Pertanyaan

Saya masih bingung pengertian talak itu apa dan perbedaan talak 1, 2, dan 3. Boleh tolong jelaskan perbedaan ketiganya? Sebelumnya terima kasih.

Pengertian Talak Menurut Hukum Islam

Pengertian Talak adalah ikrar suami di hadapan Pengadilan Agama yang menjadi salah satu sebab putusnya perkawinan. Pengertian ini terdapat di dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI).

Secara rinci, berdasarkan Pasal 129, Pasal 130, dan Pasal 131 Kompilasi Hukum Islam (KHI) pengertian talak adalah permohonan secara lisan maupun tertulis suami kepada Pengadilan Agama. Jadi, talak yang diakui secara hukum negara adalah yang dilakukan suami di Pengadilan Agama.

Talak yang dilakukan diluar Pengadilan Agama hanya sah menurut hukum agama saja seperti halnya hukum suami menawarkan cerai, tetapi tidak sah menurut hukum yang berlaku di negara Indonesia. Maka ikatan perkawinan antara suami-istri tersebut belum putus secara hukum.

Pengertian Talak Satu Dan Talak Dua

Talak satu dan Talak dua atau biasa juga di kenal dengan Sayuti Thalib memiliki pengertian yang berbeda dengan talak tiga. Dalam beberapa catatan khususnya yang terdapat dalam buku  Hukum Kekeluargaan Indonesia (hal. 100) talak satu dan dua merupakan talak yang masih di perbolehkan untuk pasangan suami istri tersebut untuk rujuk kembali tanpa harus melalui pernikahan ulang.

Dengan begitu, apabila suami tidak tahu hukum talak atau suami telah secara sengaja maupun tidak sengaja menjatuhkan talak satu atau talak dua, maka antara suami dan stri tersebut masih memiliki cara rujuk talak 1 atau kawin kembali dengan cara-cara tertentu. Untuk itu, talak satu dan dua juga kerap di sebut dengan sebutan talaq raj’i atau talak ruj’i, dimana pengertian dalam hal ini adalah talaq yang masih diperbolehkan untuk rujuk kembali.

Untuk aturan dan pengertian talak satu atau dua ini juga bisa di jumpai dalam peraturan yang di tata pada pasal118 Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam (“KHI”). Dalam pasal tersebut juga menyatakan jika Talak raj’i adalah talak kesatu atau kedua, dimana suami berhak rujuk dengan istri atau pasangan selama masih dalam masa iddah.

Untuk itu, talak satu dan talak dua tidak bisa membuat hubungan pernikahan di antara keduanya menjadi berakhir demikian begitu saja.

Pengertian Talak Tiga

Pengertian talak tiga adalah sebagai talak terakhir yang bisa menyebabkan seorang istri atau perempuan yang dijatuhkan talak 3 tersebut tidak halal lagi untuk di kawini sebelum wanita tersebut menikah dengan laki laki lain. Pengertian talak 3 ini juga tercantum dalam Al Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 230.

Lebih lanjut lagi, dalam menjatuhkan talak 3 kepada istri maka suami harus siap untuk pisah secara agama dengan istri tersebut. Pasangan suami istri juga tidak boleh tinggal serumah setelah talak 3 karena telah jatuh talak. Pasalnya, syarat rujuk setelah talak 3 diperlukan muhallil demi membuat istri yang telah di talak 3 sebelumnya dapat rujuk kembali sebagai istri sah suami tersebut.

Muhallil sendiri merupakan orang lain yang menghalalkan istri tersebut dan menikahkannya secara sah dan melakukan persyaratan serta rukun rukun dalam pernikahan. Setelah wanita tersebut bercerai dengan muhallil, barulan Anda sebagai suami terdahulunya bisa menikahkannya kembali sesuai syariat agama.

Talak 3 sendiri biasa disebut dengan talak ba’in kubra. Sebagai kesimpulan, talak tiga merupakan talak yang dapat membuat pasangan suami istri tidak dapat rujuk kembali kecuali terjadi pernikahan istri tersebut dengan muhallil yang di pilih.

