Anda), untuk berdiskusi lebih detail mengenai permasalahan hukum yang dialami.

Konsultasi via Tatap Muka

Anda pun dapat berdiskusi dan berkonsultasi secara langsung dengan para Mitra Advokat Justika lewat layanan Konsultasi Tatap Muka. Diskusi akan berlangsung selama 2 jam hanya dengan Rp 2.200.000 (dapat lebih apabila Mitra Advokat bersedia). Selama pertemuan, Anda dapat bercerita, mengajukan pertanyaan secara lebih bebas dan mendalam, termasuk menunjukan dokumen-dokumen yang relevan.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.