Memahami cara memilih vendor dalam sebuah bisnis merupakan hal kritikal yang perlu dipahami para pebisnis terutama pemula. Apabila kita tidak memahami sistem seperti ini tentu akan relatif berbahaya pada berbagai aspek.

Mulai dari suplai hingga produksi bisa terganggu apabila pemilihan penyedia ini dianggap sebelah mata. Oleh karena itu kami akan membedah segala aspek yang berkaitan dengan hal tersebut agar Anda bisa menjadikannya referensi.

Karena hanya dengan cara memilih vendor yang tepat sebuah stabilitas roda produksi dapat tetap berputar. Dalam dunia bisnis sistem seperti ini adalah hal yang perlu diperhatikan agar jangan sampai terjadi mismanagement.

Mulai dari metode pemilihan sampai mengenali aspek utama ketika ini memang dibutuhkan sangat penting. Jadi sebagai pelaku bisnis Anda nantinya bisa menjaga stabilitas dari produksi agar tetap terjaga secara optimal.

Apa itu Pemilihan Vendor

Pemilihan vendor adalah sebuah kegiatan untuk menentukan penyedia baik barang mentah atau setengah jadi dalam dunia industri. Namun pada prakteknya sekarang penyedia tidak hanya berkutat pada aspek itu saja.

Tidak sedikit pelaku usaha yang memilih melakukan penyediaan barang jadi sebagai sebuah opsi. Sistem seperti ini disebut maklon sehingga dapat memudahkan sebuah perusahaan baru dalam bergerak.

Jika kita melihat pada praktik awal, sebenarnya penyediaan bahan atau produk jadi sebagai pasokan sudah banyak dilakukan. Awalnya cara memilih vendor ini hanya terdapat dalam industri minuman beralkohol saja.

Dimana untuk membuat sebuah produk dibutuhkan investasi waktu cukup panjang dan produk tidak bisa langsung jadi begitu saja. Apabila tidak mengambil vendor atau pihak ketiga tentu akan sulit memenuhi demand.

Oleh karena itu dibutuhkan barang jadi yang sudah siap dipasarkan agar nantinya bisa memenuhi permintaan. Cara penjualan seperti ini sekarang dikenal sebagai maklon dan sering diterapkan di dalam negeri.

Ada berbagai aspek penting yang perlu dipahami agar pemilihan seperti itu bisa berjalan secara optimal. Pada segmen selanjutnya kami akan jelaskan secara rinci cara dalam memilih vendor agar Anda bisa melakukannya secara baik.

Cara Memilih Vendor yang Baik untuk Bisnis dan Usaha

Aspek pemilihan memang perlu diperhatikan secara seksama agar seorang pengusaha bisa mendapatkan produk secara maksimal. Ada berbagai faktor yang perlu kita jadikan acuan agar nantinya keberlangsungan produk tetap terjaga.

Mulai dari tujuan usaha sampai bagaimana variasi produk perlu kita perhatikan secara seksama. Jadi kami akan menjelaskannya agar nanti dapat dijadikan sebagai referensi sebelum melakukan implementasi.

Menentukan Tujuan Bisnis atau Usaha

Relevansi antara tujuan bisnis dengan ketersediaan bahan pokok tentu saja menjadi salah satu aspek penting. Jadi ketika kita menemukan seorang penyedia yang memang relevan terhadap bisnis ini harus dimaksimalkan.

Misalnya ketika Anda bergerak dalam industri kosmetik maka mencari penyedia barang setengah jadi sangat diperlukan. Sekarang penerapan sistem seperti ini sudah umum dan dapat digunakan untuk mempermudah cara memilih vendor.

Jadi relevansi antara produk yang akan dijual dengan stok awal atau barang mentah tentu saja harus berjalan. Ini adalah sistem yang perlu kita jaga agar nantinya kita tetap mampu memenuhi permintaan dagang.

Apabila korelasi antara tujuan sudah tidak relevan tentu saja ini justru akan memberikan kerugian besar. Jadi sebagai penyelenggara bisnis Anda memang harus jeli dalam melihat relevansi ini.

Mengetahui Sejauh Mana Kemampuan Teknis Vendor yang Dipilih

Jika berbicara masalah teknis memang akan sedikit kompleks dan perlu beberapa acuan digunakan. Berikut ini akan kami jelaskan sehingga Anda akan lebih tepat dalam menentukan sebuah opsi.

1. Kemampuan produksi

Ini adalah aspek terpenting dari memilih sebuah penyedia terutama ketika Anda menjadikannya sebagai pasokan primer. Kemampuan produksi berhubungan erat dengan berapa kuantitas dari hasilnya.

