Banyak manfaat joint venture yang bisa Anda dapatkan, diantaranya adalah menggabungan berbagai keahlian dari beberapa perusahaan, menghemat tenaga hingga keuangan perusahaan. 

Joint venture atau biasa disebut dengan perusahaan patungan ini merupakan salah satu solusi bagi Anda untuk mengembang bisnis lebih lebar lagi. Perusahaan patungan ini menggabungkan beberapa pebisnis untuk melakukan kerjasama dalam mencapai tujuan bersama.

Dengan adanya kerjasama perusahaan patungan ini akan membantu memudahkan pekerjaan atau tujuan yang ingin dicapai. Namun, sebelum memulai untuk kerjasama dengan pebisnis lainnya, sebaiknya Anda memahami terlebih dahulu segala aturan hukum joint venture

Pengertian dan Point Penting Perjanjian

Joint venture atau biasa disebut dengan perusahaan patungan ini merupakan kerjasama yang terjadi antara beberapa pebisnis di berbagai bidang jenis pekerjaan. Kerjasama ini bertujuan untuk menyatukan sumber daya atau keahlian dari berbagai pebisnis di satu usaha bersama. 

Dengan adanya kerjasama ini, pekerjaan perusahaan akan lebih ringan serta menghemat tenaga. Namun, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan terlebih dahulu sebelum mengadakan kerjasama ini, seperti perjanjian dalam kontrak. 

Beberapa hal penting dalam merancang perjanjian joint venture diantaranya adalah tujuan utama dalam kerjasama, waktu perjanjian, hingga keuntungan dan kerugian yang bisa saja didapatkan.

Poin penting yang harus Anda perhatikan saat membuat perjanjian dalam joint venture adalah kesepakatan, saat membuat kontrak tentunya dibutuhkan kesepakatan bersama antar pihak yang bekerjasama.

Di dalam kesepakatan tersebut berisi mengenai rincian kewajiban, hak, serta regulasi hukum yang berlaku. Selain itu, tujuan utama atau khusus dalam perjanjian tersebut juga harus diperjelas. 

Setiap pihak dalam joint venture tentu memiliki tujuannya masing-masing. Namun, untuk mencapai kesepakatan bersama harus ditentukan tujuan utamanya terlebih dahulu. Dengan adanya tujuan utama ini perjanjian akan jelas. 

Sepakati pembagian keuntungan. Pastikan saat membuat perjanjian Anda sudah memperjelas tentang pembagian keuntungan dan kerugian dalam kerjasama, sehingga nantinya tidak ada pihak yang merasa dirugikan. 

Perhatikan waktu dalam kerjasama. Menyepakati serta memperjelas jangka waktu dalam kerjasama merupakan hal penting. Biasanya kerjasama akan dihentikan apabila tujuan utama telah tercapai. Namun, tidak menutup kemungkinan kerjasama akan dilanjutkan setelahnya. 

Poin lainnya saat membuat perjanjian adalah Memperjelas struktur usaha harus dilakukan, hal ini dilakukan karena mempengaruhi semua aspek bisnis dalam entitas yang baru.

Dokumen di atas adalah contoh. Buat perjanjian yang spesifik untuk kebutuhan bisnis Anda, lebih mudah dan murah dengan template dari advokat berpengalaman.

Sehingga penting untuk Anda memahami unsur perjanjian dengan melihat langsung contoh draft perjanjian Investasi bagi hasil di bawah ini, sebagai gambaran mengenai perjanjian kerjasama yang Akan Anda lakukan.

Manfaat Joint Venture, Kerjasama Antar Pebisnis

Beberapa manfaat dari perusahaan patungan ini bisa Anda dapatkan, diantaranya adalah menggabungkan sumber daya dari berbagai jenis entitas, menggabungkan keahlian dari semua pihak yang terlibat, serta dapat menekan biaya pengeluaran dari perusahaan. 

Tidak hanya itu, dengan adanya perusahaan patungan ini, juga menjadi salah satu perantara atau media untuk bertumbuh menjadi lebih baik. Dengan menggabungkan ide, keterampilan, serta aset akan membuat perusahaan tersebut lebih tumbuh dan berkembang. 

Selain itu, dengan adanya kerjasama dari berbagai jenis entitas juga membuat peluang inovasi produk serta layanan. Kolaborasi dari berbagai aspek bisnis akan mengembangkan inovasi-inovasi baru. 

Contoh joint venture oleh perusahaan raksasa adalah Sharp dan Sony, kedua perusahaan ini bersatu untuk melakukan kerjasama dalam hal memproduksi dan menjual panel serta modul LCD berukuran besar. 

Beberapa perusahaan besar lainnya juga bermula dari perjanjian ini dan kini telah menjadi perusahaan raksasa yang dikenal oleh banyak orang. 

Sebelum antar pebisnis mulai bekerjasama, para pebisnis ini harus membuat perjanjian atau kontrak terlebih dahulu. 

Jika kesepakatan dalam kontrak atau perjanjian sudah tertuang dengan jelas, maka kerjasama akan terlaksana dengan baik, serta tidak ada pihak yang merasa dirugikan. 

Joint Venture atau perusahaan patungan ini berbeda dengan kemitraan. Hampir setiap orang berpendapat bahwa sistem joint venture dan kemitraan sama. Perbedaan joint venture dengan kemitraan sangat terlihat pada regulasi aturan serta entitas bisnis yang dibuat. 

Kemitraan merupakan dua atau lebih entitas yang membentuk entitas bisnis tunggal. Sedangkan joint venture merupakan penggabungan entitas menjadi entitas baru.

Masih banyak perusahaan besar lainnya yang melakukan joint venture, karena dinilai memiliki nilai lebih untuk kemajuan sebuah perusahaan. Selain itu, manfaat joint venture yang utama adalah menekan biaya pengeluaran selama produksi.