Kini jangan lagi keliru tentang perbedaan CV dan PT yang kerap kita dengar sebagai badan hukum suatu usaha. Dari segi persyaratan pengajuan legalitas, keduanya menetapkan syarat berbeda sehingga status dan kedudukannya ke depan juga tidak sama.

Mari main tebak-tebakan, mayoritas manusia tahu bahwa perusahaan itu berbentuk PT (Perseroan Terbatas). Padahal, bentuk usaha itu ada banyak, tidak hanya hanya PT saja.

Perbedaan CV Dan PT

Detail mengenai perbedaan antara kedua badan hukum usaha di atas akan kami perjelas dalam pembagian poin-poin berikut ini. Berbagai poin perbedaan tersebut terangkum jelas melalui detail berikut:

Bentuk Perusahaan

Kedudukan PT telah jelas statusnya sebagai badan usaha di bawah naungan badan hukum tertentu. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007 tentang PT  sebagai landasan baku pendiriannya.

Sementara itu Commanditaire Vennootschap atau CV merupakan badan usaha yang bukan merupakan badan hukum tertentu, jadi tidak ada ketentuan perundang-undangan yang mengatur pendiriannya. Hanya pendaftarannya saja yang diatur dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 17 Tahun 2018.

Ketentuan Pendiriannya

Untuk proses pendiriannya, PT hanya membutuhkan sebanyak dua  orang warga negara Indonesia asli sebagai founder. Namun jika dalam operasionalnya melibatkan PMA atau pemberi modal asing maka diizinkan cukup satu orang saja sebagai salah satu elemennya.

Sementara itu CV hanya membolehkan minimal dua orang  dimana mereka harus merupakan wajib merupakan warga negara Indonesia. Di luar dari warga negara Indonesia, seperti warga negara asing maka tidak diizinkan mendirikan CV.

Penamaan Perusahaannya

Bagi pelaku usaha yang ingin mendaftarkan bisnisnya dalam bentuk PT harus segera mengurus permohonan. Karena secara hukum, nama usaha tidak boleh sama dengan nama usaha lain yang sudah lebih dahulu sah terdaftar.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2011 tentang Tata Cara Pengajuan dan Pemakaian Nama Perseroan Terbatas, disebutkan bahwa persyaratan nama PT adalah sebagai berikut:

  1. ditulis dengan huruf latin;
  2. belum dipakai secara sah oleh CV, Firma, dan Persekutuan Perdata lain dalam Sistem Administrasi Badan Usaha;
  3. tidak bertentangan dengan ketertiban umum dan/atau kesusilaan;
  4. tidak sama atau tidak mirip dengan nama lembaga negara, lembaga pemerintah, atau lembaga internasional kecuali mendapat izin dari lembaga yang bersangkutan;
  5. tidak terdiri atas angka atau rangkaian angka, huruf, atau rangkaian huruf yang tidak membentuk kata;
  6. tidak mempunyai arti sebagai Perseroan, badan hukum, atau persekutuan perdata;
  7. tidak hanya menggunakan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha akan digunakan sebagai bagian dari Nama Perseroan; dan
  8. sesuai dengan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan, dalam hal maksud dan tujuan serta kegiatan usaha akan digunakan sebagai bagian dari Nama Perseroan.

Sedangkan, nama CV diatur dalam Peraturan Menkumham Nomor 17 Tahun 2018 khususnya dalam Pasal 5. Ketentuannya adalah sebagai berikut:

  1. ditulis dengan huruf latin;
  2. belum dipakai secara sah oleh CV, Firma, dan Persekutuan Perdata lain dalam Sistem Administrasi Badan Usaha;
  3. tidak bertentangan dengan ketertiban umum dan/atau kesusilaan;
  4. tidak sama atau tidak mirip dengan nama lembaga negara, lembaga pemerintah, atau lembaga internasional kecuali mendapat izin dari lembaga yang bersangkutan; dan
  5. tidak terdiri atas angka atau rangkaian angka, huruf, atau rangkaian huruf yang tidak membentuk kata.

Berdasarkan Pasal 109 angka 3 UU Cipta Kerja, ketentuan modal dasar PT sudah dihapus yang semula sebesar Rp 50.000.000, saat ini besarannya ditentukan berdasarkan keputusan pendiri PT.

