Ketahui soal batasan batasan pembelaan diri agar Anda tidak bertindak berlebihan dan malah diri sendiri yang terlibat masalah hukum. Soal pembelaan diri, Anda tentu saja memiliki hak untuk melakukannya. Tetapi orang lain juga memiliki hak yang sama untuk dilindungi.

Salah satu dokrin yang kita ketahui soal membela diri adalah, kita tidak boleh melakukan tindakan brutal seperti menarik pelatuk ke kepala pelaku kejahatan hingga membunuhnya. Ini mungkin menjadi satu poin menarik yang sudah Anda ingat ketika ingin bela diri.

Pembunuhan karena pembelaan diri ini jelas sudah menyalahi aturan, dan jika yang tahu, doktrin tersebut dikenal juga dengan sebutan “Castle Doctrine”. Tetapi batasannya tidak hanya sampai disitu. Pembelaan diri memiliki batasan yang luas dan variatif sifatnya.

Tindakan kriminal tidak seharusnya dibalas dengan perlakuan hakim sendiri yang brutal. Tetapi pelaku kriminal lebih baik jika diserahkan kepada kepolisian. Tetapi kejahatan yang tidak pernah lepas dari kehidupan ini ada saja yang membuat respon yang berlebihan.

Pembelaan Diri Ketika Terjadi Kejahatan

Soal prinsip, kejahatan tidak boleh dibalas dengan kejahatan juga. Tidak peduli siapa yang memprovokasi atau siapa yang memancing keributan, sesuatu yang berlebihan jelas telah menyalahi hak membela diri. Tetapi ini bukan berarti Anda tidak memiliki hak bela diri.

Memang sulit untuk dijelaskan secara rinci apa batasannya, tetapi kita sebagai warga negara memiliki payung hukum saat ada isu tertentu. Mungkin melihat situasi untuk tahu apa itu aturan hukum membela diri dari ancaman baru lihat respon yang diberikan.

Selain itu, hakim juga memiliki definisi sendiri soal sejauh apa orang yang membela diri dapat melakukan haknya tersebut. Membela diri tidak sama dengan mencelakai orang lain, dan sebisa mungkin memanfaatkan kesempatan yang ada untuk melepaskan diri.

Untuk bisa menggunakan tenaga agar memberikan perlawanan kepada penyerang Anda, teori dasar untuk membalas kasus ini adalah soal keselamatan. Ancaman bisa direspon dengan memberikan ancaman lain tanpa harus menyerang secara brutal dan langsung.

Ketahui batasan batasan pembelaan diri karena saat berada di pengadilan nanti, hakim akan mencecar Anda dengan banyak pertanyaan. Salah satunya adalah kenapa Anda membela diri dengan mencelakai orang lain. Sehingga dari pertanyaan ini akan dilihat respon Anda.

Jika dapat kita ambil beberapa poin penting dalam hukum Indonesia, bela diri adalah satu tindakan rasional. Tetapi jika implementasi bela diri ini sudah mengarah ke bentuk kejahatan atau sebuah kepentingan yang sifatnya melawan hukum, maka akan dijerat pasal pidana.

Apakah Pelaku Kejahatan Bisa Menuntut Jika Melewati Batasan Batasan Pembelaan Diri?

Lantas, bagaimana jika yang Anda lakukan itu kelewatan batas? Secara rasional, mungkin kita akan sulit memberikan kesempatan untuk menerima pelaku kejahatan mendapat payung hukum. Tetapi sebagai negara hukum, mereka juga memiliki hak yang sama.

Pelaku kejahatan dapat melaporkan tindakan Anda jika yang dilakukan menyalahi syarat syarat pembelaan diri yang sah. Hukum bersifat objektif dan adil, sehingga siapa saja layak mendapatkan perlindungan hukum atas dasar sesuatu yang mungkin merugikan mereka.

Memang pembelaan diri harus tetap dilakukan, karena tidak mungkin kita hanya pasrah ketika ada tindakan kejahatan yang terjadi. Tetapi jangan sampai dilakukan secara berlebihan hingga melewati batas atau melangkahi hak yang dimiliki oleh orang lain juga.

Jika terjadi pembunuhan, itu jelas sudah menyalahi dan melangkahi batasan batasan pembelaan diri. Konsekuensi yang dapat diberikan adalah menjadi pidana yang berat. Di sisi lain, melukai hingga nyawa orang terancam juga adalah aspek yang berbahaya.

Tetapi semua ini akan melihat situasi lagi karena bela diri akan mendapat hukuman yang lebih ringan. Kemungkinan lain pelaku kejahatan melaporkan korbannya adalah jika tidak ada bukti korban merasa terancam, tetapi pelaku mendapat serangan fisik yang brutal.

Pada saat terancam, kepolisan menyarankan untuk memanfaatkan semua kesempatan yang ada untuk melapor atau melarikan diri terlebih dahulu. Jika memungkinkan, cari pertolongan dan bersama mengamankan pelaku dan diserahkan ke polisi, jangan main hakim sendiri!Tindakan kejahatan sangat marak terjadi dan itu menyangkut semua aspek dan lapisan dalam masyarakat. Meskipun kejahatan tidak dibenarkan di mata hukum, tetapi mereka tetap akan mendapat payung hukum jika korban melewati batasan batasan pembelaan diri.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.