Dalam dunia usaha, merek merupakan sebuah identitas sebuah brand dalam memasarkan produk mereka. Tak jarang, banyak produsen memperebutkan sebuah merek demi dapat mendapatkan atensi pasar yang cukup baik. Untuk itu, pendaftaran merek perlu untuk dilakukan demi menjaga dan mengamankan merek usaha Anda.

Apa itu Pendaftaran Merek?

Secara umum, merek adalah suatu identitas diri yang dapat dijadikan sebagai pembeda dari suatu produk / jasa layanan yang sejenis di pasaran. Dengan adanya merek pada suatu barang yang diperjualbelikan inilah yang nantinya dapat membuat barang tersebut dapat dibedakan dengan barang yang sejenis lainnya. Sehingga, hal ini nanti akan memberi kemudahan bagi konsumen / pembeli dalam mengingat merek dagang suatu produk dari satu perusahaan dengan perusahaan lain.

Sehingga definisi atau pengertian dari pendaftaran merek yaitu, aktivitas mendaftarkan atau memberikan hak paten terhadap identitas diri sebuah brand ke HKI. Sehingga jika seorang pemilik usaha telah melakukan pendaftaran merek ke HKI, selain akan mendapat perlindungan hukum, maka konsumen juga akan lebih mudah dalam mengingat dan mengetahui barang dan jasa perusahaan tersebut.

Baca Juga: Pentingnya Perjanjian Lisensi Beserta Contoh Lengkapnya

Alasan Merek Dagang Harus Didaftarkan

Walaupun merek terdengar sepele, namun merupakan salah satu aset dari hak kekayaan intelektual suatu perusahaan yang harus mendapatkan perlindungan dari perusahaan melalui pendaftaran merek. Merek yang telah didaftarkan dapat dibuat sebagai barang bukti di suatu pengadilan bagi Anda selaku pemilik yang berhak terkait dengan merek yang didaftarkan. Bukti tersebut akan berupa sertifikat merek yang diterbitkan Menteri HAM dan hukum.

Bukti tersebut dapat dijadikan sebagai bahan dasar dari mencegah dan menolak orang lain yang ingin memakai merek yang sama. Anda sebagai pemilik merek tersebut dapat melakukan pengajuan gugatan pembatalan dari merek ke pengadilan niaga, melakukan penyelesaian sengketa melalui arbitrase, dan juga melaporkan tindakan dari pembajakan merek sebagai suatu tindakan pidana. Berikut beberapa alasan lain terkait pentingnya melakukan pendaftaran merek dagang:

  • Sebagai bukti yang resmi dari kepemilikan merek dagang

Sesuai dengan aturan yang berlaku dalam cara daftar merek dagang online ke pihak terkait, maka pemilik bisnis akan memperoleh hak eksklusif untuk bisa menggunakan sendiri merek yang telah terdaftar tersebut. Di samping itu, pebisnis juga dapat mengizinkan orang lain untuk menggunakan merek terdaftar tersebut dengan memberikan izin melalui lisensi yang resmi.

  • Memperoleh jaminan perlindungan hukum

Dengan mengetahui mengenai cara mendaftarkan merek dagang ke HKI, maka pemilik bisnis akan memperoleh jaminan perlindungan hukum selama 10 tahun terhitung sejak tanggal penerimaan. Dengan begitu, maka pebisnis bisa mengajukan gugatan jika sewaktu – waktu ada orang lain yang memakai merek yang sama dengan milik Anda tanpa meminta izin secara resmi.

Manfaat Pendaftaran Merek Dagang

Jika Anda tidak melakukan pendaftaran merek dagang sendiri maka bersiap-siaplah jika sewaktu saat ada orang lain mengambil merek tersebut sehingga hanya akan merugikan perusahaan. Bahkan besar kemungkinan bisnis akan hancur lebur begitu saja. Tentunya Anda tidak ingin bukan hal tersebut terjadi begitu saja.

Perlu diketahui juga jika Anda masih malas buat mendaftarkannya, maka dapat langsung menyerahkan kepada jasa pendaftaran merek dagang dimana sudah tersebar di Indonesia. Tetapi jika benar-benar ingin menggunakan jasa mereka maka harus mengetahui bagaimana reputasi yang mereka miliki tersebut.

Selain menghindari risiko di atas, dengan mendaftarkan merek itulah akan memberikan sejumlah manfaat diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Adanya Perlindungan Hukum

Manfaat dimana paling dirasakan para pebisnis ketika memutuskan buat melakukan pendaftaran merek dagang adalah adanya perlindungan hukum dengan bukti valid serta dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini pun ternyata sudah diatur dalam UU mengenai Hak Cipta Tahun 2002 dimana sudah disahkan langsung oleh presiden.
Jadi apabila sewaktu-waktu merek anda disalahgunakan oleh orang lain, maka bisa segera menuntut mereka yang sudah melakukan plagiat terhadap bisnis anda sebagai pemilik aslinya.

