Untuk beberapa orang addendum menjadi istilah yang cukup asing didengarkan. Akan tetapi hal tersebut sudah menjadi hal yang biasa ketika para pebisnis yang seringkali menggunakan dokumen atau berbagai macam jenis perjanjian. Dalam artikel ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai adendum.

Adendum Adalah

Pertama apa yang dimaksudkan dengan addendum? Addendum sendiri merupakan perubahan atau lampiran yang ada dalam sebuah perjanjian. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, addendum berasal dari Bahasa Belanda yang merupakan lampiran atau tambahan.

Arti yang lainnya dari addendum adalah pasal tambahan atau ketentuan yang ada dalam sebuah perjanjian. Jadi bisa dikatakan bahwa addendum merupakan dokumen yang menambah, mengubah atau mengurangi isi dari perjanjian atau kontrak awal.

Hal yang utama dalam sebuah addendum adalah adanya kesepakatan dari berbagai macam pihak yang bersangkutan dalam perjanjian tersebut. Addendum sendiri memiliki dasar hukumnya yang ada dalam Pasal 1338 KUHPerdata mengenai kebebasan berkontrak.

Perlu diketahui juga untuk bisa menggunakan addendum, maka perjanjian kontrak awal perlu disetujui oleh kedua belah pihak terlebih dulu. Hal ini sesuai dengan yang ada dalam pasal 1320 KUHPerdata yang menyatakan bahwa perjanjian bisa dikatakan sah jika:

  • Kecakapan kedua belah pihak untuk membuat suatu perikatan
  • Adanya kesepakatan oleh pihak mengenai isi dari perjanjian tersebut
  • Adanya suatu hal tertentu
  • Adanya suatu sebab tertentu yang legal atau halal

Dasar Hukum Addendum Perjanjian

Dasar hukum mengenai addendum dijelaskan dalam Pasal 1338 KUHPerdata yang menyatakan bahwa semua persetujuan yang dibuat berdasarkan undang-undang yang berlaku sebagai undang-undang untuk mereka yang membuatnya.

Adanya persetujuan tersebut tidak bisa ditarik kembali kecuali memang ada persetujuan dari kedua belah pihak atau berdasarkan alasan undang-undang.

Dalam membuat addendum tersebut tentunya ada syarat addendum yang perlu dilakukan agar sebuah addendum bisa dikatakan sah secara hukum. Untuk itu, Anda juga perlu tahu mengenai prosedur addendum kontrak.

Jenis-Jenis Addendum

1. Addendum harga

Jenis addendum yang satu ini dilakukan jika ada penyesuaian harga atau yang juga sering disebutkan dengan adendum penyesuaian harta. Salah satunya jika ada kenaikan bahan bakar minyak yang tinggi sehingga dibutuhkan pengubahan dalam surat perjanjian menggunakan adendum.

2. Addendum waktu

Biasanya adendum ini akan dibuat dikarenakan adanya perubahan dalam jangka waktu perjanjian awal. Contohnya seperti jangka waktu sewa toko yang diubah karena adanya pandemi. Seperti penyewa yang memutuskan untuk menyewa toko lebih lama karena alasan tertentu.

3. Addendum tambah kurang

Jenis yang terakhir adalah tambah kurang yang kebanyakan dibutuhkan dalam ruang lingkup pekerjaan. Biasanya akan digunakan ketika ada beberapa kondisi yang berbeda.

Misalnya seperti contoh adendum kontrak yang merubah, mengurangi atau menambahkan isi kontrak tersebut.

Konsultasikan Pada Justika Mengenai Permasalahan Kontrak

Dalam pembuatan kontrak, terkadang addendum masih dibutuhkan guna menambah, mengurangi atau memperbaiki isi kontrak perjanjian yang sudah disepakati diawal. Untuk itu, mitra advokat Justika yang berpengalaman lebih dari 5 tahun bisa membantu kebingungan Anda mengenai masalah tersebut melalui beberapa layanan berbayar berikut:

Konsultasi Chat

Konsultasi hukum kini lebih mudah dan terjangkau hanya dengan Rp. 30.000 saja menggunakan layanan Konsultasi Chat dari Justika. Anda hanya perlu ketik permasalahan hukum yang ingin ditanyakan pada kolom chat. Langkah selanjutnya Anda bisa melakukan pembayaran sesuai dengan instruksi yang tersedia. Kemudian  sistem akan segera mencarikan konsultan hukum yang sesuai dengan permasalahan Anda.

Konsultasi via Telepon

Dengan Konsultasi via Telepon, Anda akan mendapatkan kesempatan untuk berbicara dengan Mitra Konsultan Hukum secara mudah dan efektif melalui telepon selama 30 menit hanya dengan Rp. 350.000 atau Rp. 560.000 selama 60 menit (sesuai pilihan Anda), untuk berdiskusi lebih detail mengenai permasalahan hukum yang dialami.

Konsultasi Tatap Muka

Sementara melalui Konsultasi Tatap Muka, Anda akan mendapatkan layanan untuk bertemu dan berdiskusi langsung dengan Mitra Advokat Justika selama 2 jam hanya dengan Rp. 2.200.000 saja (dapat lebih apabila Mitra Advokat bersedia). Dengan biaya tersebut, Anda dapat bercerita, mengajukan pertanyaan secara lebih bebas dan mendalam, termasuk menunjukan dokumen-dokumen yang relevan.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.