Bagaimana jika talak 3 sekaligus?

Jika talak satu dan talak dua telah dijatuhkan, maka suami istri tersebut diperintahkan untuk masih tinggal dalam satu rumah. Harapannya adalah supaya suami istri tersebut kemudian mempertimbangkan kembali proses perceraian.

Namun, jika talak tiga sudah dijatuhkan, maka tidak boleh rujuk kembali kecuali perempuan tersebut menikah terlebih dahulu dengan laki-laki lain dan ditalak (minimal talak 1).

Terdapat perbedaan pendapat mengenai urutan talak. Dalam QS. Al Baqarah: 229, talak 3 hanya boleh dilakukan setelah dilakukan 2 kali talak (talak 1 dan talak 2) dan juga 2 kali rujuk. Jadi, tidak bisa langsung menjatuhkan cerai talak 3 sekaligus karena akan tetap dihitung talak 1.Sementara pendapat yang memperbolehkan adalah HR. Muslim No. 147 yang mana diperbolehkan suami menjatuhkan cerai talak 3 sekaligus. Namun perbuatan tersebut tidak dianjurkan karena dianggap tergesa-gesa dan belum melalui pertimbangan yang matang.

Apakah Talak 3 Bisa Dibatalkan?

Anda tidak perlu khawatir jika ingin kembali rujuk dengan istri setelah menjatuhkan talak 3. Namun hal tersebut memang akan sulit untuk anda jalankan. Pertanyaan mengenai apakah talak 3 bisa dibatalkan merupakan pertanyaan yang kerap ditanyakan banyak orang. Untuk itu jawaban dari justika kali ini dapat anda jadikan sebagai referensi.

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, Pada dasarnya pertanyaan mengenai apakah talak 3 bisa dibatalkan masih bisa menemui titik terang. Dalam kata lain, seorang lelaki dapat kembali rujuk dengan istri. Namun rujuk kembali tersebut harus melalui proses pernikahan terlebih dahulu sang istri dengan pria lainnya. Nantinya, Jika rumah tangga yang dijalankan mantan istri Anda tersebut tidak sesuai dan kembali berujung dengan perpisahan, Maka wanita mantan istri anda tersebut  bisa menikah kembali dengan suami terdahulunya atau Anda.

Walau demikian, pernikahan yang sudah dilakukan si istri tidak boleh melalui proses perencanaan atau settingan. Dalam artian, Anda secara sengaja untuk membayar lelaki lain guna menikah dengan mantan istrinya anda tersebut agar Anda dapat berbaikan kembali dengan sah. Hal yang satu ini juga wajib anda perhatikan sebagai jawaban dari pertanyaan apakah talak 3 bisa dibatalkan?

Selain itu, dalam ketetapan cerai juga terdapat  yang dikatakan sebagai periode iddah. Secara harfiah, iddah mempunyai makna ‘waktu tunggu’. Pengertian iddah sendiri bisa diartikan sebagai waktu tunggu yang digunakan oleh seorang istri diputus perkawinannya oleh si suami.

Maka bila suami dalam pertanyaan apakah talak 3 bisa dibatalkan? Tentu bisa, Namun harus melalui pernikahan mantan istri sebelumnya dengan seorang muhallil. Sesudah menikah dengan muhallil, lalu sang istri yang dijatuhkan cerai tiga itu pisah ba’da al dukhul dan harus melalui periode iddahnya. Kemudian, sang istri dapat dinikahkan kembali oleh suami pertama kali yang jatuhkan cerai tiga padanya.

Tata Cara Suami Melakukan Talak Satu dan Dua

Apabila suami yang ingin menceraikan istrinya dapat melakukan permohonan baik lisan maupun tertulis kepada Pengadilan Agama yang mewilayahi tempat tinggal istri disertai dengan alasan. Setelah itu suami dapat meminta agar diadakan sidang.