2. Bisa Menghindari Plagiarisme

Seperti telah disinggung sebelumnya, dengan mendaftarkan merek anda ke Kemenkumham maka dapat menghindari adanya risiko plagiarisme. Terlebih lagi ada banyak merek serupa di pasaran dimana terkadang meniru merk lainnya. Nah, Anda sebagai pemilik aslinya sendiri ternyata tidak perlu mengkhawatirkannya.

3. Meningkatkan Aset Perusahaan

Manfaat terakhir yang bisa didapatkan yakni dapat meningkatkan aset perusahaan. Sebab ketika sebuah brand sudah terdaftar di DITJEN HKI maka akan membuat proses branding dapat meningkat serta mampu meningkatkan nilai lebih. Bahkan membuka kerja sama bisnis lebih luas dengan perusahaan-perusahaan lainnya.

Prosedur Pendaftaran Merek Baru

Pendaftaran merek dagang merupakan salah satu langkah yang cukup sulit untuk sebagian pemilik usaha, terutama bagi mereka yang baru memulai bisnisnya. Hal tersebut dapat sepenuhnya benar, dikarenakan pemilik usaha harus menyiapkan beberapa persyaratan dan perizinan untuk dapat disetujui dan merek dagang tersebut terdaftar.  

Pengurusan pendaftaran merek dagang di Indonesia dapat dilakukan dalam tiga cara, mendaftarkan langsung ke Kantor HKI setempat, melalui jasa pendaftaran merek dagang atau dilakukan secara online melalui website resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Untuk Anda yang memutuskan melakukan pendaftaran secara langsung ke Kantor HKI, langkah yang harus dilakukan dalam mendaftar merek di HKI secara langsung atau offline adalah:

  • mengajukan permohonan ke DJKI melalui beberapa persyaratan. Permohonan diajukan dalam dua rangkap dokumen yang diketik dalam bahasa Indonesia dilengkapi formulir permohonan yang memuat beberapa data yang harus Anda isi.
  • Selain itu, Anda juga harus membawa surat permohonan yang dilampiri beberapa dokumen seperti FC KTP, FC akte pendirian sekaligus pengesahan oleh notaris (hanya permohonan yang diatasnamakan badan hukum), FC pemilikan bersama jika usaha dimiliki lebih dari satu orang, surat kuasa jika permohonan dikuasakan, bukti pembayaran, 10 helai merek dalam bentuk etiket, surat pernyataan kepemilikan usaha. Dengan demikian, nanti Anda akan diarahkan petugas terkait alur selanjutnya dan menunggu kabar baik berikutnya.

Prosedur Pendaftaran Merek Online

DJKI telah menyiapkan sarana untuk para pemilik usaha baru dalam mendaftarkan merek dagangnya secara online, dan dapat dilakukan dirumah tanpa harus mendatangi kantor HKI. Hal ini tentu akan mempermudah pemilik usaha dalam melakukan pendaftaran merek secara online, untuk Anda yang belum mengetahui cara mendaftar merek dagang secara online berikut tahapannya.

1. Melakukan Registrasi di DJKI

Tahap pertama yang harus dilakukan produsen untuk mengurus merek dagang secara online adalah membuat akun. Buka situs online Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau djki online dari Kemenkumham yaitu dgip.go.id. Buka menu pada bagian merek dan lakukan registrasi akun pada platform. Lakukan sampai akun diaktivasi bisa melalui email maupun nomor telepon.

2. Login ke Akun Dgip.go.id

Setelah akun dibuat dan diaktivasi, barulah para produsen bisa login pada situs tersebut. Gunakan username dan password yang sudah ditentukan sebelumnya untuk login. Pada tampilan awal login, akan ada berbagai fitur untuk mengurus merek dagang produsen. Salah satu menunya adalah ‘Permohonan Online’.

Klik Menu ‘Permohonan Online’ Untuk Cara Mendaftarkan Merek Dagang Anda
Cara daftar merek dagang online selanjutnya adalah mengklik ‘Permohonan Online’ untuk menambah permohonan merek dagang. Setelah itu produsen akan diarahkan untuk memilih tipe, kelas, dan jenis barang yang akan didaftarkan.\

Pada tahap inilah produsen juga akan mendapatkan kode billing yang harus dibayarkan. Pembayar bisa dilakukan pada aplikasi SIMPAKI yang sudah disediakan oleh pihak DJKI.

3. Mengisi Formulir yang Tersedia

Setelah biaya daftar merek dagang diurus, pengguna akan diminta untuk mengisi beberapa formulir. Akan ada banyak formulir yang harus diisi meliputi pemilik merek dagang sampai spesifikasi merek dagang. Karena itu pastikan untuk mengisi formulir-formulir tersebut dengan lengkap dan teliti.

4. Menyiapkan Dokumen yang Terkait Pendaftaran Merek Dagang Online

Ada beberapa dokumen yang dibutuhkan untuk pendaftaran merek dagang antara lain label merek, tanda tangan pemohon merek dagang. Dibutuhkan juga surat keterangan UMK terutama jika pemohonnya adalah pemilik usaha mikro atau kecil. Semua dokumen harus dalam format yang ditentukan oleh situs.

