Kontrak kerja yang Anda tanda tangani saat pertama kali menjadi karyawan akan menentukan hak dan kewajiban Anda. Ada berbagai jenis kontrak kerja, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan

Apa Saja Jenis Kontrak Kerja Karyawan Menurut Depnaker?

Di Indonesia sendiri kurang lebih ada 4 jenis kontrak kerja karyawan yang perlu Anda ketahui diantaranya:

1. Surat kontrak kerja pegawai tetap (PKWTT)

PKWTT ini merupakan jenis kontrak kerja karyawan yang mana hubungan kerja antara karyawan dengan pengusaha akan bersifat tetap. Itulah mengapa status karyawan akan menjadi karyawan tetap. Dalam hal ini pekerja tidak akan terikat dengan jangka waktu tertentu dalam ketika bekerja.

Dalam PKWTT juga akan disarankan untuk dilakukan masa percobaan. Masa percobaan tersebut bisa dilakukan dalam kurun waktu paling lama yaitu 3 bulan. Selama masa percobaan, pengusaha juga wajib untuk memberikan gaji berdasarkan Upah Minimum Regional (UMR) yang berlaku.

2. Perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT)

Jenis kontrak kerja karyawan yang selanjutnya adalah PKWT yang mana hal ini kebalikan dari PKWTT. Dalam PKWT pekerja akan bekerja dalam jangka waktu tertentu yang sudah disepakati bersama. Biasanya status dari pekerjaannya adalah karyawan kontrak.

Berbeda dengan PKWTT yang diperbolehkan menggunakan masa percobaan, karyawan dengan status kontrak tidak menggunakan masa percobaan. Ditegaskan dalam Pasal 58 ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja jo. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, perjanjian kerja waktu tertentu tidak dapat mensyaratkan adanya masa percobaan.

Berdasarkan Pasal 8 Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 Tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja, PKWT dilaksanakan paling lama 5 (lima) tahun.

Jika waktu kontrak akan berakhir dan pekerjaan yang dilaksanakan belum selesai, maka dapat dilakukan perpanjangan PKWT dengan jangka waktu sesuai kesepakatan antara Pengusaha dengan Pekerja/Buruh, dengan ketentuan jangka waktu keseluruhan PKWT serta perpanjangannya tidak lebih dari 5 (lima) tahun.

3. Surat kontrak kerja pegawai lepas (freelance)

Dalam Pasal 10 Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor KEP.100/MEN/VI/2004 TAHUN 2004 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, mengatur mengenai perjanjian kerja harian lepas.

Pekerja/buruh bekerja kurang dari 21 (dua puluh satu) hari dalam 1 (satu) bulan. Dalam hal pekerja/buruh bekerja 21 (dua puluh satu) hari atau lebih selama 3 (tiga) bulan berturut-turut atau lebih maka perjanjian kerja harian lepas berubah menjadi PKWTT.

4. Surat kontrak kerja paruh waktu

Jenis kontrak kerja karyawan selanjutnya adalah surat kontrak kerja paruh waktu. Kontrak ini juga sering disebut dengan kontrak part time. Biasanya jam kerja yang dilakukan kurang dari 8 jam dalam sehari.

Kemudian untuk upah yang dibayarkan akan ditentukan oleh kesepakatan kedua belah pihak yang dibayarkan secara harian.

Dalam aturannya, perusahaan tidak memiliki kewajiban untuk membayarkan gaji bulanan dan tunjangan, asuransi, uang pensiun dan beberapa benefit lainnya yang biasanya didapatkan oleh pekerja tetap.

Hak dan Kewajiban Dalam Kontrak Kerja

Dalam kontrak kerja karyawan pastinya akan ada hak dan kewajiban diantara kedua belah pihak hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja dan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

1. Hak untuk pelatihan kerja

Bahwa setiap tenaga kerja mendapatkan hak untuk pelatihan guna meningkatkan, mengembangkan kompetensi kerja yang sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan melalui adanya pelatihan kerja.

2. Hak atas perlakuan dan kesempatan yang sama

Semua tenaga kerja berhak memiliki kesempatan yang sama tanpa adanya diskriminasi untuk mendapat pekerjaan dan berhak mendapat perlakuan yang sama tanpa diskriminasi saat bekerja dari pengusaha.

3. Hak untuk mendapatkan pesangon jika di PHK

Jika terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) maka, pengusaha diwajibkan untuk memberikan uang pesangon dan uang penggantian hak sesuai dengan aturan yang ada mengenai jumlahnya.

4. Hak mendapatkan upah yang layak

Setiap buruh atau pekerja berhak untuk mendapatkan upah yang layak untuk penghidupannya. Untuk itu pengusaha wajib membayarkan upah pekerja sesuai dengan kesepakatan yang ada berdasarkan Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2021 mengenai Pengupahan yang juga tertulis pada kontrak kerja.

5. Hak untuk melaksanakan ibadah

Setiap pekerja berhak untuk melaksanakan ibadah sesuai dengan agamanya masing-masing.

6. Hak atas kesehatan dan keselamatan kerja

Setiap pekerja berhak untuk mendapatkan perlindungan atas:

  • Kesehatan dan keselamatan kerja
  • Moral dan kesusilaan
  • Perlakuan yang sesuai harkat martabat manusia dan nilai agama.

Selain hak yang bisa didapatkan oleh pekerja, juga ada kewajiban yang harus dilakukan oleh pekerja dalam kontrak kerja seperti:

1. Kewajiban konfidensialitas

Merupakan kewajiban untuk menyimpan informasi yang rahasia dari perusahaan karena adanya suatu pekerjaan tertentu.

2. Kewajiban loyalitas

Karyawan perlu ikut membantu perusahaan untuk mencapai visi dan misi perusahaan dengan loyalitas yang tinggi sehingga tujuan perusahaan bisa diraih dengan cepat.

Pembuatan kontrak kerja karyawaan memang tidak mudah, setidaknya Anda perlu tahu mengenai aturan dasarnya melalui artikel Kontrak Kerja Karyawan: Definisi, Fungsi, Manfaat hingga Cara Membuat.

Demikian adalah artikel mengenai jenis kontrak kerja karyawan yang perlu Anda perhatikan dengan baik.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.