Ketika Anda membuka sebuah usaha atau bisnis yang membutuhkan sebuah brand atau merek tertentu, maka penting untuk mendaftarkannya pada HAKI. Adanya merek atau brand tersebut penting untuk didaftar sebagai bentuk dari hak kekayaan intelektual. Secara ringkasnya adalah untuk mengklaim bahwa hak paten dan hak cipta dari merek atau brand yang Anda miliki. Setelah itu Anda juga perlu tahu cara cek merek HAKI yang sudah terdaftar.

Pengertian HAKI

Haki adalah singkatan dari Hak Atas Kekayaan Intelektual yang dalam hal ini merupakan hak eksklusif yang diberikan kepada seseorang atau kelompok orang atas karya ciptaannya.

Dalam kata lain, HAKI merupakan hak untuk menikmati secara ekonomis hasil karya intelektual. Semua hak yang dimasukkan dalam HAKI harus mendapatkan kekuatan hukum dari karya atau ciptaannya. Tujuannya sudah pasti untuk membantu mengantisipasi adanya pelanggaran HAKI milik orang lain.

Selain itu juga membantu untuk meningkatkan daya kompetisi dalam pasar. Untuk itu, sangat penting jika Anda tahu mengenai cara cek merek yang sudah terdaftar sebagai bentuk antisipasi apakah merek Anda sudah didaftarkan orang lain atau belum.

Undang Undang di Indonesia yang Memuat Tentang HAKI

Berbicara terkait dasar hukum yang mengatur tentang HAKI, cakupannya cukup luas beberapa diantaranya sebagai berikut:

  • UU Nomor 19/2002 diganti oleh UU No. 28/2014 Tentang Hak Cipta.

Tentang hak cipta, pencipta, perlindungan hak cipta, dan juga ciptaan yang dilindungi.

  • UU Nomor 14 Tahun 2001 Tentang Paten.

Tentang inventor dan juga pemegang hak paten.

  • UU Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merek

Tentang merek, merek dagang, merek jasa, merek kolektif, dan jangka waktu perlindungan terhadap merek.

  • UU Nomor 31 Tahun 2000 Tentang Desain Industri.

Tentang desain industri, dan jangka waktu perlindungannya.

  • UU Nomor 32 Tahun 20000 Tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu.

Tentang desain tata letak, dan juga sirkuit terpadu.

  • UU Nomor 30 Tahun 2000 Tentang Rahasia Dagang

Tentang rahasia dagang, lingkup rahasia dagang, dan juga perlindungan terhadap rahasia dagang.

Manfaat HAKI

Untuk seorang pemilik usaha tentunya jika telah mendaftarkan merek atau brand ke HAKI, akan memiliki manfaat yang akan membantu dalam aktivitas bisnisnya. Selain itu beberapa manfaat lain yang akan dimiliki oleh pemilik usaha adalah:

  1. Adanya kepastian hukum untuk pemegang hak dalam melakukan usahanya tanpa adanya gangguan dari pihak lain.
  2. Pemegang hak dapat menindaklanjuti pihak yang melakukan pelanggaran/peniruan melalui upaya hukum, baik perdata ataupun pidana.
  3. Pemegang hak dapat memberikan izin atau lisensi kepada pihak lain yang berkeinginan untuk menggunakan merek tersebut.

Prinsip Prinsip HAKI

Secara umum HAKI memiliki 4 prinsip yang sudah diterapkan sejak awal, yaitu:

1. Prinsip Ekonomi

Dalam prinsip ekonomi, hak kekayaan intelektual berasal dari kegiatan kreatif hasil dari daya pikir manusia yang memiliki manfaat serta nilai ekonomi, dan akan memberikan keuntungan kepada pemilik hak cipta.

2. Prinsip Keadilan

Dalam prinsip keadilan ini merupakan suatu bentuk perlindungan hukum bagi pemilik suatu hasil dari kemampuan intelektual, sehingga pemilik atau pemegang hak atas kekayaan intelektual memiliki kekuasaan penuh terhadap karyanya.

3. Prinsip Kebudayaan

Untuk prinsip kebudayaan sendiri merupakan pengembangan dari ilmu pengetahuan, sastra dan seni guna meningkatkan taraf kehidupan yang akan memberikan keuntungan bagi masyakarat luas, bangsa dan juga Negara.

