Beberapa contoh kasus likuidasi perusahaan terjadi karena dianggap tidak lagi mendatangkan sumbangsih bagi perekonomian. Ternyata pembubaran terjadi tidak hanya pada badan usaha milik negara, namun juga swasta.

Harapan mengenai profit terus meningkat seiring berjalannya waktu ternyata berjalan menemui hambatan. Kegagalan ini dapat disebabkan beberapa hal, bahkan tidak dapat diduga sebelumnya, misalnya pandemi.

Walaupun sudah mempunyai nama besar di kalangan masyarakat, tidak menjamin sebuah usaha dapat terus bertahan dari masa ke masa. Buktinya beberapa usaha besar malah harus likuidasi perusahaankarena faktor tertentu.

Namun likuidasi juga dikaitkan dengan istilah atas penjualan inventaris sebuah usaha dengan harga murah. Sehingga pemilik usaha tidak perlu mengajukan pailit atau kebangkrutan akibat terbantu dengan penjualan tersebut. 

Rencana BUMN Mengenai Likuidasi Perusahaan

Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara) kabarnya akan memastikan rencana prosedur likuidasi perseroan terbatas beberapa perusahaan pada tahun ini. Keputusan pemerintah ini akibat kurangnya kontribusi perusahaan tersebut terhadap perekonomian negara.

Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan, badan usaha tersebut merupakan BUMN di bawah PPA yang semenjak 2008 tidak lagi beroperasi. Apabila tidak segera dipastikan nasibnya maka tidak ada tindakan lebih lanjut.

Syarat penutupan perusahaan tersebut sudah sejak lama direncanakan karena pemerintah ingin melakukan langkah paling tepat. PT PPA (Perusahaan Pengelola Aset) (Persero) akan melakukan beberapa kajian sebagai langkah persiapan.

Opsi lain yang bisa dilakukan yaitu mengupayakan sinergi dengan BUMN lain. PPA bersama kementerian akan menilai kembali serta membuat keputusan kira-kira BUMN mana yang akan dibubarkan.

PT Merpati Nusantara Airlines masih mempunyai aset berupa fasilitas MRO atau maintenance, repair, and overhaul, serta berbagai kewajiban. PT Merpati Nusantara Airlines akan dipertimbangkan jenis jenis likuidasi serta pembubarannya.

Tindakan pengkajian akan didasarkan pada tenaga kerja, aset, penyelesaian kewajiban, serta operasional perusahaan. BUMN yang akan dibubarkan adalah PT Kertas Kraft Aceh, PT Kertas Leces, dan PT Industri Glas.

Eks Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan bahwa saat ini terdapat setidaknya 30 perusahaan milik negara mengalami perbedaan pembubaran perseroan dengan likuidasi perseroan seharusnya. Alasan adalah karena sudah tidak beroperasi.

Salah satunya PT Merpati Nusantara Airlines juga Perum Produksi Film Negara atau PFN. Menurut Dahlan Iskan kedua badan usaha tersebut seharusnya dilikuidasi saja, karena akan merepotkan apabila dilakukan tindakan lain.

Apabila 30 nama badan usaha tersebut dimasukkan ke dalam PT PPA (Perusahaan Pengelolaan Aset), maka likuidasi akan berjalan sesuai rencana. Penyebab likuidasi perusahaan tersebut masih belum dieksekusi.

Contoh Kasus Likuidasi Perusahaan Besar

Beberapa brand terkenal ini harus menghadapi likuidasi akibat kebangkrutan, padahal namanya sudah dikenal masyarakat luas. Penyebab utamanya sudah pasti karena tidak lagi menghasilkan profit, berikut penjelasannya.

  1. PT Sariwangi Agricultural Estate Agency (SAEA)

Perusahaan teh Sariwangi dinyatakan pailit setelah terlilit utang sebesar Rp 1,5 triliun kepada beberapa bank. Sariwangi dinyatakan gagal bayar ketika hendak berinvestasi untuk peningkatan produktivitas.

Pada saat itu, PT Sariwangi Agricultural Estate Agency sudah mengeluarkan uang berjumlah fantastis untuk mengembangkan teknologi. Sayangnya, hasil tidak sesuai ekspektasi, akibatnya terjadi kemacetan pembayaran.

  1. Nyonya Meneer 

PT Nyonya Meneer, usaha jamu terbesar di Indonesia menutup pabrik area Semarang. Kebangkrutan ini terjadi akibat Nyonya Meneer tidak mampu menaati landasan hukum likuidasi perusahaan yaitu membayar utang kepada kreditur.

Nyonya Meneer sebelumnya juga mengalami krisis operasional dalam jangka waktu cukup panjang. Pihak internal terus menerus diuji dengan perebutan kekuasaan antar anggota keluarga selama puluhan tahun.

  1. Seven Eleven 

Anak usaha PT Modern Internasional Tbk, yaitu PT Modern Sevel Indonesia, memantapkan langkah untuk menghentikan kegiatan usaha. Keputusan ini berlaku mulai tahun 2017 di seluruh gerai.

Padahal Seven Eleven merupakan tempat nongkrong favorit anak muda Jakarta, namun hal ini harus terjadi akibat beberapa faktor. Salah satunya adalah beban operasional besar meliputi sewa serta infrastruktur.

  1. Kodak 

Kodak juga mengalami kebangkrutan seperti nama besar lainnya, penyebabnya karena lambat melakukan inovasi. Meskipun menjadi penemu film gulung serta fotografi, jika tidak berinovasi akan tetap terkena resikonya.

Inovasi menjadi sangat penting sebagai strategi bagi keberlangsungan hidup semua jenis usaha, kecil maupun besar. Contoh kasus likuidasi perusahaan ini menjadi pengingat bagi semua orang bahwa kerugian pasti menemukan tempatnya.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.