Dalam menjalankan sebuah bisnis tentunya setiap perusahaan wajib memiliki pedoman berupa kode etik perusahaan, untuk tetap menjaga dalam hal sistem nilai, etika kerja, etika bisnis serta norma-norma kepatuhan terhadap kebijakan dan ketentuan dalam perusahaan.

Berjalannya sebuah bisnis suatu perusahaan tidak hanya didasarkan pada nilai-nilai pribadi seorang karyawan yang bekerja dalam suatu perusahaan saja, akan tetapi dipengaruhi oleh anggota lain dalam perusahaan tersebut. Seperti manajer atas dan supervisor hingga rekan kerja lainnya. Oleh karena itu demi menjalankan aktivitas bisnis yang kondusif setiap tindakan tentu harus memiliki pedoman seperti kode etik perusahan.

Bagaimana penjelasan mengenai kode etik perusahaan tersebut? Berikut akan kami ulas lebih lengkap mengenai kode etik perusahaan.

Apa itu Kode Etik Perusahaan?

Kode etik perusahaan dapat didefinisikan sebagai dokumen yang akan menjelaskan prinsip dan pedoman yang harus diikuti oleh semua karyawan dalam menjalankan aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan.

Prinsip dan perdoman tersebut meliputi seprangkat nila-nilai perusahaan, etika kerja, etika bisnis ataupun norma-norma terkait kepatuhan terhadap kebijakan dan ketentuan yang diberlakukan oleh perusahaan ataupun peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Kenapa Perusahaan Harus Memiliki Kode Etik Perusahaan?

Ada beberapa hal penting yang mewajibkan perusahaan memiliki kode etik, tidak hanya untuk kepentingan menjaga nilai-nilai atau tindakan setiap karyawan, akan tetapi ada beberapa hal seperti berikut:

1. Memperkuat Merek Perusahaan

Dengan memiliki kode etik sebuah perusahaan dapat menguatkan merek atau identitas perusahaan sebagai organisasi bisnis yang dapat menjalankan praktik bersih serta berintegritas.

Memiliki kode etik yang baik dan benar akan membuat perusahaan lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari pelanggan dan menarik minat investor.

2. Membangun Minat dan Mempertahankan Karyawan

Perusahaan yang memiliki kode etik serta budaya kerja positif akan menjadikan sebuah perusahaan sebagai prioritas untuk kandidat karyawan hebat dan profesional dalam memilih tempat bekerja.

Sebagai contoh, jika perusahaan menjalankan praktik bisnis yang baik dengan memanusiakan manusia, memperhatikan kesejahteraan karyawan dan tidak melanggar atau mengurangi hak-hak pekerja merupakan salah satu manfaat kode etik perusahaan untuk karyawan.

Dengan hal lain, karyawan yang bekerja untuk suatu perusahaan ini akan menciptakan loyalitas terhadap perusahaan, turnover menurun dan motivasi kerja karyawan akan terus terjaga.

3. Menghindari Permasalahan Hukum

Terakhir, memiliki kode etik perusahaan dapat menjauhi perusahaan dari tindakan atau aktivitas bisnis yang jahat. Perusahaan akan menghindari pada tindakan seperti, pembajakan, manipulasi pajak serta kasus suap.

Siapa yang Berhak Menentukan Kode Etik Perusahaan?

Penentuan dan penerapan kode etik harus dilakukan oleh perusahaan dengan perumusan yang dilakukan oleh Direksi dan Dewan Komisaris berdasarkan nilai-nilai perusahaan. Serta mempertimbangkan dan memperhatikan terkait, pelayanan prima, integritas, reliabilitas, aksesibilitas serta prinsip-prinsip moral yang berkambang dalam perusahaan untuk merealisasikan visi dan misinya.