2. Kualitas

Jangan sampai menganggap remeh bahwa kualitas juga menjadi aspek penting dalam pertimbangan produksi. Selain cara memilih vendor kuantitas seperti sebelumnya kita tetap harus memperhatikan mutu dari barang.

3. Kecepatan

Ini juga relatif penting untuk dijadikan sebagai acuan apalagi jika bisnis yang Anda geluti bergerak secara aktif. Artinya perputaran barang cepat sehingga ketersediaan pasokan juga perlu aman.

Jika memang satu pemasok saja tidak cukup untuk memenuhi permintaan maka kita boleh menjalin kerjasama lain. Hal seperti cara memilih vendor sudah biasa dilakukan dalam dunia bisnis untuk mengamankan posisi produksi.

Dengan memperhatikan tiga aspek tersebut tentu Anda bisa mempertimbangkan bagaimana rencana eksekusi kedepan. Karena masalah teknis adalah hal yang tidak boleh dianggap sebelah mata dalam bisnis.

Perhatikan Panjangnya Jangka Waktu Kerjasama

Ini adalah hal yang paling sering dianggap sepele oleh para pengusaha awam yaitu durasi kontrak. Jadi memang kita perlu mempertimbangkan sejauh mana kerjasama akan tetap dijalankan.

Misalnya Anda bergerak dalam industri pertanian seperti peternakan ayam, maka kerjasama dengan pemasok pakan perlu diperhatikan. Batas waktu mana kita harus menggunakan jasa mereka dan kapan harus berhenti.

Dalam dunia peternakan misalnya urgensi dari kerjasama cara memilih vendor pemasok pakan perlu diperhatikan secara teliti. Biasanya ini akan dilangsungkan selama beberapa siklus penetasan atau penggemukan binatang.

Apabila Anda sudah memiliki sistem pakan terpadu maka nantinya kontrak terhadap pemasok pakan bisa dihentikan. Jadi memang tidak selamanya kita harus bergantung pada pemasok tertentu.

Dengan menjalankan sistem bisnis terpadu maka nantinya kita bisa mewujudkan kemandirian siklus. Artinya semua barang produksi dapat dibuat secara utuh guna menghemat biaya.

Jangan sampai melakukan kerjasama terlalu panjang karena mereka menawarkan harga murah. Karena ketika memang kerjasama sudah tidak diperlukan ini justru akan membuat anggaran terbuang percuma.

Harga Bukan Menjadi Patokan Utama

Banyak pengusaha awam menjadikan harga sebagai salah satu patokan utama memilih kerjasama. Padahal ini belum sepenuhnya benar karena masih ada berbagai aspek lain dari produksi tadi misalnya berikut ini.

1. Ketahanan produk

Jika memang suplai yang dibutuhkan untuk jangka panjang maka aspek durabilitas ini penting diperhatikan. Jangan sampai sebelum masa jual, bahan pokok sudah berada dalam kondisi kurang ideal.

2. Kualitas

Sudah pasti kualitas menjadi salah satu aspek penting ketika kita hendak menggunakan barang mentah. Ini tujuannya untuk menjaga cara memilih vendor kualitas produksi tetap berada pada tahap optimal.

3. Kebutuhan

Aspek kebutuhan juga penting untuk diperhatikan terutama bagi para pengusaha awam. Tidak bijak kita melakukan pengadaan barang mentah apabila kondisinya meaning tidak urgent.

Oleh karena itu melihat urgensi dan posisi sebuah bahan pokok perlu diperhatikan secara seksama. Karena ketika dianggap sebelah mata tentu akan membuat anggaran terbuang percuma.

Masih banyak sebenarnya pertimbangan lain disamping harga saja dalam melakukan sebuah supply chain. Jadi perusahaan tetap bisa bergerak dan memberikan potensi profit selama tetap berjalan.

Memperhatikan Stabilitas Finansial

Dalam sebuah badan usaha stabilitas finansial merupakan harga mati namun mempertahankannya juga tidak mudah. Kita harus menjadikannya sebagai salah satu pertimbangan dalam memberikan pelayanan optimal.

Apakah memang usaha Anda sudah berada dalam posisi finansial stabil dalam menjalin kerjasama atau belum. Apabila memang cara memilih vendor belum maka berbagai negosiasi perlu dilakukan untuk mengamankan posisi.

Jangan sampai nantinya keinginan mencari penyedia justru membuat posisi usaha Anda dalam keadaan gagal bayar. Jika hal tersebut terjadi tentu akan mencederai kredibilitas usaha dimata pasar.

Aspek ini tidak kalah penting karena kesadaran tentang kemampuan usaha memang harus kita jadikan pertimbangan. Selain kemampuan finansial kita, perlu dilihat juga bagaimana dengan pihak penyedia.