Namun perlu diingat bahwa PT yang bergerak di kegiatan usaha tertentu tetap wajib mengikuti ketentuan modal dasar yang telah ditentukan peraturan perundang-undangan yang relevan, seperti contoh perusahaan asuransi dan perbankan.

Sementara itu, CV tidak ada ketentuan yang mengatur mengenai  jumlah minimal modal yang diperlukan untuk operasional bisnis. Asalkan terdapat  dua orang WNI saja sudah cukup memenuhi syarat. Tidak ada sistem kepemilikan saham dalam CV.

Untuk pelaksanaan PT, karena modal dibagi ke dalam persentase saham maka semakin besar persentase sahamnya semakin besar pengaruhnya dalam operasional bisnis. Semakin besar juga keuntungan didapatkan ketika harga saham sedang naik.

Kepengurusan

Struktur organisasi PT secara resmi sekurang-kurangnya terdapat dua orang terdiri dari direksi dan komisaris. Apabila bentuknya perusahaan terbuka, perusahaan yang menghimpun dan/atau mengelola dana masyarakat atau menerbitkan surat pengakuan utang kepada masyarakat maka maka membutuhkan minimal dua anggota direksi.

Berbeda dengan CV, dalam kepengurusannya tidak membutuhkan direksi maupun komisaris. Namun, diharuskan ada dua orang dimana salah satu sebagai sekutu aktif dan lainnya sebagai sekutu pasif.

Perbedaan antara sekutu aktif dengan pasif terletak pada tindakan kepengurusannya dalam CV. Untuk persero aktif, tidak hanya hanya berperan dalam memberikan modal, tapi juga menjalankan kegiatan operasional CV tersebut. Sementara sekutu pasif hanya memiliki bertanggung jawab sebesar modal yang diberikan dan tidak melakukan kepengurusan CV.

Kegiatan Usaha

Hadir dengan proses yang lebih rumit, maka ruang bisnis PT jauh lebih luas dibandingkan CV. Bidang apapun dapat dijalankan, sesuai dengan tujuan awal pendirian badan hukum bisnis tersebut, asalkan tidak dilarang menurut hukum Indonesia

Sementara untuk para kegiatan usaha CV jauh lebih terbatas untuk beberapa bidang saja, seperti jasa, percetakan, perindustrian, perdagangan, pertanian, dan perbengkelan.

Tidak heran jika kegiatan usaha PT jauh lebih leluasa karena badan hukumnya sudah jelas. Selain itu, naungan PT juga jauh terkesan lebih profesional dan siap menerima risiko lebih besar dibandingkan dengan CV.

Proses Pendiriannya

Proses pendirian PT bisa membutuhkan waktu sangat lama,, tergantung pada proses yang dilaluinya nanti. Lama waktu proses ini bergantung pada a setiap pemohon.

Namun, salah satu yang membuat prosesnya memakan waktu cukup panjang karena pendirian PT membutuhkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM. Setelah akta pendirian dibuat maka notaris akan mengajukan pengesahannya kepada Kementerian Hukum dan HAM, kemudiaan saat Surat Keputusan telah diterbitkan maka PT telah diakui oleh negara sebagai badan hukum.

Jangan mengira untuk mendirikan CV tidak membutuhkan keterlibatan pihak lain. Meskipun tidak melibatkan Kementerian Hukum dan HAM, namun untuk mengurus izin CV,  juga membutuhkan biaya Permohonan pendaftaran CV ini dilakukan melalui Sistem Administrasi Badan Usaha secara online.

Secara pendanaan, poin perbedaan CV dan PT yakni tidak mematok jumlah minimal modal, jadi seratus ribu juga bisa asalkan usahanya jalan. Selain itu, untuk CV dapat disahkan tidak membutuhkan waktu yang lama seperti PT.

Jenis Perusahaan yang Tepat Menggunakan PT

Saat membuka usaha, tentu Anda berpikir mengenai masa depan bisnis tersebut.. Jika memang mendukung maka bisa mengajukan pengesahan berbadan hukum, seperti membentuk PT.

Ke depannya bukan tidak mungkin bahwa PT yang didirikan g dapat sukses hingga menjadi bisnis besar. Tapi, sebelum lebih jauh bermimpi, mari kenali dulu apa saja syarat membentuk perseroan terbatas.

