Pembatalan perkawinan bisa dilakukan ketika ada beberapa alasan yang menyebabkan pernikahan tersebut bisa dibatalkan. Namun selain alasan tersebut, ada juga akibat pembatalan perkawinan yang bisa terjadi. Dalam artikel berikut akan dibahas mengenai akibat pembatalan nikah yang bisa terjadi pada anak.

Pembatalan Perkawinan Adalah

Sebuah pernikahan bisa saja dibatalkan karena beberapa alasan tertentu dimana hal tersebut dikatakan dengan pembatalan nikah. Pembatalan nikah ini berbeda dengan perceraian. Perbedaan pembatalan perkawinan dan perceraian ada pada status perkawinannya. Pernikahan tersebut bisa dibatalkan dikarenakan ada beberapa alasan yang membuat perkawinan tersebut tidak sah.

Namun dalam perceraian status dari pernikahan tersebut sudah sah namun ada alasan perceraian sehingga membuat dari suami atau istri atau keduanya tidak bisa mempertahankan rumah tangga tersebut.

Mengenai pembatalan perkawinan tersebut sudah dijelaskan dalam Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Perkawinan. Pembatalan pernikahan bisa dilakukan di Pengadilan Agama atau Pengadilan Negeri dengan melengkapi syarat pembatalan pernikahan.

Lalu, Bagaimana Akibat Pembatalan Perkawinan Pada Anak?

Jika menurut Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Perkawinan mengatakan bahwa akibat pembatalan perkawinan dari segi hukum adalah setelah putusan dari pengadilan dan berlaku saat berlangsungnya perkawinan.

Jika akibat tersebut adalah demi hukum, maka perkawinan tersebut dianggap tidak sah. Akan tetapi tidak berlaku untuk beberapa hal berikut:

  1. Perkawinan batal dikarenakan istri atau suami yang murtad.
  2. Anak dari pernikahan tersebut masih memiliki status anak akibat dari pembatalan pernikahan. Dalam hal ini masih memiliki ayah dan ibu walaupun terjadi pembatalan nikah. Putusan pengadilan juga akan menentukan pada siapa anak tersebut nantinya akan ikut, seperti anak dibawah umur akan ikut ibunya.
  3. Akibat pembatalan perkawinan tidak memutuskan hukum anak dengan orang tuanya.
  4. Pihak ketiga sepanjang mereka mendapatkan hak dengan baik, sebelum putusan pembatalan nikah berkekuatan hukum yang tetap.

Sehingga bisa dikatakan bahwa tidak ada akibat pembatalan perkawinan pada anak. Status anak masih sah dan memiliki ayah dan ibu. Anak akan tetap menjadi tanggung jawab dari kedua orang tuanya.

Sedangkan untuk anak perempuan, ayah kandungnya tetap bisa menjadi wali nikah. Untuk hal kewarisan, anak tersebut masih memiliki hak waris dan hubungan kekeluargaan dari kedua orang tuanya. Tujuannya untuk memberikan perlindungan hukum sehingga tidak ada akibat pembatalan perkawinan.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.