TIdak sedikit masyarakat yang belum memahami bagaimana cara untuk melakukan pendirian yayasan, padahal seperti yang kita tahu bahwa yayasan sangat membantu untuk kebutuhan masyarakat. Oleh sebab itu, untuk Anda yang berniat mendirikan yayasan berikut akan kami jelaskan prosedur pendiran yayasan.

Apa Itu Yayasan?

Sebelum membahas lebih jauh terkait bagaimana prosedur pendirian yayasan, ada baiknya Anda mengetahui pengertian dari yayasan itu sendiri. Yayasan merupakan sebuah badan hukum yang memiliki tujuan dalam bidang sosial, agama dan kemanusiaan. Pendirian yayasan harus memenuhi persyaratan formil yang telah ditentukan oleh undang-undang.

Dasar Hukum Pendirian Yayasan

Undang-undang yang mengatur secara khusus tentang yayasan, baru disahkan pada tahun 2021 dalam Undang-Undang No. 16 Tahun 2001 tentang yayasan. Dalam undang-undang tersebut diatur setiap hal yang berkaitan dengan yayasan, seperti prosedur pendirian yayasan, penyelesaian pembubaran yayasan hingga organ atau pihak yang terlibat dalam yayasan.

Maka dari itu untuk mendirikan sebuah yayasan tentunya harus mengikuti prosedur yang sesuai dengan undang-undang yayasan hingga dapat menjadi badan hukum.

Akan tetapi, saat ini peraturan mengenai yayasan telah diperbaharui, dan UU yayasan terbaru berisi banyak poin yang mengatur soal pendirian yayasan, dan banyak lagi. Mengetahui apa saja poin yang disampaikan di dalam ini sangat penting juga mengingat kebutuhan akan informasi baru selalu dibutuhkan. Apalagi, ini menyangkut UU yayasan.

Sebelum membahas terlalu jauh, apakah Anda mengenal apa itu yayasan secara umum? Ini merupakan badan hukum, yang sifatnya non-komersial. Artinya, mereka didirikan dengan tujuan formal untuk mengejar dan menunjang keberlangsungan bidang yang di tekuni.

Bukan semata-mata mencari keuntungan, tetapi lebih kepada membangun legalitas dan kredibilitas untuk aktivitasnya bisa berlangsung dengan baik. Dengan kebutuhan yang makin hari makin berbeda, maka terjadi banyak perubahan untuk cara mendirikan yayasan juga.

Lantas, terakhir pada Juni 2019, menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, mengeluarkan UU baru atau peraturan MENKUMHAM RI Nomor 13 tahun 2019. Ini sekaligus menjadi pembaharuan Permenkumham Nomor Tahun 2016 tentang Tata Cara Pengajuan Permohonan Pengesahan Badan Hukum Dan Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Serta Penyampaian Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Dan Perubahan Data Yayasan.

Tujuan Yayasan

Mengingat peran yayasan dimaksudkan untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat, maka yayasan memiliki tujuan tertentu dan tidak tertentu. Maksud dari tujuan tertentu disini yaitu yayasan akan mengutamakan hal seperti kegiatan tentang sosial, kemanusiaan dan keagamaan.

Syarat Pendirian Yayasan

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, yayasan sudah diatur di dalam undang-undang. Sehingga, pendirian yayasan ini dilakukan sesuai dengan ketentuan dan syarat yang berlaku. Berikut berbagai syarat untuk mendirikan yayasan, seperti:

1. Memisahkan harta kekayaan

Perlu diketahui, yayasan yang didirikan satu orang maupun lebih harus dilakukan pemisahan harta kekayaan serta menjadi kekayaan awal dari yayasan tersebut. Oleh sebab itu, sebelum pengajuan permohonan pendirian yayasan, Anda harus menyiapkan dokumen ini.

2. Dilakukan melalui akta notaris

Dalam UU yayasan terbaru, dalam pendirian yayasan juga harus dilakukan melalui akta notaris serta dibuat dengan mempergunakan bahasa Indonesia.

3. Memiliki struktur organisasi yang jelas

Di dalam yayasan juga harus terdapat struktur organisasi yang jelas. Struktur organisasi ini terdiri dari Pengurus, Pembina serta Pengawas. Sehingga, sebelum mendirikan yayasan, alangkah lebih baik Anda sudah merangkai struktur organisasi ini terlebih dahulu.

4. Dibuat berdasarkan surat wasiat

Jika seseorang memiliki wasiat mendirikan yayasan, dan terdapat keterangan sah pada surat wasiat yang dimilikinya, pendirian yayasan dapat dilakukan.

