Di era yang sangat modern ini, penipuan online menjadi salah satu modus baru yang banyak berkembang. Semua orang dituntut paham mengenai cara melaporkan penipuan online tersebut agar tidak mengalami kerugian. Terutama pada era pandemi belakangan ini, ketika mayoritas kegiatan berpusat pada internet; teknologi sangat menunjang segala jenis kegiatan agar lebih praktis, instan, dan efektif. Misalnya saja, kegiatan belajar mengajar virtual, bekerja remote, hingga belanja.

Bisa kita simpulkan, bahwa kehadiran kombinasi perangkat kekinian dan teknologi sangatlah esensial untuk memudahkan masyarakat dalam mobilitas kegiatannya. Dengan adanya teknologi canggih, masyarakat tidak perlu lagi keluar rumah untuk melakukan hal tersebut. Hal ini baik adanya, karena masyarakat bisa bersama-sama mengikuti imbauan pemerintah, demi memutus rantai kasus COVID-19.

Pada kesempatan kali ini, mari kita membahas lebih mengenai proses berbelanja online dan transaksi pembayarannya. Rasanya mudah sekali, kan? Dengan bantuan teknologi canggih dalam satu klik anda sudah bisa mendapatkan kebutuhan anda. Anda hanya perlu masuk ke aplikasi, mengetikkan produk di kolom pencarian, melakukan transaksi pembayaran, dan menunggu paket anda datang.

Dengan adanya wadah platform e-commerce, transaksi sudah jauh lebih mudah dan terjamin keamanannya. Tapi, mari kita coba mundur ke beberapa tahun ke belakang, dimana transaksi online masih diberlakukan secara manual tanpa adanya platform penanggung jawab. Pernahkan anda menemukan seller yang berjualan produk atau barang yang anda cari, dan kemudian harus membayar secara manual di luar aplikasi apapun?

Dalam situasi tersebut, fungsi testimoni yang asli dan kredibel sangatlah membantu para pedagang online dalam membangun kepercayaan pelanggannya. Tapi, tidak jarang juga, terjadi banyak kasus penipuan dimana uang pelanggan hangus begitu saja tanpa adanya platform untuk melapor dan melakukan refund. Oknum-oknum tidak bertanggung jawab ini mengambil keuntungan dengan cara yang curang. Biasanya mereka akan memblokir akses komunikasi agar tidak bisa dijangkau lagi oleh para pelanggan.

Jika kita menarik pernyataan berlandaskan pasal, tindakan hukum yang bisa diberatkan kepada para penipu online yang merugikan semua diatur dalam pasal 378 KUHP mengenai ancaman pidana penjara selama 4 tahun penjara.

Jika melanggar ketentuan mengenai penipuan hingga merugikan konsumen juga bisa dikenakan pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak 1 miliar rupiah atas dasar UU ITE No. 11 Tahun 2008. Dan untuk penanganan awal dan cara melaporkan nomor rekening penipu, anda bisa melihat di laman resmi / website cekrekening.id. Cara melaporkan rekening penipuan yang satu ini juga tergolong sangat efektif untuk menolong kamu.

Lantas bagaimana mereka menemukan cara melaporkan penipuan online? Sejauh yang kita tahu, cara mengatasi penipuan online yang paling efektif adalah dengan melapor ke pihak yang berwajib.  Dengan melapor penipuan online ke polisi, mereka tentunya akan membantu kita melacak jejak / tracking dengan riwayat data-data pendukung dan juga Cara melacak nomor hp penipu.

Cara melaporkan rekening penipu biasanya akan langsung ditindak lanjuti oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). sebelum melakukan lapor rekening penipuan, Pastikan dahulu, jika nama rekening tertera mencurigakan; biasanya pihak berwajib akan melakukan pengawasan karena bisa saja oknum memiliki banyak nama & rekening.