5. Menunggu Permohonan Diterima

Setelah pembayaran, formulir, dan data juga sudah dilengkapi produsen tinggal mensubmit data yang sudah ada. Sisanya tinggal menunggu permohonan diterima oleh pihak DJKI dibutuhkan waktu beberapa lama untuk pengabulan. Karena itu lebih baik produsen terus memantau pemberitahuannya melalui email.

Syarat Pendaftaran Merek

Ada beberapa syarat yang harus disiapkan sebelum melakukan pendaftaran merek ke HKI, beberapa persyaratan tersebut antara lain:

  • Menyiapkan etiket/label merek. Setidaknya beberapa contoh merek dengan ukuran maksimal 9×9 cm dengan minimal 2×2 cm;
  • Tanda tangan pemohon
  • Siapkan daftar barang ataupun jasa dimana akan diberikan merk;
  • Surat Rekomendasi UKM Binaan atau Surat Keterangan UKM Binaan Dinas (Asli) – Untuk Pemohon Usaha Mikro dan Usaha Kecil;
  • Fotokopi KTP;
  • Fotokopi NPWP serta surat kuasa apabila dibutuhkan.

Berapa Lama Proses Pendaftaran Merek

Proses pendaftaran merek dagang yang dilakukan secara online melalui website resmi DJKI, memang terbilang cukup cepat dan singkat. Akan tetapi selain itu proses hingga mendapatkan sertifikat perizinan terkait merek dagang tersebutlah yang tergolong memakan waktu yang cukup lama.

Dengan melihat rangkaian tahapan yang harus dilakukan oleh pemohon atau pemilik bisnis dalam pendaftaran merek dagang, tentunya akan memakan waktu yang cukup panjang. Terlebih terdapat tahapan peninjauan yang dilakukan oleh DJKI untuk menghindari kesamaan dalam merek dagang, sudah dapat dipastikan tahapan ini akan membutuhkan proses yang cukup panjang.

Estimasi waktu berdasarkan UU yang berlaku memang membutuhkan waktu yang cukup lama, terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui. Namun, hal baru mengenai lamanya proses hingga terbitnya sertifikat merek, berdasarkan RUU menurut Bambang selaku Direktur Merek pemohon hanya cukup menunggu paling lama 11 bulan.

Hal ini masih dalam tahapan RUU yang masih dalam tahap pembahasan, sehingga untuk saat ini lama proses pendaftaran merek masih terbilang cukup lama, hingga dinyatakan merek tersebut terdaftar di HKI.

Biaya Pendaftaran Merek

Biaya pendaftaran merek sendiri telah diatur dalam PP No 28 tahun 2019 dimana dalam peraturan tersebut dituliskan jika tarif atau biaya yang mesti dikeluarkan dalam pendaftaran merek adalah penerimaan negara bukan pajak.

Biaya Pendaftaran Merek UMKM

Untuk umkm sendiri, pendaftaran merek sendiri dikenakan biaya sebesar Rp. 500 ribu jika Anda mengurusnya secara online. Namun jika pendaftaran tersebut anda lakukan secara offline atau datang langsung, biaya yang mesti dikeluarkan kurang lebih sekitar Rp.600 ribu rupiah.

Biaya Pendaftaran Merek Non UMKM

Untuk biaya pendaftaran merek non umkm sendiri tergolong lebih mahal jika dibanding dengan pendaftaran merek umkm. Anda wajib mengeluarkan biaya sekitar 1.800.000 ribu rupiah jika Anda mengurusnya secara online. Namun jika Anda mengurus langsung atau offline, Anda perlu mengeluarkan biaya sekitar 2.000.000 ribu rupiah.

Tips Memilih Jasa Pendaftaran Merek yang Terpercaya

Supaya anda tidak salah pilih jasa pendaftaran merek dagang, berikut ini beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum memilih salah satu jasa pendaftaran merek dagang.

  1. Anda harus memastikan bahwa konsultan HKI yang anda pilih benar-benar telah terdaftar di pangkalan data konsultan kekayaan intelektual. Caranya, kunjungi website Ditjen HKI, lalu pilih menu e-informasi HKI-Pangkalan Data Konsultan HKI. Setelah itu cari nama konsultan yang anda pilih.
  2. Pastikan bahwa konsultan HKI yang anda pilih telah patuh pada kode etik profesi konsultan HKI Indonesia. Kode etiknya akan dijelaskan di bawah ini.
  3. Tidak memberikan informasi yang salah, memperolok konsultan HKI lainnya, dan mengandung unsur buruk terhadap profesi konsultan HKI.
  4. Tidak menyatakan diri mempunyai kemampuan guna mempengaruhi pegawai terkait, secara tidak langsung maupun secara langsung.
  5. Tidak memberikan jaminan keberhasilan.
  6. Lihatlah jam terbang konsultan HKI yang anda pilih dengan melihat portofolio klien sebelumnya.

Merek Anda digunakan Pihak lain? Jangan khawatir, Anda dapat mengajukan permohonan keberatan merek ke DJKI guna membuat merek tersebut tidak dapat digunakan oleh pihak manapun selain Anda.

Lakukan langkah mudah dalam mengajukan permohonan keberatan atas penggunaan merek ke DJKI guna melindungi merek Anda dari oposisi.