Pengertian talak satu dan dua berbeda dengan talak tiga. Talak satu atau talak dua ini disebut juga talak raj’i atau talak ruj’i, yaitu talak yang masih bisa dirujuk. Dalam syariat Islam, talak raj’i terdiri dari beberapa bentuk, antara lain:

  • Talak satu atau talak dua dengan menggunakan pembayaran/tebusan (iwadl).
  • Talak satu, talak dua dengan tidak menggunakan iwadl juga bila istri belum digauli.

Apabila talak ini dilakukan oleh suami maka ia dan istri yang ditalaknya masih bisa rujuk atau kawin kembali dengan cara-cara tertentu selama masa iddah (masa tunggu). Masa iddah adalah waktu yang berlaku bagi seorang istri yang putus perkawinannya dari bekas suaminya. Selama masa ini istri tidak boleh menikah dengan laki-laki lain. Waktu tunggu bagi seorang janda ditentukan sebagai berikut:

  1. Apabila perkawinan putus karena kematian, walaupun qabla al dukhul (belum pernah melakukan hubungan suami dan istri), waktu tunggu ditetapkan 130 (seratus tiga puluh) hari.
  2. Apabila perkawinan putus karena perceraian waktu tunggunya selama 90 (sembilan puluh) hari.
  3. Apabila perkawinan putus karena perceraian ketika janda sedang hamil, waktu tunggu ditetapkan sampai melahirkan.
  4. Apabila perkawinan putus karena kematianketika janda sedang hamil, waktu tunggu ditetapkan sampai melahirkan.

Rujuk kembali yaitu adanya hubungan suami istri lagi antara seorang suami yang telah menjatuhkan talak kepada istrinya. Caranya dengan mengucapkan saja “saya kembali kepadamu” oleh si suami di hadapan dua orang saksi laki-laki yang adil. Sedangkan arti kawin kembali ialah kedua bekas suami dan istri memenuhi ketentuan seperti perkawinan biasa, yaitu ada akad nikah, saksi, dan lain-lainnya untuk menjadi suami istri kembali.

Baca Juga:

Tata Cara Suami Melakukan Talak Tiga

Talak tiga membuat mantan istri menjadi tidak halal lagi bagi suami untuk dirujuk. Berdasarkan Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 230, apabila seorang suami telah menjatuhkan talak yang ketiga kepada istrinya, maka perempuan itu tidak halal lagi baginya untuk mengawininya sebelum perempuan itu kawin dengan laki-laki lain.

Selengkapnya bunyi Surat Al-Baqarah ayat 230:

“Jika dia menceraikan perempuannya (sesudah talak dua kali), maka tiadalah halal perempuan itu baginya, kecuali jika perempuan itu telah kawin dengan lelaki yang lain. Dan jika diceraikan pula oleh lelaki lain itu, tiada berdosa keduanya kalau keduanya rujuk kembali, jika keduanya menduga akan menegakkan batas-batas Allah. Demikian itulah batas-batas Allah, diterangkannya kepada kaum yang akan mengetahuinya.”

Hal ini menjelaskan bahwa setelah talak tiga, perlu orang yang menghalalkan (muhallil) untuk membolehkan kawin kembali antara pasangan suami isteri pertama. Hal ini berarti si istri harus kawin dahulu dengan seorang laki-laki lain dan telah melakukan persetubuhan dengan suaminya sebagai suatu hal yang merupakan inti perkawinan. Laki-laki lain itulah yang disebut muhallil. Jika pasangan suami istri ini bercerai pula, maka barulah pasangan suami istri semula dapat kawin kembali.

Talak tiga ini disebut juga dengan talak ba’in kubraa yang pengaturannya berdasarkan Pasal 120 KHI yang berbunyi:

“Talak ba’in kubraa adalah talak yang terjadi untuk ketiga kalinya. Talak jenis ini tidak dapat dirujuk dan tidak dapat dinikahkan kembali kecuali apabila pernikahan itu dilakukan setelah bekas istri menikah dengan orang lain dan kemudian terjadi perceraian ba’da al dukhul dan habis masa iddahnya.”

