Pasal Tentang Penipuan – Kejahatan penipuan merupakan salah satu kejahatan yang tidak pernah berhenti hingga saat ini. Apalagi dengan kemajuan teknologi yang menimbulkan adanya transaksi elektronik, membuat seseorang beritikad melakukan penipuan digital. 

Penipuan saat ini bermutasi seiring dengan perkembangan zaman, kemajuan teknologi dan informasi serta meningkatnya kebutuhan masyarakat akan penggunaan internet, dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk melakukan kejahatan penipuan online

Contoh dari kejahatan penipuan online yang cukup marak adalah, seorang penjual tidak mengirimkan barangnya setelah bertransaksi, dan masih banyak lagi kasus lain yang menjadi unsur-unsur penipuan tersebut. Oleh karena itu, berikut penjelasan mengenai pasal tentang penipuan yang dapat Anda ketahui.

Pasal Tentang Penipuan 378 KUHP

Penipuan telah diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 378, yang menjelaskan bahwa: 

“barangsiapa orang pribadi atau orang lain yang dengan sengaja melawan hukum dan bermaksud untuk menguntungkan diri sendiri dan orang lain, menggunakan identitas palsu dan martabat palsu; dengan kebohongan dan tipu muslihat, dan mempengaruhi orang lain untuk menyerahkan barang atau uang, membuat utang maupun menghilangkan piutang, akan dijerat pasal tentang penipuan, dan ancaman hukum pasal penipuan adalah pidana penjara maksimal 4 (empat tahun)”’

Pasal 379 KUHP 

Pasal 379 KUHP menjelaskan maksud dari barang yang tertera dalam pasal tentang penipuan yaitu barang tersebut bukan ternak dan harga daripada barang, serta jika utang atau piutang tidak lebih dari dua puluh lima rupiah, maka akan diancam pidana penjara maksimal tiga bulan dan/atau denda maksimal dua ratus lima puluh rupiah. 

Pasal Tentang Penipuan Online

Pasal tentang penipuan online diatur berbeda dengan pasal penipuan secara langsung, pelaku akan dijerat dengan UU ITE Pasal 28 Ayat 1. Pasal 28 Ayat 1 UU ITE secara isi menjelaskan bahwa;

“seseorang secara sengaja, serta tanpa memiliki hak untuk menyebarkan berita bohong atau tidak benar (menyesatkan) hingga menimbulkan kerugian bagi konsumen dalam transaksi elektronik”

Sanksi untuk pelaku penipuan online tertuang dalam Pasal 45 Ayat 2, yaitu “setiap orang yang memenuhi unsur-unsur penipuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 Ayat 1 UU ITE, diancam pidana penjara maksimal 6 (bulan) dan/atau dengan maksimal Rp.1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah).   

Peraturan terkait pasal tentang penipuan online memang belum ada secara spesifik, namun Pasal 28 Ayat 1 dan Pasal 45 Ayat 2 masih dapat menjadi sanksi pidana alternatif yang dapat menjerat pelaku penipuan.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.