4. Prinsip Sosial

Pada prinsip sosial merupakan prinsip yang mengatur terkait kepentingan manusia sebagai Warga Negara, sehingga hak yang telah diberikan oleh hukum atas suatu karya merupakan satu kesatuan yang diberikan perlindungan berdasarkan keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat atau lingkungan.

Bagaimana Prosedur Mengajukan HAKI

Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurus hak paten dari logo ke HAKI.

  1. Buatlah surat permohonan terkait dengan hak paten produk dan juga logo ke Dirjen HAKI.
  2. Kemudian lampirkan juga fotokopi KTP asli yang sudah dilegalisir, fotokopi peraturan dari pemilikan bersama apabila permohonan yang akan diajukan atas nama badan hukum, fotokopi dari akta pendirian perusahaan, surat pernyataan bahwa logo atau produk tersebut benar-benar milik Anda, dan lain sebagainya.
  3. Cara mendaftarkan logo ke HAKI selanjutnya adalah mengisi formulir permohonan dengan teliti dan juga jangan lupa untuk menyesuaikannya dengan dokumen maupun data resmi yang sudah Anda miliki. Pastikan untuk tidak salah dalam menuliskan nama produk maupun logo yang ingin dipatenkan.
    Dalam formulir permohonan daftar logo tersebut nantinya Anda akan diminta untuk mengisi:
  • Tanggal, bulan dan tahun permohonan.
  • Kewarganegaraan, nama lengkap hingga alamat pemohon. JIka memang diajukan dengan kuasa maka diperlukan nama lengkap dan alamat kuasa.
  • Tanggal permintaan pengurusan daftar logo dan nama negara (diajukan jika dengan hak prioritas)
  1. Menunaikan biaya pendaftaran setelah Anda melengkapi dokumen dan juga formulir yang diminta.
  2. Kemudian, setelah 18 bulan dari Anda mengajukan permohonan hak paten tersebut, maka Dirjen HAKI akan memberikan pengumuman terkait dengan hak paten. Perlu diingat juga bahwa pengumuman dari hak paten tersebut nantinya akan berlangsung selama 6 bulan supaya dapat mengetahui respon masyarakat, apakah setuju atau tidak.
  3. Setelah melewati tahap pengumuman, maka Anda dapat mendengar kabar baik bahwa hak paten Anda telah diterima. Permohonan hak paten tersebut berhak terkait dengan hak eksklusif berupa logo dan produk selama 20 tahun mulai dari filling date.

Cara mendaftarkan nama usaha dan logo dengan cepat agar bisa segera diproses tentunya Anda perlu mengikuti dan menyiapkan semua persyaratan yang dibutuhkan.

Syarat Pengajuan Pendaftaran HAKI

Sebelum Anda melakukan permohonan pengajuan pendaftaran HAKI, sebaiknya persiapkan beberapa persyaratan berikut agar dalam proses pengajuan tidak memakan proses cukup lama, karena dokumen persyaratan telah terkumpul.

  1. Mengisi formulir pendaftaran ciptaan yang telah disediakan dalam bahasa Indonesia dan diketik rangkap tiga. Lembar pertama dari formulir tersebut ditandatangani di atas meterai Rp10.000,00;
  2. Membuat surat permohonan pendaftaran ciptaan mencantumkan:
  • nama, kewarganegaraan dan alamat pencipta
  • nama, kewarganegaraan dan alamat pemegang Hak Cipta; nama kewarganegaraan dan alamat kuasa; jenis dan judul ciptaan
  • tanggal dan tempat ciptaan diumumkan untuk pertama kali
  • uraian ciptaan (rangkap 3)
  1. Surat permohonan pendaftaran ciptaan hanya dapat diajukan untuk satu ciptaan
  2. Melampirkan bukti kewarganegaraan pencipta dan pemegang Hak Cipta berupa fotokopi KTP atau paspor
  3. Apabila permohonan badan hukum, maka pada surat permohonanya harus dilampirkan turunan resmi akta pendirian badan hukum tersebut
  4. Melampirkan surat kuasa, bilamana permohonan tersebut diajukan oleh seorang kuasa, beserta bukti kewarganegaraan kuasa tersebut
  5. Apabila pemohon tidak bertempat tinggal di dalam wiliayah RI, maka untuk keperluan permohonan pendaftaran ciptaan ia harus memiliki tempat tinggal dan menunjuk seorang kuasa di dalam wilayah RI
  6. Apabila permohonan pendaftaran ciptaan diajukan atas nama lebih dari seorang dan atau suatu badan hukum, maka nama-nama pemohon harus ditulis semuanya, dengan menetapkan satu alamat pemohon
  7. Apabila ciptaan tersebut telah dipindahkan, agar melampirkan bukti pemindahan hak
  8. Melampirkan contoh ciptaan yang dimohonkan pendaftarannya atau penggantinya