Syarat wajib ketika mengajukan permohonan suatu menjadi PT dapat ditelaah dari sini. Ini adalah syarat membuat perusahaan badan hukum PT. Berikut ini perbedaan CV dan PT:

  1. Setelah disahkannya UU Cipta Kerja, modal dasar suatu PT berubah menjadi sesuai kesepakatan dari pendiri perseroan, kecuali beberapa sektor kegiatan usaha.
  2. Perusahaan setidaknya dibangun oleh dua orang, dimana salah satu bertindak sebagai direktur dan lainnya berperan sebagai komisaris.
  3. Melalui proses pengesahan secara hukum oleh Menteri Hukum dan HAM Indonesia.
  4. Mampu melakukan modal disetor sebanyak 25% dari total modal dasar.
  5. Memiliki daftar nama pemegang saham dan hanya diperkenankan bagi warga negara Indonesia saja.

Apabila bisnis Anda i telah memenuhi berbagai syarat tersebut maka tidak perlu menunggu lama untuk mengajukan permohonan izin PT.

Jangan lupa ketika secara sah sudah dikabulkan permohonan izinnya maka sertakan istilah PT sebelum nama bisnis. Hal ini juga sebagai pembeda antara bisnis belum atau sudah berbadan hukum.

Jenis Perusahaan yang Tepat Menggunakan CV

Berbeda dengan PT, CV memang tidak melalui serangkaian proses rumit. Namun, keberadaannya tidak bisa juga disepelekan.

Perbedaan CV dan PT berdasarkan persyaratan pengajuannya dapat ditelaah dari pembahasan di bawah ini. Syarat-syarat nya  meliputi:

  1. Tidak perlu ada pemegang saham maupun direksi, cukup disertai dengan minimal dua orang saja. Salah satu bertindak sebagai sekutu aktif serta lainnya bertindak sebagai sekutu pasif.
  2. Wajib memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) terpisah dari pemilik sesuai domisili CV yang bersangkutan.
  3. Wajib memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sesuai dengan kegiatan usaha yang terdapat di akta pendirian melalui sistem OSS.
  4. Memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT) yang diterbitkan oleh Kementerian Hukum dan HAM.

Berdasarkan berbagai perbedaan CV dan PT, setiap pelaku usaha bisa mengajukan izin badan usaha sesuai kebutuhan dan skala kegiatan usaha yang dimilikinya, yang terpenting adalah CV ataupun PT tersebut harus terdaftar dengan mengajukan permohonan ke Kementerian yang berwenang agar terdaftar dan diakui oleh negara.

Alasan CV Lebih Banyak Dipilih Ketimbang PT

Meskipun legalitas PT jauh lebih menjanjikan, namun ternyata pada praktiknya pendirian CV memiliki lebih banyak peminat. Tentu ada banyak alasan kenapa akhirnya para pelaku bisnis lebih menjatuhkan hati pada CV.

Setiap pelaku usaha memiliki tujuan tersendiri sampai akhirnya menentukan payung bisnis sesuai tujuannya. Jika pelaku bisnis cenderung memilih CV salah satu alasannya tidak ingin repot dan menghabiskan waktu. Beberapa alasan lainnya, yaitu:

  1. CV dalam pembentukannya tidak terpatok pada minimal modal, berapapun dana yang dimiliki pelaku usaha tetap bisa mengajukan permohonan pendirian CV.
  2. Pengambilan keputusan dalam operasional perusahaan jauh lebih cepat dibandingkan PT. Dalam operasionalnya, jenis bisnis ini tidak membutuhkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk mengambil suatu tindakan tertentu.
  3. Sistem perpajakan juga jauh lebih sederhana seiring dengan operasional dan sistem keuangan yang juga tidak rumit.

Atas alasan tersebut akhirnya banyak pelaku usaha memilih jalan lebih sederhana sambil menilai potensi bisnisnya.. Namun, dengan skala lebih kecil dari PT, CV juga tidak kalah menjanjikan.

Banyak detail perbedaan CV dan PT sudah dijelaskan secara  berdasarkan beberapa peraturan perundang-undangan seperti UU dan PP. Pada intinya baik CV maupun PT memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing dan pelaku usaha dapat memilih sesuai dengan kebutuhannya.

