Apa saja syarat perceraian di Pengadilan Agama dan apa saja dokumen yang dibutuhkan untuk mengajukannya? Setiap ada orang yang cerai, pertanyaan tersebut pasti terngiang-ngiang, karena memang proses berpisah secara negara prosesnya cukup panjang.

Selain panjang prosesnya, biaya yang dikeluarkan juga banyak, apalagi jika menyewa pengacara untuk mempercepat proses perceraian. Tidak salah, terkadang ada suami-istri yang lebih mempertanyakan sahkah cerai dengan surat pernyataan di atas materai.

Sebab, bercerai di atas materai itu proses cepat, biayanya tidak mahal dan sudah ada saksinya. Namun, di dalam hukum positif, perceraian di atas materai saja tidak sah, hanya sah di hukum agama saja. Lebih baik ajukan syarat perceraian di Pengadilan Agama.

Alasan Mengajukan Syarat Perceraian ke Pengadilan Agama

Dalam UU No. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan, khususnya pasal 2 ayat (1) disebutkan bahwa perkawinan dianggap sah apabila dilakukan dengan masing-masing agama dan kepercayaan mempelai.

Intinya, ketika Anda sudah memiliki buku nikah secara resmi oleh Kantor Urusan Agama, ketika ingin bercerai, maka perlu memenuhi semua syarat yang dibutuhkan.

Tidak ada suami memberikan talak secara lisan, otomatis Anda dan pasangan bukan suami-istri lagi. Dalam hukum Agama memang ketika jatuh talak, tidak sah bila berhubungan intim dan melakukan hal lainnya layaknya pasangan menikah.

Namun, Indonesia memiliki aturan hukum berlaku. Jadi, ketika bercerai dan membacakan ikrar talak, harus di depan persidangan sah. Entah itu yang mengajukan persyaratan cerai pihak istri atau suami, harus dilakukan sesuai proses persidangan.

Sebelum mendaftarkan diri, ketahui dulu alasan-alasan perceraian. Inilah 5 contoh alasan untuk bisa mengajukan syarat perceraian di Pengadilan Agama :

  1. Pasangan meninggalkan Anda selama dua tahun atau lebih tanpa keterangan dan izin yang jelas.
  2. Bisa mengajukan syarat perceraian di Pengadilan Agama, apabila pasangan melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) baik secara fisik atau mental.
  3. Pasangan secara sadar dan sengaja melanggar taklik-talak yang telah dijanjikan kepada sang istri saat dilakukannya ijab kabul.
  4. Tidak memberikan nafkah secara semestinya karena penyakit atau cacat fisik yang dideritanya.
  5. Anda boleh mengajukan perceraian ketika pasangan berpindah agama. Sehingga syarat sah perkawinan sejak awal dibangun telah runtuh.

Jika salah satunya sedang Anda hadapi, bisa langsung ajukan syarat perceraian ke Pengadilan Agama. Dokumen disiapkan dengan baik

Syarat Perceraian di Pengadilan Agama dan Proses Mendaftarnya

Pengadilan Agama buka antara Senin-Jumat. Lebih baik mendaftarkan pada pagi atau siang hari saja. Antre di nomor-nomor awal, karena pelayanan akan lebih maksimal, ketika dilakukan di jam-jam kerja paling efektif. Untuk dokumen yang diperlukan adalah :

  1. Surat nikah asli
  2. Fotokopi surat nikah 2 lembar sudah dilegalisir dan bermaterai.
  3. Fotokopi KTP yang masih berlaku dari penggugat.
  4. Fotokopi KK terbaru
  5. Sertakan juga dokumen tambahan, seperti :
  • Akta kelahiran anak jika sudah memiliki buah hati
  • Surat pengajuan perceraian yang berisi identitas keduanya serta kronologi dan alasan kenapa mengajukan syarat perceraian di Pengadilan Agama.

Surat pengajuan perceraian itu dari pihak istri. Jika untuk suami, itu mengajukan surat permohonan talak yang akan diberikan kepada sang istri.

Antara surat pengajuan cerai dan talak, berbeda dengan contoh surat pernyataan cerai di atas materai. Karena, ketika hakim sudah bertindak, perceraian akan sah ditandatangani oleh hakim dan pihak terkait.

Nanti akta cerai akan diterbitkan langsung oleh Pengadilan terkait. Dari akta tersebut, bisa digunakan nanti sebagai syarat menikah lagi dengan pasangan baru.

Itulah mengapa, jika ingin lebih hemat dan enggan repot, jangan bercerai. Memang perceraian diperbolehkan oleh Agama. Tapi Tuhan sangat membencinya. Pikirkan terlebih dulu sebelum bercerai.

Karena bila syarat perceraian di Pengadilan Agama sudah diterima, Anda akan melalui proses persidangan yang cukup panjang, diantaranya adalah :

  1. Upaya mediasi antara kedua belah pihak
  2. Bila tidak berhasil akan dilanjutkan pembacaan surat gugatan dari penggugat.
  3. Dilanjut jawaban dari tergugat
  4. Replik penggugat, untuk menanggapi jawaban tergugat.
  5. Dan duplik tergugat, menanggapi replik penggugat.
  6. Lanjut tahap pembuktian, bisa berupa dokumen dan saksi-saksi.
  7. Para pihak menyimpulkan cerai atau tidak
  8. Bila cerai, hakim bermusyawarah dan memberi putusan cerai.
  9. Terakhir, suami harus mengucapkan ikrar talak kepada sang istri.

Jika dilihat berdasarkan penjelasan diatas, memang prosesnya cukup panjang. Bahkan memakan waktu hingga 4 bulan lamanya. Itulah kenapa jika ingin mengajukan syarat perceraian di Pengadilan Agama sangat banyak yang harus dilakukan.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.