Perceraian biasanya terjadi ketika salah satu atau kedua pasangan sudah tidak bisa lagi mempertahankan rumah tangganya. Untuk itu perceraian bisa saja terjadi baik dari suami yang menjatuhkan talak atau pihak istri yang ingin mengajukan gugatan cerai. Namun bisakah istri minta cerai karena tidak bahagia?

Bisakah Istri Minta Cerai Karena Tidak Bahagia Menurut Islam

Perceraian berdasarkan Islam, suami yang merasa dirugikan dengan perilaku istri, maka diperbolehkan untuk melakukan talak. Hal ini juga sama dengan istri yang merasa dirugikan dengan perilaku suami juga bisa mengajukan gugatan cerai atau dinamakan rapak cerai.

Rapak cerai tersebut merupakan gugatan cerai yang dilakukan oleh istri pada suami. Dalam hal ini juga termasuk untuk istri minta cerai karena tidak bahagia. Jadi bisa dikatakan mengenai bisakah istri minta cerai karena tidak bahagia, jawabannya adalah iya.

Berdasarkan Ibnu Qudamah, jika istri tidak merasa bahagia dengan suaminya, maka istri minta cerai karena tidak bahagia diperbolehkan. Hal ini karena dikhawatirkan istri tidak bisa memenuhi kewajibannya sebagai istri.

Hukum Istri Minta Cerai Karena Tidak Bahagia dalam Islam

Tujuan pernikahan adalah untuk mencapai tujuan bersama dengan pasangan. Jadi jika salah satu pasangan ada yang merasa tidak bahagia, maka bisa mengajukan gugatan cerai kepada pengadilan Agama.

Dalam Islam, hukum istri minta cerai karena tidak bahagia adalah diperbolehkan. Akan tetapi harus dengan syarat dan alasan yang jelas. Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas terkait istri Tsabit bin Qais mendatangi Rasulullah SAW dan berkata :

“Wahai, Rasulullah, Aku tidak mencela Tsabut bin Qais pada akhlak dan agamanya, akan tetapi aku takut berbuat kufur dalam islam.”

Maka Nabi Muhammad SAW berkata :”Apakah engkau mau mengembalikan kepadanya kebunnya”. Ia menjawab :”Iya, Rasululullah SAW”. Lalu Rasulullah SAW berkata kembali:”Ambillah kebunnya dan ceraikanlah dia.” (HR. Bukhori). Akan tetapi perlu Anda ketahui juga, bahwa hukum istri minta cerai karena tidak bahagia juga bisa haram jika tanpa alasan syar’i.

Hal ini berdasarkan pada sebuah hadits yang berisi : “Siapa saja perempuan yang meminta (menuntut) cerai kepada suaminya tanpa alasan yang dibenarkan, maka diharamkan bau surge atas perempuan tersebut.” (HR. Abu Dawud, Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Dari hadits di atas dapat disimpulkan istri minta cerai karena tidak bahagia diperbolehkan baik dalam hukum islam maupun aturan negara. Hal ini karena dikhawatirkan istri tidak dapat memenuhi kewajibannya sebagai istri yang justru mendatangkan dosa.

Alasan Istri Minta Cerai

Nantinya dalam proses perceraian walaupun alasan mengapa proses perceraian lama, istri yang menginginkan perceraian harus memberikan alasan mengapa ia ingin bercerai. Berikut adalah beberapa alasan yang bisa digunakan ketika ingin mengajukan gugatan cerai.

1. Suami yang merendahkan istri

Alasan yang satu ini bisa seperti suami yang melaknat, memukul, hingga mencela istri walaupun tidak dilakukan secara berulang. Terutama jika suami melakukan KDRT tanpa sebab syar’i yang mengharuskan untuk dilakukan hal tersebut.

Untuk itu istri diperbolehkan untuk meminta cerai ketika suami jelas melakukan kekerasan seperti adanya bekas pukulan walaupun tanpa ada saksi.