Bila mantan istri bercerai dengan suaminya lalu masa iddahnya selesai, maka mantan suami yang pertama dapat menikahi mantan istri kembali meskipun setelah talak tiga. Dalam syari’at Islam, tidak dibenarkan seorang mantan suami yang telah mentalak tiga istrinya membayar orang untuk menikahi lalu menceraikan mantan istrinya hanya agar istri kembali halal untuk dinikahi lagi.

Talak satu, dua, dan tiga dapat dijatuhkan secara berututan ataupun langsung talak tiga dalam satu kali pernyataan talak. Mengenai pernyataan talak yang langsung talak tiga, hingga kini masih menjadi perdebatan di kalangan ulama.

Contoh Kata-Kata Talak

1. Talak Tegas Dengan Makna Langsung

Jenis kata kata talak atau contoh ucapan talak suami ini biasanya di ucapkan dengan tegas tanpa adanya arti atau makna kiasan di dalamnya. Contoh kata talak berikut seperti:

  • “Kamu saya ceraikan.”
  • “Saya talak kamu.”
  • “Detik ini kamu bukanlah istriku lagi.”
  • “Mungkin Rumah tangga kita berakhir sampai di sini Saja”.

2. Talak Tersirat Dengan Kiasan

Umumnya kalimat yang digunakan untuk menalak istri seperti ini memiliki dua arti atau ambigu. Namun dalam islam, jika suami mengucapkan kalimat talak walau dengan multi tafsir tetap sah talak yang dijatuhkannya. Contoh kata kata talak kiasan dalam ucapan talak adalah:

  • “Kamu dapat Pulang Ke Rumah Orang Tua Mu”
  • “Tinggal Kan Aku Sebagai Suamimu”

Jika ucapan talak yang sah di atas telah di sebutkan oleh seorang suami, maka status pernikahan antara Anda dan suami sudah tergolong kedalam masa talak.

3. Ucapan talak dengan sandaran waktu

Talak mudhaf adalah contoh kata talak yang terjadi ketika ada waktu yang disandarkan terlalui. Misalnya “Saya menceraikanmu setelah bulan Ramadhan”. Hati-hati kata ini bisa berarti cerai karena sang suami sudah menceraikan Anda sampai batas waktu tertentu. Dalam hal ini ketika bulan Ramadhan berakhir, maka Anda sudah resmi bercerai.

4. Ucapan talak yang langsung terputus

Contoh kata kata talak yang satu ini adalah talak mu’ajjal yang jika diucapkan pada waktu itu, maka secara langsung akan terputus hubungan suami istri.

“Kamu sudah tertalak”

“Kamu sudah saya talak”

5. Ucapan talak dengan syarat

Contoh kata kata talak yang terakhir adalah talak dengan syarat yang juga dinamakan dengan talak ta’liq. Talak ini biasanya mengandung syarat didalamnya, seperti “apabila”, “jika”, “kapanpun” dan lainnya.

“Jika kamu masih berhubungan dengan dia maka akan aku ceraikan”

“Pernikahan ini selesai apabila kamu keluar dari rumah”

“Kapanpun kamu menemuinya lagi, maka akan aku ceraikan”

Demikian adalah beberapa contoh kata kata talak yang bisa menjadi informasi bagi Anda jika suami mengatakan kata-kata berpisah.

Macam Macam Talak

Macam-macam Talak Menurut Hukum Islam

1. Talak Raj’i

Talak Raj’i termasuk ke dalam macam-macam talak yang masih bisa rujuk kembali tanpa harus mengulangi akad nikah. Talak 1 dan talak 2 termasuk ke dalam talak raj’i. Syarat melakukan rujuk yaitu apabila sang istri masih berada dalam masa iddah, sehingga rujuk bisa dilakukan dengan segera.

2. Talak Bain

Talak bain adalah perceraian yang tidak dapat dibatalkan atau rujuk. Talak ini dijatuhkan dengan cara mengucapkan tiga talak dalam selang waktu yang sebentar, atau berurutan, atau bersama-sama sekaligus. Apakah talak bisa dibatalkan? Talak bain tidak bisa dibatalkan.

