Undang-undang perlindungan anak diatur secara detail oleh pemerintah negara Republik Indonesia. Di dalam UU satu ini ada banyak poin penting yang harus dipahami oleh masyarakat terkait apa saja yang menjadi hak perlindungan bagi anak-anak di Indonesia.

Penerapan dari UU satu ini tentunya bertujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan anak di negeri ini. Di sisi lain, keberadaannya bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kekerasan terhadap anak dalam berbagai bentuk dan pihak manapun.

Penerapan dari UU tersebut memang terbilang sukses di Indonesia karena angka kekerasan terhadap anak berhasil ditekan ke titik minimum. Kedepannya tentu diperlukan banyak perbaikan terhadap UU agar kesejahteraan anak semakin meningkat.

Undang-Undang Perlindungan Anak di Indonesia

Perlindungan anak di Indonesia dulunya diatur secara jelas di dalam UU No 23 Tahun 2002. Namun Kemudian direvisi oleh pemerintah dengan keluarnya UU No 35 tahun 2014. Di dalam undang-undang yang baru, dijelaskan secara detail bagaimana hak dan kewajiban anak.

Tidak hanya hak dan kewajiban anak saja, pada pasal tersebut juga dijelaskan secara detail apa saja kewajiban dari orang tua dan wali sebagai pengasuh anak. Tentunya tujuan dari penerapan UU satu ini adalah memaksimalkan kesejahteraan anak dalam negeri.

Di Indonesia sendiri memang terjadi banyak kasus kekerasan dan penelantaran terhadap anak. Pelaku hal tersebut bisa dijerat pidana sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Dengan penerapan UU No 35 tahun 2014 ini, diharapkan ada banyak perbaikan yang terjadi pada sisi tersebut.

Tujuan, Hak dan Kewajiban Anak dalam Undang-Undang Perlindungan Anak

Ketika Undang-Undang satu ini dirancang, tentu saja ada beberapa tujuan yang harus dicapai. Agar bisa memahaminya dengan lebih baik, penting sekali bagi Anda untuk memahami apa saja tujuan dari keberadaan undang-undang tersebut.

1. Tujuan UU Perlindungan Anak

Lantas apa saja tujuan dari keberadaan UU Satu ini? Pada dasarnya keberadaan UU tersebut bertujuan untuk memastikan kalau Hak-hak anak terpenuhi dengan baik oleh pihak-pihak yang berkewajiban di dalamnya.

Adapun hak yang harus dipenuhi tersebut adalah hak untuk hidup, berkembang, tumbuh, ikuti berpartisipasi dalam kehidupan sesuai dengan martabat kemanusiaan dan mendapatkan perlindungan dari orang-orang disekitarnya. 

Tujuan utama dari penerapan poin-poin tersebut adalah memastikan kalau generasi masa depan negeri ini memiliki kualitas mental yang baik, berakhlak mulia dan hidup dalam kesejahteraan. Jika dilakukan pelanggaran terhadap Undang-undang, tentu saja akan ada sanksi yang diterapkan.

2. Hak Anak sesuai dengan Undang-Undang tentang Perlindungan anak

Hak dan kewajiban bagi seorang anak juga diatur dengan detail pada pasal-pasal yang ada di UU Perlindungan Anak. Selain dari tujuan yang sudah kami jelaskan di atas, ternyata ada banyak macam hak perlindungan anak yang sudah diatur oleh pemerintah. 

Contohnya adalah hak bagi anak untuk memiliki status kewarganegaraan dan identitas diri. Tidak hanya itu saja, negara juga memberikan kebebasan kepada anak untuk beribadah sesuai dengan pilihan agamanya masing-masing.

Bahkan di dalam Undang-undang satu ini juga dibahas mengenai kebebasan berpikir dan berekspresi bagi anak sesuai dengan usia dan tingkat kecerdasan mereka masing-masing. Tentunya hak-hak tersebut tetap dilakukan di bawah pengawasan orang tua. 

Tidak hanya itu saja, ternyata ada hak lain yang dibahas di dalam undang-undang ini. Diantaranya adalah hak anak untuk diasuh dan dibesarkan oleh orang tuanya sendiri. Karena itu orang tua memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan anak dengan baik.

Jika kemudian ada kondisi dimana orang tua tidak bisa memberikan bentuk perlindungan anak tersebut, maka anak memiliki hak untuk memilih dibesarkan oleh pihak lain yang mampu memenuhi kebutuhannya. Tentu saja semua ini juga diatur dengan keberadaan undang-undang lain yang berlaku di negeri ini. 

3. Kewajiban anak sesuai UU Perlindungan anak

Seorang anak juga berkewajiban untuk menghormati orang tua mereka, bangsa dan tanah air, dan wajib menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran agamanya masing-masing. Para orang tua juga wajib memberikan pendidikan terkait hal tersebut.

Tidak hanya itu saja, di dalam undang-undang ini juga dijelaskan secara detail kalau seorang anak wajib untuk berbuat baik kepada para wali mereka, guru, sesama teman, dan berkontribusi terhadap kemajuan tanah air di masa depan.Anak adalah aset. Tapi di sisi lain, anak adalah sebuah tanggung jawab yang harus dididik dan dijaga dengan baik. Tentunya kita berharap agar penerapan undang-undang perlindungan anak ini bisa berjalan dengan lancar demi generasi yang lebih baik di masa depan.

Konsultasikan Tanpa Ragu Dengan Justika, Jika Anda Masih Bingung

Anda bisa mengkonsultasikan perihal langkah hukum jika kasus perdata Anda menjadi kasus pidana dengan mitra advokat andal dan profesional Justika.

Lawyer yang bergabung di Justika merupakan lawyer pilihan yang melalui proses rekrutmen yang cukup ketat dengan pengalaman paling sedikit, yaitu 5 tahun berkarir sebagai advokat.

Kini, konsultasi chat dengan advokat berpengalaman hanya mulai dari Rp. 30.000 saja. Dengan harga tersebut Anda sudah bisa mendapatkan solusi permasalahan hukum Anda dengan cara menceritakan permasalahan yang dihadapi melalui kolom chat. Nantinya sistem akan mencari advokat guna membantu menyelesaikan permasalahan Anda.

Untuk permasalahan yang membutuhkan solusi lebih lanjut, Anda bisa memanfaatkan layanan konsultasi telepon mulai dari Rp. 350.000 selama 30 menit atau Rp. 560.000 selama 60 menit. 

Konsultasi tatap muka bisa dilakukan ketika Anda benar-benar membutuhkan saran secara langsung dari advokat terpercaya untuk kasus yang lebih rumit. Hanya dengan Rp. 2.200.000 saja, Anda sudah bisa bertemu secara langsung selama 2 jam untuk bertanya lebih dalam hingga menunjukkan dokumen-dokumen yang relevan untuk membantu permasalahan Anda.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.