2. Suami tidak bisa memenuhi hak istri

Hak istri yang dimaksudkan disini seperti hak untuk diberi nafkah, diberi tempat tinggal yang layak dan digauli dengan baik. Hal ini juga termasuk jika suami pelit dan perhitungan ketika memberikan nafkah pada istri.

3. Suami memiliki penyakit berbahaya

Suami yang memiliki penyakit berbahaya seperti penyakit menular, atau yang lainnya , Anda juga bisa meminta hak untuk cerai.

4. Suami pergi dalam jangka waktu yang lama

Suami yang meninggalkan istri tanpa kabar kurang lebih selama 6 bulan, maka akan ditakutkan menimbulkan fitnah yang terjadi pada istri. Untuk itu dalam hal ini istri diperbolehkan minta cerai karena tidak bahagia.

5. Suami Fasik

Satu lagi alasan yang diperboleh istri meminta cerai karena tidak bahagia adalah jika suaminya fasik. Jika istri sudah menasihati akan tetapi suami tidak berubah. Maka halal bagi istri untuk mengajukan gugatan cerai kepadanya. Sebab

Tujuan pernikahan adalah untuk menuju kebahagiaan bersama pasangan. Jika salah satu pihak ada yang tidak bahagia, maka tujuan pernihakan sudah gagal. Jadi jika ada istri minta cerai karena tidak bahagia maka hal tersebut diperbolehkan asalkan dengan alasan yang jelas.

Proses gugatan cerai yang dilakukan oleh istri bisa dalam bentuk khulu atau fasakh dengan persyaratan cerai pihak istri.

Gunakan Layanan Justika Untuk Mendapat Saran Hukum Tentang Perceraian

Perceraian memang permasalahan yang sangat rumit, tidak semua orang atau pasangan mampu menyelesaikan perceraian seorang diri. Dengan demikian, bantuan dan saran hukum sangat diperlukan agar permasalah perceraian terselesaikan dengan semestinya.

Justika bersama Advokat dan Pengacara Andal profesional, akan membantu Anda menangani kasus perceraian. Anda akan mendapatkan saran hukum langsung dari pengacara pilihan yang berpengalaman dalam bidang perceraian, melalui Layanan Perceraian Pengacara profesional Justika akan membantu Anda terkait semua permasalahan tentang perceraian Anda.

Konsultasikan Masalah Perceraian Melalui Justika

Dalam sebuah perceraian perlu ada alasan yang mendukung perceraian tersebut dikabulkan. Namun bagaimana dengan perceraian yang terjadi ketika istri merasa tidak bahagia? Untuk itu, Anda bisa berkonsultasi dengan advokat terpercaya yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dengan seleksi yang ketat di Justika guna mendapatkan solusi atas permasalahan Anda melalui beberapa layanan berbayar berikut:

Konsultasi via Chat

Kini, konsultasi chat dengan advokat berpengalaman hanya mulai dari Rp 30.000 saja. Dengan harga tersebut Anda sudah bisa mendapatkan solusi permasalahan hukum Anda dengan cara menceritakan permasalahan yang dihadapi melalui kolom chat. Nantinya sistem akan mencari advokat guna membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Konsultasi via Telepon

Untuk permasalahan yang membutuhkan solusi lebih lanjut, Anda bisa memanfaatkan layanan konsultasi telepon mulai dari Rp 350.000 selama 30 menit atau Rp 560.000 selama 60 menit.

Konsultasi via Tatap Muka

Konsultasi tatap muka bisa dilakukan ketika Anda benar-benar membutuhkan saran secara langsung dari advokat terpercaya untuk kasus yang lebih rumit. Hanya dengan Rp 2.200.000 saja, Anda sudah bisa bertemu secara langsung selama 2 jam untuk bertanya lebih dalam hingga menunjukkan dokumen-dokumen yang relevan untuk membantu permasalahan Anda.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.