Macam-macam talak yang tidak dapat rujuk kembali seperti talak bain berarti bahwa perkawinan berakhir tanpa ada kemungkinan bagi pasangan yang sama untuk menikah lagi, kecuali setelah mantan istri secara sah menikah lagi dengan orang lain dan kemudian diceraikan oleh suami barunya.

Macam-Macam Talak Menurut Penyampaiannya

1. Talak Kinayah

Talak kinayah adalah talak yang di definisikan sebagai ucapan yang ambigu mengenai tujuannya untuk menunjukkan perceraian. Contoh talak kinayah adalah:

"Kembalilah ke orang tuamu."

“Kamu boleh menikah dengan orang lain.”

“Aku tidak punya keinginan padamu lagi.”

Jenis ucapan ini dapat diartikan lain selain perceraian dan maknanya tergantung pada niat suami saat mengucapkannya.

2. Talak Sharih

Talak sharih diartikan sebagai ucapan talak yang jelas dalam tujuannya untuk melakukan perceraian. Tidak perlu memeriksa niat suami ketika membuat pernyataan untuk mengetahui maksud dari pernyataan tersebut, karena secara harfiah sudah jelas apa yang ingin disampaikan.

Contoh talak sarih seperti yang disebutkan di atas:

“Aku menjatuhkan talak kepadamu.”

3. Talak Tafwidh

Talak tafwid adalah macam-macam talak yang dilakukan oleh istri pada dirinya sendiri setelah suaminya mendelegasikan wewenang untuk mengucapkan talak padanya dan istri menerima delegasi untuk pengucapan cerai dari sang suami. Hal ini dilakukan dengan mengatakan:

“Saya menerima izin yang diberikan oleh suami saya untuk menceraikan diri saya sendiri. Dengan ini saya menceraikan diri saya dari suami saya dengan satu talak.”

Macam Macam Talak Dari Keadaan Istri

1. Talak Bid’i

Jenis talak yang diucapkan sang suami kepada istri yang digauli saat haid dan dalam keadaan suci.

2. Talak Sunny

Macam-macam talak sunny adalah ketika seorang suami menjatuhkan talak pertama dengan ucapan tiga kali cerai atau menceraikan istrinya yang sedang haid atau nifas atau menceraikan istrinya dalam keadaan suci dan telah digaulinya. Sementara, kondisi kehamilan perempuan itu belum jelas.

3. Talak La Sunny Wala Bid’i

Ini adalah talak yang dijatuhkan oleh suami dalam keadaan istri belum digauli dan belum pernah haid (belum baligh ataupun telah menopause).

Cara Suami Menyampaikan Talak

Bagi suami, macam-macam talak dan cara untuk menyampaikannya ada berbagai macam.

1. Talak Dengan Ucapan

Suami bisa menjatuhkan talak mengucapkan kata-kata talak. Kalimat yang diucapkan suami bisa berupa implisit (kinayah) maupun eksplisit (sarih). Kalimat talak kinayah misalnya adalah ‘kembalilah kepada orangtuamu’. Sedangkan kalimat talak sarih dengan jelas menjatuh kan talak seperti ‘aku menceraikanmu’.

2. Talak Dengan Tulisan

Tulisan suami yang menjatuhkan talak sah secara agama bila dapat dibuktikan bahwa tulisan itu adalah tulisan suaminya. Artinya, talak menggunakan surat dapat menjadi sah talaknya.

3. Talak Dengan Utusan

Suami bisa mendelegasikan talaknya kepada orang lain. Hal ini utamanya jika istri dan suami tinggal di tempat yang jauh. Namun, perlu dibuktikan bahwa utusan adalah benar dari suami dan bukan orang yang mengaku-aku.

Syarat Talak

Jika Anda adalah seorang suami dan ingin melakukan perceraian, Anda hanya perlu mengucapkan talak dan kemudian Anda dapat mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama.

Syarat untuk menjatuhkan macam-macam talak bagi laki-laki adalah Anda harus sehat secara jiwa dan telah baligh pada saat mengucapkan talak.