Apabila mereka stabil tentu saja produksi akan tetap berjalan tanpa adanya hambatan. Namun ketika terjadi instabilitas finansial cara memilih vendor bisa mengganggu siklus pengiriman suplai dan mengakibatkan Anda tidak memperoleh pasokan.

Jadi sebagai seorang pengusaha Anda juga perlu melihat dari dua sisi apakah nantinya memang ini bisa menjadi andalan atau tidak. Pastikan vendor memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk memenuhi permintaan.

Memperkirakan Semua Kemungkinan Risiko yang Ada

Gunakan analisis swot untuk paling mudah mengetahui apa saja potensi risiko mengambil kerjasama. Jadi nantinya kita bisa memprediksi dimana harus memperkuat posisi pada kondisi terdesak.

1. Strength

Lihat apa saja kekuatan utama yang menjadi nilai jual dari calon penyuplai tadi ketika digunakan. Misalnya kualitasnya cara memilih vendor bagus, harganya murah, atau kemampuan produksinya sangat tinggi.

2. Weakness

Memperhatikan kelemahan dari kerjasama juga perlu kita jadikan acuan utama. Misalnya jika sistem distribusi mereka kurang apakah ada yang bisa dilakukan untuk tindakan mitigasi.

3. Opportunity

Kesempatan apakah yang bisa kita manfaatkan dengan menjalin kerjasama dengan penyuplai. Misalnya mereka memiliki koneksi industri bagus, maka ini dapat menjadi salah satu nilai tambah lainnya.

4. Threat

Memperhatikan ancaman yang mungkin terjadi dalam jalur suplai adalah hal penting. Misalnya karena cara memilih vendor berkualitas bagus maka potensi pesaing untuk menggunakannya juga relatif tinggi.

Dengan melakukan analisis sederhana seperti itu kita bisa menimbang bagaimana potensi dari kerjasama. Apakah dapat memberikan potensi keuntungan lebih banyak atau justru hasilnya medioker saja.

Pelajari Kemampuan Vendor

Terkadang kita sebagai konsumen tidak memahami bagaimana kemampuan mereka sebenarnya dalam supply chain. Ini adalah salah satu aspek yang cukup kritis untuk diperhatikan seorang pengusaha.

Apakah benar kemampuan dari vendor tersebut sudah teruji dan bisa memenuhi permintaan dengan standar kita. Apabila cara memilih vendor memang ada kekurangan jangan ragu untuk meninggalkan mereka.

Hal seperti itu merupakan sebuah praktik yang umum dilakukan sebelum membuat kontrak usaha. Jadi nantinya tidak akan ada pihak yang dirugikan karena adanya keterbukaan terhadap aspek kemampuan.

Memang ini akan membuat kita cukup terbatas dalam menentukan siapakah penyuplai yang dapat digunakan. Namun ini lebih baik dilakukan daripada nanti harus menyesal karena supply chain terganggu.

Teliti Jika Terkait dengan Perjanjian Refund atau Pengembalian Dana

Ini masih erat sekali hubungannya dengan kemampuan dan kerjasama kontrak jangka panjang. Perhatikan apakah ada pengembalian apabila barang yang dikirimkan tidak sesuai dengan standar perjanjian.

Aspek seperti itu penting diperhatikan karena menjadi salah satu faktor krusial dalam menjaga kualitas produk. Jangan sampai karena pasokan tidak sesuai standar tetap kita bayar secara penuh.

Tentu hal seperti itu akan memberikan cara memilih vendor kerugian bagi kita selaku pihak konsumen dari supplier. Jadi selalu teliti terlebih dahulu sebelum membuat perjanjian kontrak apakah memang kapabilitas mereka setara dengan integritasnya.

Jangan sampai membuat kerjasama apabila tidak ada perjanjian pengembalian dana dari sebuah suplai. Karena ini akan berbahaya bagi posisi Anda ketika nanti harus mengolah kembali barang suplai tersebut.

Ketika hal tersebut terjadi tentu akan lebih banyak anggaran diperlukan untuk membuat barang sampai jadi. Jika dibiarkan dalam jangka panjang tentu saja akan berdampak cukup fatal pada stabilitas finansial.

Komunikasi yang Baik Pada Vendor Menjadi Salah Satu Nilai Utama

Mencari vendor yang mudah dihubungi adalah salah satu aspek penting yang perlu kita perhatikan. Ini bagus untuk menjaga kerjasama tetap berjalan dan sebuah pengecekan apabila ada kekurangan.

Misalnya dalam semester pertama supply chain bahan mentah ada kekurangan beberapa ton pasokan. Jika komunikasinya mudah tentu masalah shortage cara memilih vendor seperti itu akan mudah teratasi.

Jika sebuah perusahaan supplier sulit dihubungi Anda akan merasa darurat ketika terjadi masalah seperti shortage. Bagaimana mungkin bisa memenuhi permintaan apabila komunikasi dengan supplier memang buruk.

