Secara aturan, seseorang yang ingin melakukan perceraian akan membuat surat gugatan cerai yang diberikan sebagai tanda bahwa baik istri atau suami hendak menceraikan pasangannya. Akan tetapi bagaimana dengan perceraian yang menggunakan surat pernyataan? Sahkah cerai dengan surat pernyataan diatas materai?

Bagaimana Aturan Perceraian di Indonesia?

Perceraian yang dilakukan oleh suami biasanya dalam bentuk talak yang mana bisa terjadi ketika mengucapkan kata-kata tertentu. Untuk itu hati-hati kata-kata ini bisa berarti cerai perlu Anda ketahui. Sedangkan untuk istri yang ingin melakukan cerai maka dalam bentuk gugatan cerai. Aturan mengenai masalah perceraian di Indonesia diatur dalam UU Perkawinan PP 9 Tahun 1975 dan yang beragama Islam diatur dalam KHI.

Pasal 39 UU Perkawinan menyatakan bahwa:

  1. Perceraian bisa dilakukan dengan adanya cukup alasan yang kuat bahwa suami dan istri tersebut tidak bisa hidup rukun.
  2. Perceraian hanya bisa dilakukan di depan persidangan saja setelah pengadilan sudah tidak bisa lagi mendamaikan kedua belah pihak.
  3. Prosedur atau tata cara perceraian di depan sidang akan diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berbeda.

Sedangkan dalam KHI dijelaskan bahwa perceraian hanya bisa dilakukan di depan Pengadilan Agama setelah hakim tidak bisa mendamaikan keduanya. Sehingga bisa dikatakan bahwa perceraian hanya bisa dilakukan melalui sidang di pengadilan agama atau pengadilan negeri.

Jadi bisa dikatakan mengenai sahkah cerai dengan surat pernyataan diatas materai, tidak sah dikarenakan tidak dilakukan di depan sidang pengadilan agama atau negeri.

Aturan Mengenai Gugatan Cerai di Indonesia

Selain mengenai masalah perceraian tersebut, permasalahan gugatan cerai juga diatur kembali sebagai berikut:

1. Gugatan cerai untuk selain Islam

Dalam UU Perkawinan, yang dimaksudkan dengan gugatan cerai adalah yang diajukan oleh istri atau suami atau kuasa hukumnya pada pengadilan negeri yang tempat hukumnya meliputi kediaman tergugat.

2. Gugatan cerai untuk yang beragama Islam

Sedangkan untuk pasangan yang beragama Islam, aturan mengenai gugatan cerai mengikuti aturan dari KHI. Dalam hal ini aturan dalam KHI berbeda dengan yang ada dalam Pasal UU Perkawinan. Berdasarkan KHI, gugatan cerai adalah gugatan yang diajukan oleh istri pada suami. Sedangkan untuk suami yang ingin menceraikan istrinya dinamakan dengan talak.

Talak tersebut merupakan cerai yang dilakukan oleh suami pada istrinya dengan cara mengajukan permohonan secara lisan atau tertulis pada Pengadilan Agama.

Apakah Surat Talak Sama Dengan Surat Pernyataan Cerai Diatas Materai?

Surat talak sendiri merupakan surat pernyataan tertulis yang dibuat suami untuk mengajukan tuntutan cerai pada istri melalui pengadilan agama. Jadi bisa dikatakan bahwa surat talak tersebut berbeda dengan surat pernyataan cerai diatas materai. Hal ini dikarenakan baik surat talak atau gugatan cerai hanya bisa diajukan oleh salah satu pasangan dan bukan keduanya.

Untuk itu sahkah cerai dengan surat pernyataan diatas materai tidak bisa dikatakan sah dikarenakan tidak diajukan pada pengadilan agama atau negeri dan tidak dilaksanakan sidang perceraian.

Akibat Hukum Positif Surat Pernyataan Cerai di Atas Materai

Membuat surat talak bahkan sudah memiliki aturan di p[asal 129 KHI. Bahwa suami yang menjatuhkan talak kepada istrinya dan mengajukan baik lisan atau tulisan kepada Pengadilan Agama, tempat wilayah sang isteri.