Jika Anda seorang istri dan ingin bercerai, Anda tidak dapat mengucapkan talak terhadap suami Anda. Namun, seperti yang telah dijelaskan di atas, Anda dapat mengucapkan talak pada diri sendiri sesuai dengan talak tafwidh. Bagaimana jika istri memaksa untuk di talak? Seorang wanita yang ingin bercerai harus membuktikan setidaknya satu dari syarat ini:

1. Khuluk

Khuluk adalah macam-macam talak dengan tebusan. Contohnya jika suami berkata kepada istri “aku jatuhkan talak padamu dengan bayaran sekian” atau istri mengucapkan kepada suami “aku menebus talak ke atas diriku dengan bayaran sekian banyak.”

2. Ila

Ila’ adalah sumpah yang diucapkan suami bahwa dia tidak akan mencampuri istrinya. Ini merupakan tradisi Arab jahiliyah. Setelah Islam datang, Ila’ dibatasi waktu paling lama empat bulan, dan setelah empat bulan suami harus menentukan untuk rujuk atau talak. Apabila yang dipilih rujuk, maka suami harus membayar kafarat. Namun, jika yang dipilih talak, akan jatuh talak.

3. Lian

Li’an berarti suami menuduh istrinya telah berbuat zina. Pada tuduhan yang kelima ia mengucapkan “laknat Allah kepadaku kalau aku berdusta dalam tuduhanku.” Lalu, istri bisa menolak bahwa tuduhan tadi tidak benar. Kemudian, pada sumpah yang kelima ia mengucapkan kata-kata, “Laknat Allah ke atas diriku kalau tuduhan itu benar.”

4. Dzihar

Kata-kata yang dilontarkan oleh seorang suami kepada istrinya yang mempersamakan istri dengan ibunya atau keluarga suami yang mahram, dan menyebabkan suami untuk bercerai. Misalnya, zihar dilakukan oleh suami dengan mengatakan kepada istrinya:

“Kamu tak boleh aku sentuh sama seperti punggung ibuku.”

5. Cerai Taklik

Dalam pernikahan, terdapat janji yang diucapkan suami tentang tanggung jawabnya sebagaimana terdapat dalam bagian belakang Buku Nikah:
"Sesudah akad nikah saya (nama pengantin laki-laki) berjanjian dengan sepenuh hati, akan mempergauli istri saya (nama pengantin perempuan) dengan baik menurut ajaran Islam. Kepada istri saya tersebut, saya menyatakan sighat taklik sebagai berikut: Apabila saya:

  1. Meninggalkan istri saya selama 2 tahun berturut-turut;
  2. Tidak memberikan nafkah wajib padanya selama 3 bulan;
  3. Menyakiti badan atau jasmani istri saya atau;
  4. Membiarkan atau tidak memperdulikan istri saya selama 6 bulan atau lebih dan karena tindakan saya tersebut istri saya tidak ridho dan mengajukan cerai ke pengadilan agama, maka jika gugatannya diterima, kemudian istri saya membayar Rp 10.000 sebagai iwadh kepada saya, jatuhlah talak saya satu padanya.

Perlu diketahui bahwa suami yang tidak menafkahi istri selama 3 bulan atau lebih bukan berarti jatuh talak. Suami yang tidak menafkahi istri selama 3 bulan atau lebih dan istri tidak rela akan hal tersebut bisa dijadikan alasan istri mengajukan gugatan cerai ke pengadilan karena telah melanggar salah satu janji dalam sighat taklik talak.

6. Fasakh

Fasakh adalah pemutusan pernikahan dengan keputusan pengadilan. Singkatnya, pengadilan mengabulkan perceraian karena berdasarkan bukti yang kuat, ada alasan bagi pasangan untuk bercerai. Perceraian dengan fasakh tidak mengharuskan suami untuk mengucapkan talak. Ada beberapa alasan untuk perceraian dengan fasakh. Salah satu contohnya adalah ketika dalam pernikahan poligami, suami menghabiskan seluruh waktu dan uangnya untuk istri yang lain, dan gagal menjaga istri yang menuntut cerai serta anak-anaknya secara adil dan setara.

