Kerja paruh waktu atau part time adalah salah satu jenis pekerjaan yang paling banyak dicari serta diminati, terutama di kalangan mahasiswa dan anak sekolah. Selain itu kerja paruh waktu juga dapat menjadi solusi untuk penambah penghasilan, bagi pekerja profesional yang merasa gaji dari perusahaan tempat bekerja dirasa belum cukup.

Saat ini semakin berkembangnya teknologi peluang untuk mendapatkan kerja paruh waktu semakin mudah dilakukan, sudah banyak platform atau website lokal yang menyediakan sarana untuk para pekerja paruh waktu yang ingin menambah penghasilannya. Berikut kami ulas secara lengkap apa itu kerja paruh waktu, dan apa saja jenis-jenis kerja paruh waktu.

Apa itu Kerja Paruh Waktu?

Kerja paruh waktu atau kerja part time adalah kerja dengan durasi jam kerja lebih rendah daripada kerja pada umumnya. Jika jam kerja pada umumnya seorang pekerja akan bekerja selama 8 jam sehari, maka untuk seorang pekerja paruh waktu hanya akan bekerja 4 hingga 6 jam saja.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pekerja paruh waktu adalah mereka yang hanya bekerja di bawah jam kerja normal, akan tetapi tidak menerima atau mencari pekerjaan lain.

Dasar Hukum Aturan Kerja Paruh Waktu

Aturan kerja paruh waktu untuk seorang pekerja dan pengusaha biasanya diatur dalam perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT). Jenis kerja paruh waktu ini biasanya diasumsikan sebagai pekerjaan dengan rentan waktu tertentu dan dapat selesai dalam waktu yang kurang dari 3 tahun atau bersifat musiman.

Banyak perusahaan yang memberlakukan kerja paruh waktu atau part time guna menekan biaya operasional perusahaan. Dengan demikian wajib untuk seorang pekerja paruh waktu memahami perjanjian kerja atau kontrak kerja perjanjian kerja paruh waktu.

Cara Hitung Gaji Kerja Paruh Waktu

Saat ini pemerintah telah mengeluarkan Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pengupahan (RPP Pengupahan) yang mana rancangan ini merupakan revisi dari Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan (PP Pengupahan) dan beleid turunan dari Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja).

Dalam RPP Pengupahan ini mengatur beberapa hal salah satunya, ketentuan mengenai aturan upah kerja paruh waktu. Dalam Pasal 14 RPP Pengupahan bahwa upah ditetapkan berdasarkan satuan waktu dan/atau satuan hasil. Upah yang berdasarkan satuan waktu ditentukan secara per jam, harian atau bulanan.

Aturan upah per jam hanya dapat diperuntukan bagi pekerja yang bekerja secara paruh waktu, yang bekerja kurang dari 7 jam 1 hari dan/atau kurang dari 35 jam dalam satu minggu. Upah per jam dibayarkan sesuai dengan kesepakatan antara pekerja dan pengusaha, akan tetapi kesepakatan pembayaran upah tidak boleh lebih rendah dari hasil perhitungan formula upah per jam.

Kontrak Perjanjian Kerja Paruh Waktu

Kontrak kerja part time merupakan sebuah kontrak dari sebuah perusahaan di mana mempekerjakan seorang pegawai paruh waktu. Di mana waktu kerjanya selama satu minggu hanya kurang 40 jam saja.

Pada umumnya isi perjanjian kerja paruh waktu  ini akan mengatur secara detail mengenai aspek dari ketenagakerjaan. Hal paling penting saat membuat surat ini adalah harus tahu peraturan mengenai apa saja syarat bekerja.

Seperti sistem peraturan pengupahan paruh waktu, jam kerja maksimal jika ada, cuti, hari libur, dan lainnya. Sementara itu fungsi perjanjian ini adalah untuk karyawan part time supaya mendapatkan kejelasan hukum.

Sebab yang membedakan pekerja full dan part time adalah pada kontrak dan jumlah jam kerjanya. Sebuah perjanjian yang sudah ditandatangani pegawai akan menjadi pegangan dalam melakukan hak serta kewajiban.

Syarat dan Ketentuan Surat Perjanjian Kerja Paruh Waktu

Walaupun seseorang bekerja paruh waktu di suatu perusahaan, akan tetapi pekerja tersebut tetap memiliki hak serta kewajiban yang sama dan harus tertuang dalam surat perjanjian kerja paruh waktu tersebut. Beberapa yang harus diperhatikan dalam pembuatan surat perjanjian kerja paruh waktu yaitu menyangkut beberapa hal seperti:

  • Hak pekerja paruh waktu

Seorang pekerja paruh waktu tentunya tidak boleh diperlakukan berbeda dari pekerja full time, hak tarif atau upah seorang pekerja paruh waktu jika melakukan pekerjaan yang sama sebagai anggota staf penuh waktu harus menerima besaran tarif yang sama.

