Dalam sebuah bisnis, pastinya akan ada yang dinamakan resiko usaha dalam bisnis. Hal tersebut sudah menjadi hal yang wajar dan juga sebagai bentuk konsekuensi jika menjalankan bisnis. Dari resiko tersebut ada berbagai macam jenis atau bentuk resiko yang bisa dihadapi sebuah perusahaan.

Apa Itu Resiko Usaha

Resiko sendiri diambil dari bahasa Inggris yaitu “risk” yang berarti hambatan, kegagalan, kerugian atau bahaya. Jadi bisa dikatakan bahwa resiko usaha adalah suatu hambatan atau hal yang merugikan yang bisa terjadi kapan saja pada saat membangun sebuah usaha atau bisnis.

Dalam sebuah bisnis, memang adanya resiko bisa saja muncul kapan saja atau tidak terduga. Selain itu, munculnya berbagai macam resiko tersebut juga bisa terjadi dikarenakan adanya berbagai macam faktor yang muncul.

Misalnya dari faktor individu atau faktor karyawan. Untuk itu seorang pengusaha perlu tahu setidaknya resiko usaha dalam bisnis tersebut bisa berasal dari mana saja.

Jenis Resiko Perusahaan

Resiko yang didapatkan oleh sebuah perusahaan juga bisa tergantung pada berbagai macam jenis resiko yang timbul. Berikut adalah beberapa jenis resiko yang bisa saja terjadi pada perusahaan Anda.

1. Resiko pada perusahaan

Jenis resiko usaha dalam bisnis yang pertama adalah mengenai resiko perusahaan. Sebuah perusahaan yang sudah besar biasanya akan mendapatkan cukup banyak kerja sama dari berbagai macam jenis perusahaan lain. Hal ini nantinya juga membantu untuk mengembangkan perusahaan menjadi lebih besar.

Akan tetapi, membangun sebuah perusahaan tentunya juga harus tetap memperhatikan mengenai kualitas produk atau jasa yang dihasilkan. Sebuah resiko usaha yang bisa memberikan dampak buruk untuk perkembangan usaha bisa dikatakan sebagai resiko perusahaan. Sehingga perusahaan memang harus selalu menjaga kualitas dari hasil produk yang diperdagangkan. Dengan begitu pembeli tidak akan merasa kecewa.

2. Resiko pada keuangan

Resiko usaha dalam bisnis yang selanjutnya adalah mengenai resiko dalam bidang keuangan. Dalam menjalankan sebuah usaha, sudah pasti membutuhkan modal. Sedangkan untuk bisa meningkatkan kondisi keuangan, maka bisa dilakukan dengan mencari investor.

Resiko keuangan sendiri merupakan resiko yang nantinya akan berhubungan dengan jumlah penjualan yang menurun. Turunnya penjualan tersebut biasanya bisa disebabkan karena adanya kondisi pasar yang tidak menentu. Jadi bagi seorang pengusaha, penting untuk memikirkan cara guna meningkatkan produk penjualannya.

3. Resiko permodalan

Resiko permodalan terkadang bisa menjadi salah satu jenis resiko usaha dalam bisnis yang banyak terjadi. Resiko permodalan tersebut bisa terjadi dikarenakan adanya penjualan yang tidak juga meningkat sehingga akan menimbulkan kerugian.

Jika sebuah usaha secara terus menerus justru mengalami kerugian, maka juga akan sulit untuk mengembalikan modal dari para investor. Bahkan bisa saja modal yang ada tersebut justru habis sehingga bisa menyebabkan perusahaan yang harus ditutup karena tidak ada modal.

4. Resiko pada pasar

Dalam memulai sebuah usaha, maka penting untuk memperhatikan pasar. Hal tersebut karena pasar nantinya akan membantu untuk menentukan target konsumen yang ingin dituju.

Namun kondisi pasar tersebut juga selalu berubah-ubah seiring dengan perkembangan zaman. Jika sebuah usaha tidak bisa mengikuti perkembangan zaman, maka kemungkinan usaha yang dijalankan tertinggal sehingga kurang sesuai dengan kebutuhan pasar saat itu.

Jadi bisa disimpulkan, bahwa resiko usaha dalam bisnis dengan jenis resiko pasar ini merupakan adanya perkembangan zaman yang bisa dalam bentuk pelanggan, gaya hidup hingga produk baru yang lebih unggul.

5. Resiko operasional

Jenis resiko usaha dalam bisnis yang terakhir merupakan resiko operasional. Beberapa hal yang dimaksudkan dengan operasional seperti SDM, penerapan kebijakan, cara untuk memproduksi, dan beberapa hal lainnya. Secara lebih singkat, operasional berarti merupakan bagian yang nantinya akan mengembangkan usahanya menjadi lebih maju.

Resiko operasional sendiri merupakan resiko yang bisa muncul dikarenakan pada setiap bagian usahanya tidak menjalankan peran dan fungsinya masing-masing dengan baik. Resiko operasional tersebut bisa terjadi dikarenakan adanya beberapa hal juga seperti masalah SDM, tidak ada inovasi produk, salah ketika mengambil keputusan dan lainnya.

Faktor Resiko Usaha

Dalam sebuah usaha pastinya akan ada faktor resiko usaha dalam bisnis seperti berikut:

1. Kurangnya persiapan

Ketika melakukan sebuah usaha, maka akan lebih baik jika dilakukan persiapan dengan matang. Hal tersebut juga sama ketika ingin membangun sebuah usaha. Beberapa hal yang penting untuk dipersiapkan adalah ide usaha, modal, riset pasar, target konsumen, dan lainnya.