Cara Cek Merek HAKI Yang Sudah Terdaftar

Lalu, ketika sudah melakukan pendaftaran HAKI, bagaimana cara cek merek HAKI yang sudah terdaftar? Ada beberapa cara yang bisa Anda ikuti apakah merek Anda sudah terdaftar pada sistem atau belum.

1. Cek merek HKI online

Cara cek merek HAKI yang sudah terdaftar pertama adalah secara online dimana akan lebih mudah. Namun Anda perlu teliti untuk mengeceknya karena banyak merek yang memiliki nama mirip namun sebenarnya berbeda.

  • Anda bisa mengunjungi situs pdki-indonesia.dgip.go.id
  • Nantinya akan ada beberapa pilihan jenis HKI yang bisa dicek
  • Kemudian pilih bagian merek jika Anda ingin mengecek merek
  • Ketik nama merek yang ingin Anda cek
  • Pilih “cek” dan tunggu beberapa saat hingga daftar merek yang dimaksud muncul
  • Untuk melihat informasi lainnya dengan lebih rinci, Anda bisa mengisi bagian pencarian terstruktur merek pada kolom yang sama.

2. Cara cek melalui konsultan

Cara cek merek HAKI yang sudah terdaftar juga bisa dilakukan melalui konsultan HKI. Hal ini bisa Anda lakukan ketika kurang paham dengan cara cek merek HAKI yang sudah terdaftar secara online.

Konsultan HKI memang orang yang memberikan bantuan jasa untuk pengajuan dan pengurusan HKI sehingga Anda juga bisa meminta bantuan untuk mengecek apakah merek Anda sudah terdaftar atau belum.

Cara cek merek HAKI yang sudah terdaftar melalui konsultan hanya dengan menghubungi salah satu konsultan seperti Patendo. Nantinya mereka bisa membantu untuk mengecek apakah merek Anda sudah terdaftar atau belum.

Kapan Seseorang Wajib Mendaftarkan HAKI

Banyak wirausaha atau pemilik usaha menganggap perlindungan Hak Kekayaan Intelektual atau HKI sebagai biaya, sehingga menunda dan memilih mencoba menjalankan usahanya dulu. Apakah benar seperti itu?

Banyak Wirausaha pemula (start-up) yang menjalankan bisnis atau usaha berawal dari ide di kepalanya. Ide-ide kreatif yang meluncur menghasilkan karya-karya yang memiliki keunikan serta nilai tersendiri yang membedakannya dari usaha atau bisnis milik pihak lain.

Ide ini perlu dilindungi sejak awal, bahkan sejak masih di kepala. Tuangkan ide kreatifmu dalam bentuk karya. Dari satu ide bisa memunculkan aneka produk dan dari satu produk bisa mengandung nilai Hak Kekayan Intelektual (HKI) yang berbeda. HKI sendiri terdiri dari merek, cipta, paten, rahasia dagang, desain industri dan desain tata letak sirkuit terpadu. Kesemuanya telah memiliki undang-undang tersendiri yang dapat melindungi karyamu.

Untuk itu penting bagi wirausaha untuk mengidentifikasi, usaha yang dijalankan, apakah ada jenis-jenis HKI yang harus segera dilindungi. Bila ada, maka Wirausaha harus segera mengurus pendaftaran perlindunganya ke Direktorat Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia (DJKI RI).

Simbol Simbol HAKI

Untuk Anda mungkin sering menemukan beberapa simbol HAKI yang telah beradar saat ini, berikut beberapa simbol  HAKI dalam produk tertentu:

  • Copyright ©

Simbol C artinya menunjukan kepemilikan hak cipta. Maka jika ingin dilakukan publikasi perlu dicantumkan sang pemilik hak cipta.

