Tinggal serumah setelah talak Salah satu hal yang tentunya wajib untuk diketahui oleh semua pasangan suami istri terlebih lagi jika pasangan suami istri tersebut telah sepakat untuk melakukan perceraian. Sebab ada beberapa aturan hukum yang masih berlaku.

Sebelum masuk lebih detail terkait hal yang berhubungan langsung dengan kesepakatan untuk tinggal serumah dengan pihak istri yang telah ditalak, maka penting juga untuk suami ketahui terkait beberapa aspek yang berhubungan langsung dengan proses perceraian tersebut.

Hukum asal talak adalah fleksibel, bisa menjadi haram apabila tidak sesuai dengan aturan agama dan negara, bisa juga wajib jika memang menjadi jalan terbaik. Akan tetapi pada dasarnya talak memang tidak dianjurkan selama jalan damai masih bisa diupayakan.

Apabila memang jalan talak merupakan salah satu solusi terbaik, maka ada baiknya setiap suami yang hendak menjatuhkannya wajib untuk memenuhi segala hal yang berhubungan dengan syarat jatuhnya talak. Syarat tersebut tentunya berlaku hingga saat ini.

Salah satu syarat yang cukup penting untuk diperhatikan adalah bahwa ada prosedur terkait kewajiban untuk menulis surat talak dari suami. Penulisan tersebut sangat berpengaruh terhadap proses pengadilan serta hasil akhir apakah permohonan izin talak dipenuhi.

Ada banyak contoh kasus yang tentunya mudah untuk ditemui oleh beberapa pihak, misalnya terkait istri meninggalkan suami apakah jatuh talak. Hal ini menjadi persoalan penting yang saat ini wajib menjadi perhatian semua pasangan.

Terlepas dari adanya hal tersebut maka berikut ini adalah aspek pasca perceraian telah terjadi dan pasangan masih tinggal serumah setelah talak, lantas bagaimana hukumnya.

Tinggal Serumah Setelah Talak Pada Dasarnya Tidak Diperbolehkan

Hal pertama yang wajib menjadi perhatian adalah bahwa pada saat pasangan suami istri memutuskan untuk melakukan perceraian maka secara tidak langsung status keduanya menjadi bukan mahram. Status bukan mahram tersebut tentunya dilarang untuk berkumpul satu atap.

Kasus terkait tinggal serumah setelah talak memang banyak ditemui di beberapa kalangan suami istri dengan berbagai alasan. Akan tetapi beberapa aturan yang berhubungan dengan hal tersebut secara agama atau hukum tentunya tidak memperbolehkan hal tersebut.

Konsekuensi yang akan diterima oleh pihak yang secara sadar melakukan hal tersebut tentunya bukan hal sepele. Dikarenakan telah tidak ada hubungan yang mengikat maka salah satu diantara pasangan tersebut akan dikenakan pidana jika terbukti berada dalam satu rumah.

Pertimbangan untuk tinggal serumah setelah talak menjadi semakin penting untuk diproses secara hukum sebab akan menimbulkan fitnah disekitar. Inilah yang kemudian menjadi penyebab mengapa setelah perceraian pasangan suami istri dilarang satu rumah.

Tinggal Serumah Setelah Talak Diperbolehkan Secara Bersyarat

Akan tetapi ada beberapa aspek yang bisa menjadi toleransi terkait keputusan untuk tetap tinggal serumah setelah talak. Hal ini umumnya berhubungan langsung dengan keputusan untuk tetap merawat anak agar tumbuh kembang psikisnya tidak terganggu lebih parah.

Satu hal yang perlu untuk diperhatikan adalah bahwa keputusan untuk melakukan perceraian memang memiliki resiko besar, salah satunya adalah anak. Posisi anak akan terganggu secara tumbuh kembang dan pola pikir jika mengetahui bahwa kedua orang tuanya telah berpisah.

Perlu ada penyesuaian waktu dan komunikasi yang perlahan dan bertahap agar keputusan untuk melakukan perceraian tersebut bisa diterima oleh anak. Inilah yang menjadi alasan mengapa beberapa pasangan tetap harus tinggal serumah setelah talak sementara.

Akan tetapi hal tersebut bukanlah hal yang bisa dilakukan dengan mudah. Sebab ada beberapa persyaratan khusus yang wajib untuk dipenuhi terlebih dahulu, salah satu syarat yang paling penting adalah suami istri yang telah bercerai sebisa mungkin tidak saling bertemu.

Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara berpisah kamar. Usahakan aktifitas dalam rumah semua terkoneksi hanya untuk kepentingan anak, kepentingan lain seperti makan mandi atau mungkin aktivitas lainnya harus dibatasi untuk mengurangi pertemuan kedua belah pihak.

Perlu juga untuk diperhatikan bahwa hal tersebut tentu tidak bisa dilakukan secara terus menerus. Perlu ada usaha untuk meyakinkan anak bahwa keputusan terkait perceraian tersebut memang harus diterima sehingga tidak terlalu lama tinggal serumah setelah talak.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.