Topik mengenai pembunuhan karena pembelaan diri masih saja menjadi bahan diskusi yang belum menemui titik terangnya. Di satu sisi, “pembunuh” itu melakukan hal ini demi dirinya agar tidak menjadi korban. Di sisi lain, “calon” pelaku itu sudah kehilangan nyawa.

Banyak hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Ada yang mampu mengatasi masalah itu sendiri dengan bijak dan tidak timbulkan masalah lain, dan ada juga yang melakukan apa saja agar lepas dari masalah. Belum lagi kalau masalah itu ada kaitan dengan kejahatan.

Kejahatan sangat marak terjadi dan itu bisa melibatkan siapa saja dan apa saja. Nyawa menjadi yang paling terancam ketika berbicara soal kejahatan. Dan pembelaan diri adalah satu cara agar bisa atasi kejahatan, tetapi ternyata ada batasan batasan pembelaan diri.

Benar, meskipun kita sedang berada di situasi terancam, pelaku tetap memiliki hak untuk menuntut jika Anda bertindak berlebihan. Berlebihan ini bisa macam-macam, bahkan dalam beberapa kasus ada yang sampai pembunuhan. Yang pasti, tindakan itu bisa dipidana.

Apa Bukti yang Membuat Kasus Dikaitkan Sebagai Pembunuhan Karena Pembelaan Diri?

Pembelaan diri, apa sebenarnya arti dari kata ini? Secara normalnya, kita bisa kaitkan bela diri ini kepada aksi yang kita lakukan untuk merespon ancaman yang diberikan. Aksi bela diri ini bisa bermacam-macam dan terkesan sebagai satu jalan keluar dari masalah kejahatan.

Menyambung poin di atas, jalan keluar dari masalah kejahatan, maka kita akan melakukan apa saja untuk hal tersebut, dan bahkan ada yang sampai membunuh. Tetapi ini jelas adalah suatu pelanggaran, tetapi akan ada faktor pertimbangan jika dilakukan karena bela diri.

Tetapi dalam aturan hukum membela diri dari ancaman, pembunuhan adalah satu tindakan yang melawan hukum, terlepas dari situasi apapun. Kita bisa katakan kalau ini ilegal dan tidak seharusnya dilakukan, jika kita tidak ingin terlibat dalam masalah hukum seperti ini.

Soal hukuman setimpal, biarkan saja polisi yang memberikan hukuman tersebut dan bertindak sewajarnya saja. Situasi apapun itu, hukum tetap berlaku, tetapi pembelaan diri, tragedi itu dapat mendapat perlakuan berbeda. Tetapi harus ada bukti kalau sedang terancam.

Bukti pembunuhan karena pembelaan diri ini dapat diketahui jika ada rekaman yang menunjukkan sekelompok atau seseorang pencuri yang masuk ke rumah dan mencoba mengancam nyawa Anda. Atau di jalanan, ada yang tiba-tiba menodong senjata ke Anda.

Di kondisi itu, maka secara normal, respon yang akan kita tunjukkan adalah membela diri, hingga bisa menggunakan senjata yang kita bawa atau menggunakan senjata pelaku kejahatan itu untuk mencelakai dirinya sendiri. Bisa juga ada bukti fisik yang nyata.

Dalam kasus tersebut, akan ada “Keistimewaan” yang akan diberikan kepada pembunuh yang merasa nyawanya terancam itu. Tetapi jika demikian, Anda memang menghindari tragedi, tetapi tetap tidak bisa menghindari hukum lokal yang akan dijerat kepada Anda.

Salahkah Jika Membunuh Akibat Membela Diri? Jika Iya, Apa Hukumannya?

Dari penjelasan diatas, yang dapat kita simpulkan adalah ini adalah satu tindakan yang salah. Berkaca dari hukum Indonesia, perbuatan tersebut dapat dijerat pidana. Dalam pasal 338 KUHP misalnya, dengan jelas akan menghukum pembunuh terlepas dari situasi apapun.

Dari pasal tersebut, hukuman yang bisa diberikan adalah maksimal 15 tahun penjara. Tetapi bagaimana jika pembunuhan karena kepepet atau semacamnya? Jika kita berkaca dari kejadian sebelum-sebelumnya, kasus seperti ini akan dijerat hukum, meskipun terancam.

Kepolisian sering kali menganggap pembunuhan sudah lepas dari syarat syarat pembelaan diri yang sah. Padahal ada pasal yang melindungi aktivitas pembelaan diri di situasi darurat. Sebagaimana yang dijelaskan dalam pasal 49 KUHP, sebenarnya ini tidak dapat dipidana.

Asalkan jika bukti di atas sudah lengkap, maka pembunuh karena merasa terancam itu memiliki hak untuk bela diri dan tetap lepas dari hukuman. Tetapi dalam praktiknya, hukum tetap dijerat kepada korban sekaligus pelaku itu dan dikaitkan ke pasal pembunuhan.

Perlu diketahui kalau tidak selamanya bela diri itu berarti kita bebas melakukan apa saja. Tidak seperti itu kalau tidak ingin berurusan dengan hukum. Apalagi kalau sampai pembunuhan karena pembelaan diri, tetap akan ada hukuman karena itu termasuk ke hukum pidana.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.