Apakah menghindari bahaya adalah satu perbuatan yang melanggar aturan hukum membela diri dari ancaman, terlebih kejahatan seksual ataupun pencurian yang belakangan ini masih sangat marak terjadi? Jadi, harus ingat kalau membela diri juga ada batasan saat bela diri.

Pencurian dan pelecehan seksual adalah dua jenis kejahatan yang sangat umum terjadi. Dan beruntungnya, mulai banyak yang berani speak up untuk membuat korban bisa terekspos. Akan tetapi, berbicara soal dua kasus itu, hukuman yang diberikan tidak selalu adil.

Bahkan, malah ada kasus dimana korban pelecehan ataupun korban pencurian yang malah terkena gugatan. Padahal mereka hanya membela diri, melindungi diri sendiri agar tidak bisa selamat. Tetapi ternyata ada batasan batasan pembelaan diri saat terkena ancaman itu.

Hal seperti ini yang ternyata masih jarang diketahui sehingga korban bisa dituntut balik oleh pelaku. Tidak peduli Anda tinggal di area yang tingkat kejahatannya tinggi atau yang rendah. Ketahui aturan hukum soal pembelaan diri agar bisa terhindar dari kejahatan dan pidana.

Aturan Hukum Membela Diri dari Ancaman Kekerasan Seksual

Kejahatan seksual, kasus seperti ini sangat banyak terjadi di lingkungan mana saja. Mulai dari lingkungan sosial, edukasi, pekerjaan, semua area bisa menjadi tempat kejahatan ini terjadi. Tidak peduli wanita atau pria, tua atau muda, semua juga bisa menjadi korban di sini.

Kejahatan seksual biasanya melibatkan ancaman, paksaan, atau intimidasi kepada hal yang berbau seksualitas. Korban bisa dihantui rasa trauma sepanjang hidupnya meskipun jelas ada yang melindungi. Pelaku kejahatan jelas harus memiliki tanggung jawab soal trauma itu.

Kejahatan seksual tentu saja harus dihindari dan terkadang korban akan melakukan apa saja agar bisa melindungi dirinya agar bisa selamat dari tindak kejahatan, bahkan tidak segan melakukan pembunuhan karena pembelaan diri, meskipun jelas pembunuhan dilarang.

Tetapi, jika kita melihat kasus ini secara rasional, korban kekerasan seksual tentu saja memiliki hak untuk menghindari pelaku kejahatan dengan apa saja yang dia temui. Intimidasi yang telah dilakukan jelas mempengaruhi psikis dan emosi korban hingga melakukan apa saja.

Tetapi kalau sampai membunuh, itu adalah satu tindak kejahatan tambahan yang sudah menyalahi aturan hukum membela diri dari ancaman seksual. Dan pelaku pembunuhan itu, meskipun dalam kondisi terancam, akan tanggung jawab dengan dijerat pasal hukum.

Lantas, apa yang harus dilakukan oleh korban seksualitas itu adalah, jangan simpan perasaan itu. Kini banyak yang terbuka untuk mendengar kronologis dan akan membantu korban dapat perlindungan hukum, dan pelaku mendapat hukuman yang setimpal atas kejahatan itu.

Jangan hanya diam karena pelaku tentu saja tidak akan mengaku. Anda bebas melindungi diri dengan cara memukul titik lemah korban atau langsung menelpon orang terdekat untuk membantu. Jika memungkinkan, selalu waspada dari kehadiran predator seksual.

Aturan Hukum Membela Diri dari Ancaman Pencurian

Satu lagi jenis kejahatan yang banyak terjadi adalah pencurian, atau masih di saat diberi ancaman pencurian, seperti ditodong senjata api, disekap, atau dikepung oleh kelompok kejahatan tertentu. Dan apa yang mereka incar adalah harta dan barang milik Anda.

Jika di kondisi seperti ini, tentu saja akan sangat bahaya jika Anda melawan sendiri. Tetapi kadang kalau tidak ada pilihan lain, Anda akan melakukan pembelaan diri yang secara tidak sadar ternyata menyalahi syarat syarat pembelaan diri yang sah karena dirasa lebih baik.

Tetapi, pelaku pencurian yang merasa terkena bahaya secara fisik bisa melapor balik, apalagi jika tidak ada bukti kalau Anda sedang diancam oleh mereka. Lantas, apa yang seharusnya Anda lakukan? Yang paling penting sebenarnya adalah selalu waspada di kondisi apapun.

Jauhi tempat yang berpotensi rawan kejahatan dan gunakan sedikit ilmu bela diri yang wajar agar pelaku kejahatan dan pencurian itu bisa kabur. Self Defense atau bela diri ini akan jadi pelindung barang yang diincar pencuri, lindungi diri sendiri, dan jauh dari pidana. Ilmu bela diri memang akan digunakan ketika berhadapan dengan tindak kejahatan. Tetapi harus diketahui juga kalau ini tidak bisa digunakan secara sembarang. Ada aturan hukum membela diri dari ancaman meskipun kita sedang terancam baik secara psikis dan mental.

Konsultasikan Tanpa Ragu Dengan Justika, Jika Anda Masih Bingung

Anda bisa mengkonsultasikan perihal aturan hukum membela diri dengan mitra advokat andal dan profesional Justika. Anda bisa memanfaatkan layanan hukum berbayar dari Justika.

Lawyer yang bergabung di Justika merupakan lawyer pilihan yang melalui proses rekrutmen yang cukup ketat dengan pengalaman paling sedikit, yaitu 5 tahun berkarir sebagai advokat.

Kini, konsultasi chat dengan advokat berpengalaman hanya mulai dari Rp. 30.000 saja. Dengan harga tersebut Anda sudah bisa mendapatkan solusi permasalahan hukum Anda dengan cara menceritakan permasalahan yang dihadapi melalui kolom chat. Nantinya sistem akan mencari advokat guna membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Untuk permasalahan yang membutuhkan solusi lebih lanjut, Anda bisa memanfaatkan layanan konsultasi telepon mulai dari Rp. 350.000 selama 30 menit atau Rp. 560.000 selama 60 menit.

Konsultasi tatap muka bisa dilakukan ketika Anda benar-benar membutuhkan saran secara langsung dari advokat terpercaya untuk kasus yang lebih rumit. Hanya dengan Rp. 2.200.000 saja, Anda sudah bisa bertemu secara langsung selama 2 jam untuk bertanya lebih dalam hingga menunjukkan dokumen-dokumen yang relevan untuk membantu permasalahan Anda.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.