Cara Membuat Kode Etik Perusahaan

Membuat kode etik perusahaan tidak dapat dilakukan sembarang, harus memenuhi unsur dan praktik yang telah dilakukan perusahaan. Berikut beberapa hal penting dalam membuat kode etik perusahaan:

  • Mendapatkan dukungan dari seluruh anggota organisasi dengan masukan dari tim multidisiplin;
  • Menyertakan dengan jelas visi, misi dan nilai organisasi yang mencerminkan komitmen terhadap etika, kualitas dan integritas;
  • Jelaskan setiap tindakan dan perilaku yang diharapkan perusahaan dibandingkan menyertakan larangan;
  • Jelaskan harapan perusahaan terhadap individu yang mengutamakan integritas dan kejujuran selain patuh terhadap persyaratan hukum;
  • Memperhatikan risiko, praktik ketenagakerjaan, pengelolaan dengan pihak ketiga dan melindungi aset perusahaan;
  • Membuat kode etik yang mudah digunakan dan berlaku untuk semua individu;
  • Dibuat menggunakan bahasa yang sederhana, mudah dipahami dan ringkas; dan
  • Menjelaskan tentang prosedur penegakan dan disiplin.

Contoh Kode Etik Perusahaan

Setiap perusahaan memiliki kode etik yang berbeda-beda, sesuai dengan budaya dan bentuk organisasinya. Untuk referensi Anda berikut ini beberapa contoh kode etik perusahaan:

  • Budaya perusahaan
  • Konflik kepentingan
  • Kebijakan perusahaan
  • Aturan berbusana
  • Kebijakan pribadi
  • Tindakan disipliner
  • Pelecehan dan tindakan diskriminasi
  • Harapan kehadiran
  • Penggunaan ponsel pribadi saat berada di kantor

Layanan Pembuatan Kode Etik Perusahaan

Pembuatan kode etik harus benar-benar memperhatikan beberapa hal yang berhubungan dengan nilai-nilai perusahaan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku tentunya. Sehingga dalam pembuatan kode etik perusahaan dapat melibatkan pihak lain yang kompeten dalam pembuatannya.

Ketika Anda akan membuat kode etik perusahaan, agar terhindar dari kesalahan dan hilangnya unsur penting yang harus tertera dalam kode etik, Anda dapat menggunakan layanan atau jasa pembuatan kode etik perusahaan yang terpercaya seperti Justika.

Baca juga: Hak dan Kewajiban Karyawan Pada Perusahaan

Justika Dapat Membantu Dalam Urusan Bisnis untuk Kelancaran Usaha Anda

Berkonsultasi dengan mitra advokat andal dan profesional kini lebih mudah dengan adanya layanan Justika. Anda bisa memanfaatkan layanan hukum Justika, seperti Layanan Pembuatan Peraturan Perusahaan, Pembuatan Kontrak Ketenagakerjaan, Konsultasi Chat, Konsultasi via Telepon dan Konsultasi Tatap Muka.

Konsultasi hukum kini lebih mudah dan terjangkau menggunakan layanan Konsultasi Chat dari Justika. Anda hanya perlu ketik permasalahan hukum yang ingin ditanyakan pada kolom chat. Langkah selanjutnya Anda bisa melakukan pembayaran sesuai dengan instruksi yang tersedia. Kemudian  sistem akan segera mencarikan konsultan hukum yang sesuai dengan permasalahan Anda.

Dengan Konsultasi via Telepon, Anda akan mendapatkan kesempatan untuk berbicara dengan Mitra Konsultan Hukum secara mudah dan efektif melalui telepon selama 30 menit atau 60 menit (sesuai pilihan Anda), untuk berdiskusi lebih detail mengenai permasalahan hukum yang dialami.

Sementara melalui Konsultasi Tatap Muka, Anda akan mendapatkan layanan untuk bertemu dan berdiskusi langsung dengan Mitra Advokat Justika selama 2 jam (dapat lebih apabila Mitra Advokat bersedia). Selama pertemuan, Anda dapat bercerita, mengajukan pertanyaan secara lebih bebas dan mendalam, termasuk menunjukan dokumen-dokumen yang relevan.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan lang