  • Service Mark (SM)

Simbol SM digunakan untuk menandai suara-suara tertentu, misal suara unik yang ada dalam suatu film.

  • Trade Mark (TM)

Simbol TM memiliki arti bahwa produk atau merek sedang dalam masa pengajuan kepemilikan.

  • Registered Mark (R)

Simbol R menandakan produk tersebut sudah terdaftar dengan legal Hak atas Kekayaan Intelektualnya.

Macam Macam HAKI

Pada umumnya Hak atas Kekayaan Intelektual terbagi menjadi dua macam, yaitu Hak Cipta dan juga Hak Kekayaan Industri. Berikut adalah detail lebih jelasnya :

Hak Cipta

Hak cipta yang diberikan secara khusus kepada para pencipta dan mereka memiliki hak eksklusif untuk dapat mengumumkan atau memperbanyak hasil ciptaannya.

Hak Kekayaan Industri

Hak kekayaan industri adalah hak yang melindungi sebuah perusahaan dari berbagai macam aktivitas plagiarisme dan juga dapat mengatur segala sesuatu dalam lingkungan industri. Berikut adalah jenis perlindungannya:

  • Paten
  • Merek
  • Desain Industri
  • Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu
  • Rahasia Dagang
  • Indikasi Geografis

Tujuan Perlindungan HAKI untuk Perusahaan

Dirjen Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum dan HAM RI, Freddy Harris, berpendapat “Tanpa Komersialisasi jangan bicarakan kekayaan intelektual “Mengapa ada kekayaan intelektual? Tentu karena ada nilai ekonomis.” (sebagaimana dimuat pada artikel di laman situs Hukum Online “Freddy Harris: Tanpa komersialisasi jangan bicarakan soal kekayaan intelektual”). Saat ini, Pemerintah melalui Badan Ekonomi Kreatif RI (Bekraf RI), juga membuat kedeputian khusus yaitu Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi untuk semakin mengoptimalkan perlindungan HKI dalam sektor Ekonomi Kreatif.

“Ibaratnya DJKI sebagai restoran, Bekraf sebagai penyedia jasa pemesanan dan pengantaran makanannya” kata Ari Juliano Gema, Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi Bekraf RI. Karena itu diharapkan semakin banyak pelaku usaha dan pelaku kreatif mendaftarkan dan/atau mencatatkan karya dan usahanya dengan pemilihan HKI yang tepat untuk mendapatkan nilai ekonomi yang optimal.

Penyelesaian Sengketa HKI

Lalu bagaimana bila secara administrasi sudah dipenuhi, namun karya kita jadi korban pembajakan? Peraturan perundang-undangan di bidang HKI (Merek dan Indikasi Geografis, Cipta, Paten, Rahasia Dagang dan Desain Industri) menganut delik aduan. Artinya bila mengetahui ada yang merugikan karyamu maka dapat mengadukannya ke penyidik.

Saat ini dibawah kepemimpinan Freddy Harris, DJKI mendorong untuk para pihak menggunakan upaya hukum alternatif penyelesaian sengketa, memilih jalur mediasi daripada terburu menggunakan upaya hukum pidana. Upaya Hukum Mediasi ini sangat baik, karena biasanya relatif lebih singkat dan lebih fokus pada tujuan dari seseorang dalam memilih upaya penyelesaian sengketa.

Tentukan dahulu tujuan Anda, apakah ingin menyampaikan kemarahan agar pembajak dipidana kurungan atau membayar denda ataupun ingin pembajak mengganti kerugian ekonomi yang hilang.

Untuk tujuan yang berbeda tentu langkahnya pun berbeda, Advokat dapat memberikan pertimbangan hukum atas apa saja upaya yang bisa kamu tempuh untuk memperjuangkan hasil karyamu dihargai dan dihormati.

Merek Anda digunakan Pihak lain? Jangan khawatir, Anda dapat mengajukan permohonan keberatan merek ke DJKI guna membuat merek tersebut tidak dapat digunakan oleh pihak manapun selain Anda.

Lakukan langkah mudah dalam mengajukan permohonan keberatan atas penggunaan merek ke DJKI guna melindungi merek Anda dari oposisi.