Upah pekerja paruh waktu harus ditetapkan dalam surat perjanjian kerja atau dalam pernyataan tertulis. Berdasarkan undang-undang hak seperti cuti sakit, libur, cuti hamil dan pemberitahuan pemutusan hubungan kerja harus sama untuk pekerja paruh waktu namun dihitung dalam skala pro rata.

  • Pekerja paruh waktu dan skala pro rata

Sebagian besar persyaratan seperti gaji, hari libur dan tunjangan-tunjangan lain harus dinyatakan dalam kontrak kerja paruh waktu dengan menggunakan skala pro rata.

Fungsi Surat Perjanjian Kerja Paruh Waktu

Mempunyai surat kontrak kerja paruh waktu sangat membantu para karyawan dan pengusaha dalam menentukan banyak aspek. Bagi perusahaan, surat ini akan memberikan jaminan jika karyawannya mengabdi sesuai kesepakatan sebelumnya.

Umumnya pekerja paruh akan digaji harian sesuai aturan dari perusahaannya. Namun ada juga karyawan tetap di gaji harian, walaupun demikian tetap saja semua harus sesuai undang-undang yang berlaku.

Dalam surat perjanjiannya, perusahaan juga punya kebijakan lain misalnya menggunakan perlindungan, pelatihan, atau kompensasi lainnya. Sementara bagi karyawan kontrak tersebut juga sama yakni menjadi jaminan bekerja sesuai kesepakatan.

Ini juga membuat pekerja part time mempunyai hak hukum sama seperti pekerja penuh, hal itu harus ada dalam perjanjian. Satu-satunya yang menjadi pembeda hanyalah jam kerja karyawan tetap harus ditulis.

Resiko Tidak Menggunakan Perjanjian Kerja Paruh Waktu

Jangan khawatir, perusahaan tetap tidak bisa semena-mena karena ada undang undang jam kerja untuk para karyawan. Di mana harus ditaati oleh semua pengusaha jika mau merekrut karyawan baik full time atau part time.

Jika Anda tidak menggunakan kontrak perjanjian selama bekerja, maka status pekerjaan dari part time jadi tidak jelas. Sehingga sangat penting para pekerja mempunyai pemahaman sama mengenai hal ini.

Terutama mengenai waktu kerja atau outcome di mana harapannya agar bisa terhindar dari kesalahpahaman di kemudian harinya. Status bekerja paruh waktu dan karyawan tetap harusnya tidak disamakan.

Namun harus jelas mengenai situasinya sebagai pegawai part time. Bahkan ada beberapa perbedaan dalam hal dan kewajiban antara kedua jenis pekerja ini, di mana Anda harus pahami apa saja bedanya.

Mengenai konsekuensi untuk pekerja part time jika tidak menggunakan surat ini, maka waktu kerjanya akan lewat dari batasannya. Jika itu terjadi seharusnya karyawan tetap mendapat upah lembur.

Pengusaha harus mentaati peraturan penggajian, namun jika tidak ada perjanjian, maka bisa saja seenaknya. Tanpa surat ini, maka Anda bekerja tidak dilindungi oleh peraturan undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku.

Selain itu bagi pemberi pekerjaan jika tidak ada kontrak ini maka akan mengalami kerugian, apalagi jika ada pengeluaran yang mendesak. Selain itu juga pengusaha akan kehilangan sebagian besar waktunya. Jadi tidak heran baik pengusaha atau pekerja harus melakukan pembuatan surat kontrak lebih dulu.

Jenis Jenis Kerja Paruh Waktu

Saat ini banyak tersedia jenis kerja paruh waktu yang sudah menjadi salah satu pilihan masyarakat di Indonesia, pekerjaan ini akan disesuaikan dengan keterampilan dan keahliannya. Berikut beberapa jenis pekerjaan paruh waktu yang dapat Anda jadikan referensi:

1. Fotografer

Untuk seseorang yang memiliki hobi atau keterampilan dalam bidang fotografi, saat ini banyak pekerjaan paruh waktu untuk seorang fotografer profesional. Semakin meningkatnya perkembangan industri kreatif dan bisnis, membuat permintaan akan kebutuhan pemasaran terkait produk semakin meningkat juga. Hal ini tentu memberi peluang kepada seorang fotografer yang memiliki keahlian dalam membuat foto produk untuk mendapatkan pekerjaan paruh waktu dari sebuah perusahaan.

2. Penulis/Content Writing

Seperti yang disebutkan diatas bahwa industri kreatif dan bisnis yang saat ini meningkat seiring dengan kemajuan teknologi, tak jarang sebuah perusahaan membutuhkan jasa penulis atau content writing untuk kebutuhan penulisan di salah satu perusahaan. Saat ini hampir setiap perusahaan melakukan pemasaran melalui digital, sehingga sangat dibutuhkan seorang penulis konten yang profesional untuk memenuhi kebutuhan pemasarannya.

3. Ojek atau Transportasi Online

Tidak hanya dalam industri kreatif dan bisnis, kerja paruh waktu juga saat ini dapat dilakukan dengan bergabung kemitraan di salah satu perusahaan transportasi online. Seseorang yang sudah memiliki pekerjaan tetap, tentu dapat menjadi salah satu mitra transportasi online.

Kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, hingga kepadatan kendaraan yang semakin banyak membuat setiap masyarakat memutuskan untuk menggunakan transportasi online. Transportasi online dapat menjadi salah satu pilihan untuk bekerja paruh waktu.

4. Guru Private

Kerja paruh waktu sebagai guru privat memang sudah ada sejak dulu, akan tetapi permintaan untuk bekerja sebagai guru privat hingga saat ini masih banyak. Kebutuhan akan pendidikan tentu masih menjadi prioritas utama di masyarakat, jika Anda memiliki keahlian dalam salah satu ilmu pendidikan, maka pilihan kerja paruh waktu sebagai guru privat dapat menjadi pilihan Anda. Mengingat saat ini sudah terdapat platform online yang menyediakan kursus melalui internet.

5. MC atau Pembawa Acara

Kerja paruh waktu yang tidak asing dan umum dikenal oleh masyarakat yaitu pembawa acara atau MC di salah satu event yang diselenggarakan di beberapa tempat. Untuk Anda yang memiliki public speaking yang baik maka kerja paruh waktu sebagai MC sangat menjanjikan.

Tak jarang pekerja profesional atau karyawan tetap memilih kerja paruh waktu sebagai MC sebagai inisiatif tambahan penghasilan.

Keuntungan Menjadi Pekerja Paruh Waktu

Seperti yang sudah Anda ketahui memiliki dan mencari pekerjaan paruh waktu, tentu akan mendapat beberapa keuntungan seperti:

  1. Dapat menentukan jam kerja sendiri tanpa terikat jam kerja normal
  2. Memberikan penghasilan tambahan
  3. Dapat bekerja di beberapa tempat kerja sekaligus dalam satu hari, sehingga pendapatan akan jauh lebih banyak dibandingkan kerja full time
  4. Kebanyakan kerja paruh waktu tidak mementingkan pengalaman kerja dalam bidang yang sama.

Kerugian Menjadi Pekerja Paruh Waktu

Setiap pekerjaan pasti akan ada kerugian, begitu halnya dengan kerja paruh waktu. Walaupun terbilang lebih fleksibel dan sangat menguntungkan akan tetapi terdapat kerugian sebagai berikut:

  1. Jika Anda seorang yang sulit mengatur waktu, tentu menjadi pekerja paruh waktu akan berdampak kepada pembagian waktu kerja Anda. Seorang pekerja paruh waktu harus dapat mengatur waktu sebaik mungkin.
  2. Tidak seperti pekerja tetap yang sudah jelas memiliki pekerjaan tetap, sebagai seorang pekerja paruh waktu akan sangat tidak menentu untuk mendapat pekerjaan. Hal ini tentu akan berdampak kepada penghasilan, jika Anda tidak mendapatkan pekerjaan tersebut.
  3. Hari kerja sebagai pekerja paruh waktu tentu lebih fleksibel dibandingkan pekerja full time, Anda sewaktu-waktu akan dapat tawaran pekerjaan di akhir pekan atau pada saat libur nasional.
  4. Terakhir, tentu kerja paruh waktu tidak akan mendapat jenjang karir, maka untuk seorang pekerja yang mementingkan posisi atau jabatan kerja paruh waktu akan kurang sesuai.

Demikian penjelasan lengkap mengenai kerja paruh waktu yang dapat Anda ketahui, semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk Anda.

Temukan Solusi Ketenagakerjaan Dengan Justika!

Anda dapat mengkonsultasikannya dengan mitra advokat andal dan profesional Justika. Anda bisa memanfaatkan layanan hukum Justika lainnya, seperti Layanan Konsultasi Chat, Konsultasi via Telepon dan Konsultasi Tatap Muka.

Lawyer yang bergabung di Justika merupakan lawyer pilihan yang melalui proses rekrutmen yang cukup ketat dengan pengalaman paling sedikit, yaitu 5 tahun berkarir sebagai advokat.

Kini, Konsultasi Chat dengan advokat berpengalaman hanya mulai dari Rp. 30.000 saja. Dengan harga tersebut Anda sudah bisa mendapatkan solusi permasalahan hukum Anda dengan cara menceritakan permasalahan yang dihadapi melalui kolom chat. Nantinya sistem akan mencari advokat guna membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Untuk permasalahan yang membutuhkan solusi lebih lanjut, Anda bisa memanfaatkan layanan Konsultasi via Telepon mulai dari Rp. 350.000 selama 30 menit atau Rp. 560.000 selama 60 menit.

Sementara melalui Konsultasi Tatap Muka, dapat dilakukan ketika Anda benar-benar membutuhkan saran secara langsung dari advokat terpercaya untuk kasus yang lebih rumit. Hanya dengan Rp. 2.200.000 saja, Anda sudah bisa bertemu secara langsung selama 2 jam untuk bertanya lebih dalam hingga menunjukkan dokumen-dokumen yang relevan untuk membantu permasalahan Anda.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.