Jadi, harus tahu juga syarat perceraian di Pengadilan Agama yang benar seperti apa. Apabila kurang mampu atau biaya dalam memproses perceraian tidak ada, ajukan saja Pengadilan Prodeo atau tanpa biaya.

Biasanya akan disuruh menunjukkan bukti miskin melalui kartu BLT ketika pendaftaran. Setelah surat talak diajukan ke PA wilayah isteri, kedua belah pihak harus hadir.

Jadi, jangan pertanyakan tentang sahkah cerai dengan surat pernyataan di atas materai. Karena nanti akan banyak ruginya. Salah satunya, ketika menikah lagi KUA tidak akan menerima berkas Anda.

Saat bepergian dan berduaan dengan pasangan baru di kamar, akan dianggap zina sebab tidak bisa menunjukkan surat nikah sah negara.

Kesimpulannya, tentang sahkah cerai dengan surat pernyataan di atas materai, itu hanya sah cerai menurut agama saja. Karena di Agama Islam, ketika suami telah menjatuhkan talak secara lisan, sudah dianggap bercerai.

Namun, secara administratif, status Anda dan pasangan masih suami-isteri. Entahitu dalam proses penandatanganan surat pernyataan cerai ada saksinya, tetap saja jika tidak dilakukan di dalam ruang persidangan, tidak akan sah.

Sudah jelas dari penjabaran di atas, ketika surat kawin Anda sah, apabila ingin melakukan perceraian wajibnya di depan persidangan pengadilan. Adanya sahkah cerai dengan surat pernyataan di atas materai, jawabannya hanya sah di mata hukum, negara tidak sah.

Contoh Surat Pernyataan Cerai Diatas Materai

Tanyakan Berbagai Masalah Perceraian Pada Justika

Perceraian hanya bisa dikatakan sah secara hukum ketika adanya persidangan di pengadilan. Untuk itu, perlu juga ada surat gugatan cerai yang menyatakan salah satu pasangan memilih untuk bercerai. Kini, Anda bisa mendapatkan surat gugatan cerai dengan lebih mudah dan sesuai hukum melalui Layanan Pembuatan Surat Gugatan Cerai di Justika.

Justika memiliki layanan pembuatan surat gugatan cerai yang cukup terjangkau mulai dari Rp 1.500.000 saja. Dengan menggunakan layanan pembuatan surat gugatan cerai melalui Justika, Anda bisa lebih mudah mendapatkan surat gugatan cerai tanpa bingung ketika mengurusnya sendiri.

Empat langkah mudah menggunakan layanan pembuatan surat gugatan cerai di Justika sebagai berikut:

  1. Buka layanan Pembuatan Surat Gugatan Cerai dari web brower Anda
  2. Klik tombol “Pesan Dokumen”
  3. Anda akan diarahkan menuju Whatsapp dan Admin kami akan membantu Anda untuk proses selanjutnya
  4. Setelah proses administrasi selesai, Mitra Advokat Justika akan mulai membantu pembuatan surat gugatan cerai Anda

Konsultasikan Dahulu Jika Belum Yakin

Anda bisa berkonsultasi dengan advokat terpercaya yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dengan seleksi yang ketat di Justika guna mendapatkan solusi atas permasalahan Anda melalui beberapa layanan berikut:

Konsultasi via Chat

Kini, konsultasi chat dengan advokat berpengalaman hanya mulai dari Rp 30.000 saja. Dengan harga tersebut Anda sudah bisa mendapatkan solusi permasalahan hukum Anda dengan cara menceritakan permasalahan yang dihadapi melalui kolom chat. Nantinya sistem akan mencari advokat guna membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Konsultasi via Telepon

Untuk permasalahan yang membutuhkan solusi lebih lanjut, Anda bisa memanfaatkan layanan konsultasi telepon mulai dari Rp 350.000 selama 30 menit atau Rp 560.000 selama 60 menit.

Konsultasi via Tatap Muka

Konsultasi tatap muka bisa dilakukan ketika Anda benar-benar membutuhkan saran secara langsung dari advokat terpercaya untuk kasus yang lebih rumit. Hanya dengan Rp 2.200.000 saja, Anda sudah bisa bertemu secara langsung selama 2 jam untuk bertanya lebih dalam hingga menunjukkan dokumen-dokumen yang relevan untuk membantu permasalahan Anda.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.