Menutup tahun 2019 ini, dalam memperingati Hari Ibu yang bertepatan pada tanggal 22 Desember, Pak Erick Thohir dan Ibu Sri Mulyani sama-sama ingin membuat lingkungan kerja profesional yang aman untuk perempuan.

Hal ini berlandaskan data dari Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan pada tahun 2019 ini, kantor menjadi tempat yang tidak aman untuk pekerja perempuan karena rentan mendapat tindak pelecehan. Disamping data tersebut, akun media sosial Justika juga cukup sering mendapat pesan yang berisikan usulan pembahasan tentang upaya hukum bila mengalami pelecehan seksual.

Begitu pula para mitra advokat Justika, juga sering mendapat curhatan hukum dari para penelepon yang berkonsultasi tentang masalah pelecehan di tempat kerja dan lingkungan terdekat. Mungkin dulu semasa kecil kita pernah mendengar pepatah yang mengatakan bahwa “Diam itu emas” tapi untuk menghadapi dan memutus rantai tindak pelecehan, diam tidak lagi menjadi emas.

Kita harus berani untuk berbicara, jika berada dalam situasi yang tidak menyenangkan, menyudutkan dan mengancam. Kamu harus berani agar tindak pelecehan sekecil apapun tidak dianggap sebagai hal yang biasa.

Karena pada dasarnya, banyak pelaku terutama dalam lingkungan kerja yang tidak sadar bahwa yang dilakukannya termasuk dalam tindak pelecehan. Seperti, bercanda yang berbau seksual dan perilaku menggoda/catcalling.

Jangan biarkan hal ini berlalu seakan tidak terjadi apa-apa. Tunjukan kepada pelaku bahwa kita tidak suka dan tidak nyaman diperlakukan seperti itu. Memang ada nilai-nilai sosial yang mengikat perempuan dalam ruang publik, sehingga terkadang membatasi ruang gerak.

Begitupun ketika terjadi tindak pelecehan, perempuan kerap kali takut berbicara. Memang untuk tindak pelecahan kita harus berbicara pada orang yang benar-benar dipercaya, ceritakan semuanya lalu mulai bergerak untuk mengadukan kepada atasan kamu secara bertahap.

Tetapi, banyak juga korban yang memilih untuk tidak bercerita sama sekali, karena merasa takut untuk disudutkan, disalahkan oleh lingkungan dan enggan menjadi sorotan.

Itulah pentingnya mengapa tidak boleh memandang wanita hanya sebagai objek. Perlakukanlah wanita selayaknya memperlakukan ibu sendiri. Kita pun pasti tidak ingin jika tindak pelecehan terjadi kepada kerabat dekat.

Posisi dan peran ibu sangatlah penting dalam kondisi sulit seperti ini, keterbukaan di dalam rumah bisa menjadi menolong untuk seseorang mudah berbagi dan meceritakan pengalaman yang baik atau buruk.

Ayo kumpulkan keberanian untuk melawan tindak pelecehan, sambal terus berucap kepada diri sendiri “saya berani.”

Jika masih merasa ragu untuk bercerita, atau justru memiliki teman atau atasan yang telah dilecehkan, segera pilih advokat-advokat di www.justika.com, di sana kita bisa curhat kepada mereka dan mendapatkan info langkah hukum apa saja yang dapat diambil jika mendapatkan tindak pelecehan di tempat kerja.