Oleh karena itu dalam kerjasama memang harus ada pihak yang bisa diandalkan agar kondisi terburuk bisa teratasi. Masalah komunikasi seperti cara memilih vendor sekarang memang tidak terlalu sulit diatasi berkat adanya dukungan teknologi.

Mungkin beberapa tahun lalu aspek komunikasi akan menjadi salah satu batu sandungan. Namun dengan majunya teknologi seperti sekarang, komunikasi adalah salah satu hal yang mudah didapatkan.

Lihat Kembali Variasi Produk atau Jasa yang Ditawarkan

Menentukan sedikit atau banyaknya variasi memang bukan urgensi yang perlu kita utamakan. Namun tidak ada salahnya menggunakan penyedia yang memiliki kemampuan produksi beragam.

Artinya ketika kita hendak melakukan variasi dari barang jadi nantinya tidak perlu mencari penyedia lain. Semakin cara memilih vendor sedikit chain of supply yang harus kita jaga maka anggaran dibutuhkan tentu akan berkurang.

Jadi jika bisa menemukan penyedia yang multifungsi tentu saja akan cukup mudah dalam memberikan hasil optimal. Kita bisa mengandalkan satu perusahaan saja untuk mengamankan pasokan jangka panjang.

Memang pada praktiknya ini tidak terlalu mudah dilakukan, namun jika menemukannya Anda akan sangat untung. Teliti bagaimana kemampuan dan kualitas mereka dalam memberikan suplai variasi berbeda.

Gunakan Vendor yang Telah Direkomendasikan Banyak Pihak

Melihat track record dari sebuah vendor adalah cara paling mudah untuk melihat kapabilitas dan kredibilitas mereka. Apabila memang penyedia tersebut sudah digunakan banyak perusahaan lain artinya mereka cukup bisa diandalkan.

Apalagi jika kerjasama yang mereka sudah pernah buat adalah dengan berbagai pengguna besar. Jadi kita sebagai calon pengguna memang perlu meneliti bagaimana track record mereka sebelumnya.

Boleh saja menjalin kerjasama dengan sebuah penyuplai baru namun perlu kita berjaga menjadikannya opsi sekunder. Jika cara memilih vendor dijadikan sebagai primer supplier dikhawatirkan tidak mampu memenuhi demand.

Memang akan cukup berbahaya apabila hal seperti ini sampai tidak kita perhatikan ketika memilih. Namun ketika sudah bisa meneliti secara akurat tentu saja hal seperti itu akan optimal dilakukan.

Dalam setiap pengambilan keputusan terutama kerjasama antara konsumen dan supplier kita perhatikan secara seksama. Jangan sampai ada kesalahan karena tidak memperhatikan bagaimana integritas vendor tersebut.

Tugas dan Tanggung Jawab Vendor

Tugas dan tanggung jawab dari penyedia adalah menjaga supply chain dari produksi utama perusahaan tetap aman. Tentu saja ini akan secara eksplisit tertulis pada kontrak kerjasama antara dua belah pihak.

Tugas utama mereka adalah memberikan kita selaku konsumen barang mentah, setengah jadi, atau jadi untuk produksi pokok. Menjamin keamanan suplai baik kualitas dan kuantitas juga perlu diperhatikan cara memilih vendor.

Tanggung jawab mereka tentu saja menjaga agar kuantitas dan kualitas barang yang diberikan sesuai standar. Apabila tidak memenuhi standar maka konsumen bisa mengembalikannya sesuai kontrak.

Sebagai pengguna Anda juga perlu jeli dalam pembuatan kontrak agar posisi antara kedua belah pihak bisa seimbang. Win win situation seperti ini diperlukan untuk menjaga keharmonisan kedua belah pihak.

Ketika supplier sudah betah melakukan kerjasama maka nanti kita tidak perlu bingung lagi menjaga stabilitas produksi. Ini adalah cara memilih vendor yang bisa diimplementasikan dan menjadi kunci kesuksesan.

Konsultasikan Permasalahan Bisnis Dengan Justika

Saat ini Anda dapat berkonsultasi dengan Mitra Advokat terkait permasalahan bisnis, dimana saja. Dengan menggunakan Layanan Bisnis Justika, Anda dapat berkonsultasi tanpa harus mendatangi Kantor Advokat.

Kenapa Justika? Justika merupakan platform konsultasi hukum terbaik dan terpercaya yang ada di Indonesia, dengan Mitra Advokat yang tergabung memiliki pengalaman lebih dari 5 (Lima) tahun. Khususnya dalam bidang bisnis, maka permasalahan Anda dapat dibantu dan diselesaikan secara profesional.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.