Perlu anda ketahui, cara lapor penipuan online sangatlah mudah dan sederhana. Anda bisa melakukan SMS atau membuat e-mail pengaduan tanpa harus ke kantor polisi atau OJK (Otoritas Jasa Keuangan) secara langsung. Anda bisa menghubungi OJK di nomor 1-500-655 atau di alamat email konsumen@ojk.go.id. Cara melaporkan penipuan online ini dapat menjadi tindakan pertama yang bisa anda lakukan jika anda merasa sudah dirugikan dan tidak memiliki akses komunikasi dengan pelaku.

Penipuan Online di E-Commerce Bagaimana Penanganannya?

Biasanya, mayoritas e-commerce mengimbau para pelanggan setia untuk tidak melakukan transaksi di luar aplikasi. Hal ini tentunya diberlakukan untuk menghindari adanya penipuan ataupun kasus penyalahgunaan transaksi pembayaran. Pihak e-commerce selalu memantau adanya transaksi yang terjadi.

Lantas, bagaimana jika penipuan terjadi? Adakah cara melaporkan penipuan belanja online di e-commerce? Tentunya, ada. Seperti yang penulis sempat singgung sebelumnya, bahwa pihak e-commerce sangatlah ketat dan teliti dalam semua transaksi maupun percakapan yang dianggap mencurigai.

Jika penipuan memang terjadi di dalam e-commerce, anda bisa langsung melapor ke customer service beserta bukti-buktinya, dan pihak e-commerce akan menindak-lanjuti dengan adanya pembekuan toko dan akun dari oknum yang melakukan penipuan. Cara Melaporkan Penipuan Online Agar Uang Kembali bisa anda lakukan dengan mudah jika anda bertransaksi dengan aman.

Cara Melaporkan Penipuan Online Melalui Dompet Digital

Nah, jika anda melakukan transaksi di luar platform e-commerce, pastinya dompet digital akan sering digunakan. Hal ini terjadi karena pemotongan biaya admin yang biasa lebih sedikit daripada transfer antar bank. Tapi sayangnya, beberapa oknum juga bisa melakukan penipuan lewat dompet digital. Salah satu modus dan triknya adalah, dengan membuat akun dompet digital dengan nama dan nomor yang berbeda-beda.

Tapi tenang saja, semua dompet digital Indonesia sudah sigap dan selalu menjamin pengawasan transaksinya. Seperti contoh, untuk akun dompet digital DANA. Ini adalah cara melaporkan akun DANA penipu yang bisa anda pelajari jika sewaktu-waktu terjadi penipuan.

  1. Pelaporan dan pengaduan dapat diajukan ke customer care 24 jam, di alamat surel / email help@dana.id atau di nomor 1500445.
  2. Anda juga bisa menghubungi customer service DANA lewat WhatsApp di nomor 0819-1150-0445. Anda bisa langsung menceritakan keluhan anda, ID transaksi, dan screenshot yang menjadi bukti pendukung.

Tidak hanya DANA, semua dompet digital juga menyediakan wadah pengaduan jika anda mengalami penipuan. Anda hanya perlu menyimpan nomor yang anda curigai atau yang sudah menipu anda untuk mengajukan laporan, dan akan sesegera mungkin ditindak, biasanya dalam rentan waktu 2×24 jam.

Sama juga halnya jika penipuan terjadi di platform sosial media, seperti Instagram. Cara melaporkan penipuan di Instagram adalah dengan melaporkan akun penipu. Inilah pentingnya untuk meriset akun online shop terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi.

Dan beruntungnya, Instagram memiliki fitur untuk memeriksa riwayat username dari setiap akun bisnis. Jika anda menemukan satu akun online shop yang kerap mengganti namanya berulang kali, anda perlu waspada dan lebih baik tidak melakukan pembelian di sana, karena itu bisa saja merupakan upaya oknum penipu lari dari pelacakan.