Perbedaan antara khuluk dan talak tafwidh adalah di bawah khuluk, Anda harus memberi kompensasi kepada suami Anda untuk mengakhiri pernikahan. Pembayaran ini merupakan penebusan dan perceraian hanya sah jika kompensasi dibayarkan oleh istri kepada suami.

Itulah tadi penjelasan mengenai macam-macam talak. Anda tidak boleh sembarangan mengucapkan kata-kata talak karena dalam agama Islam, kalimat talak bermakna serius meskipun diucapkan dengan tidak sengaja.

Permohonan Talak dengan Layanan Online di Justika

Di dalam pengaplikasian talak, Anda perlu mewaspadai syarat sah talak agar dapat terhindar dari kekeliruan dan proses permohonan dapat berjalan lancar. Untuk itu, Anda disarankan menggunakan layanan hukum yang menyediakan jasa permohonan talak, salah satunya melalui Justika.

Dengan menggunakan layanan talak melalui Justika, Anda akan dituntun menyampaikan alasan perceraian disertai dasar hukum agar dapat memberikan gambaran kepada hakim.

Justika juga memiliki layanan pembuatan Surat Gugatan Cerai yang cukup terjangkau mulai dari Rp 1.500.000 saja. Dengan menggunakan layanan pembuatan surat gugatan cerai melalui Justika, Anda bisa lebih mudah mendapatkan surat gugatan cerai tanpa bingung ketika mengurusnya sendiri.

Empat langkah mudah menggunakan layanan permohonan talak atau pembuatan surat gugatan cerai di Justika sebagai berikut:

  1. Buka layanan Pembuatan Surat Gugatan Cerai dari web brower Anda
  2. Klik tombol “Pesan Dokumen”
  3. Anda akan diarahkan menuju Whatsapp dan Admin kami akan membantu Anda untuk proses selanjutnya
  4. Setelah proses administrasi selesai, Mitra Advokat Justika akan mulai membantu permohonan talak Anda

Permohonan talak melalui layanan Justika akan memerlukan waktu 5 hari kerja dengan detail pengerjaan:

  • Hari ke-1
    Konsultasi Telepon dengan konsultan hukum, untuk menyampaikan kebutuhan Anda
  • Hari ke-3
    Dokumen draf pertama
  • Hari ke-4
    Masa pembahasan dokumen
  • Hari ke-5
    Dokumen draf final

Dengan ruang lingkup layanan:

  • Tiga kali maksimal pembuatan surat gugatan cerai dalam Bahasa Indonesia
  • Dua konsultasi telepon selama 15 menit
  • Pemeriksaan dan meneliti kembali seluruh dokumen yang terkait dengan perkara Anda
  • Mempersiapkan seluruh dokumen yang berkaitan dengan proses penanganan dan penyelesaian perkara

Konsultasi Chat

Anda dapat berkonsultasi di Justika dengan mudah dan terjangkau menggunakan layanan Konsultasi via Chat dengan advokat berpengalaman hanya mulai dari Rp 30.000 saja.

Dengan harga tersebut Anda sudah bisa mendapatkan solusi permasalahan hukum Anda dengan cara menceritakan permasalahan yang dihadapi melalui kolom chat. Nantinya sistem akan mencari advokat guna membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Empat langkah mudah konsultasi via chat di Justika, sebagai berikut:

  1. Masuk ke layanan Konsultasi via Chat justika.com
  2. Ceritakan permasalahanan pernikahan Anda di kolom chat
  3. Lakukan pembayaran sesuai instruksi yang tersedia
  4. Dan, dalam 5 menit sistem akan mencarikan konsultan hukum yang sesuai dengan permasalahan pernikahan Anda

Dengan begitu, Anda akan mendapat gambaran apakah talak itu diperlukan atau masih ada langkah hukum lain yang dapat dilakukan.


Artikel ini merupakan kerja sama Hukumonline dengan Justika. Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah ini.