5. Disahkan oleh menteri

Ketika pengajuan permohonan pendirian yayasan sudah dalam proses dan sudah selesai, nantinya yayasan akan memperoleh status badan hukum sesudah akta pendirian yayasan disahkan oleh menteri maupun pejabat yang sudah ditunjuk.

6. Nama tidak boleh sama dengan yayasan lain

Ini menjadi hal lain yang harus dicermati ketika akan mendirikan yayasan. Tidak sedikit contoh akta pendirian yayasan yang bertebaran di internet, biasanya di dalam contoh tersebut terdapat nama yayasan.

Jika Anda ingin menggunakan nama tersebut, dan ternyata sudah digunakan oleh yayasan lain, tentu saja ini tidak diperbolehkan. Yayasan tidak boleh mempergunakan nama yang sudah digunakan secara sah oleh atasan lain.

Dokumen yang Mesti Disiapkan Dalam mendirikan Notaris

Dalam UU yayasan terbaru, ketika ingin mendirikan yayasan, berbagai macam syarat harus dipenuhi. Jika sudah dipenuhi, Anda bisa menyiapkan berbagai macam berkas pendukung untuk pendirian yayasan ini. Berikut berbagai macam dokumen yang harus diketahui, antara lain:

  1. Berbagai macam dokumen yang nantinya harus diurus, seperti:
  • Akta pendirian yayasan yang berasal dari notaris
  • Surat keterangan domisili perusahaan yang berasal dari kecamatan serta kelurahan
  • Surat keterangan terdaftar dari kantor perpajakan
  • Surat keputusan kementerian Hukum dan HAM RI
  • Pengumuman di dalam lembaran Berita Negara RI yang berasal dari Perum Percetakan Negara
  • Tanda daftar yayasan yang berasal dari Dinas Sosial.

2. dokumen yang harus disiapkan

Saat akan mendirikan yayasan, ada berbagai macam dokumen yang harus disiapkan, seperti:

  • Nama yayasan
  • Jumlah kekayaan awal yang dimiliki oleh yayasan
  • Bukti modal atau aset yang menjadi dasar kekayaan awal yayasan
  • Fotocopy data diri para pendiri
  • Fotocopy data diri pembina, pengurus serta pengawas yayasan
  • Fotocopy NPWP pribadi ketua yayasan
  • Fotocopy bukti kantor. Fotocopy bukti kantor ini merupakan SPPT PBB atau surat perjanjian sewa antara pemilik bangunan dan yayasan sebagai penyewa
  • Surat pengantar RT serta RW yang sesuai dengan domisili yayasan
  • Berbagai syarat lain bila dibutuhkan.

Bila dokumen persyaratan tersebut belum ada, nantinya pendiri yayasan bisa segera mengurusnya, sehingga nantinya rencana kerja yayasan bisa secepat mungkin dilaksanakan.

Tahap tahap pendirian yayasan

Sebelum mengurus cara mendirikan yayasan dan perizinannya, ada berbagai macam tahap yang harus dilalui, seperti:

1. Pendirian

Tahap pertama yang harus dilalui ialah pendirian yayasan. Pendirian yayasan bisa dilakukan perorangan atau badan hukum dengan pemisahan kekayaan pendiri serta yayasan.

2. Pengesahan

Pengesahan status badan hukum. Jika sudah memperoleh akta pendirian, nantinya disahkan oleh menteri Hukum dan HAM.

3. Pengumuman

Terakhir proses pengumuman. Dalam akta pendirian yayasan juga terdapat tanggal pengumuman. Jika yayasan sudah berbadan hukum tentu saja harus diumumkan di dalam tambahan berita negara.

Prosedur Pendirian yayasan

Prosedur pendirian yayasan harus disesuaikan dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah, dan tidak dapat dilakukan sembarangan. Akan tetapi, prosedur yang telah ditetapkan Pemerintah tentu tidak sulit dan dapat dilakukan dengan mudah seperti cara berikut.

1. Perumusan Nama Yayasan

Hal yang pertama Anda perlu menyiapkan minimal 3 nama untuk yayasan tersebut, yang untuk satu nama utama dan dua nama sebagai nama cadangan apabila nama yayasan tersebut ditolak.

2. Penentuan Bidang Fokus Yayasan

Selanjutnya tentukan fokus yayasan tersebut dalam bidang apa saja, seperti bidang sosial, agama dan kemanusiaan.

3. Persiapan Administrasi

Dalam persiapan administrasi meliputi dokumen yang menjadi syarat pendirian yayasan, seperti fotokopi Kartu Tanda Penduduk dan struktur organisasi.

