Perbedaan joint venture dengan kemitraan dapat dilihat dari regulasi aturan serta entitasnya. Jika kemitraan merupakan penggabungan antara bisnis satu dengan lainnya, joint venture merupakan penggabungan dua entitas berbeda menjadi entitas baru.

Joint venture atau juga disebut dengan perusahaan patungan ini merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas perusahaan. Berbagai manfaat joint venture bisa Anda dapatkan

Diantaranya adalah mempermudah pekerjaan, menggabungkan sumber daya dan keahlian, serta masih banyak lagi lainnya. Tujuan dari adanya perusahaan patungan ini tentunya untuk menekan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan.

Perbedaan Joint Venture dengan Kemitraan

Pada umumnya, masyarakat masih belum bisa membedakan antara joint venture dengan kemitraan atau partnership. Secara garis besar keduanya memiliki kesamaan yaitu melakukan kerjasama yang terdiri dari beberapa perusahaan.

Namun secara sistem kedua jenis kerjasama ini tidak sama. Kemitraan atau partnership dilakukan oleh dua orang atau lebih yang kemudian membentuk entitas bisnis tunggal.

Berbeda dengan joint venture yang merupakan penggabungan beberapa entitas bisnis menjadi entitas baru. Pada intinya, kemitraan merupakan kerjasama antara beberapa pihak tanpa adanya penggabungan baik itu berupa sumber daya atau modal perusahaan.

Sedangkan joint venture kerjasama yang terjadi antara beberapa pihak dengan menggabungkan berbagai aspek dalam perusahaan. Penggabungan dapat terjadi pada sumber daya, keahlian, anggaran dana, dan lain sebagainya.

Tidak jarang dari penggabungan dalam perusahaan patungan ini kemudian memunculkan entitas baru. Joint venture merupakan kerjasama yang terjadi antara beberapa entitas berbeda dengan tujuan bersama.

Beberapa kerjasama ini dilakukan untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan biaya seminimal mungkin. Selain itu, dengan adanya kerjasama ini juga dapat menumbuhkan inovasi produk serta pelayanan terbaru dalam suatu perusahaan.

Hal ini terjadi karena adanya beberapa ide baru, keahlian, sumber daya, serta aset. Umunya, joint venture dilakukan untuk saling melengkapi antara perusahaan. Contoh joint venture adalah antara Asus dan Gigabyte yang terjadi pada tahun 2007.

Kedua perusahaan teknologi ini bekerjasama dengan tujuan untuk memproduksi motherboard, graphics card, serta beberapa komponen lainnya. Ada beberapa bidang entitas yang wajib melakukan joint venture dalam pendiriannya.

Seperti bidang industri pelayanan, produksi, telekomunikasi, media massa, air minum, pelabuhan, penerbangan, kereta api, pembangkit listrik, serta distribusi tenaga listrik.

Namun, ada juga beberapa entitas yang tidak diperbolehkan untuk melakukan joint venture, diantaranya adalah industri terkait produksi senjata, alat-alat peledak, peralatan perang, serta mesin perang.

Point Penting Dalam Merancang Perjanjian Joint Venture

Sebelum melakukan perjanjian atau kerjasama, Anda dan pihak terkait harus menyusun kontrak yang berisi mengenai kesepakatan bersama selama kerjasama berlangsung. Beberapa hal penting dalam merancang perjanjian joint venture, adalah mengetahui tujuan dalam kerjasama.

Setiap pihak entitas memiliki tujuannya masing-masing. Maka dari itu, Anda dan pihak entitas lain harus memutuskan serta menyepakati tujuan utama dalam kerjasama ini. Selain itu, semua pihak dalam perjanjian telah menyepakati pembagian keuntungan dan kerugian.

Memperjelas pembagian keuntungan dan kerugian di awal perjanjian harus dilakukan, sehingga semua pihak terkait memahami keuntungan serta kerugian yang akan didapatkan.

Menyepakati waktu dalam kerjasama. Durasi atau waktu kerjasama biasanya ditentukan berdasarkan tujuan dari kerjasama. Jika tujuan tercapai maka bisa saja kerjasama dihentikan. Serta mencapai kesepakatan bersama dalam sebuah perjanjian.

Dengan adanya kerjasama dalam berbagai aspek, Anda dapat menekan pengeluaran perusahaan seminimal mungkin. Sebelum mulai bekerjasama, pihak yang bekerjasama didalamnya harus membuat perjanjian atau kontrak terlebih dahulu.

Dalam kontrak tersebut akan tertuang semua isi perjanjian seperti hak atau kewajiban pihak pebisnis, serta keuntungan dan kerugian yang akan didapatkan dari kerjasama tersebut.

Selain memperjelas isi kontrak, sebaiknya Anda juga mengetahui segala aturan hukum joint venture. Aturan hukum ini sudah tertuang dalam undang-undang Indonesia, sehingga segala bentuk kerjasama dalam perusahaan patungan ini sudah diatur dalam hukum tersebut.

Keputusan bersama merupakan hal utama dalam membuat perjanjian atau kontrak kerja, sehingga tidak ada pihak yang akan dirugikan nantinya. Selain itu, sebelum mulai melakukan kerjasama sebaiknya pahami segala aturan hukum serta perbedaan joint venture dengan kemitraan.

Dokumen di atas adalah contoh. Buat perjanjian yang spesifik untuk kebutuhan bisnis Anda, lebih mudah dan murah dengan template dari advokat berpengalaman.

Untuk meminimalisir kerugian antara kedua belah pihak dalam sebuah kerjasama ataupun keputusan bersama, Anda membutuhkan Perjanjian Investasi Bagi Hasil yang baik dan benar. Justika siap membantu Anda dalam mendapatkan perjanjian kemitraan yang telah melalui proses review dan persetujuan advokat profesional dan berpengalaman seperti di bawah ini.