Cara Melaporkan Penipuan Online di Transfer Bank

  • Penipuan dengan transfer bank memang kerap kali terjadi pada beberapa orang. Hal ini tentunya bisa dicegah dan diperiksa keabsahannya. Dengan daftar laman resmi website di bawah ini, anda bisa melihat kredibilitas rekening & nomor telepon penjual beserta testimoni atau ulasannya. Berikut adalah website yang dapat membantu anda dalam memeriksa nomor rekening:
  1. Lapor.go.id
    Pertama untuk lapor polisi online melalui Lapor.go.id adalah dengan memilih kategpri “pengaduan”. Kemudian tulis judul laporan. Tuliskan dengan detail mengenai akun penipu, jumlah kerugian, dan beberapa tambahan keterangan yang lainnya. Pilih tanggal dan lokasi kejadian. Pilih instansi tujuan yang berkaitan dengan laporan Anda. Pilih tindak pidana pada bagian situasi khusus. Pilih kategori pengadu dan pilih LAPOR . Isi semua data diri Anda juga.
  2. Kredibel.co.id
    Jika tidak bisa melakukan laporan polisi online, maka Anda bisa melapor pada situs Kredibel. Pertama yang bisa anda lakukan adalah dengan Login pada akun tersebut. Anda bisa masuk pada bagian kredibel.co.id/report/account jika ingin melaporkan nomor penipuan. Masukkan identitas Anda hingga identitas penipu yang Anda miliki.
  3. Dengan memeriksa di akun Instagram dengan username @indonesiablacklist.
  4. Cekrekening
    Pada website ini, berguna untuk melihat riwayat nomor rekening apakah pernah dilaporkan dalam penipuan atau tidak. Pertama dengan memasukkan nama bank, ketikkan nomor rekening, nama pemilik rekening dan pilih bagian penipuan. Anda bisa menuliskan kronologi penipuan yang dialami serta beberapa dokumen pendukungnya.

Ada baiknya jika kita selalu berwaspada untuk melakukan belanja online dan transaksi pembayaran kepada orang yang belum kita kenal. Itulah gunanya menyimpan rekapan / invoice sebagai bukti yang bisa Anda ajukan jika kelak terjadi suatu kerugian.

konsultasi hukum gratis

Selesaikan Kasus Penipuan Online dengan Bantuan Hukum Justika

Jika Anda masih merasa bingung apa yang harus dilakukan. Jangan khawatir, Justika menyediakan beberapa layanan konsultasi hukum untuk membantu Anda menyelesaikan perkara kasus penipuan online jika terjadi kepada Anda. Nantinya kebingungan Anda akan dijawab oleh mitra advokat yang berpengalaman lebih dari 5 tahun melalui beberapa layanan berbayar berikut:

Layanan Konsultasi Chat

Konsultasi hukum kini lebih mudah dan terjangkau hanya dengan Rp 30.000 saja menggunakan layanan konsultasi chat dari Justika. Kunjungi laman ini, kemudian ketik permasalahan hukum yang ingin ditanyakan pada kolom chat. Langkah selanjutnya Anda bisa melakukan pembayaran sesuai dengan instruksi yang tersedia. Kemudian  sistem akan segera mencarikan konsultan hukum yang sesuai dengan permasalahan Anda.

Layanan Konsultasi via Telepon

Apabila fitur chat tidak mengakomodir kebutuhan, Anda bisa memanfaatkan layanan konsultasi via telepon dari Justika. Dengan layanan ini, Anda bisa mengobrol dengan Mitra Konsultan Hukum secara mudah dan efektif melalui telepon selama 30 hanya dengan Rp 350.000 atau Rp 560.000 saja selama 60 menit (sesuai pilihan Anda), untuk berdiskusi lebih detail mengenai permasalahan hukum yang dialami.

Layanan Konsultasi Tatap Muka

Selain telepon dan chat, Anda juga dapat berdiskusi dan berkonsultasi secara langsung dengan para Mitra Advokat Justika secara lebih leluasa lewat layanan Konsultasi Tatap Muka. Lama diskusi sekitar 2 jam hanya dengan Rp 2.200.000 (dapat lebih apabila Mitra Advokat bersedia). Dengan biaya tersebut, Anda dapat bercerita, mengajukan pertanyaan secara lebih bebas dan mendalam, termasuk menunjukan dokumen-dokumen yang relevan.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.