4. Persiapan Anggaran Dasar

Merumuskan anggaran dasar yayasan, biasanya dalam perumusan anggaran dasar ini meliputi pembahasan mengenai tujuan didirikannya yayasan serta jumlah kekayaan yayasan.

5. Pengajuan Pendirian Yayasan Oleh Notaris

Pendirian yayasan ini akan melibatkan notaris, sehingga pengajuan pendirian akan dilakukan oleh notaris kepada Departemen Hukum dan Ham/

6. Penandatanganan

Penandatangan disini merupakan penandatangan yang dilakukan oleh pendiri, pembina, ketua, sekretaris dan pengawas yayasan atas persetujuan pendirian yayasan. Penandatangan juga dilakukan dihadapan notaris.

7. Pengajuan Anggaran Dasar Oleh Notaris

Setelah perumusan mengenai anggaran dasar dilakukan dan telah mendapat kesepakatan perihal anggaran dasar, selanjutnya pengajuan anggaran dasar akan dilakukan oleh notaris kepada Departemen Hukum dan Ham

Mengenai aset atau modal awal pendirian yayasan untuk orang Indonesia sendiri modal awal pendirian yayasan harus Rp.10.000.000, dan yayasan yang dibentuk oleh orang asing modal awal Rp. 100.000.000.

Modal awal ini tidak selalu berbentuk uang, dapat juga berbentuk aset lain seperti properti dan peralatan yang dapat digunakan untuk operasional yayasan.

Berapa Lama Proses Pendirian Yayasan

Pendirian yayasan tidak memiliki syarat serta prosedur yang menyulitkan, sehingga dalam proses pendiriannya hanya memakan waktu yang cukup singkat yakni 3 hari kerja. Hal ini tentu akan menguntungkan untuk setiap pihak yang akan mendirikan sebuah yayasan. Proses dan prosedur yayasan yang cukup mudah dan singkat.

Adakah Kekayaan Minimal yang Di siapkan Sebelum Mendirikan Yayasan?

Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang yayasan, tidak dijelaskan secara eksplisit mengenai batas minimal kekayaan untuk mendirikan yayasan. Akan tetapi, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2008 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Tentang Yayasan, dijelaskan bahwa kekayaan awal yayasan senilai Rp. 10.000.000 untuk yayasan yang didirikan oleh orang Indonesia, dan Rp. 100.000.000 untuk yayasan yang didirikan oleh orang asing.

Kelebihan Yayasan

Sesuai dengan tujuan dari pembentukan yayasan, maka yayasan memiliki kelebihan dalam membantu masyarakat terutama dalam bidang sosial, agama dan kemanusian. Untuk bidang sosial yayasan tentu memberi keuntungan untuk masyarakat dengan mendirikan lembaga formal dan informal.

Untuk bidang keagamaan yayasan memiliki peran dan fungsi dalam masyarakat seperti mendirikan pondok pesantren, madrasah atau bahkan mengadakan kegiatan keagamaan lainnya.

Terakhir untuk bidang kemanusiaan yayasan memberikan keuntungan untuk masyarakat seperti tempat penampungan gelandangan dan panti asuhan. Hal ini tentu menjadi kelebihan dari yayasan yang mana, tujuan pendirian dari yayasan tidak berputar pada materi melainkan tujuan tertentu.

Kekurangan Yayasan

Selain kelebihan yang dimiliki yayasan, tentunya ada kekurangan juga yang dimiliki oleh yayasan. Bukan dari peran atau fungsi yayasan itu sendiri, melainkan dari hal pendanaan yayasan. Penerimaan pendanaan yayasan sangatlah terbatas, padahal jika dilihat dari segi dana untuk mendirikan yayasan memang membutuhkan biaya yang cukup besar.

Pada umumnya yayasan ini harus independen tanpa adanya kepentingan lain, sehingga pembina dan pengurus yayasan harus benar-benar mampu meraih pendanaan yang baik.

Baca juga: Memahami Pembubaran PT dan Teknis di Dalamnya

Konsultasikan Permasalahan Bisnis Dengan Justika

Saat ini Anda dapat berkonsultasi dengan Mitra Advokat terkait permasalahan bisnis, dimana saja. Dengan menggunakan Layanan Bisnis Justika, Anda dapat berkonsultasi tanpa harus mendatangi Kantor Advokat.

Kenapa Justika? Justika merupakan platform konsultasi hukum terbaik dan terpercaya yang ada di Indonesia, dengan Mitra Advokat yang tergabung memiliki pengalaman lebih dari 5 (Lima) tahun. Khususnya dalam bidang bisnis, maka permasalahan Anda dapat dibantu dan diselesaikan secara profesional.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman Justika.