2. Menggunakan strategi pemasaran yang salah

Guna meningkatkan sebuah produk dan juga mengembangkan perusahaan, maka strategi pemasaran menjadi hal yang penting. Strategi yang tepat nantinya juga akan membantu untuk menyasar konsumen yang tepat. Sehingga hasil penjualan bisa sesuai target atau bahkan lebih.

Resiko usaha dalam bisnis jika menggunakan strategi yang salah adalah bisa menyebabkan tidak ada perkembangan dari produk perusahaan. Hal tersebutlah yang menjadi faktor pemicu sebuah resiko usaha.

3. Adanya perubahan gaya hidup

Dengan adanya perkembangan zaman, maka secara langsung juga menyebabkan perubahan pada gaya hidup setiap orang. Adanya perubahan gaya hidup tersebut menuntut orang-orang untuk melakukan adaptasi.

Namun perlu diketahui juga, bahwa sebenarnya selain itu pengusaha juga perlu melakukan adaptasi terkait usahanya. Tujuannya agar produk yang ditawarkan tetap bisa bersaing dengan produk yang lainnya.

4. Kondisi alam yang tidak menentu

Untuk sebuah usaha yang memang menggunakan bahan alam sebagai bahan bakunya, adanya kondisi alam yang tidak menentu tersebut akan sangat mempengaruhi hasil produksi sebuah perusahaan.

Sehingga bisa saja hasilnya menjadi kurang maksimal. Bahkan jika terjadi secara terus menerus, akan menyebabkan perusahaan yang mengalami kerugian. Salah satu caranya adalah dengan memperluas target pasar agar bisa dijangkau oleh konsumen lain yang lebih luas.

5. Kondisi ekonomi yang tidak pasti

Sebuah perusahaan yang memiliki kondisi ekonomi baik akan lebih bisa berkembang dengan maju. Akan tetapi, selain memperhatikan ekonomi internal perusahaan, penting juga untuk melihat mengenai kondisi ekonomi diluar perusahaan. Seperti harga barang baku, kemampuan daya beli masyarakat, nilai tukar mata uang dan yang lainnya.

Cara Mengantisipasi Resiko Usaha

Ketika Anda sudah paham dengan beberapa bentuk atau jenis hingga faktor penyebab resiko usaha dalam bisnis, maka selanjutnya yang penting diketahui adalah mengenai cara untuk mengantisipasi resiko tersebut, seperti berikut:

1. Adanya perencanaan

Jika Anda sudah mengukur mengenai besar kecilnya resiko usaha yang bisa terjadi, maka penting juga untuk membuat perencanaan. Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi jika terjadi resiko atau kerugian, sehingga Anda tidak merasa bingung atau kewalahan karena sudah ada perencanaan yang matang.

2. Mengenal jenis usaha yang dibangun

Banyak yang kurang mengerti dengan jenis usaha yang dibangun. Hal tersebutlah yang kemudian menyebabkan terjadinya kerugian karena kurang paham dengan jenis usahanya. Hal ini juga mempengaruhi bagaimana strategi yang akan dijalankan perusahaan.

3. Mengukur kemungkinan kerugian

Penting untuk membuat daftar besar kecilnya kerugian dari adanya resiko usaha dalam bisnis. Hal ini penting guna mengidentifikasi kerugiannya sehingga akan lebih mudah menentukan permasalahan mana yang terlebih dulu diselesaikan.

4. Belajar dari kesalahan

Terakhir adalah belajar dari kesalahan yang mana bisa menjadi evaluasi bagi perusahaan Anda agar tidak melakukan kesalahan yang sama kembali.

Contoh Resiko Usaha Dalam Bisnis

Salah satu contoh resiko usaha dalam bisnis yang bisa ditemukan adalah adanya teknologi yang semakin berkembang. Perkembangan teknologi tersebut bisa menyebabkan keuntungan ataupun kerugian.

Salah satu keuntungannya adalah adanya kualitas dari produk yang lebih meningkat. Selain itu dari segi kuantitas juga bisa saja bertambah. Akan tetapi perlu diketahui bahwa tidak semua produk atau usaha bisa menggunakan bantuan teknologi.

Untuk beberapa hal yang tidak bisa mengikuti perkembangan zaman dengan penggunaan teknologi, maka hasilnya juga akan sulit untuk beradaptasi. Banyak juga yang dari segi produksi menjadi berkurang hingga kalah dengan para pesaing di bidang yang sama.

Konsultasikan Masalah Resiko Bisnis Anda Melalui Justika

Setiap bentuk usaha pastinya akan mengalami resiko usaha dalam bisnis. Untuk itu, Anda bisa berkonsultasi dengan advokat terpercaya yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dengan seleksi yang ketat di Justika guna mendapatkan solusi atas permasalahan Anda melalui beberapa layanan berbayar berikut:

Konsultasi via Chat

Kini, konsultasi chat dengan advokat berpengalaman hanya mulai dari Rp 30.000 saja. Dengan harga tersebut Anda sudah bisa mendapatkan solusi permasalahan hukum Anda dengan cara menceritakan permasalahan yang dihadapi melalui kolom chat. Nantinya sistem akan mencari advokat guna membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Konsultasi via Telepon

Untuk permasalahan yang membutuhkan solusi lebih lanjut, Anda bisa memanfaatkan layanan konsultasi telepon mulai dari Rp 350.000 selama 30 menit atau Rp 560.000 selama 60 menit.

Konsultasi via Tatap Muka

Konsultasi tatap muka bisa dilakukan ketika Anda benar-benar membutuhkan saran secara langsung dari advokat terpercaya untuk kasus yang lebih rumit. Hanya dengan Rp 2.200.000 saja, Anda sudah bisa bertemu secara langsung selama 2 jam untuk bertanya lebih dalam hingga menunjukkan dokumen-dokumen yang relevan untuk membantu permasalahan Anda.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.