Seringkali muncul pertanyaan bolehkah menuntut cerai karena suami berpoligami? Tentu saja Islam membahas dengan jelas perihal hal ini? Semuanya pasti tahu kalau poligami menjadi salah satu syariat di dalam agama Islam.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Alquran kalau seorang muslim boleh menikah lebih dari satu kali dengan jumlah maksimal 4 istri. Namun hal ini tidak lantas membuat poligami menjadi hal yang mudah untuk dilakukan.

Ada banyak syarat poligami dalam Islam yang harus dipenuhi oleh seorang pria ketika hendak melakukannya. Lantas bagaimana dengan sikap seorang istri yang meminta untuk ditalak oleh suaminya ketika mendapati suaminya melakukan poligami?

Bolehkah Menuntut Cerai Karena Suami Berpoligami?

Ketika seorang suami melakukan poligami seorang Istri memang boleh menggugat cerai jika melihat dari undang-undang yang berlaku di negara ini. Namun apabila dilihat dari Syariat Islam, maka hal ini sama sekali tidak diperbolehkan.

Poligami bukan salah satu syarat yang bisa memenuhi hak istri untuk meminta talak dari suaminya. Ketika seorang istri merasa tertekan karena kondisi tersebut, biasanya akan dilakukan mediasi melalui Pengadilan Agama.

Hakim akan memberikan keputusan terbaik untuk menentukan kelanjutan dari rumah tangga pasangan tersebut. Gugatan cerai sendiri diajukan secara umum melalui pengadilan agama di wilayah masing-masing.

Syarat Untuk Istri yang Menuntut Cerai

Di dalam Islam, ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi oleh seorang istri ketika mereka melayangkan gugatan cerai kepada suaminya. Aspek penting ini sendiri harus dipenuhi sebelum gugatan itu diajukan. Berikut ini poin-poinnya

1. Suami Membenci Istri Namun Enggan Memberikan Talak

Pertama yang memperbolehkan seorang istri untuk menuntut cerai kepada suaminya adalah ketika suami sudah membencinya. Namun meskipun sudah membencinya suami tidak mau menceraikan istrinya tersebut. Jika Anda bertanya bolehkah menuntut cerai karena suami berpoligami dalam kondisi seperti ini, maka jawabannya adalah boleh.

2. Suami Menyakiti Istri

Kondisi lain yang memperbolehkan seorang istri untuk menuntut cerai kepada suaminya adalah ketika seorang suami suka memukul atau menghina kehormatannya. Dalam kondisi seperti ini istri boleh menuntut cerai dan hal ini sama sekali tidak menyalahi syariat.

3. Suami Melakukan Dosa Besar

Kondisi lain yang memungkinkan seorang istri untuk menuntut kepada suaminya adalah ketika suaminya tersebut senantiasa melakukan dosa besar dan tidak mau bertobat. Jadi ketika suami enggan untuk melakukan salat, sering minum khamr, berjudi atau berzina, maka istri boleh meminta talak.

4. Hak Istri Tidak Dipenuhi

Lantas bolehkah menuntut cerai karena suami berpoligami dan tidak memenuhi kebutuhan istrinya? Maka hal ini juga diperbolehkan secara syariat, bukan karena poligaminya, tapi karena tidak adanya nafkah yang diberikan.

Ketika seorang suami tidak memenuhi hak-hak yang seharusnya dimiliki oleh istri seperti nafkah, membelikan pakaian dan kebutuhan primer lainnya, maka istri boleh meminta cerai kepada suaminya tersebut.

5. Suami Tidak Bisa Menggauli Istrinya dengan Baik

Kondisi lain yang membolehkan seorang istri untuk menuntut cerai adalah ketika suami tidak bisa melakukan hubungan biologis sebagaimana umumnya. Hal ini juga bisa dipicu oleh banyak hal dari mulai akibat cacat, penyakit atau karena lebih condong kepada istri yang lain.

6. Istri Tidak Mampu Memenuhi Kebutuhan Suami

Kondisi lain yang membolehkan istri untuk meminta talak kepada suaminya adalah ketika seorang istri sama sekali tidak membenci suaminya namun dia ketakutan tidak bisa memenuhi kebutuhan suaminya tersebut.

Lalu kemudian istri tersebut takut terjerumus dalam perbuatan dosa. Kondisi seperti ini memperbolehkan seorang istri untuk meminta ridho dari suami agar menalaknya. Kondisi seperti ini jauh lebih baik daripada memaksakan rumah tangga yang memicu pada dosa.

7. Ketika Seorang Istri Membenci Suaminya

Bolehkah menuntut cerai karena suami berpoligami dan membencinya? Hal ini diperbolehkan, namun alasan benci tersebut bukan karena poligami atau agama dan akhlaknya yang buruk. perceraian hanya boleh dilakukan jika istri membenci suami akibat kekurangan pada fisiknya.

Dalam kondisi seperti ini, seorang istri berhak untuk melakukan permohonan cerai kepada suaminya. Namun tetap saja keputusan ada di tangan suami. Seorang istri hanya bisa meminta, bukan untuk memutuskan.Dengan merujuk pada poin-poin di atas, istri tetap bisa mengajukan permintaan talak kepada suaminya meskipun suami melakukan cara poligami yang sah. Jadi ketika Anda bertanya bolehkah menuntut cerai karena suami berpoligami? Jawabannya ada pada poin-poin di atas.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.