Banyak terjadi ketika ada pertengkaran dalam rumah tangga, menyebabkan seseorang suami pergi dari rumah. Untuk itu perlu diketahui mengenai hukum suami pergi dari rumah ketika bertengkar.

Hukum Suami Pergi Dari Rumah Ketika Bertengkar

Ada banyak sekali hal yang mendasari seseorang memutuskan untuk melakukan perceraian. Jika dalam hukum yang berlaku, sebuah perceraian hanya bisa terjadi ketika seseorang menjatuhkan talak atau gugatan cerai dan dilakukannya didepan sidang pengadilan agama atau pengadilan negeri.

Salah satu alasan terjadinya perceraian adalah dikarenakan adanya salah satu pihak yang meninggalkan pihak lain secara berturut-turut selama 2 tahun tanpa adanya izin dan juga alasan yang sah atau adanya alasan lain diluar kemampuan tersebut.

Lalu bagaimana dengan hukum suami pergi dari rumah ketika bertengkar. Apakah hal tersebut bisa membuat sebuah status pernikahan menjadi cerai?

Berdasarkan Pasal 115 KHI, pernikahan tersebut masih dianggap ada sebelum adanya putusan cerai yang dilakukan di pengadilan agama.

Namun hukum suami pergi dari rumah ketika bertengkar tersebut bisa digunakan sebagai alasan melakukan gugatan cerai. Anda bisa menggunakan alasan bahwa suami pergi dari rumah selama 2 tahun berturut-turut tanpa alasan sah dan izin atau juga bisa menggunakan alasan bahwa suami melanggar taklik talak.

Hukum suami meninggalkan rumah ketika bertengkar tersebut juga perlu ada kejelasan mengenai apakah suami menyebutkan kata-kata yang bermakna talak atau tidak.

Dalam islam sendiri hukum suami pergi dari rumah ketika bertengkar diperbolehkan namun dengan tujuan untuk meredam amarah. Diharapkan setelah pergi dari rumah tersebut, ada solusi atau permasalahan yang terjadi bisa diselesaikan dengan baik.

Selain itu ada beberapa alasan atau sebab suami meninggalkan rumah seperti:

1. Meninggalkan rumah karena udzur

Udzur yang dimaksudkan adalah hukum suami meninggalkan rumah karena mencari nafkah atau untuk memenuhi kebutuhan lain. Jika sebabnya dikarenakan udzur, maka istri tidak memiliki hak untuk melarang suaminya pergi. Jika istri merasa keberatan, maka diperbolehkan untuk cerai. Suami juga diperbolehkan melepaskan istrinya jika perbuatannya meninggalkan rumah bisa membahayakan istrinya karena tidak ada suami yang menjaga.

2. Meninggalkan rumah bukan karena udzur

Sedangkan mengenai hukum suami kabur dari rumah tanpa adanya udzur, maka istri diperbolehkan menuntut agar suami segera pulang. Rentang waktu atau batas maksimal seorang suami meninggalkan istrinya adalah 6 bulan.

Suami Kabur Dari Rumah Saat Bertengkar, Bisakah Dianggap Talak?

Suami yang kabur dari rumah bisa saja sedang ingin menenangkan diri atau menurunkan emosinya agar tidak melakukan tindakan yang tidak diinginkan. Namun terkadang menjadi pertanyaan apakah suami yang pergi dari rumah berarti melakukan talak?

Berdasarkan Pasal 115 KHI, perceraian hanya bisa terjadi di depan pengadilan agama atau sidang perceraian. Sehingga bila suami pergi dari rumah tanpa mengucapkan kata-kata talak, maka pernikahan tersebut masih bisa dikatakan belum putus.

Akan tetapi ketika terucap kata-kata yang mengandung talak, maka secara agama Anda sudah diceraikan oleh suami. Namun secara hukum negara yang berlaku harus tetap melakukan sidang perceraian di Pengadilan Agama.

Bagaimana Menghadapi Suami Yang Kabur Dari Rumah

Lalu bagaimana dengan cara menghadapi suami yang pergi dari rumah? Seorang istri penting untuk tahu karakter atau perilaku suami dan juga alasan mengapa ia pergi dari rumah ketika bertengkar. Ketika suami pergi dari rumah ketika bertengkar maka bisa jadi bahwa ia masih belum siap untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Padahal yang dibutuhkan ketika terjadi permasalahan adalah adanya solusi atau penyelesaian. Jadi akan lebih baik jika istri memberikan waktu pada suami untuk meredam amarahnya. Setelah itu, coba temukan waktu yang tepat kapan untuk berdiskusi mengenai permasalahan tersebut pada saat emosi kedua belah pihak sudah stabil.

Demikian adalah artikel mengenai hukum suami pergi dari rumah ketika bertengkar yang perlu Anda ketahui.

Konsultasikan Dengan Justika Mengenai Masalah Suami yang Pergi Dari Rumah

Tidak semua suami yang pergi dari rumah secara langsung berarti memutuskan perceraian. Untuk itu, Justika menyediakan layanan bagi Anda untuk mendapatkan nasihat hukum yang spesifik dengan para Mitra Advokat profesional, di antaranya:

Layanan Konsultasi Chat

Konsultasi hukum kini lebih mudah dan terjangkau hanya dengan Rp. 30.000 menggunakan layanan konsultasi chat dari Justika. Kunjungi laman ini dan ketik permasalahan hukum yang ingin ditanyakan pada kolom chat. Selanjutnya Anda bisa melakukan pembayaran sesuai dengan instruksi. Tunggu sesaat dan sistem akan segera mencarikan konsultan hukum yang sesuai dengan permasalahan Anda.

Layanan Konsultasi via Telepon

Apabila fitur chat tidak mengakomodir kebutuhan, Anda bisa memanfaatkan layanan konsultasi via telepon dari Justika. Dengan layanan ini, Anda bisa mengobrol dengan Mitra Konsultan Hukum dengan lebih mudah dan efektif melalui telepon selama 30 hanya dengan Rp. 350.000 atau Rp. 560.000 selama 60 menit (sesuai pilihan Anda), untuk berdiskusi lebih detail mengenai permasalahan hukum yang dialami.

Layanan Konsultasi Tatap Muka

Ingin berdiskusi lebih lanjut? Tenang, Anda juga dapat berkonsultasi secara langsung dengan para Mitra Advokat Justika secara lebih leluasa lewat layanan Konsultasi Tatap Muka. Adapun lama diskusi sekitar 2 jam hanya dengan Rp. 2.200.000 saja (dapat lebih apabila Mitra Advokat bersedia). Dengan biaya tersebut, Anda dapat bercerita, mengajukan pertanyaan secara lebih bebas dan mendalam, termasuk menunjukan dokumen-dokumen yang relevan.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.