Contoh surat perjanjian hutang piutang yang bisa dipidanakan harus dilihat dari isi perjanjian dari kedua belah pihak. Berbicara tentang hutang memang begitu sensitif untuk sebagian orang, bahkan masalah satu ini sering membuat hubungan menjadi tidak bagi antara kedua belah pihak.

Nah, cara agar terhindari dari permasalahan yang dimunculkan karena hutang, maka Anda bisa pula membuat suatu surat perjanjian utang piutang.

Perlu diketahui bahwa surat perjanjian utang ini bisa diartikan sebagai suatu surat keterangan secara resmi tertulis yang mencantumkan sejumlah informasi tertentu untuk ketentuan dari pinjaman utang.

Adapun tujuan dari adanya surat perjanjian ini dimaksudkan untuk dapat mengikat kedua belah pihak yang sudah terlibat di dalam perjanjian agar benar – benar mematuhi segala macam ketentuan yang sudah disepakati secara hukum.

Spesifikasi Tujuan dari Adanya Surat Perjanjian Hutang Piutang

Sebelum kita membahas tentang contoh surat perjanjian hutang piutang, maka harus terlebih dahulu mencari tahu ada saja tujuan dari pembuatan surat tersebut.

Adapun yang dimaksud dengan hutang piutang ini ialah segala hal yang sudah menjadi hak milik dari pemberi pinjaman serta penerima pinjaman dan harus berkewajiban segera mengembalikannya dalam tempo waktu disepakati.

Dengan dibuatnya surat perjanjian hutang piutang ini sebab bisa memberikan suatu jaminan kepada pihak – pihak yang sudah terlibat di dalamnya.

Bila terjadi sesuatu hal yang ternyata merugikan pihak tertentu, maka surat ini dapat dipergunakan untuk menempuh jalur hukum.

Maka dari itulah, ada pertanyaan apakah hutang piutang tanpa perjanjian tertulis dapat di tuntut secara hukum, alangkah baiknya Anda cari tahu beberapa faktor dan tujuan dari dibuatnya surat perjanjian tersebut, antara lain :

1. Memberitahukan pihak yang terlibat

Surat perjanjian hutang piutang ini sengaja dibuat untuk segera memberitahukan atau konfirmasi identitasi dari pihak yang sudah terkait. Data diri ini pun memang cukup penting agar terhindar dari kesalahan identitas di lain waktu.

2. Informasi seputar nominal hutang dan waktu transaksi

Dengan adanya contoh surat perjanjian hutang piutang yang bisa dipidanakan yakni bertujuan untuk mengetahui jumlah nominal besaran hutangnya, serta kapan waktu jatuh tempo pengembaliannya.

Hal ini pun tergolong sangat penting untuk mencantumkan selembar kertas dengan kekuatan hukum, tidak lupa juga bertanda tangan di atas materai.

Tujuannya supaya dari kedua belah pihak tidak ada menyimpan kecurigaan atau pun mengganti jumlah nominal dan tanggal yang telah tercantum di dalam surat tersebut.

3. Hindari segala macam resiko

Perlu untuk Anda ketahui, surat hutang piutang ini pastinya harus dilengkapi dengan materai yang sudah ditandatangani kedua belah pihak.

Dengan cara inilah bisa meminimalisir atau pun menghindari segala macam resiko yang mungkin saja bisa terjadi.

Semisalnya, bila suatu hari pihak yang telah meminjam kepada Anda meninggal dunia namun hutangnya tidak kunjung dilunasi, maka sesuai isi dalam surat perjanjian bisa menagihnya kepada ahli waris.

4. Menghindari konflik

Contoh surat perjanjian hutang piutang yang bisa dipidanakan yang Anda buat harus berisi secara detail dan terperinci oleh kedua belah pihak, serta disaksikan pula oleh saksi atau pun pihak ketiga.

Jikalau di kemudian hari, pihak peminjam tidak bisa melunasi hutangnya, maka pemberi jaminan yang mempunyai atas aset yang telah dijaminkan sesuai dengan hukum perdata sehingga menghindari munculnya konflik antara kedua belah pihak.

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang yang Bisa Dipidanakan Harus Berisikan Komponen Berikut

Berdasarkan pada tujuan pembuatan surat perjanjian hutang piutang di atas, maka untuk membuat surat perjanjian hutang piutang haruslah mempunyai atau mengandung sejumlah komponen berikut ini :

  1. Isi surat menyebutkan identitas diri asli dari pemberi dan penerima utang
  2. Tercantum jumlah besaran nominal hutang
  3. Menjelaskan keterangan jaminan yang sudah diberikan oleh pemberi pinjaman apabila pihak penerima hutang tidak mampu mengembalikannya
  4. Isi surat menyebutkan jatuh tempo pengembalian hutang yang telah disepakati oleh kedua belah pihak terkait
  5. Mencantumkan keterangan mengenai masa berlakunya surat perjanjian hutang
  6. Menjelaskan keterangan tata cara penyelesaian bila terjadi perselisihan
  7. Wajib mencantumkan tanda tangan kedua belah pihak

Beberapa pengertian dan juga contoh surat perjanjian hutang piutang yang bisa dipidanakan memang harus benar – benar dipahami, adapun tujuannya ialah bisa mencegah terjadinya konflik atau pun menyelesaikan permasalahan di antara kedua belah pihak.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.