Kelebihan PT Dibanding CV

Memiliki kedudukan secara sah di mata hukum sebagai badan hukum, sudah tidak perlu diragukan apabila PT memiliki keunggulan dibandingkan CV. Namun, kembali semua pilihan menjadi keputusan para pelaku usaha.

Tetapi, dalam hal ini jika Anda penasaran apa saja kelebihan PT, maka berikut merupakan beberapa keunggulannya:

Tidak Melibatkan Aset Pribadi

PT adalah jenis badan usaha berbadan hukum dimana aturannya jelas membatasi antara aset perusahaan dengan aset pribadi. Hal mendasar sebagai perbedaan CV dan PT yaitu pemegang saham bertanggung jawab sebatas saham yang dimiliki.

Porsi saham masing-masing pemegang saham akan tertulis dalam akta pendirian.Apabila suatu hari perlu tindakan lebih lanjut maka tidak akan melibatkan harta pribadi, kecuali terbukti melakukan tindakan melawan hukum atau dengan itikad buruk memanfaatkan PT untuk kepentingan pribadi.

Pengalihan Kepemilikan Saham Mudah

Keseluruhan modal dalam PT terbagi ke dalam porsi saham yang nilainya berbeda-beda sesuai yang dikeluarkan masing-masing pemegang saham. Dalam hal ini, ketika ada perubahan persentase saham maka mudah untuk melakukan pengalihan kepemilikan.

Hal tersebut  tidak akan ditemukan ketika mendirikan CV karena penanaman modal pada jenis usaha tersebut tidak terbagi ke dalam saham-saham. Detail penting seperti ini kemudian menjadi poin perbedaan CV dan PT.

Kredibilitas dan Profesionalitas Terjamin

Memiliki pengakuan sebagai badan hukum jelas bahwa kredibilitas serta profesionalitas PT jauh lebih baik dibandingkan jenis badan usaha lain. Dalam pelaksanaannya saja operasional PT diatur sesuai dengan undang-undang.

Belum lagi ada peraturan pemerintah yang juga turut menjadi dasar hukum lebih lanjut untuk menjamin penyelenggaraan kegiatan. Meskipun prosesnya lebih rumit dan panjang, namun ketika permohonan pembentukan PT disetujui maka manfaatnya amat banyak.

Kesempatan Didanai Lebih Besar

Apabila dalam pelaksanaannya kemudian Anda membutuhkan suntikan dana lebih dari modal awal maka lebih mudah mendapatkan investor. Secara legalitas bisnis jelas maka investor juga tidak akan ragu untuk menggelontorkan sejumlah dana.

Poin penting perbedaan CV dan PT dari segi hukum dapat sangat menentukan masa depan pendanaan dari investor pada kemudian waktu. Namun, berurusan dengan investor artinya Anda siap membuat kontrak kerja sama berisi hak serta kewajiban kedua belah pihak.

Bidang Usaha Bisnis Beragam

Sesuai dengan Undang-undang PT yang berlaku bahwa ruang lingkup bidang bisnis PT jauh lebih banyak dibandingkan CV. Peluang ini membuka kesempatan sangat baik kepada para startup untuk berkembang semakin besar.

Apapun bidang usaha yang digeluti, asalkan persyaratan untuk menjadi PT terpenuhi maka bisa segera melakukan permohonan ke pihak yang berwenang. Berbagai penjelasan terkait perbedaan CV dan PT dapat menjadi referensi bagi Anda yang sedang berbisnis.

Contoh Surat Perjanjian Pendirian Persekutuan Perdata

contoh Surat Perjanjian Pendirian Persekutuan Perdata
Download PDF Download DOC

Konsultasikan Permasalahan Bisnis Dengan Justika

Saat ini Anda dapat berkonsultasi dengan Mitra Advokat terkait permasalahan bisnis, dimana saja. Dengan menggunakan Layanan Bisnis Justika, Anda dapat berkonsultasi tanpa harus mendatangi Kantor Advokat.

Kenapa Justika? Justika merupakan platform konsultasi hukum terbaik dan terpercaya yang ada di Indonesia, dengan Mitra Advokat yang tergabung memiliki pengalaman lebih dari 5 (Lima) tahun. Khususnya dalam bidang bisnis, maka permasalahan Anda dapat dibantu dan diselesaikan secara profesional.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman Justika.